Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Malam Yang Indah Ini


__ADS_3

"Wow cantik sekali kekasihku," ucap El terpana melihat Sarah yang sudah didandani.


Saat ini Sarah memakai gaun model one shoulder warna abu - abu mengkilat. Rambutnya yang dijepit. Gaun yang memiliki belahan sampai paha sehingga memperlihatkan paha kiri Sarah yang mulus. Tatapan mata yang memukau dari kedua matanya El telah membuat Sarah tersenyum malu - malu.


"Cantik kan, seperti bidadari dari khayangan. Cewek - cewek elu yang kemarin lewat," ucap Bambang.


"Terima kasih Bambang," ucap El sambil menatap takjub ke Sarah.


"Sama - sama, gw pamit pulang, bye El," ucap Bambang, lalu dia pergi dari dalam kamar.


"Ada apa sich? Pakai segala aku di make over," ucap Sarah sambil berjalan mendekati El.


"Kita kan mau kencan yang romantis dan aku ingin memberikan hal yang terindah untuk dirimu," ucap El lembut.


"Ya udah kalo gitu, ayo kita makan, aku udah lapar," ucap Sarah sambil berjalan melewati El.


"Tunggu! Tutup matamu dulu!" ucap El sambil membalikkan badannya.


"Wow! Bagus banget dekorasinya," ucap Sarah terpukau sama dekorasi di ruang keluarga sambil berdiri di ambang pintu kamar.


"Yah telat," gumam El sambil berjalan menghampiri Sarah.


"Kamu romantis banget El," ucap Sarah senang sambil menoleh ke El.


"Apakah kamu senang?" ucap El sambil menghentikan langkahnya.


"Iya, aku sangat menyukainya."


"Ayo kita dinner!" ajak El.


Tak lama kemudian El menggandeng tangan kanannya Sarah. Mereka melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar. Menyusuri ruang keluarga dan ruang makan yang sudah dihias dengan aneka bunga dan lilin. Hati mereka berdua berbunga - bunga menikmati malam yang romantis bagi mereka berdua.


Mereka mengembangkan senyuman kebahagiaan sepanjang jalan. El tersenyum manis ke Sarah ketika pandangan kedua mata mereka bertemu yang membuat Sarah tersipu malu. Mereka menghentikan langkahnya ketika berada di ambang pintu beranda belakang villa.


Sarah melebarkan kedua matanya melihat pemandangan yang sangat romantis. Sebuah meja makan yang dikelilingi dengan rangkaian indah bunga mawar, lily, dan anggrek beserta hiasan lilin. Lantai beranda beralaskan kelopak - kelopak bunga mawar merah. El mengajak Sarah untuk melanjutkan langkah kaki mereka menuju meja makan.


"El, semua ini romantis banget, seperti di film - film romantis. Baru jadi pacar udah romantis begini, apa lagi kalau udah jadi suami," ucap Sarah bahagia sambil berjalan.


"Lebih romantis dari ini. Kalau kamu jadi istiriku, aku akan memperlakukan dirimu lebih manis dari ini," ucap El lembut.

__ADS_1


"El, boleh aku tanya sesuatu?"


"Boleh, mau nanya tentang apa?"


"Sudah hampir tujuh bulan kita pacaran, tapi aku belum tahu nama lengkapmu. Sebenarnya nama lengkapmu apa?"


"Rafael Darmawan Pandjaitan. Dari kecil aku sering dipanggil El sama Papi Rogen, Papi Billy, Mami Renata dan Mami Clara."


"Kalau boleh tahu kenapa orang tua kandungmu bercerai?"


"Karena dari awal Papi Rogen tidak mencintai Mami Clara. Mereka menikah karena perjodohan. Mereka mencoba menjalankan pernikahan tanpa adanya cinta. Selama beberapa bulan mereka menjalankan pernikahan mereka seperti biasanya, tapi Papi Rogen masih tetap tidak mencintai Mami Clara. Ketika umurku lima bulan, mereka bercerai karena Papi Rogen tidak merasakan kenyamanan hidup bersama Mami Clara sebagai sepasang suami istri."


"Aku dengar Papi Rogen dan kamu mualaf?" tanya Sarah sambil menoleh ke El yang sedang memundurkan kursi untuk Sarah.


"Silakan duduk Tuan putri," ucap El lembut.


"Terima kasih El," ucap Sarah, lalu El memajukan kursi itu dengan pelan - pelan.


"Iya, makanya aku masih harus belajar ilmu agama Islam," ucap El sedikit berbohong sambil memundurkan kursinya.


"Kamu belajar agama Islam dari mana?" tanya Sarah sambil menoleh ke El yang sedang menduduki tubuhnya di kursi yang berada di depan Sarah.


"Dari buku - buku yang Papi beli, dan ustadz yang sering Papi Rogen panggil."


"Iya."


"Permisi Tuan dan Nona, makanan sudah siap," ucap salah satu pelayan dengan sopan sambil membawa trolly makanan.


