Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Dejavu


__ADS_3

"Dejavu," gumam Sarah bermonolog sambil melihat langit mendung yang menurunkan jutaan butiran kecil air hujan.


Mentari bersembunyi di arakan gumpalan awan nimbo stratus. Mengingatkan Sarah pada suatu hari di mana dia mengalami kesedihan seperti kesedihan saat ini. Merasakan kesedihan yang disebabkan oleh seorang pria yang amat dia cintai. Sarah memejamkan kedua matanya yang sembab sambil merasakan hati yang berkidung pilu.


Tok ... tok ... tok ...


Bunyi ketukan pintu kamarnya Sarah yang mengagetkan Sarah sehingga Sarah membuka kedua matanya, lalu berucap, "Ada apa?"


"Non Aisyah, ada tamunya Non, namanya Aa Antony," ucap salah satu ART di rumahnya Rifky.


"Iya Mbok, suruh tunggu sebentar," ucap Sarah sambil membalikkan badannya.


Tak lama kemudian Sarah ataupun Sarah melangkahkan kakinya ke meja hiasnya. Dia mempoles wajahnya dengan pelembab, bedak, asedo, perona pipi dan lipstik berwarna merah muda. Mengambil sisir, lalu menyisir rambutnya yang sudah dipotong sepundak. Mengambil jepitan rambut, lalu memakainya di sisi kanan dan kiri. Menarik nafas dalam - dalam, lalu menghela nafasnya secara perlahan supaya bisa menenangkan hatinya. Mengambil tas selempangnya, lalu memakainya.


Melanjutkan langkah kakinya ke pintu kamarnya. Menyentuh beberapa ikon untuk membuka kunci pintu kamarnya. Setelah bunyi bip, Sarah menekan handle pintu ke bawah, lalu menariknya hingga pintu kamar terbuka secara perlahan. Berjalan ke ruang tamu melewati ruang keluarga. Melewati beberapa bodyguardnya. Dia melihat sosok Antony yang sedang tersenyum manis ke dirinya sambil memegang sebuah bucket bunga mawar. Sarah membalas senyuman manisnya Antony dengan senyuman yang sopan.


Antony menelan salivanya berulang kali melihat sosok Sarah yang cantik alami. Dengan polesan make up natural, mengenakan kaos putih lengan pendek. Mengenakan celana jins membuat Antony terpesona memandang Sarah untuk kesekian kalinya.


Ya Allah cantik sekali.


Batin Antony.


"Silakan duduk A," ucap Sarah sambil menduduki tubuhnya di atas sofa panjang.


"Ini hadiah untukmu," ucap Antony sambil menyodorkan bucket bunga itu ke Sarah.


"Terima kasih A, silakan duduk dulu A, tunggu Abi dulu," ucap Sarah lembut sambil menaruh buket bunga mawar di samping kanannya.


"Memangnya Abi kamu belum berangkat ke Singapore?" tanya Antony sambil menduduki tubuhnya di samping kirinya Sarah.


"Belum."


"Bagaimana kabar Nyak kamu?"


"Masih seperti yang kemarin A."


"Kalau Ummi kamu?"


"Sama, belum ada perkembangan apa - apa."


"Apakah kamu mau mengganti identitas dirimu, dari Sarah ke Aisyah?"


"Untuk saat ini belum, aku masih ingin memakai identitas Sarah. Nanti pas mau menikah, aku baru memakai identitas asliku."


"Mariana jadi tinggal di sini?"


"Aku tidak memperbolehkan dia tinggal di sini, hanya Nyak aja yang boleh tinggal di sini."


"Assalamu'alaikum," salam Rifky ramah sambil berjalan menghampiri mereka.


Sontak mereka berdiri, lalu berucap, "Wa'alaikumussalam."

__ADS_1


"Abi mau pergi ke Singapore ya Aisyah," ucap Rifky lembut sambil menjulurkan tangan kanannya ke Sarah ataupun Aisyah, lalu Sarah menyalim tangan kanannya Rifky.


"Iya Bi," ucap Sarah sambil menurunkan tangan kanannya.


