Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Selingkuh


__ADS_3

Hiruk pikuk dunia malam di salah club terkenal di kota Jakarta telah mengiringi langkahnya El dan para bodyguardnya. Mereka menelusuri club yang dimiliki oleh pamannya yang bernama Joshua sambil mendengarkan hingar bingar musik disco klub malam di pusat kota Jakarta yang dimainkan oleh seorang DJ terkenal. Berjalan di bawah cahaya lampu disko yang kerlap - kerlip.


Melewati para pengunjung yang kebanyakan dari golongan atas dan memiliki kantong tebal. Menyusuri klub malam elite yang banyak dikunjungi oleh orang yang memiliki dompet tebal. Melewati para pramusaji klub malam dengan memakai pakaian yang seksi dan selalu menebarkan senyuman menawan hilir mudik membawa aneka minuman maupun makanan ke seluruh pengunjung.


El mengarahkan langkah kakinya mereka ke sebuah meja. Berjalan menghampiri meja yang kosong. El duduk di sofa yang mengitari meja. Sedangkan para bodyguardnya berdiri di dekat dia. Memencet tombol yang berada di tengah meja. Di bawah cahaya yang temaram El melihat Regina yang sedang menatap nakal ke dirinya. Regina berjalan menghampiri El melewati beberapa bodyguardnya El. Duduk sambil menyilangkan kakinya sehingga memperlihatkan paha mulusnya di samping kanannya El.


"Hallo El yang ganteng," ucap Regina dengan nada suara yang menggoda.


"Hhhmmm," suara El yang datar.


"Kamu lagi bete ya?"


"Hhhmmm."


"Permisi Tuan dan Nona, Tuan mau pesan apa?" tanya salah satu pelayan di club malam itu dengan sopan.


"Jack Daniels Whisky satu botol untuk dua orang," ucap El datar sambil menoleh ke pelayan itu.


"Baik Tuan, mohon ditunggu Tuan."


"Hhhmmm."


Tak lama kemudian pelayan itu pergi. Penglihatan El lurus ke depan dengan tatapan mata yang kosong. Tangan kirinya Regina dengan lihai mengelus paha kanannya El. Regina mengecup leher kokohnya El dengan penuh kelembutan sambil membelai pangkal pahanya El. El memejamkan kedua matanya sambil merasakan sentuhan yang lembut di benda pustakanya.


"Permisi Tuan dan Nona, ini minumannya," ucap salah satu pelayan club itu yang menghentikan kegiatan Regina sambil menaruh pesanan El di atas meja.


"Terima kasih ya Mbak," ucap Regina ramah ketika melihat pelayan itu membuka tutup botol whisky.


"Sama - sama Nona," ucap pelayan itu sambil menaruh tutup botol whisky.


"Biar saya yang nuangi," ucap Regina sambil beranjak berdiri.


Tak lama kemudian pelayan itu membalikkan badannya, lalu melangkahkan kakinya meninggalkan mereka. Regina menuangkan whisky ke sloki untuk El dan ke sloki untuk dirinya. Memberikan satu sloki untuk El ketika Regina berdiri di depan El. El menerima sloki dari Regina, lalu meminumnya. Regina kembali duduk di tempat semula. Regina meminum whisky sekali tenggak.


"Ada urusan apa kamu di Jakarta?" tanya El sambil beranjak berdiri dari sofa.

__ADS_1


"Urusan bisnislah," ucap Regina sambil melihat El yang sedang menuangkan whisky ke slokinya, lalu meminumnya lagi. "Kamu kuat minum whisky?" lanjut Regina sambil menaruh slokinya di atas meja.


"Biasa aja," ucap El datar sambil melangkahkan kakinya keluar dari meja.


"Kamu mau ke mana?" tanya Regina.


"Mau ke toilet," ucap El datar sambil berjalan.


El dan beberapa bodyguard El berjalan menuju toilet club malam itu. Menyusuri lorong yang diisi diselimuti oleh suara ******* dan lenguhan dari beberapa pasangan. Aroma alkohol yang menyengat masuk ke dalam saluran pernapasan orang - orang yang berada di lorong itu. El menghentikan langkahnya di depan pintu toilet.


"Kalian tunggu di sini aja," ucap El tegas tanpa menoleh ke para pengawalnya.


El mendorong pintu toilet club itu. Berjalan masuk ke dalam. Mendekati bibir westafel, lalu bercermin. Melihat tubuh tegapnya yang begitu pas dibalut oleh kemeja biru laut yang dijahit khusus untuk ukuran badannya. Menggulung kedua lengan kemejanya. Membuka kran sehingga air mengalir. Membasuh mukanya berulang kali untuk menghilangkan rasa penat di dirinya.


