
Tap ...
Tap ...
Tap ...
Bunyi sepatu pantofel lima centimeter yang dipakai oleh Maysaroh terdengar menggema saat menapaki lantai lobby menuju pintu keluar IR tower setelah mengikuti test interview di perusahaan The IR design and Contraktor. Tak sengaja Maysaroh melihat sosoknya Juneidi masuk ke dalam lift sehingga dia menghentikan langkah kakinya. Maysaroh mengucekkan kedua matanya untuk memastikan penglihatannya.
"Maysaroh, boleh kita bicara sebenta?" ucap Rifky sopan.
Maysaroh menoleh ke Rifky, lalu berucap, "Boleh."
"Ayo ikut aku," ucap Rifky, lalu Rifky melangkahkan kakinya menuju sebuah restoran.
Maysaroh mengikuti langkahnya Rifky. Melewati lobby dan melewati lorong panjang. Semua orang memandang ke arah mereka dengan tatapan mata yang heran. Karena selama ini Big bos mereka tidak pernah berjalan berdua sama seorang wanita. Maysaroh menundukkan kepalanya karena minder ditatap sama mereka.
"Silakan duduk Maysaroh," ucap Rifky sopan sambil menduduki tubuhnya di salah satu kursi restoran.
Tak lama kemudian Maysaroh menduduki tubuhnya di kursi yang berada di depan Rifky. Rifky membuka daftar menu. Maysaroh melihat sekelilingnya. Hampir semua pengunjung kafetaria memandang mereka dengan tatapan mata yang heran. Maysaroh menundukkan kepalanya sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Rifky sopan sambil menutup daftar menu, lalu menoleh ke Maysaroh.
"Terima kasih atas tawaran Bapak, tapi saya masih kenyang," ucap Maysaroh sopan.
"Benaran kamu kenyang?"
"Iya Pak," ucap Maysaroh yakin.
"Baiklah kalau begitu," ucap Rifky sopan. "Mbak sini!" ucap Rifky memanggil salah satu pelayan restoran, lalu pelayan itu datang menghampiri mereka.
"Iya Pak, mau pesan apa?" ucap pelayan itu dengan sopan.
"Tolong buatin tenderloin steak 1, nasi merah 1, dan air putih hangat 1," ucap Rifky.
"Ada lagi Pak?" ucap pelayan itu sambil menulis pesanan Rifky.
"Tidak ada."
"Saya ulangi ya Pak. Steak tenderloin 1, nasi merah 1 dan 1 air putih hangat?" ucap pelayan itu dengan sopan.
"Iya."
"Terima kasih. Mohon ditunggu," ucap pelayan itu sopan, lalu dia pergi meninggalkan Rifky dan Maysaroh.
"Bagaimana test interview nya?" ucap Rifky ramah
"Alhamdulillah lancar," ujar Maysaroh sopan.
"Semoga kamu diterima di sini."
"Aamiin Ya Robbal Alamiin."
"Boleh saya tanya hal pribadi tentang dirimu?" ucap Rifky serius dengan tatapan mata yang teduh.
"Boleh."
"Nama lengkap kamu siapa?"
"Maysaroh."
"Kamu lahir di bulan Mei?"
"Iya."
"Kamu lahir di Jakarta?"
"Iya."
__ADS_1
"Masih punya orang tua?"
"Masih.
Berarti dugaanku salah.
Batin Rifky.
"Siapa nama Ibu dan bapakmu?"
"Rogaya dan Rojali."
"Assalamu'alaikum Pak Chairman Eksekutif," salam seorang wanita paruh baya yang penampilannya masih tetap modis.
"Wa'alaikumussalam Ira," ucap Rifky sambil menoleh ke wanita itu.
"Tumben Mas Ky ngobrol berduaan sama seorang wanita selain istrinya Mas Ky?" ucap wanita itu yang memiliki nama Ira sambil menduduki tubuhnya di samping kanannya Maysaroh.
"Aku ada keperluan penting sama dia," ucap Rifky serius.
"Apakah teh Annisa mengetahuinya?"
"Untuk saat ini belum waktunya."
"Apakah Mas Ky mau poligami?" tanya Ira kepo.
"Maaf Ira, untuk urusan pribadiku, kamu jangan ikut campur," ucap Rifky serius.
"Maaf Pak, bolehkah saya pulang?" ucap Sarah yang merasa risih.
"Boleh."
"Assalamu'alaikum," ucap Sarah sungkan.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," ucap Rifky.
Tak lama kemudian Sarah beranjak berdiri, lalu melangkahkan kakinya keluar dari restoran itu. Dia merasa tidak nyaman berduaan sama Rifky. Tak sengaja Sarah melihat sosoknya Juneidi sedang memperhatikan dirinya dengan tatapan mata yang terkejut. Sarah mempercepat langkahnya menghampiri Juneidi untuk menjelaskan semuanya supaya Juneidi tidak salah paham.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Sarah sebaiknya kita pergi dari sini," ucap Juneidi serius.
"Iya."
"Ikuti aku."
"Iya."
Tak lama kemudian Juneidi melangkahkan kakinya keluar dari restoran melalui pintu utama restoran. Sarah mengikuti langkahnya Juneidi. Langkah kaki mereka belok kiri setelah keluar dari restoran. Menelusuri lorong yang lumayan ramai dilalui orang - orang. Ujung lorong itu ternyata sebuah tempat parkiran mobil.
