Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Jangan Tinggalkan Aku El


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading 🤗


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Tepat pukul delapan malam, Sarah menyelesaikan rekaman lagu terakhir di albumnya dan fitting baju untuk pembuatan video klip pertamanya. Malam hari ini dia sudah janjian sama El untuk makan malam di area taman yang memiliki lahan seluas dua koma sembilan hektar, dan memiliki koleksi tiga puluh spesies tanaman yang berbeda. Saat ini Sarah dan Maimunah sedang berdiri di depan pintu lift.


"Munah kamu jadi pergi sama Zarkasih?" tanya Sarah sambil menoleh ke Maimunah.


"Jadi Sar."


"Udah dijemput?"


"Belum, elu udah dijemput?"


"Udah, El lagi tunggu di lobby gedung."


Ting


Dentingan pintu lift yang terbuka. Sarah melangkahkan kakinya masuk ke dalam sambil tersenyum ramah ke Aqila yang sedang tersenyum manis ke Sarah. Aqila merentangkan kedua tangannya ke arah Sarah untuk minta digendong. Dengan senang hati Sarah menggendongnya. Sarah membalikkan badannya menghadap pintu lift yang sudah tertutup.


"Selamat malam Pak Antony," sapa Sarah sopan sambil menoleh ke Antony.


Antony menoleh ke Sarah, lalu berucap, "Malam Sarah. Aqila, tadi Daddy mau gendong kamu, kamu nggak mau. Giliran digendong sama Kakak Sarah mau."


"Aqila maunya digendong sama Kaka Salah, Aqila mau punya Mommy kayak Kaka Salah," celoteh Aqila.


"Kalau gitu anggap aja Kakak Sarah sebagai Mommynya Aqila."


"Holeeee, berarti Kakak Salah nikah sama Daddy, holeee," ucap Aqila bahagia yang membuat Sarah dan Antony diam seribu bahasa.


"Cieee yang lagi galau, bingung mau milih yang mana," bisik Maimunah dengan nada suara yang ngeledek.


"Ekhm," deheman Antony.


Ting


Pintu lift terbuka lebar. Antony, Sarah, Aqila dan Maimunah keluar dari dalam lift. Sarah melihat El yang sedang berdiri sambil tersenyum manis ke dirinya. Sarah berjalan menghampiri El sambil menggendong Aqila. El mengusap puncak kepalanya Aqila yang terlihat sangat bahagia.


"Assalamu'alaikum Aqila," sapa El lembut.


"Wa'alaikumussalam Om anteng," balas Aqila dengan wajah sumringahnya.


"Aqila ayo sini sama Daddy gendongnya," ucap Antony.


"Nggak mau, Aqila mau ama Mommy aja," ucapan Aqila spontan yang membuat El mengerutkan keningnya.


Sarah melihat ekspresi wajahnya El sehingga merasa tidak enak hati, lalu berucap, "Anak yang pintar dan sholehah harus nurut sama Daddy."


"Ayo sini sama Daddy," ucap Antony sambil mengulurkan kedua tangannya ke Sarah lalu Sarah memindahkan tubuhnya Aqila ke Antony.


"Iya, tapi hali Minggu kita jalan - jalan lagi," ucap Aqila sambil memeluk leher kokohnya Antony.

__ADS_1


"Ok, Aqila hari Minggu mau pergi ke mana?" ucap Sarah lembut.


"Lihat luar angkasa," ucap Aqila spontan.


"Iya, nanti Kakak jemput Aqila."


"Kok dijemput? Kaka kan udah jadi Mommynya Aqila, tinggal ama Aqila dong," protes Aqila.


"Aqila pamit pulang dulu ama Om ganteng dan Kakak Sarah," ucap Antony yang mengalihkan pembicaraan karena merasa tak enak hati.


"Aku pamit pulangnya ama Om anteng aja, assalamu'alaikum Om anteng."


"Wa'alaikumussalam, kok sama Kakak Sarah nggak pamitan?" ucap El lembut walaupun hatinya lagi dongkol.


"Kan Kakak Salah udah jadi Mommyku, jadi pulangnya baleng samaku."