Tak sengaja El melihat Zarkasih sedang membuka salah satu pintu bilik di toilet club itu lewat cermin westafel. Memfokuskan penglihatannya ke Zarkasih yang sedang melangkahkan kakinya keluar dari bilik di bawah pencahayaan yang temaram. Karena merasa diperhatikan, Zarkasih menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke El. Tatapan kedua mata mereka saling bertemu. Zarkasih mengucek kedua matanya untuk memperjelas penglihatannya.


"Zarkasih?" ucap El sambil mematikan kran.


"El?" ucap Zarkasih sambil berjalan mendekati El.


"Gw sedang menghadiri pesta ulang tahunnya teman kampus gw, elu ngapain di sini?" ucap Zarkasih sedikit bingung.


"Ada urusan bisnis. Elu pergi berdua sama Maimunah?" ucap El.


"Enggak, Maimunah lagi di rumahnya."


"Lalu siapa yang jagain Sarah?" ucap El yang membuat Zarkasih bingung.


"Bukannya elu yang selalu jagain dia, makanya tadi gw bingung, kok elu ada di sini, bukannya jagain Sarah."


"Tadi sebelum ke sini elu jemput Maimunah di rumah sakit?"


"Iya."


"Ada siapa di sana?"

__ADS_1


"Ada Antony, Aqila dan Maimunah."


"Kalian pulangnya sebelum atau setelah Antony pulang?"


"Sebelum Antony pulang. Elu detail banget pertanyaannya. Udah jangan cemburu sama Antony, Sarah itu udah cinta mati sama elu," ucap Zarkasih tenang.


"Baguslah kalau begitu," ucap El datar sambil berjalan ke salah satu bilik toilet.


"Udahlah kalian baikan lagi."


"Gw baik - baik aja kok sana Sarah, ngapain juga baikan lagi," ucap El sambil mendorong pintu salah satu bilik.


"Ya udah kalau gitu. Gw balik dulu."


"Iya," ucap El sambil mengunci pintu bilik toilet.


Tak lama kemudian Zarkasih mendorong pintu kamar mandi club itu. Keluar dari dalam kamar mandi melewati beberapa bodyguardnya El. Menutup hidungnya karena nggak kuat mencium bau alkohol yang menyengat. Menyusuri koridor tanpa mempedulikan kegiatan panas dari beberapa pasangan yang sedang bercumbu. Zarkasih menghentikan langkahnya ketika Regina menabrak dirinya.


"Maaf ya Mas," ucap Regina lembut.


"Iya nggak apa - apa," ucap Zarkasih sopan.


Sedetik kemudian Regina melanjutkan larinya menuju kamar mandi club malam itu. Berlari menghindari Trisan Notonegoro, yang memiliki nama samaran Trisno. Malam ini Trisno datang ke club itu untuk bersenang - senang. Kebetulan Regina melihat Trisno. Karena tidak ingin menjadi wanita bayaran Trisno, Regina menghindar dari pantauan Trisno.


Menelusuri selasar panjang yang terdapat perbuatan mesum dari beberapa pasangan. Mengabaikan aroma alkohol yang menyengat. Melewati beberapa bodyguardnya El. Cepat - cepat mendorong pintu kamar mandi club itu. Regina tak sengaja melihat El yang sedang keluar dari salah satu bilik toilet club itu. Regina langsung berlari, lalu menyergap bibirnya El.


Karena emosinya belum stabil dan pengaruh dari alkohol. El membalas ciuman dari Regina. Kedua tangan mereka saling menjelajah. Semakin lama, ciuman mereka semakin brutal sehingga tak sengaja punggung kekarnya El mendorong pintu salah satu bilik di toilet club itu. Mereka masuk ke dalam bilik tanpa melepaskan ciuman mereka. Regina mengunci pintu bilik itu tanpa menghentikan cumbuan mereka.


Tiba - tiba mereka mendengar suara orang masuk ke dalam kamar mandi. Dengan samar - samar El mendengar suara orang itu yang sedang mengobrol di telepon. El menghentikan ciumannya sehingga Regina juga menghentikan ciumannya. Mereka diam sambil mendengarkan obrolan orang itu. El mempertajam indera pendengarannya. Dia sangat tahu siapa pemilik suara itu. Zarkasih adalah pemilik suara itu.


"Benaran, gw nggak selingkuh."


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Terima kasih telah membaca novelku ini 😊😊

__ADS_1


Tinggalkan jejak dengan klik like, vote, hadiah dan komentar ya.😊😊


__ADS_2