Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Menjaga Dia


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading πŸ€—


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Mulai hari ini sampai kasus penyerangan dan penembakan terungkap Sarah tinggal di penthouse ataupun apartemen mewah milik El. El menginginkan Sarah tinggal di apartemen mewahnya supaya dia bisa mengawasi Sarah secara langsung. El tidak mau ada penyerangan yang bisa membahayakan bagi mereka lagi. Saat ini Sarah dan El berada di dalam kamarnya El. Sarah sedang memindahkan beberapa pakaian El dari dalam koper ke lemari pakaiannya yang berada di dalam walking in closet.


El berjalan menghampiri Sarah yang sedang menaruh tiga setel pakaian El di dalam lemari. Tiba - tiba El memeluk pinggangnya Sarah dengan erat dari belakang, lalu mengendus aroma dari puncak kepalanya Sarah. El merasakan desiran demi yang bergejolak di hatinya. Sebuah rasa ingin memakan Sarah dan sebuah rasa yang membuat burung perkututnya bangun, namun semua itu dia tahan karena dia ingin menjaga kesucian Sarah.


"Tolong hentikan El," ucap Sarah lembut.


"Tolong berikan waktu sebentar untuk melakukan seperti ini," bisik El.


"Ok, tapi jangan lebih dari ini," ucap Sarah sambil menggeser salah satu pintu lemari.


"Aku ingin selamanya kamu tinggal di sini, Ai," bisik El.


"Iya, tapi yang sabar nunggunya," ucap Sarah sambil menatap kedua matanya El lewat cermin salah satu pintu lemari.


"Sampai berapa lama aku menunggumu Ai?"


"Sampai aku berhasil membayar hutangku kepadamu dan sampai aku berhasil menemukan kedua orang tua kandungku."


"Bagaimana kalau kita menikah tidak usah menunggu kamu berhasil menemukan mereka?"


"Sama aja pernikahan kita tidak sah El," ucap Sarah lembut.


"Tapi sampai sekarang belum ada perkembangannya," ucap El sedih.


"Yah kita harus sabar menunggunya. Orang sabar itu disayang Allah."


"Bagaimana kalau soal pencarian orang tua kandungmu diserahkan ke Papi Billy? Habisnya sampai sekarang orang suruhanmu belum mendapatkan hasil apa pun."


"Jangan El, kan almarhum Babe berpesan jangan melibatkan pihak kepolisian. Lagipula Papi Billy pasti lagi sibuk ngurusin beberapa kasus besar, salah satunya kasus penyerangan kita yang kemarin. Oh ya, bagaimana kalau aku minta tolong sama Lee untuk mencari orang tua kandungku?"


"Dia masih sibuk."


"Padahal udah sebulan lebih setelah aku telepon dia untuk mencari Mariana, sampai sekarang belum ada kabar dari dia, udah selesai ngurusin perusahaan Daddynya atau belum."


"Mari ikut aku," bisik El, lalu dia melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Ke mana?"


"Ke kamar kamu," ucap El sambil menggenggam erat telapak tangan kanannya Sarah.


Tak lama kemudian El mengajak Sarah berjalan menuju ujung lorong dekat kamar mandi. El menaruh telapak tangan kanannya ke dinding ujung lorong itu. Tiba - tiba ujung tembok itu terbuka. Mereka Melangkahkan kakinya melewati pintu rahasia itu. Pintu rahasia itu tutup secara otomatis. Lampu dengan cahaya yang temaram menyinari sebuah tangga rahasia.


Mereka menaiki tangga rahasia itu. Setelah sampai di puncak tangga, El menempelkan telapak tangan kanannya ke dinding yang berada di puncak tangga. Tembok itu terbuka secara otomatis. Mereka berjalan melewati pintu rahasia itu. Pintu rahasia itu otomatis tertutup. Sarah melongo melihat desain interior kamar bergaya American klasik yang didominasi dengan warna putih.


"Ini kamarku?" tanya Sarah yang terpana sama desain kamar.


"Iya. Silakan kamu mengelilingi kamar ini," ucap El sambil melepaskan genggaman tangannya.


Tak lama kemudian Sarah berjalan cepat ke segala penjuru kamar. Sarah sangat takjub dengan kamar itu karena selain desain interiornya yang sangat keren, di dalam kamar itu ada meja gambar dan meja untuk melukis di dekat meja kerja. El benar - benar sangat tahu kesukaan Sarah.


Sarah menduduki kursi nyaman yang bisa di gerak - gerakan ke sana kemari dan yang bisa diputar. El tersenyum bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya Sarah. El melangkahkan kakinya menghampiri Sarah. Berhenti pas di belakang Sarah.


