Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Sama Siapapun


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading πŸ€—


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Cahaya syahdunya rembulan dan kerlap - kerlip sinar bebintang meramaikan langit gelap di malam hari yang menaungi para makhluk hidup di bumi termasuk Sarah. Sarah menatap lembut dan hangat ke Aqila yang sudah terlelap tidur. Sarah tersenyum bahagia mengingat sepanjang hari bermain bersama Aqila di mansion milik Antony.


Mengusap lembut puncak kepalanya Aqila. Mencium keningnya Aqila karena Sarah sangat menyayangi Aqila. Sarah beranjak berdiri dari tepian tempat tidurnya Aqila. Dia melihat di sudut lain kamarnya Aqila, ada sebuah ranjang, meja rias dan lemari pakaian. Melangkahkan kakinya menghampiri sudut kamar itu. Ranjang dan meja rias yang ditata dengan apiknya. Sarah menduduki tubuhnya di tepian tempat tidur itu.


Tak sengaja Sarah melihat sebagian kecil sampul buku diary yang terselip di bawah bantal. Sarah penasaran pemilik buku diary itu. Dia mengangkat bantal, lalu mengambil buku diary itu. Sebuah foto terjatuh dari dalam buku diary ketika Sarah mengangkat buku diary itu. Sarah tercengang melihat foto yang tadi jatuh dari buku diary itu adalah fotonya Antony. Sarah mengambil foto itu yang tergeletak tak berdaya di atas lantai kamar.


Menelisik foto Antony itu. Tak lama kemudian membalikkan foto itu. Sarah membaca sebuah kalimat yang bertuliskan sebuah hati yang tak bisa kugapai. Dia membuka buku diary itu, lalu menaruh fotonya Antony. Sekilas Sarah membaca sebuah curahan hati dari pemilik buku diary itu. Sarah tersenyum ketika mengetahui pemilik buku diary itu. Sarah menutup buku diary itu, lalu menaruhnya di tempat semula.


"Ayu, aku akan membantumu untuk mendapatkan Antony," gumam Sarah bermonolog.


Sarah beranjak berdiri dari tempat tidur. Berjalan menuju pintu kamarnya Aqila yang bernuansa pink. Menekan handle pintu ke bawah, lalu menariknya ke dalam sehingga pintu terbuka. Sarah tersenyum sopan ketika melihat Antony sedang berdiri di depan pintu kamarnya Aqila. Sontak Antony mengesampingkan tubuhnya supaya Sarah bisa lewat.


"Aqila sudah tidur?" tanya Antony ketika Sarah menutup pintu kamarnya Aqila.


"Sudah," jawab Sarah sambil menoleh ke Antony.


"Jadi kita berangkat ke pesta sekarang?" tanya Antony.


"Jadi. Ayo kita berangkat sekarang," ucap Sarah, lalu mereka melangkahkan kakinya menuju pintu utama mansion milik Antony, lalu langkah kaki mereka diikuti oleh para bodyguardnya Sarah.


"Besok kita jadi pergi ke kebun binatang?" tanya Antony sambil berjalan di samping kanannya Sarah.


"Jadi. Oh ya A, aku pengen ajak Ayu jalan - jalan sama kita," ucap Sarah sambil berjalan menyusuri koridor lantai dua mansion milik Antony.


"Tapi untuk sekarang ini keinginanmu itu tidak bisa dilakukan karena setiap Jum'at malam Ayu harus menjenguk ibunya yang sakit, pulang ke sininya lagi hari Minggu sore."


"Bagaimana kalau besok kita jemput Ayu? Dia kan kampungnya dekat kebun binatang Cisarua, habis dari kebun binatang, kita jemput dia. Sekalian kita jenguk ibunya Ayu."


"Boleh juga," ucap Antony sambil menurunkan beberapa anak tangga.


"Ya udah, Aa kirim pesan ke Ayu untuk mengkonfirmasi hal ini sama Ayu," ucap Sarah sambil mensejajarkan langkahnya dengan langkahnya Antony.


"Iya nanti aku kasih tahu Ayu. Kapan kamu mau pergi ke Singaporenya?"


"Sabtu Minggu depan. Oh ya, boleh aku ajak Aqila?"


"Boleh, asalkan Daddynya ikut."

__ADS_1


"Ok, tapi Daddynya bayar akomodasi sendiri. Aqila sudah punya paspor?" ucap Sarah sambil berjalan menuju pintu utama mansion milik Antony.


"Udah. Tenang aja, semua biaya aku yang tanggung. Nanti kita naik pesawat jet pribadiku."


"Yah kalau begini mah aku nyusahin Aa."


"Kamu nggak nyusahin Aa, Aa ikhlas, rezeki jangan ditolak."


"Aa, kenapa sich pestanya di tempat dugem?"


"Aku juga nggak tahu," ucap Antony sambil berjalan melewati pintu utama mansion milik Antony.


"Aku suka risih kalau pergi ke tempat itu."


"Kamu tenang aja, kan ada aku."


