Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Di Hari Wisuda


__ADS_3

"Di hari wisuda ini, aku sangat bahagia, Babe dan Nyak bisa hadir," ucap Sarah senang setelah sesi foto bersama orang tua.


"Ini semua kaga gratis! ucap Rogaya pelan tapi ketus yang membuat goresan luka di hatinya Sarah.


"Ro, jangan begitu," ucap Rojali sambil menoleh ke Rogaya.


"Wah, elu cantik sekali Sar," ucap Maimunah ceria sambil berjalan menghampiri Sarah dan orang tuanya.


"Seperti bidadari turun dari langit," samber Mei.


"Terima kasih," ucap Sarah tulus.


"Bang, kita pulang yuk! Ude ada teman - temannya Sarah ini, Aye ude ngantuk," ucap Rogaya manja.


"Roh, nggak apa - apa Babe ame Nyak pulang duluan?" tanya Rojali sambil menoleh ke Sarah.


"Nggak apa - apa Be, nanti Sarah pulangnya sama mereka Be."


"Kalian ke sini naik apa?" tanya Rojali sambil menatap ke Maimunah dan Meira secara bergantian.


"Naik mobilnya Njar Be," jawab Meira.


"Zarkasihnya ke mana?" tanya Rojali.


"Lagi nungguin Juned Be," jawab Maimunah.


"Ngapain si Juned datang kemari? Nanti malah nyari masalah lagi," ucap Rojali.


"Si Juned kemari mau ngasih selamat ke Sarah dan mau minta maaf," ucap Meira.


"Udahlah kaga useh dipikirin Bang, ayo pulang sekarang!" ucap Rogaya sambil bergelayutan di tangan kanannya Rojali.


"Rah, Babe ame Nyak mau balik dulu yak, assalamu'alaikum," ucap Rojali.


"Wa'alaikumussalam," ucap Sarah.


Tak lama kemudian, Sarah, Maimunah dan Meira menyalim kedua orang tuanya secara bergantian. Rojali dan Rogaya melangkahkan kakinya meninggalkan Sarah bersama para sahabatnya Sarah menerobos kerumunan orang. Tak sengaja Sarah melihat sosok El yang sedang berjalan menghampiri mereka.


Ngapain juga El datang ke sini? Dia kan nggak aku kasih tahu soal hari wisudaku.


Batin Sarah.


"Congratulations Sarah," ucap El sambil mengulurkan tangan kanannya ke Sarah.


Maysaroh membalas uluran tangannya El, lalu berucap, "Terima kasih El."


"Oh ya Sar, semalam gw yang ajaki Bang El ke sini karena dia ingin mengenal elu lebih jauh lagi. Dia seriusan ingin jadiin elu sebagai kekasihnya," celetuk Maimunah.


"Ooo gitu ya," ucap Sarah sambil melepaskan genggaman tangan kanannya El yang erat.


"Kalau kau tidak mau, si El buat aku aja," celetuk Meira.


"Ya udah kamu ambil aja dia," ucap Sarah yang membuat El kesal.


"Yah kaga bisa gitu dong!" protes Maimunah.


"Si Njar kok belum muncul ya?" ucap Sarah mengalihkan pembicaraan.


"Mungkin dia masih nungguin Juned," samber Meira.


Sedetik kemudian muncullah sosok Zakarsih dan Juneidi yang menerobos kerumunan orang. Dengan wajah yang ramah, Zakarsih berjalan menghampiri mereka sambil melambaikan tangan kanannya. Sementara Juneidi yang memiliki wajah ganteng meneduhkan sedang melangkahkan kakinya menghampiri mereka.


"Selamat ya Sarah," ucap Juneidi sambil melepaskan uluran tangan kanannya ke Sarah.

__ADS_1


"Terima kasih ya Bang Juned," ucap Sarah ramah sambil mengulurkan tangan kanannya lalu mereka berjabat tangan.


"Akhirnya kamu bisa meraih cita - citamu sebagai seorang arsitek," ucap Juneidi sambil melepaskan genggaman tangannya.


"Iya," ucap Sarah sambil menurunkan tangan kanannya.


"Oh ya Juned ame Njar, gw kenali teman gw yang paling ganteng, namanya El," ucap Maimunah sambil menoleh ke El, Zarkasih dan Junaidi secara bergantian.


Zarkasih menoleh ke El, lalu mengulurkan tangan kanannya ke El dan berkata, "Zarkasih, panggil Njar aja."


"El, senang berkenalan denganmu," ucap El sambil berjabat tangan sama Zarkasih.


"Sama - sama," ucap Zarkasih sambil melepaskan tangan kanannya.


"Juneidi panggil Juned aja," ucap Juneidi sambil mengulurkan tangan kanannya ke El.


"El, senang berkenalan denganmu," ucap El sambil berjabat tangan sama Juneidi.


"Ayo kita makan - makan! Hari ini gw mau traktir kalian semua," ucap Zarkasih semangat.


"Lah beneran elu mau traktir kita semua?" tanya Maimunah.