Lalu pelayan itu memindahkan semua hidangan yang berada di trolly ke atas meja makan satu persatu. Sarah melihat meja makan penuh dengan hidangan makan malam, alat - alat makan vas bunga dan lilin. Hidangan makan malam ini ada steak tenderloin, mashed potato, sayuran rebus, air putih, puding buah yang sudah dikasih vlanya, dan salad buah.


"Terima kasih ya Mbak," ucap Sarah ramah ketika semua hidangan sudah disajikan sambil menoleh ke pelayan itu.


"Sama - sama Nona, saya permisi dulu."


Tak lama kemudian pelayan itu pergi sambil membawa trolly makanan. Tiba - tiba terdengar alunan musik klasik Eine Kleine Nachtmusik dari W.A Mozart mengiringi mereka. El mengambil salad buah, lalu memakannya. Sarah mengambil salad buah juga, lalu memakannya. Mereka makan bersama sambil menikmati alunan musik klasik. Setelah mereka menyantap salad buah, mereka menaruh piringnya di tempat yang kosong.


Mereka mengambil hidangan steak, mashed potato dan sayuran rebus, lalu memakannya. Lagu klasik dari Mozart kini beralih ke lagu klasik yang berjudul Für Elise dari L.V Beethoven. Mereka menyantap hidangan utama sambil mendengarkan lagu klasik itu. Beberapa kali mereka tersenyum dan tersipu malu ketika tatapan kedua mata mereka saling bertemu. Mereka menaruh piring bekas steak ke tempat yang kosong.


Mereka mengambil hidangan penutup, lalu memakannya sambil mendengarkan lagu musik klasik yang berjudul William Tell Overture dari Gioachino Rossini. Mereka sangat menikmati makan malam romantis mereka. Setelah mereka menyantap puding, mereka menaruh piring bekas puding di tempat kosong. Iringan musik mereka diganti menjadi lagu dance dari Bright Eyes yang berjudul First Day of My Life. El beranjak berdiri setelah membersihkan area mulutnya dengan serbet.

__ADS_1


Berjalan pelan ke Sarah, lalu mengulurkan tangan kanannya ke Sarah. Sarah tersenyum manis, lalu menerima uluran tangan kanannya El. El menarik Sarah berdiri. Menggenggam erat telapak tangan kanannya Sarah. Mengajak Sarah sedikit menjauh dari meja makan, lalu El melepaskan genggaman tangannya. El memegang erat pinggangnya Sarah. Sarah mengalungkan kedua tangannya di leher kekarnya El, lalu mereka berdansa.


"Ai, hari ini kamu cantik sekali," ucap El lembut.


"El, hari ini kamu ganteng banget," ucap Sarah lembut.


"Nanti kalau kita menikah, kamu mau punya anak berapa?"


"Aku terserah pemimpin rumah tangganya."


"Bagaimana kalau kita memiliki dua belas anak?"


"Memangnya kamu mau bikin tim sepak bola?"


"Bisa jadi."


"Kenapa kamu menginginkan banyak anak?"


"Karena kita menyukai anak - anak dan banyak anak, banyak rezeki."


"Kalau kita mampu bertanggung jawab untuk mendidik dan mengurusnya dan Allah mengizinkannya, kenapa tidak?"


"Berarti kamu setuju bahwa kita mau memiliki banyak anak?"


"Iya."


"Terima kasih Ai."


"Aauuww!" pekik Sarah ketika kaki kanannya keseleo hingga mematahkan hak sepatunya.


Sontak mereka menghentikan kegiatan mereka dan tiba - tiba iringan musik berhenti juga. El menoleh ke para pemain musik yang tersembunyi agar tetap ditempat. El langsung menggendong Sarah ala bride style. Sarah masih mengalungkan kedua tangannya di leher kokohnya El.


El membawa Sarah ke dalam kamar mereka. Sepanjang jalan, Sarah memperhatikan raut wajah El yang khawatir akan dirinya. Melewati pintu kamar yang terbuka. Merebahkan tubuhnya Sarah di atas tempat tidur. Mengedarkan pandangannya ke kaki jenjangnya Sarah.


"Yang sakit tumit sebelah kanan," ucap Sarah pelan sambil merasakan rasa sakit.


"Kamu tenang aja, aku akan mengobatinya," ucap El.


Tak lama kemudian El beranjak berdiri. Melangkahkan kakinya ke kotak P3K yang berada di dalam buffet depan tempat tidur. Membuka salah satu buffet itu, lalu mengambil kotak P3K. Melangkahkan kakinya menghampiri Sarah setelah menutup pintu buffet itu. Menduduki tubuhnya di tepian ranjang sebelah kanan.

__ADS_1


Membuka kotak P3K, lalu membuka obat salep yang untuk keseleo. Membuka tutup tube salep itu, menuangkan salep itu ke jari telunjuk tangan kanannya. Mengoleskan salep itu ke tempat sakitnya dengan penuh kelembutan. Menutup lagi tube obat salep itu. Menaruh obat salep itu di tempat semula. Menatap teduh ke Sarah. Membelai wajahnya Sarah.


"El, terima kasih atas malam yang indah ini."


__ADS_2