"Silakan masuk Tuan dan Nona," ucap kepala pelayan sopan sambil memegang pintu mobil Limosin milik Antony.


"Terima kasih Pak Mul," ucap Antony ramah.


Tak lama kemudian Sarah masuk ke dalam mobil itu, lalu Antony masuk ke dalam mobil itu. Pintu Limosin itu ditutup oleh kepala pelayan. Sedangkan para bodyguard Sarah masuk ke dalam mobil Jeep yang berada di depan dan di belakang mobil Limosin. Bima, salah satu bodyguardnya Sarah mengambil smartphone miliknya dari saku celana seragamnya setelah memakai sabuk pengaman. Menyentuh beberapa ikon untuk menghubungi El. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya. Terdengar nada sambung, tak lama kemudian sambungan telepon itu diangkat.


"Hallo Tuan Muda."


"Hallo, apakah mereka sudah berangkat ke acara pestanya?"


"Terima kasih informasinya."


Tak berselang lama, El menyentuh ikon merah untuk memutuskan sambungan telepon itu. Menjauhkan benda pipih itu dari telinga kirinya. Menaruhnya di atas nakas sebelah kanan tempat tidur. Beranjak berdiri dari tepian tempat tidur. Mengambil gelas yang berisi air putih, lalu meminumnya. Menaruh gelasnya di tempat semula. Berjalan ke kamar mandi.


El membuka pintu kamar mandi. Melengos masuk ke dalam kamar mandi tanpa menutup pintu kamar mandi. Dilihatnya seorang wanita yang sedang berendam di dalam bathtub. Berjalan menghampiri wanita itu. Membuka pakaiannya satu persatu sehingga dia telanjang bulat. Wanita itu membuka kelopak kedua matanya. Melihat El yang sedang memasuki tubuhnya di dalam bathtub.


"Cepat selesaikan mandinya, setelah itu kamu dandan ala kadarnya. Setelah itu kamu ikut aku pergi ke acara pesta ulang tahun sepupuku."


"Tapi Bang El, aku nggak bawa baju pestaku."


"Pakai baju yang tadi kamu pakai."


"Tapi kan itu bajunya ngetat banget. Kurang cocok untuk acara pesta ulang tahun."


"Cocok, karena pesta ulang tahunnya di club Survive."


"Ok, siapa yang ulang tahun?"


"Annastasia Allison."


"Kak Annastasia adiknya Pak Andrew?"

__ADS_1


"Iya."


"Wow, aku pengen sekali dekat sama Kak Annastasia. Bang El, bantuin aku dekati Kak Annastasia."


"Iya tapi layani diriku sampai puas setiap hari."


"Apakah tadi tidak memuaskan?"


"Sangat memuaskan. Oh ya, nanti aku tambahi bayaran kamu. Mulai kapan operasi ibumu?"


"Lusa Bang El. Bang El mau menemani diriku saat ibuku dioperasi?"


"Enggak, aku ada urusan lain."


"Bang El, bagaimana kalau aku tinggal di sini aja?"


Sontak El menatap tajam ke wanita itu, lalu berucap datar, "Aku nggak setuju. Aku akan menghubungi kamu jika ingin fucking love. Tapi harus diingat, kamu jangan berhubungan badan sama pria lain kecuali diriku."


Yah, keinginanku untuk tinggal di sini tidak kesampaian.


Batin wanita itu.


"Iya. Bang El, masih mencintai Kak Sarah?"


"Iya. Jangan tanyakan kenapa kami putus," ucap El ketus.


Huh, galak amat, tadi mah nggak galak seperti ini.


Batin wanita itu.


"Bang El, ada rencana mau berhubungan spesial lagi dengan orang lain?"


"Tidak, aku ingin sendiri."


"Aku dengar Kak Sarah sekarang pacaran sama Pak Antony, kakaknya Pak Andrew."


"Mereka tidak pacaran, Sarah hanya menyayangi anaknya Antony."


"Masa sih Bang El? Tapi aku pernah lihat langsung kedekatan mereka di tempat kerjanya mereka. Aku yakin sebentar lagi tentang kedekatan mereka akan kesebar."


"Udah cepatan mandinya! Jangan banyak ngomong! Sekali lagi ngomong, aku nggak akan bantu kamu dekati Annastasia."


"Jangan gitu Bang El," protes wanita itu.


"Cepatan pergi dari sini! Pakai baju kamu! Biarkan aku sendiri di sini!"


Tak lama kemudian wanita langsung berdiri dengan kesal. Keluar dari bathtub, lalu ambil bathrobe. Memakai bathrobe itu. Melengos pergi dari dalam kamar mandi. El menenggelamkan kepalanya ke dalam bathtub sambil memejamkan kedua matanya. Merenungkan semua kegiatan yang pernah dia lakukan bersama Sarah. Tiba - tiba El teringat dengan ucapan Regina yang kemarin. Tapi El teringat dengan ucapan Edward yang mengatakan bahwa Regina suka berbohong.

__ADS_1


Jika Sarah bukan jodohku, aku tidak ingin menikah sama siapapun.


__ADS_2