Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Aku Akan Selalu Menjagamu


__ADS_3

Pelan - pelan kedua kelopak mata Sarah mulai terbuka kemudian mengerjapkannya secara perlahan untuk menyesuaikan retina matanya dengan bias cahaya temaram di dalam sebuah kamar. Setelah kedua kelopak matanya terbuka sempurna, Sarah mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.


Sarah tercengang melihat kamar yang bernuansa manly yang sudah tentu bukan kamarnya. Dia panik karena dia sendirian berada di dalam ruangan yang asing bagi dirinya. Sarah terkesiap ketika dirinya tidak sengaja melihat seseorang yang sedang berdiri membelakangi dirinya di balkon kamar.


Sarah beranjak berdiri dari tempat tidur. Berjalan pelan menghampiri orang yang berada di balkon. Melewati pintu pembatas yang sedang terbuka lebar. Mendekat ke orang yang sedang memandang hamparan kebun teh. Sarah terpana melihat betapa indahnya tatanan kebun teh. Sarah ikut menyandarkan tubuhnya di pagar pembatas.


Sarah menoleh ke orang itu yang tak lain adalah El, lalu berucap, "Kita berada di mana El?"


El menoleh ke Sarah, lalu berucap dengan lembut, "Kita berada di tempat yang bisa menenangkan dirimu."


Sarah mengalihkan pandangannya ke kebun teh, lalu berucap, "Kebun teh dan villa ini milik siapa?"


"Milik Papiku."


"Tempat yang benar - benar menenangkan," ujar Sarah.


"Kamu nggak sholat Dzuhur dan Ashar?"


"Aku lagi nggak sholat. Terima kasih telah menemaniku ketika aku sedang terpuruk karena cinta."


"Aku melakukan itu karena aku cinta kamu. Apakah kamu sudah siap untuk melupakan Juned?"


"Siap tidak siap, aku harus melupakan dirinya. Biarlah waktu yang membantuku untuk melupakan dirinya."


"Aku juga ingin membantu dirimu untuk melupakan dirinya," ujar El.


"Terima kasih, tapi itu tak perlu."


"Apakah kamu berniat untuk memiliki seorang kekasih lagi?"


"Aku nggak tahu."


"Biarkan kehidupan mengalir secara alami sesuai dengan realitas karena melawan kehidupan yang tidak sesuai dengan keinginan hanya akan membawa kesedihan," ujar El menasehati Sarah.


"Itu juga berlaku untuk dirimu."


"Itu juga berlaku untuk semua orang yang ada di muka bumi ini. Kalau boleh tahu, kenapa kamu bisa jatuh cinta sama Juned?"


"Karena dia pria yang sangat baik, dia yang selalu menolongku ketika aku punya masalah, dia yang selalu ada untuk diriku, dia mencintai diriku apa adanya dengan tulus, dia selalu ada saat aku membutuhkannya, dan dia yang menjaga diriku ketika dia masih berada di Jakarta."

__ADS_1


"Setelah ini aku berjanji bahwa aku akan selalu menjagamu, selalu menolongmu ketika kamu lagi ada masalah, selalu ada untukmu, selalu mencintaimu dengan tulus, dan menjadi orang yang sangat baik."


"Kamu tak perlu melakukan itu."


"Walaupun kamu tidak menyetujuinya, aku tetap memegang janjiku pada dirimu."


"Tapi kamu jangan berharap lebih dari diriku."


"Iya."


"Aku membebaskan dirimu jika kamu jatuh cinta kepada wanita lain dan memilih wanita itu. Untuk sekarang ini, aku tidak mau terikat sama siapa pun."


El menghembuskan nafasnya dengan pelan, lalu berucap, "Itu hak kamu. Aku ke kamar mandi dulu, kalau kamu mau perlu apa - apa, tinggal turun ke bawah aja ya."


"Iya."


Tak lama kemudian, El melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar. Sedangkan Sarah masih asik melihat pemandangan alam yang indah di bawah langit yang berwarna jingga. Matahari hendak menghilang di ufuk barat belahan bumi. Awan - awan tipis menyelimuti langit senja. Angin bertiup sepoi - sepoi menerpa kulit wajahnya Maysaroh sehingga Sarah merasakan kesejukan. Saking asiknya menikmati keindahan alam, Sarah mengingat sebuah peristiwa yang membuat dirinya jatuh cinta Juned.


Hubungan asmaranya dengan Juned yang mempunyai nama lengkap Ahmad Juneidi dimulai sejak tujuh tahun yang lalu. Berawal dari sebuah peristiwa yang tak mungkin bisa dilupakan oleh Sarah. Waktu itu, Sarah pulang dari acara lomba cerdas cermat. Mobil yang ditumpangi Sarah mogok di Cawang. Akhirnya para peserta lomba cerdas cermat yang berasal dari sekolahnya Sarah pulang sendiri - sendiri. Karena tidak dikasih uang sama Rogaya, Maysaroh berjalan kaki.