"Ai, apa maksudnya ini?" bisik El bingung dan kesal.


"Nanti aku ceritakan," ucap Sarah pelan.


"Sayang Kakak Sarah itu bukan Mommy kamu," ucap Antony lembut.


"Nggak Daddy, tadi Kaka Salah sendili yang ngomong kalo Kaka Salah Mommynya Aqila."


"Tadi maksud Kakak adalah Aqila boleh menganggap Kakak sebagai Mommynya Aqila, tapi bukan berarti Kakak harus tinggal sama Aqila," penjelasan Sarah lembut.


"Kalau gitu nikah aja sama Daddy, bial bisa tinggal ama Aqila," ucap Aqila polos yang membuat El tambah kesal.


"Waduh, ngeyel juga si boneka Susan," bisik Maimunah yang mendapatkan sikutan pelan dari Sarah.


"Tidak perlu menikah sayang," ucap Sarah lembut.


"Memang bukan kok," ucap El spontan.


"Huwaaaa, huwaaaaa," suara tangisan histeris Aqila.


"Udah jangan menangis, malu udah gede masih suka nangis," ucap Antony sambil mengusap punggungnya Aqila dengan penuh kasih sayang. "Saya permisi dulu, assalamu'alaikum," lanjut Antony sambil menoleh ke Sarah dan El secara bergantian.


"Wa'alaikumussalam," ucap Sarah.


Tak lama kemudian Antony melangkahkan kakinya menuju pintu keluar lobby gedung sambil menggendong Aqila yang masih menangis tersedu - sedu. Sarah melirik ke El yang sedang menatap kepergian Antony. Sarah memasang wajah kesal setelah Antony menghilang dari pandangannya.


"Kamu kenapa sich nggak peka sama perasaan anak kecil?" tanya Sarah datar.


El menoleh ke Sarah dengan tatapan mata yang bingung, lalu berucap, "Maksud kamu apa sich?"


"Kamu kenapa ngomong 'Memang bukan kok' ke Aqila, sampai Aqila menangis?"


"Lalu kamu kenapa bilang ke Aqila bahwa dia boleh menganggap kamu adalah Mommynya, pakai segala ngomong menikah sama Tony lah," ucap El datar.


"Sarah dan Bang El, aku pamit pulang dulu ya soalnya Zarkasih sudah sampai, assalamu'alaikum," ucap Maimunah kikuk.


"Iya wa'alaikumussalam," ucap Sarah.


"Jawab pertanyaanku!?" ucap El ketus.


"Aku ngomong itu supaya Aqila senang. Yang ngomong nikah sama Tony bukan aku, tapi Aqila."

__ADS_1


"Kamu ngomong seperti itu bisa memberikan harapan ke Aqila!" ucap El ketus.


"Ooo, jadi kamu cemburu nich."


"Ya iyalah. Coba cowok mana yang nggak kesal setelah mendengar calon istrinya dipanggil Mommy sama anak orang lain dan ngomong menikah sama Daddynya!" ucap El ketus.


"Ya udah kalo gitu, ke tamannya nggak jadi!" ucap Sarah kesal.


"Jangan dong!" protes El.


"Habisnya kamu cemburu sama anak kecil, nggak pantas tahu kamu cemburu sama Aqila," ucap Sarah sedikit melunak.


"Ya udah, aku minta maaf."


El menarik tangan kanannya Sarah, lalu mereka mengaitkan telapak tangan mereka. Mereka melangkah kakinya menuju pintu keluar lobby gedung. Berjalan sambil berpegangan tangan melewati pintu otomatis. Menyusuri teras utama, menyeberang, dan menelusuri area parkiran. El mengeluarkan kunci mobilnya, lalu memencet tombol alarmnya sambil berjalan.


Bip, bip, bip


Bunyi alarm mobilnya El. Mereka berjalan menuju ke sumber suara alarm mobil yang sedang berbunyi. Menyusuri beberapa deretan mobil sehingga mereka menemukan mobilnya El. El membuka pintu mobil penumpang bagian depan untuk Sarah. Sarah melepaskan genggaman tangannya sambil tersenyum sopan ke El.


