
Tolong beri masukan kritik dan saran agar Author bersemangat dalam menulis.
Jangan lupa tinggalkan like dan Vote nya.
Selamat membaca.
Mudah-mudahan menjadi hari indah untuk anda, saya dan orang - orang yang kita cintai.
######
Aku tidak akan pernah tahu suatu saat akan mencintai siapa dan dari mana dia berasal. Karena cinta lahir dari sebuah perasaan yang diberikan Tuhan ketika hatinya sudah siap dengan kebahagian dan kesedihan. Ternyata aku salah aku tidak siap dengan sisi kesedihannya.
Seandainya Aku tahu mencintaimu adalah sebuah luka yang dalam, mungkin aku akan memilih mundur terlebih dahulu. Membiarkan hatiku berkelana mencari yang lain. Tapi perasaan cinta yang dalam ini sudah terlanjur ada di hatiku dan hidupku yang tidak akan mungkin hilang terus saja bergejolak walau terlihat hilang di permukaan. Seperti magma yang ada di dasar bumi. Walau tidak terlihat tapi panas dan bergejolak di didalam. Yang terus menerus bergairah dan bergelora di dapur magma. Entah kapan erupsi aku sendiri berusaha memendamnya agar tidak membahayakan untuk diriku untuk dirimu dan untuk semua. Tapi jangan pernah berharap cintaku berakhir. Aku tetap mencintaimu walau dalam hati dan dengan cara yang lain.
Seandainya aku tahu mempunyai rasa rindu padamu adalah penderitaan panjang untukku. Tak akan aku biarkan hatiku terseret lebih jauh, oleh perasaan kasih sayang yang Tuhan berikan padaku. Bukan aku salah tempat memberikan semua rinduku padamu. Bukan aku salah memilih orang memberikan rasa rinduku. Biarkan rindu ini tetap ada sampai kapanpun. Membuat ruang - ruang kecil di hatiku dan akan tetap ada sampai kita akan bertemu. Entah kapan dan dimana ?. Tapi yang pasti rindu ini tetap ada. Jika kita bertemu jangan pernah menyalahkan aku dan rinduku yang mendalam. Itu semua karena rasa cintaku yang bergejolak.
Tulisan tangan Henry yang masih tersimpan rapi di Almari Arin.
Aku tahu mencintaimu adalah suatu yang mungkin akan membawa luka untukku untukmu dan untuk kita semua. Tapi tidak bisakah cinta yang membawa luka ini berubah membawa bahagia. Mari kita berusaha membuat jawaban - jawaban yang membawa luka ini menjadi sebuah cerita - cerita indah seperti cerita romansa yang lain. Aku ingin menjadi tokoh dalam kisah tersebut yang berhasil membawamu dan mengantarmu menjadi sebutan ibu dari anak - anakku.
Catatan Henry yang lain dalam sebuah kertas dan di beri gambar dirinya sendiri sedang memainkan piano dan ada Arin disampingnya.
*
*
*
" Sekarang ......saya yang bertanya. Apa mas tahu isi buku nikah kita ?
" Tidak tahu kan ? Karena mas tidak pernah mau tahu tentang buku nikah kita".
" Apa mas pernah merasa, kalau punya istri saya ?"
Tanyaku sambil terisak dan terus dalam dekapan Pak Satrio.
__ADS_1
Pembicaraan kami terhenti karena suara tangis Tangguh. Mungkin terganggu dengan suara - suara kami.
" Lepaskan.......aku mau menyusui Tangguh."
" Lepas.......kasian Tangguh menangis".
Pintaku yang mungkin lebih mengarah ke perintah. Pak Satrio dengan enggan melepas dekapannya tangan kanannya masih memegang lenganku ketika aku sudah bebas dari dekapan beliau.
" Kau bisa jadi ibu yang baik. Tapi tidak bisa jadi istri yang baik" .
Gerutu beliau tetap berlanjut sebelum Melepas cengkraman tangan beliau di lenganku. Berkata sambil mencondongkan wajahnya tepat di depan wajahku. Beliau perlahan melepas tangannya setelah tangis Tangguh semakin kencang.
Aku menyusui Tangguh. Pak Satrio hanya memperhatikan saja.
" Dia mirip dengan Adrian waktu masih bayi. Dia mirip denganku"
Suara beliau mulai mendatar dan mencairkan suasana.
" Dik Asri masih sangat muda ketika kami memiliki bayi Adrian".
