Haluan Hidupku

Haluan Hidupku
Di Lokasi Syuting


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading 🤗


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Liza duduk di depan cermin melihat wajahnya yang sudah dirias oleh make up artist. Dengan make up flewless yang mempertajam kecantikan pada wajahnya Sarah. Rambutnya disanggul modern. Melihat tubuhnya yang dibungkus dengan gaun indah berwarna biru hasil perancang terkenal di Indonesia. Sarah merasakan gugup karena dia akan melakukan syuting video klip yang pertama kali dia lakukan.


Menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya secara perlahan untuk menghilangkan rasa gugupnya. Sarah memutarkan badannya dengan pelan. Mengembangkan bibirnya memperlihatkan sebuah senyuman manis. Pintu ruang ganti terbuka menampilkan sosok Belinda. Belinda masuk ke dalam ruang ganti.


"Sarah, semuanya sudah siap, ayo kita ke lokasi syuting!" ucap Belinda, sang manajer Sarah.


"Iya," ucap Sarah sopan.


Tak lama kemudian Sarah membalikkan badannya. Melangkahkan kakinya dengan kikuk dan sangat hati - hati karena takut jatuh. Berjalan menghampiri Belinda. Belinda membantu Sarah berjalan. Melewati pintu ruang ganti yang sudah terbuka. Menyusuri sebuah ruangan yang diisi dengan furniture vintage. Mereka berjalan menuju tempat yang dijadikan sebagai lokasi syuting.


Sarah menduduki tubuhnya di atas bangku panjang yang terbuat dari kayu dengan ukiran yang klasik. Mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan di dalam sebuah bangunan bekas balai kota Batavia. Sarah melihat semua kru sedang mempersiapkan segalanya untuk pengambilan video dan para bodyguardnya. Semua kru dan para bodyguard Sarah di posisinya masing - masing.


"Tiga, dua, satu, action!" titah sang sutradara video klip.


Tak lama kemudian terdengar suara alunan musik di intro lagu yang akan dinyanyikan oleh Sarah mengiringi seorang model pria yang sedang berjalan menghampiri Sarah. Semua action kamera dari segala arah menyoroti Sarah dan model pria itu. Pria itu duduk di samping kanannya Sarah sambil melihat Sarah. Sarah menoleh ke pria itu, lalu memegang pipi kanannya pria itu.


"Sejak pertama kali ku jumpa kamu, ku langsung jatuh cinta. Walau hanya sebentar kita berjumpa. Tapi ku tak dapat membohongi hati nurani jika aku ingin selalu berjumpa dengan mu dan ingin memiliki dirimu. Ku tak mampu menghindari gejolak rasa cinta ini," ucap Sarah yang menyanyikan sebagian lagunya sambil memegang pipi kanannya pria itu.


Sedetik kemudian interlude lagu yang mengiringi Sarah dan pria itu beranjak berdiri sambil saling menggenggam tangan. Berjalan pelan maju ke depan dekat standing flower. Sarah melihat Antony sedang berdiri memperhatikan dirinya. Sarah langsung mengalihkan pandangannya ke model pria itu. Mereka saling bertatapan dan berpegangan tangan.


"Wahai sang pencuri hatiku, kamu telah mengusik relung hatiku. Sang pencuri hatiku, nama mu terpatri di sanubari ku. Sangat bahagia hatiku rasanya tertusuk panah cinta. Namun rasa itu tak seindah realita. Kita harus berpisah karena waktu dan jarak yang memisahkan kita. Ow, lara dan hancur hati ku. Yang sedang dicumbu asmara cinta. Hilanglah selera. Hilanglah segala rasa," nyanyian Sarah, lalu Sarah menoleh ke salah satu action kamera.


"Cut!" titah sang sutradara, seketika mereka menghentikan pengambilan video. "Sarah, seharusnya kamu jangan menoleh ke kamera, kamu lupa ya?" lanjut Ray, sang Sutradara.


"Maaf Pak," ucap Sarah sopan.


"Ok, kita ulang lagi, ulang dari reff," ucap Ray, lalu para kru mempersiapkan segalanya dalam pengambilan video berikutnya. "Tiga, dua, satu action!" lanjut sutradara.


"Wahai sang pencuri hatiku, kamu telah mengusik relung hatiku. Sang pencuri hatiku, nama mu terpatri di sanubari ku. Sangat bahagia hatiku rasanya tertusuk panah cinta. Namun rasa itu tak seindah realita. Kita harus berpisah karena waktu dan jarak yang memisahkan kita. Ow, lara dan hancur hati ku. Yang sedang dicumbu asmara cinta. Hilanglah selera. Hilanglah segala rasa," nyanyian Sarah.


Tak lama kemudian interlude lagu mengiringi Sarah dan model pria itu melangkahkan kakinya ke sisi kiri dekat sebuah meja vintage. Mereka menatap ke salah satu kamera yang sudah diarahkan oleh salah satu kru. Di belakang sang sutradara video klip ada sosok Aqila yang sedang digendong sama daddynya. Sarah tersenyum senang melihat Aqila yang memakai bando pita. Sarah langsung menoleh lagi ke model pria itu sehingga mereka saling bertatapan dan berpegangan tangan.

__ADS_1


Tuch anak lucu banget.


Batin Sarah.


