Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Tidak Usah Dibahas Lagi


__ADS_3

"Semua tak sama tak pernah sama. Apa yang kusentuh apa yang kukecup. Sehangat pelukmu selembut belaimu. Tak ada satu pun yang mampu menjadi sepertimu. Semua tak sama tak pernah sama. Apa yang kusentuh apa yang kukecup. Sehangat pelukmu selembut belaimu. Tak ada satu pun yang mampu menjadi sepertimu. Sampai kapan kau terus bertahan. Sampai kapan kau tetap tenggelam. Sampai kapan kau mesti terlepas.


Buka mata dan hatimu. Relakan semua," ucap Sarah yang sedang menyanyikan lagu dari salah satu band terkenal.


"Ciyeeee ... yang lagi patah hati," ledek Maimunah yang mengagetkan Sarah sambil berjalan menghampiri Sarah.


Sontak Sarah menoleh ke Maimunah, lalu berucap, "Bikin kaget aja, udah lama di sini?"


"Yah, sejak elu nyanyiin lagu padi. By the way kenapa elu bisa jatuh dari tangga sich?" ucap Maimunah sambil menduduki tubuhnya di samping kirinya Sarah.


"Waktu itu aku lagi buru - buru turun ke bawah."


"Terus hasil pemeriksaannya gimana?"


"Belum keluar."


"Kapan keluarnya?"


"Besok pagi."


"Mas elu ke mana?"


"Lagi ke ruang administrasi."


"Assalamu'alaikum," ucap El sopan sambil memegang handle pintu kamar rawat inap Sarah dan membawa parcel buah.


"Ciyeeee ...gercep juga jengukin mantan yang masih sangat dicintai," ledek Maimunah sambil menoleh ke El yang sedang menutup pintu.


"Ngapain ke sini?" ucap Sarah judes sambil melihat El yang sedang berjalan menghampiri dirinya.


"Elu galak amat sama El," sewot Maimunah.


"Aku mau menjengukmu."


"Tak perlu kamu jenguk aku."


"Hey Sar, elu kagak boleh gitu. El punya niat baik untuk jenguk elu."


"Ai, boleh kita ngomong sebentar?"


"Nggak boleh," ucap Sarah jutek.


"Bujug buneng ... galak amat elu yak. Elu kemasukan jin apa sich?" protes Maimunah.


"Nggak apa - apa Munah. Aku balik dulu ya, semoga lekas sembuh Ai," ucap El sambil menaruh parcel buah di atas meja depan sofa panjang.


"Aamiin Ya Robbal Alamiin. Terima kasih ya El," ucap Maimunah yang merasa tak enak hati melihat El dijutekin.


"Sama - sama Munah. Tolong jagain Sarah ya."


"Iya, tenang aja, Sarah aman berada di dekat gw. Hati - hati El."


"Iya."


Tak lama kemudian El berbalik. Sarah mengalihkan pandangannya karena tak ingin melihat El lagi. Dia memilah lagu yang akan dia nyanyikan ketika El menutup pintu kamarnya. Maimunah menoleh ke Sarah yang masih sibuk memilih lagu. Maimunah melihat tatapan sendu dari kedua matanya Sarah. Selain itu, Maimunah melihat wajahnya Sarah yang muram.

__ADS_1


"Kenapa sich kalian putus? Pasti bukan hanya bukan jodohnya kan?" ucap Maimunah yang masih ingin tahu.


Sarah menoleh ke Maimunah, lalu berucap, "Maaf Munah, aku tidak bisa dan tidak mau mengucapkannya."


"Kenapa elu tidak menceritakan semuanya supaya hati elu plong dan biar elu kagak keseringan murung?"


"Cukup kamu menemaniku di sini, kamu sudah membantuku untuk melupakan semuanya. Dan semua itu perlu proses," ucap Sarah serius. "Kamu mau nyanyi lagu apa?" lanjut Sarah santai.


"Ehm, elu ngeledek gw? Gw kan kagak bisa nyanyi."


"Tapi nyanyian elu bikin hatiku .senang," ucap bercanda


"Muji atau nyindir?" ucap Maimunah bercanda.


"Assalamu'alaikum," ucap Dafa yang mengejutkan mereka.


Sontak mereka menoleh ke Dafa. Maimunah terpana melihat sosok pria yang berada di samping kirinya Dafa. Wajah yang sangat rupawan. Postur tubuh yang ideal bagi laki - laki. Sarah menoleh ke Maimunah yang sedang melongo melihat Amstrong yang sedang berjalan menghampiri mereka. Sarah menyikut pelan pinggangnya Maimunah agar Maimunah biasa aja melihat sosoknya Amstrong tapi usahanya sia - sia.


"Kamu sudah enakan Dek?" ucap Dafa sedikit khawatir.


"Udah enakan Mas. Kapan aku pulang Mas?"


"Nunggu hasil pemeriksaan dokter spesialis dulu ya," ucap Dafa lembut.


"Kapan dokternya datang?"


"Besok pagi. Oh ya, Mas mau pergi dulu, mau nemani Ams ke kantor polisi, kamu di sini sama Maimunah ya."