"Apakah kamu menyukai kamar ini?" tanya El yang membuat Sarah sedikit kaget.


Sontak Sarah memutarkan kursinya, lalu berkata dengan senang, "Aku sangat menyukainya, terima kasih ya El."


"Ayo kita ambil barang - barangmu!" ucap El.


"Ayo," ucap Sarah senang sambil beranjak berdiri.


Sarah menganggukkan kepalanya sebagai respon dari ucapan El. Tak lama kemudian mereka melangkahkan kakinya menuju pintu kamar. El menekan handle pintu ke bawah, lalu menariknya hingga pintu kamar terbuka. Mereka keluar dari dalam kamar. El menarik handle pintu kamar untuk menutup pintu.


El menggenggam erat telapak tangan kanannya Sarah. Sarah menyandarkan di lengan kirinya El dengan manja. Lalu mereka melanjutkan langkahnya menyusuri lorong hingga mereka menemukan tangga. Mereka menuruni tangga dengan beriringan. Setelah berada di bawah tangga, Mereka melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.


"Biar aku yang bawa," ucap Sarah sambil melepaskan genggaman tangannya El ketika mereka sudah sampai di ruang tamu yang dijaga ketat oleh beberapa bodyguard.


"Kamu sanggup bawa semuanya?" tanya El.


"Aku sanggup El."


Pintu lift terbuka yang menampilkan Edward, lalu Edward berucap sambil berjalan keluar dari dalam lift, "Gila tuch si pemasok bahan baku bangunan, main naikin harga sembarangan lagi tanpa persetujuan dari kita!"


"Emangnya ada apa lagi Ward?"


"Itu si Regina main naikin harga bahan baku bangunan tanpa persetujuan dari kita, orang - orang di proyek pada bingung, mau beli atau nggak sebelum ada persetujuan dari kita, itu kan bisa menghambat perkembangan beberapa proyek kita di wilayah Jawa Timur," ucap Edward kesal sambil berjalan ke ruang tamu.


"Terus kamu menyetujuinya?"


"Enggaklah," ucap Edward sambil menduduki tubuhnya di atas sofa single.


"Kenapa?" tanya El sambil menghampiri Edward.

__ADS_1


"Harganya lebih murah di sini. Aku lagi mikir mau beli bahan baku bangunan di sini atau beli di Regina."


"Untuk sementara beli aja dulu di sana. Nanti aku negosiasi lagi sama dia sekalian aku lihat perkembangan beberapa proyek yang berada di sana," ucap El sambil menduduki tubuhnya di sofa panjang.


"Elu harus bisa tekani dia El, jangan mau kalah sama dia," ucap Edward serius.


"Iya, nanti gw tekani. Ward, tolong elu atur ulang jadwal gw ya."


"Iya, udah selesai jadwal baru elu," ucap Edward serius. "Eh ada Nyonya rumah," ledek Edward sambil menoleh Sarah yang masih berdiri.


"Masih belum Ward, mau minum apa?"


"Minuman yang menyegarkan ya Sar."


"Kasih aja obat serangga," celetuk El.


"Tega banget elu sama gw, masa orang ganteng kayak gw dikasih obat serangga."


"Nanti aku buatin juice buah aja ya," ucap Sarah sopan.


"Sip," ucap Edward sambil mengacungkan jempol tangan kanannya ke Sarah.


Sarah tersenyum sopan sambil menganggukkan kepalanya sebagai respon dari ucapan Edward. Tak lama kemudian Sarah membalikkan badannya, lalu melangkahkan kakinya menuju dapur. Edward menoleh ke El dengan tatapan mata yang menguliti El. Aura tidak suka yang terpancar dari ekspresi wajahnya El ketika Edward menatap dirinya.


"Kenapa elu lihatin gw kayak gitu?"


"Sarah mau tinggal di sini?"


"Iya."


"Wdihhhh, sekarang ada korban baru untuk dimakan," ledek Edward.


"Hey, kalo ngomong difilter dong!" ucap El kesal.


"Lah emang biasanya seperti itu, setiap cewek cantik di sini, pasti jadi santapan elu."


"Nggak semua kali. Gw mau ngejaga kesuciannya. Gw mau nyantap dia setelah ijab qobul."


"Elu udah yakin ingin nikahi dia?"


"Iya."


"Bagus kalau begitu. Sarah itu benar - benar cewek idaman untuk dijadikan seorang istri. Bersyukur banget elu dapatin dia."


"Iya, gw sangat bersyukur dapatin dia, makanya benar - benar gw menjaga dia."

__ADS_1


__ADS_2