Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Cinta Ini


__ADS_3

"Yup, kita sudah sampai," ucap El sambil melepaskan pedal rem.


El menoleh ke Sarah yang sedang tidur terlelap dengan mulut yang sedikit terbuka dan mendengkur pelan sambil menarik tuas rem tangan. El tersenyum melihat Sarah yang suka tidur di dalam mobilnya. El mematikan mesin mobilnya. Menoleh lagi ke Sarah, lalu merapihkan beberapa anak rambut sebahunya Sarah dan menyelipkannya ke telinga. El membelai wajahnya Sarah dengan penuh kelembutan.


"Sarah bangun, Sarah bangun, Sarah bangun," ucap El lembut sambil menggoyangkan bahu kanannya Sarah dengan pelan.


Maysaroh gelagapan bangun dari tidurnya, lalu menoleh ke jendela mobil dan berkata," Kita sudah sampai?"


"Sudah Sarahku sayang," ucap El lembut yang membuat Sarah menoleh ke dirinya.


"Jangan sebut aku sayang lagi, aku tidak suka," ucap Sarah ketus.


"Memangnya kenapa?"


"Karena kamu bukan pacarku."


"Kalau aku jadi pacarmu, berarti boleh dong aku panggil kamu sayang," ucap El dengan nada suara yang menggoda.


"Aku nggak mau jadi pacarmu. Kamu nggak ganti baju?" ucap Sarah sambil menelisik kemejanya El yang basah.


"Iya," ucap El, lalu dia loncat ke bangku belakang.


"Kamu mau ngapain?" tanya Sarah sedikit panik.


"Mau ganti baju lah," ucap El santai sambil membuka kancing kemejanya satu per satu.


"Eh, tunggu dulu. Aku belum keluar dari dalam mobil," ucap Sarah panik sambil menarik tuas pintu mobil yang masih terkunci. "Buka kunci pintunya," ucap Sarah yang masih panik sambil mengalihkan pandangannya ke jendela mobil.


"Tak perlu, kamu di sini aja. Kalau kamu nggak mau melihatnya jangan nengok ke belakang, kalau mau melihatnya, boleh kok nengok ke belakang," ucap El santai sambil membuka kemejanya yang basah.


"Ihhhh El, kamu nggak malu ganti baju di depan cewek?"


"Nggak," jawab El sambil membuka celana panjangnya.


"Berarti tubuhmu sering dilihat orang lain ya?"


"Iya," jawab El sambil mengambil kemeja yang sedang digantung.


"Kamu nggak risih?"


"Enggak," jawab El sambil mengancing kemejanya. "Kamu kenapa nggak mau jadi pacarku?" lanjut El sambil mengambil celana barunya.


"Kamu pikir aja sendiri," ucap Sarah datar.

__ADS_1


"Apa karena aku seorang casanova?" ucap El sambil mengancingkan celananya.


"Iya."


"Aku janji, jika kamu jadi pacar aku, aku tidak akan berhubungan intim sama siapa pun," ucap El sambil menggulung lengan kemejanya.


"Seharusnya kamu berubah bukan untuk diriku, tapi untuk kebaikan dirimu sendiri," ujar Sarah yang membuat El tersentil.


"Akan aku pikirkan," ucap El, lalu dia melompat lagi.


Tak sengaja El terjatuh di atas pangkuan Sarah setelah melompat yang membuat Sarah terkejut. Ada kecanggungan di antara mereka ketika mereka saling bertatapan. Sarah langsung mendorong tubuhnya El. Sontak El menegakkan badannya, lalu duduk di tempat pengemudi. El menoleh ke Sarah yang sedang berusaha membuka sabuk pengaman.


"Sini aku bantu," ucap El lembut sambil mendekatkan dirinya ke Sarah.


"Jangan modus dech," ucap Sarah ketus sambil menepis tangannya El yang hendak memegang tangannya.


"Aku tidak modus Saroh, aku hanya mau membantu kamu membuka sabuk pengaman," ucap El sambil menatap tajam ke Sarah.


"Benaran hanya mau membantu?" ucap Sarah tegas.


"Iya."


Tak lama kemudian Sarah melepaskan tangannya dari sabuk pengaman, lalu memalingkan wajahnya ke jendela mobil. El membungkukkan badannya untuk membuka sabuk pengaman sehingga sabuk pengaman itu terbuka. Tak sengaja bibir mereka bersentuhan ketika Sarah mau mengalihkan pandangannya dan ketika El mau menegakkan badannya.


Sontak Sarah terkejut sehingga bibirnya meninggalkan jejak di tepi kanan bibirnya Rafael. Rafael langsung balik ke posisi awal dengan detak jantung yang tak beraturan. Sarah panik sehingga dia bergerak tak menentu. Sedangkan Maimunah mundur beberapa langkah, lalu membalikkan badannya. Sarah menoleh ke El dengan tatapan mata yang tajam.