"Iya Mas."


"Eh, iya Mas Dafa," ucap Maimunah sedikit gelagapan.


"Ayo Ams, kita pergi," ajak Dafa.


Ams nama panggilan Amstrong. Orang itu hanya tersenyum sopan sambil menganggukkan kepalanya sebagai respon ucapan dari Dafa. Amstrong dan Dafa berbalik. Melanjutkan langkahnya ke pintu kamar yang masih terbuka. Berjalan melewati pintu kamar. Dafa menarik handle pintu kamar sehingga pintu kamar tertutup. Sarah melihat Maimunah yang masih tertegun setelah melihat sosoknya Amstrong.


"Woi!" teriak Sarah.


"Astaghfirullah," ucap Maimunah kaget sambil mengelus dadanya. "Elu bikin kaget gw aja."


"Kamu sich sampai segitunya ngelihat Amstrong," ledek Sarah.


"Nama cowok itu Amstrong?" tanya Maimunah sambil menoleh ke Sarah.


"Iya. Ganteng ya orangnya?"


"Bukan ganteng lagi, tapi perfect. Wow! Seperti para dewa. Dia siapanya Mas Dafa?"


"Dia salah satu anaknya sahabat Abi. Nama sahabatnya Abi, Ummi Irene. Mereka tinggal di Inggris."


"Wow keren banget Abi elu Sar, punya sahabat orang Inggris dan pasti orangnya tajir melintir."


"Ummi Irene orang Indonesia, suaminya orang Inggris."


"Lah kagak salah tuch? Tadi gw perhatiin si Amstrong kagak kelihatan keturunan orang Indonesianya. Gw kira tadi si Amstrong bule tulen yang bisa bahasa Indonesia."

__ADS_1


"Amstrong itu plek ketiplek Daddynya."


"Berarti Daddynya guantenggg banget dong."


"Yah begitulah."


"Ummi Irene orangnya kayak gimana?"


"Mana aku tahu, aku aja belum lihat orangnya secara langsung."


"Beruntung sekali Ummi Irene mendapatkan Daddynya Amstrong. Elu jadian aja sama Amstrong," ucap Maimunah.


"Ngaco kamu ya, dia pasti udah punya pacar."


"Siapa tahu dia belum punya pacar. Jangan - jangan elu masih cinta mati sama El?"


"Nggaklah!"


"Ah yang benar?" ledek Maimunah.


"Au ah gelap."


"Sekarang masih terang Maisaroh," ledek Maimunah.


"Elu masih aja suka gantiin nama orang, bikini bubur merah putih tuch," ucap Sarah bercanda.


"Iya, nanti gw bikini buat orang sekampung," ucap Maimunah bercanda.


Akhirnya mereka tertawa lepas. Tanpa mereka sadari Antony dan Aqila membuka pintu kamar. Antony memberikan kode ke Aqila agar Aqila tidak bersuara dengan menaruh jari telunjuk tangan kanan di depan bibirnya. Mereka saling melempar bantal yang ada di atas karpet sambil tertawa ketika Antony dan Aqila berjalan masuk ke dalam kamar. Aqila langsung memeluk pinggangnya Sarah. Sarah kaget melihat sosoknya Aqila yang tiba - tiba memeluknya sehingga Sarah dan Maimunah menghentikan candaan mereka.


"Assalamu'alaikum Sarah, Maimunah," salam Antony.


Sarah dan Maimunah menoleh ke Antony, lalu Sarah berucap, "Wa'alaikumussalam."


"Dari kapan Pak Antony berada di sini?" ucap Maimunah sopan sambil menaruh salah satu bantal di atas pangkuannya.


"Sejak kalian tertawa lepas. Kalian bahas apa sampai ketawa begitu?" ucap Antony santai sambil menduduki tubuhnya di samping kanannya Aqila.


"Cowok ganteng Pak, namanya Amstrong. Orangnya seperti Edward yang ada di film blue moon. Dia tadi datang ke sini, dia itu temannya Mas Dafa. Orang Inggris keturunan Indonesia, tapi wajahnya bule banget, kagak ada Indonesia - Indonesianya. Selain ganteng, bodynya sangat ideal, dia itu sosok cowok idaman setiap wanita," cerocos Maimunah.


"Siapa Edward?" celetuk Aqila polos.


"Dia itu salah satu tokoh di film blue moon sayang," ucap Sarah lembut.


"Wah kalian beruntung sekali bisa melihatnya."


"Beruntung banget. Kagak ada orang Indonesia kayak seperti itu. Baru kali ini gw lihat langsung orang seperti aktor Hollywood," samber Maimunah.


"Kalian menyukai orang itu?"


"Kagak salah lagi, sontak kami menyukainya. Bahkan Sarah aja menyukainya," celetuk Maimunah.


"Ah kamu gosip aja," celetuk Sarah.


"Eh, gw ngomong apa adanya, kita harus mengakui rasa suka kita ke Amstrong, jangan ditutup - tutupi. Jujur aja," celoteh Maimunah.

__ADS_1


"Udah ah tidak usah dibahas lagi


__ADS_2