
Di like ya guys π
Di vote ya guys π
Di komen ya guys π
Happy reading π€
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Matahari berada di tengah cakrawala. Sinarnya menyilaukan mata manusia yang sedang beraktivitas. Semilir angin berhembus menerpa para manusia yang menjalankan kegiatannya, salah satunya kegiatan dari beberapa manusia yang sedang menyiapkan acara launching album rekaman Sarah. Sarah dan pihak dari Mustika Corporation sudah mempersiapkan semuanya untuk acara ini.
Bagaimana pun juga perusahaan label rekaman Mustika Record harus memperkenalkan dan mempromosikan album perdana dari penyanyi baru mereka. Yang mewakilkan perusahaan Mustika Record adalah Belinda, Andrew dan Adinda yang merupakan manajer marketing perusahaan Mustika Record.
Para awak media sudah berada di sebuah hall gedung perusahaan milik keluarganya Andrew yang diperuntukkan untuk acara launching album rekaman Sarah dengan membawa berbagai macam alat untuk mengabadikan acara penting itu.
Sarah, Adinda, dan Andrew beserta para bodyguard berjalan menuju ke tempat acara launching itu. Para awak media yang telah berkumpul menunggu kehadiran mereka. Ketika mereka memasuki ruangan itu, flash dari kamera para wartawan bertebaran mengenai Sarah.
Memotret Sarah yang berbalut baju you can see turtle neck hitam dan celana kulit yang memperlihatkan lekuk kaki jenjangnya berwarna cokelat tua dan rambutnya hanya diberi jepitan sebagai pemanis. Menggunakan anting yang berbentuk lingkaran menambah kesan modis pada penampilannya.
Matanya Sarah sedikit menyipit karena baru pertama kali menerima silaunya flash dari beberapa kamera yang mengelilinginya. Sarah, Belinda, Adinda dan Andrew berjalan menuju tempat duduk yang sudah disediakan oleh kru penanggung jawab acara tersebut. Sarah duduk di sebelah kiri Andrew dan sebelah kanan Adinda. Sebelah Kanan Andrew ada Belinda.
Mendengar suara kamera yang sedang sibuk mengambil gambar dengan flash bertebaran di mana - mana membuat percaya dirinya Sarah berkurang. Dia menundukkan kepalanya sambil memainkan jari - jarinya . Andrew menoleh ke Sarah yang sedikit kurang percaya diri.
Andrew memegang erat punggung telapak tangan kanannya Sarah untuk memberikan dukungan. Sarah menoleh ke Andrew yang sedang tersenyum hangat ke dirinya, lalu menganggukkan kepalanya. Sarah membalas senyuman Andrew dengan senyuman yang sopan sambil menganggukkan kepalanya.
Bella mengambil mic untuk membuka acara konferensi pers, lalu berkata, "Selamat siang para hadiri yang telah sudi menyempatkan waktu untuk datang ke acara launching album perdana dari penyanyi baru yang diproduksi oleh perusahaan Mustika Record. Saya selaku perwakilan dari penyanyi baru yang bernama Sarah dan perusahaan Mustika Record akan membuka acara ini. Saya mohon kepada para wartawan untuk harap tenang dalam acara ini. Dan untuk acara launching album perdana ini ada sesi tanya jawab. Baiklah kita mulai acara ini dengan berdoa bersama berdasarkan kepercayaan masing - masing, berdoa dimulai."
Tak lama kemudian semua orang menundukkan kepalanya untuk berdoa berdasarkan kepercayaannya masing - masing. Semua khusyuk berdoa. Sarah mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya setelah berdoa. Sarah menoleh ke Belinda yang sedang mengusap wajahnya.
"Berdoa selesai. Tempat dan waktu saya persilakan Bu Adinda untuk memberikan statement," ucap Belinda sopan, kemudian Belinda memberikan mic itu ke Adinda.
Adinda menerima mic itu, lalu berucap, "Selamat siang para awak media yang saya hormati. Kami mengadakan launching album perdana ini untuk memperkenalkan dan mempromosikan artis baru kita yang mempunyai bakat alami. Album ini bertemakan cinta karena itu judul albumnya adalah cintaku. Cinta ke Ibu, cinta ke pujaan hati dan cinta lingkungan. Semua lagu album ini sangat indah untuk didengar dan dihayati karena mengandung unsur - unsur cinta yang tulus. Selain itu, suara penyanyi baru kita sangat merdu seperti seorang penyanyi kelas dunia. Maka karena itu sangat disayangkan jika tidak membeli album perdana dari penyanyi baru kita. Kalian tidak akan menyesal jika membeli album perdana dari penyanyi baru kita yang bernama Sarah. Cukup sekian statement dari saya. Terima kasih," ucap Adinda serius, lalu dia memberikan mic itu ke Belinda.
