
Terima kasih sudah membaca novelku ini 😁
Di like ya guys 😁
Di vote ya guys 😁
Di komen ya guys 😁
Happy reading 🤗
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Roda mobil milik El berputar menelusuri jalan pemuda yang membawa El dan Sarah. Mereka berencana ingin makan di salah satu kafe yang terkenal di Depok setelah mereka menghadiri sidang terakhir atas kasus pembunuhan berencana. Para penjahat yang ingin membunuh Sarah dijatuhkan hukuman selama tiga puluh lima tahun penjara. Sarah sangat senang para penjahat itu dipenjara fan diberi hukuman, tapi dedengkot para penjahat itu belum ditemukan.
El menoleh ke Sarah yang sedang tidur. Posisi kepalanya Sarah bersandar di bahu kanannya El. El tersenyum manis melihat wajah polosnya sang kekasih. Melihat genggaman tangan mereka. Sepanjang perjalanan mereka saling menggenggam tangan dengan erat. El melepaskan genggaman tangannya dengan pelan - pelan supaya tidak menggangu Sarah. Merangkul pundaknya Sarah, lalu menyandarkan kepalanya Sarah lagi di bahu kanannya. Lalu mencium puncak kepalanya Sarah.
"Tuan Muda, saya dapat informasi bahwa Pak Trisno kabur ke Malang," ucap salah satu bodyguardnya El yang bernama Adi.
"Kita tangkap dia di sana. Kamu sudah kasih tahu informasi itu ke Tuan Besar Billy?"
"Sudah Tuan, tapi belum ada tanggapan dari beliau."
"Ya udah kita tunggu kabar dari Tuan Besar Billy."
"Baik Tuan Muda."
Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi, sepi. Kau seperti nyanyian dalam hatiku. Yang memanggil rinduku padamu. Seperti udara yang kuhela kau selalu ada. Kau seperti nyanyian dalam hatiku. Yang memanggil rinduku padamu. Seperti udara yang kuhela kau selalu ada. Kau selalu ada. Kau selalu ada. Kau selalu ada. Kau selalu ada.
Bunyi dering dari smartphone milik El. El mengambil smartphone miliknya dari kantung jasnya. Sekilas dia melihat nama Edward di layar smartphonenya. El langsung menyentuh ikon hijau untuk menjawab panggilan itu. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya. Tiba - tiba telapak tangan kirinya Sarah menyentuh inti tubuhnya El. Sontak El melebarkan kedua matanya.
"Pasang pembatas!" titah El, lalu Adi langsung memencet tombol sehingga terpasanglah sebuah pembatas di bagian tengah - tengah mobil.
"Elu mau ngapain pasang pembatas?" tanya Edward.
"Ada apa elu telepon gw, ah ... ?" ucap El dengan nada suara yang kesal sambil merasakan sentuhan telapak tangannya Sarah.
"Bujug buneng, masih siang bolong elu lagi asik - asikan, jangan bilang elu lagi marahan sama Sarah," celetuk Edward.
"Cepat katakan, ada apa elu telepon gw!" ucap El sambil menahan gelayar lembut di sekujur tubuhnya.
"Client kita mau sama keinginan kita El," ucay Edward semangat.
"Ah ... client kita yang mana ah ...?" ucap El sambil merasakan telapak tangannya Sarah yang sedang membelai senjata pamungkasnya El.
"Bu Regina, client kita yang di Malang. Orangnya cuantik banget Bro."
__ADS_1
"Bodo amat ah ...."
"Elu lagi sama siapa sich? Sama cewek panggilan?" tanya Edward polos.
"Ah ... bukan ah ... sejak gw jadian sama Sarah ah ... nggak pernah begituan lagi ah ... yang waktu gw marahan sama Sarah ah ... gw nggak jadi pakai cewek yang gw suruh elu bawa ke apartemen gw ah ...."
"Wah berarti elu sering main sendiri di kamar mandi dong Bro hahaha," ledek Edward.
"Ah ... ****** elu ah ..."
"Sekarang lagi sama sich sampai nikmat banget kedengarannya?"
"Sama Sarah ah ...."
"Emangnya Sarah lagi ngapain elu?"
"Ah ... lagi mengelus burung perkutut gw ah ...."
"Oh my God! Benaran?! Dia ngelakuin itu sadar atau tidak sadar?"
"Benaran ah ... dia sedang tidur ah ... tak sengaja telapak ... tangan kirinya mengenai ah ... perkutut gw, lalu membelainya ah ...."
"Udah elu tancap aja," ledek Edward.
"Ah ... pala elu nyosor ah ... mau cium aja susah, apalagi kalau ditancap ah ... bisa - bisa dunia goncang - gancing ah ...."
"Elu rekam kejadian itu, terus elu jadiin rekaman itu sebagai kartu as nya Sarah. Kalau elu mau aw aw sama dia, elu tinggal kasih tuch rekaman ke Sarah, lalu bilang rekaman ini akan aku sebar , pasti dia mau menjelajah negeri khayangan sama elu."
"Oh ya, udah waktunya pulang kerja, gw pulang dulu ya," ucap Edward.
"Iya ah ...," ucap El, lalu dia menjauhkan benda pipih itu dari telinga kirinya sambil merasakan belaian telapak tangan kirinya Sarah, lalu menyentuh ikon merah untuk memutuskan sambungan telepon itu.
El menoleh ke telapak tangan kirinya Sarah yang sedang membelai rudalnya. El menyeringai licik, lalu dia menyentuh beberapa ikon untuk merekam adegan itu. Merekam dari telapak tangan kirinya Sarah sampai ke mukanya Sarah. Setelah direkam, El menonton hasil rekamannya sambil tersenyum licik.
