Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Hubungan Asmara Kami


__ADS_3

" ... Well, open up your mind and see like me. Open up your plans and damn you're free. Look into your heart and you'll find that the sky is yours. So please don't, please don't, please don't .... There's no need to complicate. 'Cause our time is short. This oh, this oh, this is our fate. I'm yours .... Oh, I'm yours. Oh, I'm yours. Oh, oh ...," ucapan Sarah saat menyanyikan lagu I'm Yours di panggung cafe yang membuat para pengunjung kafe terpana mendengar suara Sarah yang sangat merdu.


"Hei Bro!" sapa Edward sambil menepuk bahu kirinya El yang sedang terpana melihat penampilan Sarah.


Sontak El menoleh ke Edward, lalu berucap, "Bikin kaget aja."


"El, kita ke dugem yuk!" ajak Edward sambil menduduki tubuhnya di samping kirinya El.


"Nggak mau."


"Apa karena wanita itu yang membuatmu enggan ke dugem? Elu udah dua Minggu nggak ke dugem, nggak stress elu?"


"Selama ada Sarah di samping gw, gw nggak stress."


"Widihhhh, mantap jiwa tuch cewek sampai seorang casanova seperti elu bertekuk lutut. "Elu udah tembak dia?"


"Udah secara tidak langsung."


"Udah elu tembak aja dia secara langsung sekarang, siapa tahu dia nerima elu."


El mengalihkan pandangannya ke Sarah yang sedang nyanyi, "Gw juga udah punya rencana. Malam ini gw mau nembak dia di depan para pengunjung kafe. Tapi setelah gw pikir - pikir sebaiknya jangan dulu soalnya belum tentu dia nerima gw."


"Nah, itu ide yang bagus. Tapi menurut gw dia mau nerima elu. Kita taruhan, kalau dia nerima elu sebagai kekasihnya, elu traktir gw steak setiap malam selama dua bulan. Kalau dia tidak nerima elu sebagai kekasihnya, gw traktir elu steak setiap malam selama satu bulan. Deal?"


"Ehmmm, deal."


"Ok. Udah sana tembak dia!" ucap Edward nggak sabaran.


"Baiklah," ucap El sambil beranjak berdiri.


Gw yakin, Sarah menerima El sebagai kekasihnya.


Batin Edward.


Tak lama kemudian El melangkahkan kakinya menuju panggung kafe. Edward menyeringai licik sambil melihat sosok El yang sedang berbicara sama seseorang di samping panggung. El naik ke atas panggung setelah lagu yang dinyanyikan oleh Sarah sudah selesai dinyanyikan. Sarah menoleh ke El yang sedang berjalan sambil membawa mic menghampiri dirinya. Sarah menatap El dengan tatapan mata yang penuh selidik.

__ADS_1


"Mau ngapain El ke sini?"


Batin Sarah.


"Kamu tetap di sini," bisik El.


El menghadapkan badannya ke para pengunjung, lalu berucap, "Selamat malam para pengunjung kafe ini. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para pengunjung kafe yang telah bersedia mengunjungi kafe ini. Khusus malam ini, saya mentraktir kalian semua yang ada di kafe ini karena saya akan menyatakan rasa cinta saya kepada seorang wanita yang berada di samping kiri saya," ucap El semangat yang membuat Sarah insecure.


El menarik tangan kirinya Sarah ketika Sarah hendak melarikan diri, lalu menoleh ke Sarah dan berucap, "I love you, maukah kamu mau menjadi kekasihku?"


Aku belum bisa mencintai dirinya, tapi kalau aku tolak, kasihan dia karena aku telah merendahkan dirinya di depan banyak orang dan para karyawan ibunya. Ha ah, siapa tahu setelah aku menerima El sebagai kekasihku, El mau mencabut gugatannya di pengadilan.


Batin Sarah yang sedang memejamkan kedua matanya.


Maysaroh membuka kedua matanya, lalu berucap, "Iya aku mau."


Sontak El mendekap erat tubuhnya Sarah, lalu berbisik, "Terima kasih my love."


Semua pengunjung dan para karyawan kafe tepuk tangan dengan semangat dan senang. Bahkan Edward dan Meira bersorak gembira merasakan kebahagiaan sahabat dan dirinya. Sarah melepaskan dekapan El, lalu merapikan pakaiannya. Sarah menghadapkan badannya ke depan panggung. Melihat suka cita semua orang yang berada di sekitarnya. Sarah menoleh ke El yang sedang tersenyum bahagia.


"Bolehkah aku menciummu?" ucap El lembut.