__ADS_1
Belinda mengambil mic itu, lalu berkata dengan sopan, "Terima kasih Bu Adinda atas statementnya. Selanjutnya statement dari Pak Andrew selaku CEO Mustika Corporation yang menaungi perusahaan Mustika Record. Tempat dan waktu kami persilakan."
Andrew menerima mic dari Belinda, lalu berucap, "Selamat siang para hadiri yang saya hormati. Saya hanya memberikan statement yang sesuai dengan kenyataan. Saya sangat menikmati ketika pertama kali mendengar suara merdu dari Sarah di sebuah kafe. Suara yang bisa menghipnotis semua orang yang mendengarnya. Suara yang sangat indah untuk didengar. Karena itu saya mengajak dia untuk bekerja sama dalam proyek album perdananya. Benar apa yang telah diucapkan oleh Bu Adinda, kalian tidak akan menyesal jika membeli album perdana dari penyanyi baru kita yang bernama Sarah. Cukup sekian statement dari saya. Terima kasih banyak."
Maimunah yang sedang asyik menonton acara launching album perdananya Sarah dari kejauhan merasakan getaran dari handphone milik Sarah. Maimunah selaku asisten pribadinya Sarah membuka reselting tas jinjingnya Sarah. Mengambil handphone milik Sarah. Maimunah melebarkan kedua matanya ketika melihat tulisan Nyak Ani di layar handphonenya Sarah. Maimunah memencet tombol hijau untuk menjawab panggilan telepon itu.
"Ada apa Nyak telepon Sarah?" gumam Maimunah sambil mendekatkan handphone milik Sarah ke telinga kanannya.
"Assalamu'alaikum Sarah, elu sekarang lagi di mana?" ucap Ani menggebu - gebu.
"Wa'alaikumussalam, ini Munah Nyak. Ada apa Nyak?"
"Si Njar lagi berantem sama Ricky di depan rumahnya Mpok Rogaya."
"Kenapa bisa begitu?"
"Udah, elu bilang ke Sarah, sekarang harus ke mari, ini masalah genting."
"Udeh ada yang lapor, tapi Pak RT nya belum datang sampai sekarang."
"Telepon aja ke Nyak Rogaya."
"Udeh, tapi nomor handphonenya nggak aktif."
"Buset dah, ribet gini masalahnya. Ya udah nanti Munah kasih tahu dah. Udeh dulu yak Nyak, assalamu'alaikum," ucap Maimunah, lalu dia memencet tombol merah untuk memutuskan sambungan telepon itu.
Tak lama kemudian Maimunah menjauhkan benda persegi panjang itu dari telinga kanannya. Memencet beberapa tombol untuk menelpon El. Mendekatkan handphone milik Sarah ke telinga kirinya. Mendengar nada sibuk dari nomor handphonenya El. Maimunah menjauhkan benda persegi panjang itu dari telinga kirinya, lalu memencet tombol merah untuk membatalkan sambungan telepon itu.
"Bujug buneng si El nggak bisa dihubungi lagi!" ucap Maimunah panik.
"Kak Muna ada apa? Kok mukanya anik gitu," ucap Aqila polos yang tiba - tiba ada di depannya.
Bujug buneng nich bocah mau nongol aja kayak Casper, bikin gw kaget aja.
__ADS_1
Batin Maimunah.
"Nggak kenapa - kenapa Neng Aqila yang cantik," ucap Maimunah lembut.
"Masa sich?"
"Yak ampun Neng Aqila, benaran dach nggak ada apa - apa."
"Eh Sayangku ada di sini," ucap Antony dengan nafas yang tersengal - sengal.
"Daddy lihat Kak Muna, wajahnya anik," ucap Aqila polos.
Bujug buneng nich bocah bikin gw tambah panik aja.
Batin Maimunah ketika Antony melihat wajahnya dengan serius.
"Ada apa Munah?" tanya Antony serius.
"Ehm ... gini Pak, di depan rumah orang tuanya Sarah ada yang berantem," ucap Maimunah kikuk.
"Siapa yang berantem?"
"Sahabatnya kita dan orang yang selalu mencari keributan dengan keluarganya Sarah Pak. Makanya itu Nyaknya Sarah diajak tinggal bersama dengan Sarah dan El."
"Sarah dan El tinggal bersama?"
"Iya, tapi beda kamar Pak."
"Siapa namanya orang yang selalu mencari keributan dengan keluarganya Sarah?"
"Ricky Pak, orangnya berandal. Tadi saya dapat telepon dari Nyaknya saya, dia bilang Sarah harus pulang untuk menyelesaikan masalah itu."
"Sebaiknya saya aja yang menyelesaikan masalah itu supaya tidak menggangu acara launching album perdana ini."
__ADS_1