
Tiga bulan berlalu setelah Sarah mengundurkan diri sebagai arsitek di perusahaan kontraktor dan design. Sarah sekarang sudah bekerja di perusahaan label rekaman Mustika Musik Indonesia anak perusahaan dari Mustika Corporation. Sudah hampir dua Minggu dia bekerja di perusahaan label rekaman sebagai seorang penyanyi.
Saat ini Sarah berada di kantin gedung Mustika Corporation bersama Maimunah. Setelah Sarah latihan vokal, Sarah mengajak Maimunah makan siang di kantin. Suasana kantin di tempat kerjanya Sarah yang baru sangat ramai saat jam makan siang. Mereka duduk di bangku panjang yang menghadap sebuah taman yang asri.
"Kaka atu!" panggil Aqila sambil berdiri di samping kirinya Sarah.
Sarah menoleh ke Aqila, lalu berucap," Ya Allah, lucu banget kamu. Hari ini kamu mau jadi Mickey Mouse? Pakai baju Mickey Mouse, pakai bando Mickey Mouse, tinggal dikasih kumisnya dech."
"Ukan Mickey Mouse, tapi Minnie Mouse Kaka. Alo Mickey Mouse kan owo, Aqila kan ewe," ucap Aqila sambil merasakan pelukan sayang dari Sarah, lalu Aqila membalas pelukan Sarah.
"Oh iya, kamu benar Aqila," ucap Sarah sambil melepaskan pelukannya. "Sini duduk di samping kakak," lanjut Sarah sambil mengangkat Aqila, lalu menduduki tubuhnya Aqila di samping kirinya.
"Permisi Bu, maaf ganggu. Saya Ayu, baby sitternya Nona Aqila. Mohon maaf ya Bu, jika Non Aqila mengganggu Ibu," ucap Ayu sopan.
"Nggak apa - apa Mbak, jangan panggil saya Ibu, panggil nama aja, nama saya Sarah," ucap Sarah ramah, lalu mengulurkan tangan kanannya ke Ayu.
Ayu mengulurkan tangan kanannya ke Sarah dengan ragu, lalu berucap, "Ayu Saraswati."
"Senang berkenalan dengan anda Yu," ucap Sarah, lalu dia melepaskan tangan kanannya setelah berjabat tangan sama Ayu.
"Kaka mau akan iang uga?" tanya Aqila sambil menoleh ke Sarah.
"Iya, Aqila mau makan siang?" tanya Sarah sambil menoleh ke Aqila.
"Iya," ucap Aqila. "Mbak Yu, olong ambilin akan Ila ya," ucap Aqila sopan.
Ya Allah sopan sekali anak ini.
Batin Sarah.
"Iya Non," ucap Ayu.
Tak lama kemudian Ayu mengambil tasnya Aqila dari tubuhnya Aqila. Membuka reselting tasnya Aqila. Mengeluarkan tempat makan Aqila. Memberikan tempat makan itu ke Aqila.
"Terima kasih Mbak Yu," ucap Aqila sambil menerima kotak makan miliknya.
"Tuch anak masih kecil udah tahu attitude, udah dibiasain dari orok kali ya?" bisik Maimunah sambil melihat Aqila yang sedang membuka kotak makanannya.
"Iya, mungkin," ucap Sarah pelan. "Aqila sudah bisa makan sendiri?" lanjut Sarah sambil menoleh ke Aqila.
"Ica, tapi asih masih belantakan," ucap Aqila sambil mengambil sendok makanannya.
"Sini Non, Mbak Ayu aja yang nyiapin Non Aqila," ucap Ayu sambil mengambil sendok makannya Aqila dengan sopan.
"Tolong uapin Aqila ya Mba Yu," ucap Aqila sopan.
"Iya," ucap Ayu sambil menduduki tubuhnya di depan Aqila, lalu mengambil nasi plus lauknya dan berucap sambil menyuapi Aqila, "A ..."
"Ayu, Aqila ke sini mau ikutan syuting?" tanya Sarah sambil menoleh ke Ayu dan Aqila yang sedang makan dengan lahap.
"Nggak Non, dia ke sini ikut Daddynya kerja," ucap Ayu.
"Dia nggak sekolah?"
__ADS_1
"Sekolah Non, baru TK A. Tapi habis sekolah ke sini Non, mau nyamperin Daddynya," ucap Ayu sambil menyuapi Aqila
"Mba Yu, Daddy atang ke sini!" ucap Aqila senang sambil menoleh ke seorang pria yang berumur sekitar empat puluhan tahun.
Ayu menoleh ke arah matanya Aqila, lalu berucap, "Iya."
"Daddynya Aqila kerja di sini?"
"Iya sekaligus salah satu owner perusahaan ini Non."
"Widihhh keren banget Daddynya," ucap Maimunah pelan yang mendapatkan sikutan dari Sarah. "Aauuww! Sakit tahu!" lanjut Maimunah kesal.
"Kalau Non kerja di sini juga?"
"Iya, saya penyanyi baru di perusahaan label Mustika Musik Indonesia."
"Auw elen amat Kaka jadi penyanyi, aku juga mau jadi penyanyi," ucap Aqila ceria.