El membuka kunci pintu mobil. Sarah segera menarik tuas pintu mobil, lalu mendorong pintu mobil hingga terbuka. Sarah keluar dari dalam mobil, lalu menutup pintu mobil Berjalan cepat menghampiri Maimunah. Menarik tangan kirinya Maimunah ketika dia berada di samping kirinya Maimunah.


"Eh kok main narik aja? Tungguin Bang El," ucap Maimunah.


"Tak perlu."


"Memangnya kenapa kalian berdua? Hayooo ... tadi ngapain kalian di dalam mobil?" ucap Maimunah sedikit bercanda.


"Jangan mikir macam - macam," ucap Sarah datar.


"Beneran?" ucap Maimunah sambil menoleh ke Sarah.


"Iya. Kami nggak ngapain - ngapain."


"Tapi rambut sama lipstik elu berantakan? Habis ciuman ya ...," ledek Maimunah.


Tiba - tiba Sarah menghentikan langkah kaki mereka. Melepaskan tangannya dari tangannya Maimunah. Sedangkan Maimunah dengan sigap membuka reselting tas jinjingnya untuk mengambil tisu. Mengambil tisu, lalu membersihkan lipstik yang berceceran di area sekitar bibirnya Sarah. Merapihkan tatanan rambut sebahunya Maysaroh.

__ADS_1


"Udah rapih?" tanya Sarah.


"Sudah," ucap Maimunah sambil menutup reselting tas jinjingnya.


"Ayo kita masuk!" ajak Sarah sambil menarik tangan kanannya Maimunah, lalu mereka melanjutkan langkah kaki mereka.


"Elu kenapa sich ama Bang El?" tanya Maimunah kepo.


"Nggak terjadi apa - apa."


"Tapi kenapa lips —."


"Itu nggak sengaja," ucap Sarah yang memotong ucapan Maimunah.


"Nggak sengaja tapi bikin hati berbunga - bungaaaa," ledek Maimunah.


"Munah sini!" titah Nyaknya Muna sontak Muna menoleh ke Nyaknya.


"Iya Nyak," ucap Maimunah sambil melepaskan tangannya dari tangannya Maysaroh. "Sar, gw ke Nyak gw dulu yak," lanjut Maimunah sambil menoleh ke Sarah.


Sarah menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Maimunah berlari kecil menghampiri ibunya. Sedangkan Sarah melanjutkan langkahnya masuk ke dalam pelantaran masjid yang dipenuhi sama keluarga besarnya Juneidi yang khusyuk melihat proses akad nikahnya Juneidi.


Sarah berhenti ketika berada di ambang pintu masjid sehingga bisa melihat Juneidi mencium kening istrinya. Dadanya Sarah terasa sesak dan hatinya seperti tertusuk belati. Tak terasa cairan bening mengalir lembut. Sarah melihat aura kebahagiaan di wajahnya Juneidi yang sudah memiliki seorang istri. Sarah tak sanggup lagi melihat proses pernikahan Juneidi. Dia membalikkan badannya sambil menundukkan kepalanya.


Bug


Tak sengaja Sarah menabrak El. Sarah mendongakkan kepalanya sehingga bisa melihat wajahnya El yang terlihat khawatir. Hatinya El terenyuh melihat aura kesedihan di wajahnya Sarah. Sontak El mendekap tubuhnya Sarah, lalu mengajaknya pergi ke tempat parkiran. Di dalam dekapan El, Sarah menangis terisak - isak.


El mengeluarkan kunci mobilnya, lalu memencet tombol alarm sehingga berbunyi bip, bip, bip. Membuka pintu mobil penumpang bagian depan. Membimbing Sarah masuk ke dalam mobil dengan hati - hati. Menutup pintu mobilnya. El berlari kecil ke bagian pengemudi mobil. Membuka pintunya, lalu masuk ke dalam. Menutup pintu setelah duduk, lalu memakai sabuk pengaman.


El menoleh ke Sarah yang masih belum memakai sabuk pengaman dan yang masih menangis terisak - isak. Sontak El memakaikan Maysaroh sabuk pengaman. Menancapkan kunci mobil di tempatnya sehingga mesin mobil menyala. Mengunci pintu mobil, lalu menarik tuas rem tangan. Melajukan mobilnya keluar dari area parkir masjid.


"Kamu mau pergi ke mana?" tanya El sambil menyetir.


"Hiks ... hiks ... hiks ... tempat yang menenangkan hiks ... hiks ... hiks ....."


"Baiklah."


Sekilas El menoleh ke Sarah yang masih menangis meratapi kesedihannya, lalu berucap, "Kamu harus bisa move on supaya kamu bisa menghilangkan rasa cintamu ke Juned."


Aku harus bisa menghilangkan rasa cinta ini.


Batin Sarah yang masih menangis.

__ADS_1


__ADS_2