"Wahai sang pencuri hatiku, kamu telah mengusik relung hatiku. Sang pencuri hatiku, nama mu terpatri di sanubari ku. Tak kuduga, kita bertemu jua hingga kita bersatu menjalin kasih. Kau selalu ada ketika aku berada di dalam keadaan duka. Kau selalu ada ketika aku berada di dalam keadaan suka. Dirimu selalu membuat ku nyaman berada di sisi mu. Hari - hari ku selalu bersama mu membuat hati ini sangat bahagia. Ku harap kita tidak berpisah lagi untuk selamanya," nyanyian Sarah.


Interlude lagu mengiringi model pria itu melepaskan genggaman tangannya dan berjalan mundur secara teratur. Sarah mengeluarkan aura kesedihan kala model pria itu menjauh darinya. Sarah menjulurkan tangan kirinya seakan ingin menggapai model pria itu. Tangan kanannya taruh di depan dadanya. Kakinya sedikit menekuk.


"Wahai sang pencuri hatiku, kamu telah mengusik relung hatiku. Sang pencuri hatiku, nama mu terpatri di sanubari ku. Sang pencuri hatiku, nama mu terpatri di sanubari ku. Ah - a - a - a," ucap Lily yang menyanyikan lirik bagian akhir lagu terbarunya.


Interlude lagu bagian akhir mengiringi Sarah untuk menjatuhkan tubuhnya secara perlahan sambil menundukkan kepalanya. Tiba - tiba Aqila berlari menghampiri Sarah. Memeluk Sarah dengan erat. Sarah kebingungan dengan tingkah lakunya Aqila. Sarah menoleh ke sutradara yang sedang menepuk jidatnya dan Antony yang sedang berlari menghampiri Aqila dan Sarah.


"Cut!" titah Ray, sontak para kru menghentikan rekaman videonya. "Aduh Pak Antony tolong dijaga dong anaknya!" protes Ray sambil menatap kesal ke Antony yang sedang berjongkok di dekat Aqila dan Sarah.


"Maaf Ray, anakku kalau udah ketemu sama Sarah suka lepas kendali," ucap Antony sambil memisahkan Aqila dari tubuhnya Sarah.


"Ya udah kita istirahat dulu, lagi pula udah jam istirahat," ucap Ray sambil melepaskan headset dari kepalanya.


"Aku nggak mau sama Daddy, aku maunya sama Mommy," ucap Aqila asal yang membuat Antony dan Sarah kaget.


"Wah Pak Antony udah menikah lagi, kok aku nggak diundang - undang sich," celetuk Ray sambil duduk di kursinya.


"Aku belum menikah lagi Ray," ucap Antony sambil beranjak berdiri.


"Dia suka nganggap Sarah sebagai Mommynya," ucap Antony sambil berjalan menghampiri Ray.


"Ya elah, tinggal dikawini aja tuch si Sarah, kan enak udah dekat sama anak."


"Sarah sudah punya calon suami," ucap Antony sambil menduduki tubuhnya di bangku kosong sebelah kanan Ray.


"Siapa calon lakinya?"


"Rafael," ucap Antony sambil melihat Sarah yang sedang berjalan menuntun Aqila.


"Rafael sepupu kita?"


"Iya Ray."


"Waduh kasihan banget Sarah dapat si penjahat kelamin."


"Husss, nggak boleh ngomong kayak gitu Ray."

__ADS_1


"Daddy, aku boleh ikut Mommy nggak? Aku mau makan baleng Mommy," ucap Aqila manja.


"Boleh Sayang," ucap Antony lembut.


"Aqila udah punya Mommy baru ya?" ledek Ray.


"Iya Om Ay. Cantik kan Mommy baruku?" ucap Aqila senang.


"Cantik. Selera Daddy kamu bagus."


"Ayo kita ke ruang ganti!" ajak Sarah sambil menoleh ke Aqila.


"Kalian makan siang di sini aja bareng kita," celetuk Ray.


"Iya Mommy makan siang di sini aja, baleng Daddy," ucap Aqila merayu.


"Iya."


"Asyik!" seru Aqila senang.


Antony beranjak berdiri, lalu berucap, "Sarah kamu duduk di sini aja."


"Iya Pak, makasih ya Pak," ucap Sarah sopan.


Tak lama kemudian Antony menggeserkan tubuhnya supaya Sarah bisa duduk di bangku yang tadi dia duduki. Ketika Sarah hendak menduduki tubuhnya, tiba - tiba kaki kirinya keseleo. Spontan Sarah memegang bahu kanannya Antony sambil meringis menahan sakit.


"Kamu kenapa?" tanya Antony panik dan khawatir sambil memegang tangan kanannya Sarah.


"Kaki kiriku keseleo Pak," ucap Sarah.


Sontak Antony menggendong tubuhnya Sarah. Sarah langsung mengalungkan kedua tangannya di leher kokohnya Antony. Tatapan mata mereka saling bertemu. Ada debaran di jantungnya dan gelayar lembut yang menyelimuti hatinya Antony ketika melihat kedua matanya Sarah. Sarah mengalihkan pandangannya ke Aqila yang sedang menoleh ke dirinya.


"Aku akan mengobati lukamu."


Sarah menoleh ke Antony, lalu berucap, "Terima kasih Pak sudah menolongku."


Semoga tidak ada gosip yang beredar di lokasi syuting.


Batin Sarah.


__ADS_1


.


__ADS_2