Juneidi mengambil kunci mobil, lalu menekan tombol alarm hingga alarm mobilnya berbunyi. Mereka berhenti di depan mobil Toyota Camry warna hitam pekat. Sarah mengerutkan keningnya melihat mobil itu karena sepengetahuannya Juneidi hanya memiliki sebuah motor. Juneidi membuka pintu mobil bagian penumpang depan.
"Silakan masuk Sar," ucap Juneidi.
"Ini mobil siapa?" tanya Sarah sambil masuk ke dalam mobilnya Juneidi.
"Mobilku," ucap Juneidi sambil menutup pintu mobil.
Tak lama kemudian Sarah melihat Juneidi berlari kecil ke bagian pengemudi mobil sambil memasang sabuk pengaman. Membuka pintu, lalu masuk ke dalam mobil. Memakai sabuk pengaman, lalu menancapkan dan memutarkan kunci mobil di tempatnya untuk menghidupkan mesin mobilnya.
"Kita mau pergi ke mana Bang Juned?" ucap Sarah sambil menoleh ke Juneidi yang sedang menarik tuas rem tangan mobilnya.
"Ke tempat biasa, kita makan di sana aja," ucap Juneidi sambil mengatur gigi.
"Kamu kerja di sini ya? Soalnya tadi aku lihat kamu masuk ke dalam lift," ucap Sarah sambil melihat Juneidi yang sedang menekan pedal gas mobilnya.
"Iya, kamu kenal Pak Rifky dari mana?" tanya Juneidi sambil mengendarai mobilnya.
"Pak Rifky itu Omnya El."
__ADS_1
"Ooo ternyata Pak Rifky itu Omnya El. Kamu ngapain berada di sana?"
"Setelah mengikuti test interview di IR Design and Contraktor, aku diajakin ke restoran itu sama Pak Rifky."
"Wah, nanti kita bisa kerja di tempat yang sama," ucap Juneidi senang.
"InsyaAllah. Bang Juned udah berapa hari kerja di sini?"
"Baru tiga hari. Hari ini sidangnya jadi?"
"Jadi. Aku diwakili sama Babe."
"Kalau El jadi datang?"
"Jadi."
Kringgg ... kringgg ... kringgg ...
Bunyi dering dari seluler milik Sarah yang menghentikan pembicaraan mereka. Sarah membuka reselting tas jinjingnya untuk mengambil handphone miliknya. Melihat tulisan nama Maimunah di layar handphonenya. Sarah menekan tombol hijau untuk menjawab panggilan telepon itu. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.
"Assalamu'alaikum," salam Maimunah.
"Wa'alaikumussalam, ada apa Mun?" ucap Sarah sambil melihat lurus ke depan.
"Elu lagi di mana?" tanya Maimunah.
"Lagi di dalam mobilnya Bang Juned," jawab Sarah polos yang membuat Bang Juned menggelengkan kepalanya.
"Bujug bunenggg, elu ngapain di sana? Elu kayaknya demen cari masalah yak?" ucap Maimunah asal bunyi.
"Nggak Mun, tadi habis dari test interview, nggak sengaja aku ketemu sama Bang Juned. Terus aku diajak makan siang sama Bang Juned. Gimana hasil sidangnya?"
"Kalian berdua tidak terbukti melakukan hubungan intim di dalam mobilnya El."
"Alhamdulillah."
"Tahu kaga siapa yang jadi biang kerok pembuat dan penyebar berita gosip itu?
"Emang siapa orangnya?" ucap Sarah kepo.
"Nyak Juleha, ibu sambungnya si Njar."
"Masa sich Mun?" ucap Sarah sedikit kaget.
"Iya, tadinya semua orang kaga percaya, tapi setelah diusut baru ketahuan. Nyak Juleha mengakuinya. Dia ngeliat elu berduaan di dalam mobilnya El, terus dia ngeliat mobilnya El bergoyang sebelum gw datang ke sana. Tahu kaga kalau El mau menuntut balik Nyak Juleha atas pencemaran nama baik elu dan nama baik dia?"
"Nggak, aku juga baru tahu dari kamu. Tapi kenapa El tidak memberi tahu tentang itu ke aku ya?"
"Mungkin nanti kali dia kasih tahunya."
"Mungkin."
"Tahu kaga kalau El benar - benar menolong elu dalam menyelesaikan masalah itu sampai - sampai dia membawa seorang pengacara. Dia benar - benar menjaga elu Sar. Elu beruntung banget dapatin dia, udah elu jadian aja ame die, gw jamin elu bahagia jadi pacarnya," cerocos Maimunah.
"Untuk saat ini aku belum bisa untuk jatuh cinta lagi. Aku lagi menata hati dulu."
"Ya elah segala pake menata hati. Udah buruan terima die, mumpung belum diambil oleh orang lain. Gw yakin elu bisa melupakan rasa cinta elu ke Juned kalau elu jadi pacarnya El. Percaya dech apa kata gw."
"Nggak segampang itu Mun."
"Elu masih sakit hati?"
"Ehmmm, mungkin, tapi yang jelas untuk sekarang ini aku sedang menata hatiku."
💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐
Terima kasih sudah membaca novelku yang ini 😊😊😊🥰🥰🥰.
__ADS_1
Semoga para readers suka membaca novelku. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam novel ini karena novel ini masih jauh dari kata sempurna 😊😊😊.
Dukung novel ini dengan like, komen, kasih vote, kasih bintang lima dan kasih hadiah ya, love you 😁😁😁😘😘😘