"Nak Antony, tolong jaga putri saya satu - satunya ya dan sekalian hibur dia supaya tidak sedih lagi," ucap Rifky sambil menjulurkan tangan kanannya ke Antony, lalu Antony menyalim tangan kanannya Rifky.


"Iya Om," ucap Antony sopan sambil menurunkan tangan kanannya.


"Kalau pergi, pulangnya jangan malam - malam, kalau bisa jangan keseringan berduaan ya," ucap Rifky serius sambil menatap mereka satu persatu.


"Iya Bi," ucap Sarah sopan.


"Assalamu'alaikum," ucap Rifky sopan.


"Wa'alaikumussalam," ucap Sarah.


Tak lama kemudian Rifky melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar rumahnya sambil membawa satu buah koper. Melewati pintu rumah yang terbuka. Mbok Yah berjalan menghampiri Sarah dan Antony sambil membawa nampan yang berisi dua cangkir teh manis hangat dan satu toples makanan ringan. Duduk bersimpuh, lalu menaruh dua cangkir dan toples itu di atas meja.


"Silakan diminum tehnya Non, Tuan," ucap Mbok Yah sopan.


"Iya, terima kasih yang Mbok," ucap Sarah sopan.


Tak lama kemudian Mbok berdiri. Sarah dan Antony mengambil cangkir teh untuk diminum. Mbok berbalik, lalu melangkahkan kakinya meninggalkan mereka berdua ketika mereka berdua meminum teh manis hangat itu. Sarah dan Antony menaruh cangkir di tempat di atas meja. Mereka saling menoleh. Tak tak sengaja tatapan mata mereka saling beradu. Sarah memalingkan wajahnya ketika Antony tersenyum menggoda.


"Ayo kita berangkat!" ajak Sarah sambil berdiri.


"Masih hujan."


"Aqila sedang tidur."


"Siapa tahu dia sudah bangun."


"Aku ingin ngobrol sebentar sama kamu."


"Baiklah," ucap Sarah, lalu menduduki tubuhnya lagi. "Mau ngomong apa?"


"Ehm ... kamu mau tema apa untuk konser perdanamu?"


"Ehm ... Symphony On The Famous of Princess. Bagaimana menurut Aa?"


"Boleh juga. Nanti aku usulkan di dalam rapat."


"Biasanya berapa lama mempersiapkan sebuah konser perdana A?" ucap Sarah sambil mengambil cangkir tehnya.


"Sekitar enam bulanan," ucap Antony sambil mengambil cangkir tehnya.


Ketika Antony hendak menegakkan tubuhnya dan Sarah mau menaruh cangkir tehnya. Mereka bertabrakan sehingga air tehnya Antony tumpah ke kaos biru langit yang dipakai oleh Antony. Sarah langsung menaruh cangkir tehnya di atas meja. Antony juga menaruh cangkir tehnya di atas meja. Sarah merasa tak enak hati, lalu Sarah langsung menoleh ke Antony.


"Maaf A, nggak sengaja. Aa nggak kenapa - kenapa kan?" ucap Sarah sedikit panik ketika Antony menegakkan badannya.


"Aku nggak kenapa - kenapa," ucap Antony lembut.

__ADS_1


"Yah A, kaos mahal Aa ada nodanya. Maaf ya A," ucap Sarah sambil mengibas - ngibaskan tangannya di area dadanya Antony yang membuat hatinya Antony bertambah bahagia.


"Aa ganti baju dulu ya," ucap Sarah.


"Nggak perlu sayang."


"Tapi kan kaosnya Aa jadi jelek karena ada noda teh."


"Iya nggak apa - apa."


Wahai sang pencuri hatiku, kamu telah mengusik relung hatiku. Sang pencuri hatiku, nama mu terpatri di sanubari ku. Sangat bahagia hatiku rasanya tertusuk panah cinta.


Bunyi ringtone dari smartphone milik Antony. Antony langsung mengambilnya dari saku celana jinsnya. Melihat nama Anastasia di layar smartphonenya. Menyentuh ikon hijau untuk menjawab panggilan telepon itu. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.