" Dokter bilang sampai dua puluh jahitan"
Cerita beliau dengan sendirinya tanpa aku minta. Aku diam saja, berusaha tidak mendengar apa yang beliau ceritakan padaku. Aku berusaha bernyanyi dalam hatiku agar cerita beliau tak sampai masuk pada telingaku. Tapi seberapa keras aku berusaha tidak mendengarkan cerita beliau. Sekeras apa aku bernyanyi dalam hati ternyata cerita yang beliau sampaikan tetap terdengar dan berlantun seperti air setetes setetes masuk dan merusak batu yang keras. Aku mengigit bibir bawahku. menahan air mata agar tidak tumpah begitu saja. Kenapa beliau begitu tega bercerita masa - masa indahnya dengan mbak Asri padaku. di sengaja kah ? tidak sengaja kah ? yang sekarang beliau lakukan ? Pikiranku bermain sendiri ketika beliau tetap saja bercerita bagaimana mbak Asri melahirkan dan apa saja yang beliau lakukan.
Pak Satrio bergerak membaringkan Tubuh beliau di ranjang mensejajarkan dengan aku dan Tangguh. Aku tidak bisa menyembunyikan wajahku yang merah menahan tangis. Aku tidak bisa menyembunyikan rasa cemburuku kerena cerita beliau.
" Dik Rin kenapa menangis ?" Tanya beliau tanpa merasa bersalah padaku.
" Ndak mas .... Ndak apa - apa " Jawabku yang tetap berusaha mengalihkan kebenaran tentang suasana hatiku.
" Aku lelah....."
" Aku ingin istirahat dulu ....."
" Besuk pagi aku harus keluar mencari Dik Asri "
__ADS_1
Suara Pak Satrio jelas terdengar di telingaku. Tanpa merasa beliau sudah menyakitiku. Beliau memejamkan netra hitamnya. Wajah tampan beliau menandakan selalu ada cinta untuk mbak Asri tapi tidak untukku.
Tangguh sudah terlelap dengan bibir yang masih mengulum walau sudah terlepas dari ASI ku.
" Bukankah masa nifas mu sudah habis ? "
Tanya Pak Satrio tiba - tiba padaku. Ketika aku berusaha berdiri dan hendak keluar dari Kamar.
" Bukankah sudah hampir dua bulan ?".
" Ya masa nifas mu sudah habis."
Beliau menjawab sendiri pertanyaan - pertanyaan yang beliau tujukan padaku.
Tangan beliau meraihku. Aku belum mengatakan iya untuk pertanyaan - pertanyaan beliau. Tapi beliau sudah menganggap aku berkata Iya atas pertanyaannya.
" Lakukan kewajiban mu sebagai istri "
" Aku sudah lama tidak melakukannya. Dengan Dik Asri terlebih denganmu "
Suara parau beliau terdengar jelas. Tidak sadarkah beliau belum satu jam menancapkan jarum lebih dari seratus pada hatiku ? Dengan cerita - cerita beliau. Tidak....... hatiku sekarang masih sakit. Jarum ini belum sempat aku cabut tapi beliau dengan tanpa bersalah memintaku melakukan kewajiban ku. Adakah seorang istri yang mau secara suka rela dan ikhlas melayani ? Aku bukan bagian dari mereka yang ikhlas. Aku sakit...... Aku cemburu........ Aku iri......... Salahkah aku memiliki perasaan demikian. Beliau tidak pernah mencintai aku. Beliau tidak pernah perduli padaku. Beliau tidak pernah memperhatikan aku. Tapi beliau dengan suka cita bercerita masa indah beliau dengan mbak Asri.
" Aku tidak bisa melakukannya dengan wanita lain yang bukan milikku"
" Aku hanya bisa melakukan dengan dik Asri dan kau dik Rin"
Kata beliau lagi dengan memulai aktifitas nya padaku.
Aku hanya diam saja membiarkan semua berlaku padaku. Seandainya bisa aku menolak ingin rasanya aku menolak dan memberikan sumpah serapahku pada beliau. Seandainya aku berani berkata tidak untuk melawan kehendak beliau. Aaaaaaahhhhhh aku tidak bisa. Aku hanya menoleh dan memandangi wajah Tangguh selama beliau melakukannya padaku. Hanya Tangguh yang membuat aku kuat dengan perlakuan beliau yang hanya menuntut kewajiban ku dan lalai dengan kewajibannya padaku dan Tangguh. Tidak terasa titik - titik air mata mengalir dari mataku. Beliau melihat itu dan mengusapnya dengan pipi beliau.
Benar.....benar menjelang subuh hari ketika Author menulis cerita ini. Jam menunjukkan pukul 03. 30 WIB.
Bersambung besuk lagi yaaaaaa.....
Tetap semangat............
__ADS_1
Jangan lupa like dan Vote.....