Malam itu, malam yang sunyi hanya ada pancaran cahaya yang temaram dari lampu - lampu pinggir jalan kampung. Sarah berjalan sendirian melewati kebun salak untuk mempersingkat waktu. Hawa dingin yang mencekam menyelimuti kebun itu. Sarah melihat ada empat orang laki - laki dewasa sedang minum - minum di tengah kebun itu. Mau tak mau Sarah melewati empat laki - laki itu.


Tiba - tiba tangan kanannya Sarah ditahan sama salah satu orang laki - laki. Sontak Sarah menepisnya dengan kasar. Sarah mendengar orang itu mendengus kesal. Orang itu hendak mau memeluk Sarah, dengan sigap Sarah menghadangnya. Muka orang itu mengeras karena ditolak sama Sarah. Ketiga teman orang itu langsung beranjak berdiri, lalu mengambil posisi untuk mengeroyok Sarah.


"Kalau kalian lelaki sejati, satu lawan satu tanpa menggunakan senjata," ucap Sarah tegas.


"Cih, kita ditantang sama anak ingusan!" ucap orang itu ketus. "Yang lain diam aja, ini urusan gw!" lanjut orang itu.


Tak lama kemudian Sarah dan orang itu memasang kuda - kuda. Sarah memperhatikan gerak - gerik orang itu yang juga menguasai ilmu bela diri silat. Orang itu menyeringai licik ke Sarah. Sarah konsentrasi untuk mengalahkan orang itu dengan mencari beberapa titik kelemahan orang itu.


"Hiyaaa!" pekik orang itu sambil melayangkan tangan kanannya ke arah Sarah.


Dengan sigap Sarah menangkap tangan orang itu, lalu memelintir tangannya hingga orang itu kesakitan. Sarah melepaskan tangan orang itu. Orang itu langsung memegang tangannya yang sakit sambil meringis. Tiba - tiba tiga orang lainnya mengeluarkan pisau kecil. Sarah sedikit panik melihat itu. Dia mengedarkan pandangannya di dalam pencahayaan yang minim.


Fokus!


Batin Sarah.


Yang satunya lagi langsung menyerang Sarah dengan melayangkan tangannya yang sedang membawa pisau ke arah Sarah. Dengan cekatan Sarah menghindarinya. Tiba - tiba yang satunya lagi menyerbu Sarah sambil menyodorkan sebilah pisau kecil ke arah perutnya Sarah.

__ADS_1


Intuisi Sarah tajam, dengan gerakan cepat Maysaroh menendang orang itu sampai orang itu menjatuhkan pisaunya. Ada luka goresan di area betis kaki kirinya Sarah. Tapi luka itu tidak dia perhatikan. Sarah memasang kuda - kuda lagi sambil merasakan ribuan buliran keringat di sekujur tubuhnya. Ketiga orang itu sedang mengambil posisi untuk menyerang Sarah.


"Kalau lelaki gentleman tidak seharusnya melawan seorang wanita dan tidak memakai senjata tajam," ucap Juneidi yang tiba - tiba datang menghampiri mereka.


Sarah menoleh ke Juneidi, lalu Juneidi berucap, "Sarah harus tetap fokus."


"Kamu siapanya dia?" tanya orang yang tangannya dipelintir.


"Orang yang selalu ada untuk dirinya," ucap Juned tegas. "Sebaiknya kalian lawan aku," lanjut Juneidi.


"Kalau kita menang, Sarah harus melayani kita," ucap orang itu.


"Kalau saya menang, kalian tidak boleh mengganggu dirinya lagi. Deal ya."


"Baiklah," ucap orang yang satunya lagi sambil membawa sebilah pisau.


"Jatuhkan dulu senjatamu!" titah Juneidi.


"Baiklah," ucap orang itu, lalu dia melempar senjatanya ke sembarang tempat.


Tak berselang lama Juneidi dan orang itu langsung memasang kuda - kuda. Sedangkan Sarah masih tetap berdiri sambil fokus melihat keadaan sekitarnya. Orang yang meladeni tantangan Juneidi, langsung melayangkan pukulan, namun dengan sigap Juneidi menangkisnya. Sedetik kemudian Juneidi melayangkan pukulan telak ke orang itu hingga orang itu terpental dan mengeluarkan darah.


Tanpa aba - aba, yang satunya lagi menyerang Juneidi sambil menodongkan sebilah pisau. Sarah khawatir melihat itu. Sarah takut Juneidi terluka dan kalah. Dengan tangkas, Juneidi menangkisnya hingga pisaunya terlempar dan Juneidi langsung memelintir tangan kanannya orang itu.


Orang itu menjauh dari Juneidi. Yang satunya lagi langsung lari kencang meninggalkan teman - temannya yang sedang menahan sakit. Juneidi melihat wajahnya Sarah yang panik. Juneidi langsung berlari menghampiri Sarah, lalu mendekap tubuhnya Sarah dengan erat.


"Kamu tenang, aku yang akan melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib dan mulai sekarang aku akan selalu menjagamu."


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Terima kasih sudah membaca novelku ini 😁


Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2