El mengangkat wajahnya Sarah dengan penuh kelembutan. El melihat rona merah di pipinya Sarah. Sarah menggelengkan kepalanya dengan pelan. El tersenyum manis melihat sikapnya Sarah. El mengangguk kepalanya, lalu memeluk tubuhnya Sarah dengan erat. El mengecup puncak kepalanya Sarah dengan penuh kelembutan. Sarah melepaskan dirinya dari pelukan El.


Sarah menghadapkan badannya ke depan panggung, lalu berucap, "Saya akan membawakan lagu atas permintaan meja nomor dua belas yang berjudul Dealova." Sarah menoleh ke El, lalu berucap, "Apakah anda mau ikut nyanyi?"


"Enggak dulu," ucap El sambil melihat Clara dan Florence masuk ke dalam kafe. "Mamiku datang, aku harus menghampirinya," bisik El.


Sarah mengangguk kepalanya, lalu berucap sambil menoleh ke para pemain alat musik dan berucap, "Ayo kita mulai!"


Sedangkan El berjalan cepat ke pinggir panggung, lalu turun dari panggung. Melangkahkan kakinya menghampiri Clara dan Florence yang sedang berbicara sama salah satu pelayan kafe itu. Setelah mereka selesai berbicara, pelayan itu pergi. Clara dan Florence menoleh ke El. Clara menatap kesal ke El karena dia mengetahui tentang El yang menyatakan cinta ke Sarah.


"Selamat malam Mami," sapa El sopan, lalu menyalim tangan kanannya Clara.


"Kamu gimana sich El? Lagi pendekatan sama Flo, malah jadian sama Sarah. Udah putusin aja Sarah, kamu jadian aja sama Flo," cerocos Clara kesal.

__ADS_1


"Nggak bisa gitu dong Mam. Mami Renata yang ngenalin aku ke Flo aja terserah aku, mau jadian sama Flo atau nggak."


"Tapi kan kalian udah pendekatan El."


"Pendekatan itu tak harus jadian Mam. Aku nggak merasa nyaman bersama Flo sebagai seorang wanita di hatiku. Asal Mami tahu, sebelum aku kenal Flo, aku udah kenal Sarah bahkan aku udah jatuh cinta sama Sarah. Baru malam ini, aku bulatkan niatku untuk menembak Sarah secara langsung."


"Berarti waktu kamu dan Flo berkenalan, kamu lagi pendekatan sama Sarah?"


"Bisa dikatakan seperti itu."


"Kamu melakukan pendekatan dengan dua orang wanita?"


"Bisa dikatakan seperti itu, tapi aku pernah bilang ke Flo bahwa aku telah mencintai seorang wanita dan aku mau melakukan pendekatan sama Florence karena permintaan Mami."


"Mami melakukan itu karena Mami tahu bahwa Flo adalah wanita yang baik - baik. Sedangkan Sarah, apakah dia wanita yang baik - baik? Dan agama kalian berbeda, apakah kalian bisa bersatu? Mami nggak mau hati kamu terluka karena cinta terlarang kalian. Ingat El, di agama kita, tidak boleh pacaran beda agama," ucap Clara serius.


"Maaf Mami, tapi aku mencintainya," ucap El serius.


"Mami jadi pusing ngeliat kamu seperti itu. Terserah apa maumu. Mami pulang dulu," ucap Clara, lalu dia melengos begitu saja.


"Flo, maafin gw ya jika gw nyakitin hati elu."


"Kamu tak perlu minta maaf. Seharusnya aku bisa menolak untuk melakukan pendekatan dengan dirimu karena dari awal kamu sudah bilang bahwa kamu tidak menyukai diriku. Aku pamit pulang El," ucap Flo serius.


Tak lama kemudian Flo mengikuti langkahnya Clara. Mereka berjalan ke pintu kafe. El menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dia membalikkan badannya menghadap panggung. Melihat Sarah yang sedang menyanyikan lagu dealova. El tersenyum manis ke Sarah sambil memasuki kedua telapak tangannya ke saku celana.


" .... Kau seperti nyanyian dalam hatiku. Yang memanggil rinduku padamu. Seperti udara yang kuhela kau selalu ada. Kau seperti nyanyian dalam hatiku. Yang memanggil rinduku padamu. Seperti udara yang kuhela. Kau selalu ada. Kau selalu ada. Kau selalu ada. Kau selalu ada. Kau selalu ada ...." nyanyian Maysaroh yang merdu.


"Hei Bro! Kenapa Nyokap elu?" ucap Edward kepo.


"Nyokap gw nggak setuju sama hubungan asmara gw dengan Sarah," ucap El tanpa menoleh ke Edward.


"Elu jadi kan traktir gw?"


"Jadi Bro."

__ADS_1


"Terus elu gimana, mengikuti kemauan Mami elu?"


"Gw tetap mempertahankan hubungan asmara kami."


__ADS_2