"Beneran lah, masa bohongan kayak mainan aja, pan gw udeh janji ame kalian, mau traktir kalian setelah Sarah diwisuda," ucap Zarkasih.


"Kau orang yang baik Njar, kapan kau diwisuda?"


"InsyaAllah tiga bulan lagi. Ayo dach kita berangkat!"


"Njar yang gantengnya kebangetan, boleh kaga gw ajak teman gw," ucap Maimunah lembut.


"Elu kemasukan jin apa? Tumben bener ngomongnya lembut," ledek Zarkasih dengan mimik wajah yang lucu membuat orang - orang di sekitarnya ketawa kecuali Maimunah.


"Dia kemasukan jinnya kau Njar, hahaha," samber Meira.


"Ya udah bawa aja. Ayo kita pergi!" ucap Zarkasih semangat, lalu dia membalikkan badannya.


"Kite naik mobil elu aja ya Njar," ucap Maimunah sambil melangkahkan kakinya.


"Lah iya, emangnya mau naik mobil siapa lagi," ucap Zarkasih sambil melangkahkan kakinya.


"Tapi Njar, suruh si Sarah naik mobilnya El," bisik Maimunah.


"Enak aja kamu nyuruh aku naik mobilnya El," ucap Sarah datar sambil melangkahkan kakinya di belakang Zarkasih dan Maimunah.


"Ya elah elu Sar, kasih kesempatan dach si El buat dekat ame elu, dia beneran mau jadi pacar elu," ucap Maimunah serius.


"Emangnya dia bisa gantiin si Juned di hatinya Sarah," celetuk Zarkasih.


"Lah elu bukannya dukung, malah bikin orang minder," celetuk Maimunah.


"Ya udah Muna, jangan dipaksain kalau Sarah nggak mau," ucap Meira sambil berjalan di samping kirinya Sarah.


"Bu the way, kita mau makan di mana?" ucap Zarkasih.


"Di rumah makan dekat danau aja Njar," samber Maimunah.


"Ok dech kalau begitu," ucap Zarkasih.


"Tadi gw lihat, Babe Rojali udah baik lagi ame elu," ucap Maimunah.


"Iya. Hanya dia yang baik sama aku. Dia yang membiayai keperluan sekolah sampai kuliah walaupun dia sering mengabaikan aku karena kesibukannya."


"Ya wajar kali dia begitu karena dia Babe elu," celetuk Zarkasih.

__ADS_1


"Yang nggak wajar itu perlakuan Nyak elu sama perlakuan si Markonah ke kau," samber Meira.


"Karena itu aku sering berfikir kalau aku itu anak pungut," ucap Sarah sedih.


"Kamu bukan anak pungut," samber Juneidi sambil berjalan di samping kanannya Zarkasih.


"Kamu mantannya Sarah ya?" tanya El sambil berjalan di samping kanannya Juneidi.


"Iya, kalau kamu mau menjadi kekasihnya dia, kamu harus sabar ya."


Mukanya El menoleh ke Juneidi, lalu berkata, "Maksudnya?"


"Hatinya sulit untuk mencintai seseorang. Aku aja perlu berbulan - bulan untuk mendapatkan hatinya."


"Dia orangnya pemilih ya?"


"Nggak juga, tapi dia orangnya teliti."


"Kesukaan dia apa?"


"Menggambar dan memasak."


"Dia yang masak semua makanan di warungnya?"


"Sebagian besar masakan dia."


"Kenapa kalian putus?"


"Karena hubungan kami tidak direstui sama orang tuaku. Kenapa kamu ingin menjadi kekasihnya? Kamu mencintainya?"


"Iya, aku jatuh cinta sama dia sejak pandangan pertama."


"Kalau kamu jadi kekasihnya, jagalah dia baik - baik karena dia adalah wanita yang baik - baik. Pertama kali kalian ketemu di mana?"


"Di jalanan, waktu itu aku nggak sengaja menabraknya. Aku mau bawa dia ke rumah sakit tapi dia nggak mau. Aku mau beliin dia obat tapi dia nggak mau juga."


"Kejadiannya beberapa hari yang lalu ya?"


"Iya."


"Kenapa kamu mencintainya?"


"Tidak bisa diungkapkan dengan kata - kata."


"Kamu pintar juga ngegombal."


"Nggak juga."


"Kalau kamu jadi kekasihnya Sarah, jangan sampai nyakitin hatinya. Kalau kamu menyakitinya, kita berdua akan turun tangan memberimu pelajaran," samber Zarkasih serius.


"Sepertinya kalian sangat menyayangi Sarah," ucap El.


"Iya kami sangat menyayanginya," celetuk Zarkasih.


"Kami saling menyayangi satu sama yang lainnya. Sayang sebagai sahabat dan saudara," samber Juneidi.


"Sarah nggak punya kakak laki - laki?"


"Kaga punya," jawab Zarkasih.


"Eh kalian pada ngomongin apa sich ampe serius banget?" tanya Maimunah kepo.


"Si El lagi gali informasi untuk mendapatkan hatinya Sarah," jawab Zarkasih.

__ADS_1


__ADS_2