"Ai bangun Ai bangun Ai," ucap El sambil menggoyangkan bahunya Sarah.
Sarah membuka kedua matanya secara perlahan. Mengerjapkan kedua matanya untuk menyesuaikan cahaya di dalam mobil. Merentangkan kedua tangannya ke atas sambil menguap. Sarah menoleh ke El, lalu tersenyum manis ke El yang membuat desiran lembut di sekujur tubuhnya El bertambah. El juga senyuman manis ke Sarah sehingga detak jantung Sarah bertambah cepat.
"Ai, ada video menarik yang ingin kuperlihatkan ke kamu," ucap El.
"Video apa El?" tanya Sarah penasaran.
Tak lama kemudian El mendekatkan benda pipih itu ke matanya Sarah. Menyentuh beberapa ikon untuk memutar hasil rekamannya. Sarah terkejut setelah melihat rekaman itu. Sedangkan El tertawa kecil melihat ekspresinya Sarah. Sarah tidak menyangka dirinya telah melakukan perbuatan yang selama ini dia anggap tabu dan perbuatan dosa.
Sontak Sarah menoleh ke El, lalu berucap, "Tolong dihapus video itu, kamu iseng banget."
"Yang awalnya iseng siapa?" ledek El.
__ADS_1
"Iiihhh, udah cepatan dihapus," ucap Sarah sambil memukul bahu kanannya El berulang kali dengan pelan.
"Ada syaratnya," ucap El dengan nada suara yang menggoda.
"Syaratnya jangan yang aneh - aneh, cepat katakan syaratnya," ucap Sarah ngambek, lalu dia mengerucutkan bibirnya yang membuat El tertawa kecil.
"Kamu kalau kayak gitu seperti ikan julung - julung," ucap El senang sambil menaruh smartphonenya di tempat semula.
"Kemarin bilang kayak ikan cucut, sekarang bilang kayak ikan julung - julung, cepat katakan!" ucap Sarah kesal.
El mendekatkan bibirnya ke telinga kirinya Sarah, lalu berbisik, "Cium bibirku."
Sarah menoleh ke El sehingga tatapan mata mereka bertemu, lalu saling mengunci. El memiringkan wajahnya sambil mendekatkan bibirnya ke bibirnya Sarah. Mereka berdua memejamkan kedua matanya ketika bibir mereka bersentuhan. Mereka saling *******, menghisap, saling menukar Saliva, saling menautkan lidah mereka dan saling mengabsen deretan gigi mereka sambil saling memeluk erat. El merebahkan tubuhnya Sarah di bangku mobil sambil berciuman.
Tangan kirinya El menjelajahi area datar di balik kain kemeja yang dipakai oleh Sarah, lalu naik ke atas. Ciuman El merambat ke leher jenjangnya Sarah, lalu memberikan tanda kepemilikan yang membuat Sarah mendesah kencang karena baru pertama kali dia menerima tanda kepemilikan dari El. Sontak El melahap bibirnya Sarah. Sarah membuka kedua matanya karena sadar bahwa perbuatannya adalah perbuatan dosa. Dia tidak ingin menambah dosa dari perbuatan yang disengaja.
Ini tak bisa dilanjutkan.
Batin Sarah
Sarah menghentikan gerakan bibirnya sehingga membuat El sadar. El membuka kedua matanya, lalu ikut menghentikan kegiatannya. El menjauhkan wajahnya dari wajahnya Sarah. Nafas mereka saling memburu. Sarah mendorong tubuhnya El sehingga membuat El merubah posisinya. Sarah menegakkan badannya seperti semula. Merapikan kemejanya yang kusut.
"Tolong dihapus video itu sekarang juga," ucap Sarah pelan sambil menundukkan kepalanya karena malu.
El tertawa kecil melihat rona merah yang menyeruak di pipinya Sarah, lalu berucap, "Iya, aku hapus sekarang.
Tak lama kemudian El mengambil smartphone miliknya dari kantung jasnya. Menyentuh beberapa ikon untuk menghapus rekaman itu. Sarah mengerutkan keningnya melihat pembatas antara bagian depan mobil dengan bagian belakang mobil. Dia menoleh ke El yang sedang menaruh smartphonenya di kantung jas.
"El kenapa ada pembatas di sini?" tanya Sarah bingung.
"Supaya orang - orang yang berada di depan tidak melihat perbuatan asusila kamu ke aku," ucap El dengan nada suara yang bercanda.
"Iiihhh, aku serius, kamu malah bercanda. Sebenarnya kamu yang berbuat asusila kepadaku. Bikin sebal aja!"
El tertawa kecil, lalu berucap, "Adi, kita sudah sampai?"
"Sejak dari tadi sudah sampai Tuan Muda," jawab Adi sopan.
"Kenapa kamu nggak memberi tahu kami?" ucap Sarah.
"Karena saya tidak mau mengganggu kegiatan pribadinya Tuan Muda," ucap Adi sopan.
Sarah mendengus kesal setelah mendengar ucapan Adi. Sedangkan El tertawa kecil melihat reaksi Sarah. Sarah menguncir rambut sebahunya yang memperlihatkan kissmark buatan El. Karena merasa nggak enak hati ketika orang lain melihat kissmark itu, El membuka kunciran rambutnya Sarah dengan lembut sehingga membuat Sarah menoleh ke El.
"Kenapa dilepas?" tanya Sarah bingung.
"Biar rambutmu bisa bernafas dengan lega," ucap El lembut.
__ADS_1
"Alasan yang ada - ada aja. Udah ah, ayo kita lihat lukisan di cafe ini!" ucap Sarah.
"Aku nggak perlu melihat lukisan di cafe ini karena kamu adalah lukisan yang indah di hatiku."