"Hallo Anna, ada apa?"


"A, Aqila sudah bangun dia nangis, cariin kamu. Cepatan jemput Sarahnya!" ucap Anastasia.


"Iya, ini langsung pulang Dek. Terima kasih ya. Bye."


Tak lama kemudian Antony menyentuh ikon merah untuk memutuskan sambungan telepon itu. Menaruh smartphone miliknya di tempat semula. Menoleh ke Sarah yang sedang menatap dirinya dengan tatapan mata yang intens. Antony tersenyum manis ke Sarah. Memegang pergelangan tangan kanannya Sarah. Menariknya, lalu mencium punggung telapak tangan kanannya Sarah.


"Ayo kita ke rumahku sekarang," ucap Antony lembut.


"Ayo."


Tak lama kemudian mereka berdua berdiri. Antony masih memegang pergelangan tangan kanannya Sarah. Tiba - tiba Mbok muncul. Berjalan menghampiri mereka. Menghentikan langkahnya di depan Sarah. Sarah menatap intens ke Mbok.


"Non, tadi Mas Dafa telepon, dia bilang nanti sore mau ke sini. Non, perginya jangan terlalu lama ya."


"Iya Mbok. Oh ya Mbok, saya pergi dulu ya. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam."


Tak lama kemudian Antony dan Sarah melangkahkan kakinya menuju pintu keluar rumah. Para bodyguard mengikuti langkah kaki mereka. Mereka melangkahkan kakinya menuju sebuah carport. Sarah dan Antony melangkahkan kakinya ke mobil BMW X 5. warna hitam metalik. Sedang para bodyguard Sarah menuju dua buah mobil Jeep hitam. Sarah dan Antony menikmati udara dingin yang menerpa mereka. Tak sengaja Sarah terpeleset, dengan sigap Antony menahan tubuh idealnya Sarah dengan memeluk pinggang rampingnya Sarah. Sarah menoleh ke El.


"Kamu nggak apa - apa kan?" ucap Antony khawatir.


Sarah langsung menundukkan kepalanya dan menegakkan badannya, lalu berucap, "Iya, aku nggak apa - apa."


Sedetik kemudian, Antony dan Sarah melanjutkan langkahnya. Antony mengeluarkan kunci mobilnya dari kantong celananya, lalu memencet tombol alarm mobil sehingga berbunyi bip, bip, bip. Antony membuka pintu penumpang bagian depan untuk Sarah ketika mereka berada di samping kiri mobilnya El. Sarah tersenyum manis sambil menganggukkan kepalanya, lalu masuk ke dalam mobil.


Sarah langsung memakai sabuk pengaman. Antony menutup pintu, lalu berjalan cepat ke kursi pengemudi. Antony membuka pintu mobil. Masuk ke dalam mobilnya dalam keadaan basah. Antony menancapkan kunci mobilnya untuk menghidupkan mesin mobilnya. Mengunci semua pintu. Memasang sabuk pengaman. Menarik tuas rem tangan, lalu memasang gigi satu untuk melajukan mobilnya.


Sarah melihat langit mendung yang menjatuhkan ribuan tetesan kecil air hujan, semendung dirinya. Sarah teringat lagi dengan peristiwa setahun yang lalu, ketika dia hendak pergi ke pernikahan Juned bersama El. Waktu itu El sangat perhatian sama Sarah. Tak terasa, air mata Sarah mengalir lembut di pipinya. Sarah langsung menyekanya. Menarik nafas dalam - dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan berulang kali supaya bisa menghentikan tangisannya. Antony mengetahui hal itu.


"Kamu kenapa Sayang?" ucap Antony lembut sambil menoleh ke Sarah.


"Aku merasakan dejavu A," ucap Sarah parau.


"Tak boleh sedih gitu dong, tidak boleh terlarut dalam sebuah masalah," ucap Antony lembut.

__ADS_1


"Iya A. Aku juga lagi berusaha untuk move on."


__ADS_2