Masuk ke dalam mobil. Pintu mobil itu ditutup sama El. Sarah memasang safety belt sambil melihat El berlari kecil ke pintu mobil pengemudi. Membuka pintu mobil bagian pengemudi. Masuk ke dalam, lalu menutup pintu itu. Memakai safety belt, lalu menghidupkan mesin mobil. Menarik tuas rem tangan, lalu memasang gigi dua dan menginjak gas mobil untuk melajukan mobilnya.


"Hatiku selalu untuk dirimu selamanya, hanya milik dirimu untuk selamanya. Kamu adalah belahan jiwaku. Aku tidak bisa jauh darimu, aku ingin selalu berada di samping kamu di kala suka maupun duka hingga hari dimana kita bersumpah di depan Tuhan untuk sehidup semati. Sejak hari ini sampai maut yang memisahkan kita. Oh.... dirimu yang selalu kucinta selamanya. Ku pinta jangan kamu pergi dari hidupku, tetaplah di sini, di samping ku karena kamu adalah belahan jiwaku. Ku mohon selalu bersama dengan ku karena kamu adalah belahan jiwaku. Sejak hari ini sampai maut yang memisahkan kita. Oh.... dirimu yang selalu kucinta selamanya," ucap Sarah yang sedang nyanyikan sebuah lagu sambil menatap Benny yang lagi fokus menyetir.


"Itu lagu terakhir di album perdanamu?"


"Iya."


"Apa nama judulnya?"


"Belahan jiwaku. Mana yang lebih bagus? Belahan jiwaku atau pencuri hatiku?"


"Ehm ... pencuri hatiku."


"Oooaahmmm," Sarah menguap sambil menutupi mulutnya dengan telapak tangan kanannya.


"Ya udah kamu tidur aja dulu, kalau udah sampai aku bangunin," ucap El sambil mengusap puncak kepalanya Sarah dengan lembut.


Suasana hening seketika. Sarah menutup kedua matanya, lalu tertidur. El melepaskan tangan kirinya dari puncak kepalanya Sarah. Roda mobilnya El berputar menembus keramaian kota Jakarta. Langit malam mengiringi perjalanan El dan Sarah ke sebuah taman yang memiliki tiga puluh jenis tanaman. Melewati jalanan yang sepi untuk menghindari kemacetan lalu lintas.


"Sepertinya dari tadi mobil itu mengikuti mobil gw," gumam El sambil melirik kaca spion mobilnya.


Bug


Nnncccctttt


Tiba - tiba mobil yang ngikutin mobilnya El menabrak mobilnya El dari belakang sehingga membuat El ngerem mendadak dan menepikan mobilnya. Sarah membuka kedua matanya. Menoleh dengan tatapan mata bingung ke El yang sedang mematikan mesin mobil, lalu membuka safety belt.


"Ada apa El?" tanya Sarah bingung.


"Ada yang sengaja menabrak mobilku, kamu di sini aja, jangan keluar sampai keadaan tenang ya," ucap El.


Tak lama kemudian Sarah menganggukkan kepalanya sebagai respon dari ucapan El. El menarik tuas pintu sehingga pintu mobil terbuka. El keluar dari dalam mobil, lalu menutup pintu mobil. Membalikkan badannya untuk melihat siapa yang menabraknya. El melihat ada beberapa orang dengan posisi siap menembak dari dalam mobil.


Dor ... dor ... dor ...


Beberapa peluru melesat keluar dari senjata yang membuat Sarah dan El terkejut. Ada satu peluru yang menembus bahu kanannya El sehingga membuat El terkapar di atas aspal jalanan. Sarah membuat safety belt, lalu menarik tuas pintu sehingga pintu mobil terbuka. Keluar dari dalam mobil, lalu berlari menghampiri El. Mobil yang menabrak mobilnya El kabur karena ada beberapa warga sedang berlari ke arah mereka. Sarah menduduki tubuhnya di samping kanan El.

__ADS_1


"Tidak!!!! Jangan tinggalkan aku El!!!"


__ADS_2