"Assalamu'alaikum Aqila anakku sayang," ucap seorang pria ramah yang disebut Daddynya Aqila.
Sepertinya aku pernah lihat orang itu di kantor lamaku.
Pikiran Sarah sambil menoleh ke pria itu.
"Wa'alaikumussalam Daddy, aku lagi akan," ucap Aqila semangat.
"Aqila habisin makanannya dulu ya, baru ke ruang kerjanya Daddy," ucap pria itu lembut sambil menatap ke Aqila penuh dengan kasih sayang.
"Daddy nggak akan aleng Aqila?"
"Ya dah nggak apa - apa, Aqila makan aleng Kaka," ucap Aqila ceria.
Pria itu menoleh ke Sarah, lalu berucap dengan sopan, "Terima kasih sudah menemani Aqila makan siang."
"Sama - sama Pak."
"Perkenalkan nama saya Antony Allison," ucap pria itu sambil mengulurkan tangan kanannya ke Sarah.
Sarah beranjak berdiri, lalu mengulurkan tangan kanannya ke Antony dan berucap, "Sarah."
"Senang berkenalan dengan anda. Maaf jika anak saya menganggu waktu anda," ucap Antony sopan sambil melepaskan uluran tangannya setelah berjabat tangan.
"Anak anda tidak menganggu waktu saya Pak," ucap Sarah sopan sambil menurunkan tangan kanannya.
"Mbak Yu, tolong titip dan jagain anak saya ya, saya mau kerja lagi, setelah makan siang, langsung ke ruang kerja saya aja ya," ucap Antony sopan sambil menoleh ke Ayu.
"Iya Pak."
Tak lama kemudian Antony membalikkan badannya, lalu melangkahkan kakinya keluar dari kantin. Ayu sibuk menyuapin Aqila. Sarah dan Maimunah sibuk memakan makan siang mereka. Sarah mendengar suara bisikan dari beberapa orang di sekitar mereka. Tapi Sarah
tidak menggubrisnya.
"Kayaknya Pak Tony lagi cari bini lagi."
__ADS_1
"Calon bininya anak baru euy."
"Aku dengar dia salah satu penyanyi di perusahaan label rekaman musik Mustika."
"Menurutku orangnya tidak cocok sama Pak Tony."
"Iya benar, almarhuma istrinya kan cantik banget."
"Lebih cantik almarhum istrinya."
"Dia pintar ngambil hatinya Pak Tony, dia dekatin dulu anaknya yang masih lugu."
"Aqila, Kakak udah selesai makannya. Kakak tinggal dulu ya," ucap Sarah sambil menelungkupkan sendok dan garpu.
"Unggu aku ya Kaka, aku mau ke uang keljanya Kaka," celetuk Aqila setelah menelan makanannya sambil menoleh ke Sarah.
"Aqila yang cantik, tadi kan kata Daddynya Aqila, Aqila disuruh ke ruang kerjanya setelah makan siang. Anak baik harus menuruti omongan dan keinginan orang tuanya," ucap Sarah lembut sambil menoleh ke Aqila.
"Iya benar apa yang dikatakan Kakak Sarah, Aqila," ucap Ayu sambil menutup kotak makanannya Aqila.
"Adi kalo anak bai alus nurut ama olang ua ya Kaka?"
"Iya sayang," ucap Sarah lembut.
"Ya dah, Aqila abis akan iang, ke uang kerja Daddy aja.
"Kakak permisi dulu ya, bye Aqila," ucap Sarah, lalu beranjak berdiri.
"Bye Kaka," ucap Aqila ceria sambil melambaikan tangan kanannya ke Sarah.
"Eh Sar ada Andrew datang ke sini," ucap Maimunah sambil menoleh ke Andrew yang sedang berjalan menghampiri mereka.
"Itu kan Uncle Andlew, asyik Uncle mau main ama Aqila," ucap Aqila senang sambil melihat Andrew.
"Selamat siang my little angel," sapa Andrew sambil mengangkat tubuhnya Aqila, lalu tubuhnya Aqila digendong.
Aqila mencium pipi kanan kirinya Andrew, lalu berucap, "Uncle abis dali mana?"
"Uncle habis dari Mall," ucap Andrew ceria, lalu mencium pipi kanan kirinya Aqila.
"Kok Aqila ngga diajak?" ucap Aqila dengan nada suara merundung.
"Kan Aqila tadi belum pulang sekolah. Ya udah, sekarang main di ruang kerjanya Uncle ya," ucap Andrew lembut.
"Kaka mau ikut main?" tanya Aqila polos sambil menoleh ke Sarah.
"Eh ada Kaka Sarah," ucap Andrew yang baru ngeh dengan keberadaan Sarah sambil menoleh ke Sarah.
"Iya Pak, selamat siang Pak Andrew," ucap Sarah sopan.
"Siang Sarah. Bagaimana latihan vokalnya hari ini?"
Sarah tersenyum sopan, lalu berucap, "Masih perlu latihan lagi untuk membaca not balok."
__ADS_1
"Kaka itu pengen adi penyanyi terkenal Uncle sepelti Aqila. Aqila uga mau adi penyanyi terkenal."
"Aqila harus belajar dengan giat kalau mau jadi penyanyi terkenal."