Hean Untuk Hema

Hean Untuk Hema
11. Salah Tingkah.


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Malam hari saat Sasa pulang ke kost setelah mencari makan malam, ia tak sengaja bertemu dengan seseorang yang terlihat misterius dimana berdiri di depan gerbang sambil celingukan. terlihat sekali kalau pria itu tengah mencari seseorang. salah satu penghuni kostnya, itu dugaan Sasa.


Hingga dengan rasa penasaran, Sasa memberanikan diri untuk sekedar bertanya. mencari tau apa yang dilakukan pria itu.


"Cari siapa?". tanya Sasa tanpa basa-basi sedikitpun.


"Em... lo tinggal di sini juga?". yang ditanya malah ganti melempar pertanyaan kepada Sasa. membuat gadis berambut pendek sebahu itu mengangguk. membenarkan pertanyaan pria itu. anggap saja Sasa adalah bagian dari tempat kost ini. bahkan sudah 3 tahun ia menetap disini bersama anak-anak lain termasuk sahabatnya, Hema.


"Kenal Hema?". sebuah pertanyaan kembali membuat rasa penasaran Sasa semakin membuncah. Sasa menatap lekat wajah pria di depannya.


Siapa dia? kenapa mencari Hema? apa hubungannya dengan Hema?


itulah pertanyaan yang memenuhi kepala Sasa. bagaimanapun ia tak bisa percaya pada seseorang yang sama sekali tidak dikenal.


apalagi keadaan Hema yang sedang sedih akibat putus cinta, membuat Sasa bersifat lebih protektif dari biasanya.


"Kenapa mencari Hema? dan siapa lo?" selidik Sasa.


Sss... galak juga nih orang...


Hean sejenak menatap ke arah gadis itu. entah kenapa Hean ingin sekali mengerjai gadis di depannya. sepertinya sangat mengasyikkan jika Hean sedikit membuat huru-hara. dan melihat Sasa, entah kenapa Hean yakin jika gadis itu sangatlah dekat dengan orang yang ia cari.


"Gue calon suaminya..." ucap Hean tanpa ragu sedikitpun. dalam hati, pria itu tersenyum penuh kegirangan karena mampu membodohi Sasa.


"APA?". syok, itulah yang Sasa rasakan. jantungnya serasa loncat dari tempatnya mendengar apa yang baru saja dikatakan pria di depannya.


Calon suami? sejak kapan Hema menjalin hubungan dengan pria itu?


Coba cubit pipi Sasa saat ini! apakah ia sedang bermimpi sekarang?


Masih dengan tatapan penuh keterkejutan hingga tak menyadari Hean melambaikan tangan tepat di depan wajah Sasa, "Haloo... lo masih hidup kan? atau sudah pindah planet?".


senyum pria itu jelas terukir di bibirnya.


Eh...


Satu hal yang Sasa tangkap dari sosok di depannya, pria menjengkelkan!


"Jadi, bisa antarkan gue bertemu Hema?" pinta Hean dengan wajah jenakanya.


walaupun masih bingung tentang siapa sosok di depannya itu, Sasa tetap menganggukkan kepalanya. meminta Hean untuk mengikutinya dan bertemu dengan Hema.


"Hema! ada yang mencari Lo..." panggil Sasa tepat di depan pintu kamar Hema. sedangkan Hean duduk di depan tanpa dipersilahkan lebih dulu.


"Tunggu saja sebentar, paling lagi mandi..." ucap Sasa beralih pada Hean.


"Terima kasih..." jawab Hean dibuat-buat ramah.

__ADS_1


sedangkan Sasa langsung melangkah pergi dengan sesekali menatap Hean penuh kengerian. lebih tepatnya Sasa geli melihat pria yang terlalu bersikap ramah seperti itu.


Hean bangkit dari duduknya. menyentuh gagang pintu dan bersamaan dengan itu juga Hema membuka pintunya. hingga otomatis keduanya teringkat karena terkejut.


"Eh... apa yang lo lakuin?". tanya Hema spontan. untung saja jantungnya tidak loncat dari tempatnya berada.


Tapi bukannya menyesal, Hean langsung menampakkan wajah jenakanya. seolah-olah memang tak terjadi apapun.


"Gue lelah berdiri lama disini..." adunya.


Hean kembali menatap Hema cukup lama, dari atas ke bawah dan kembali lagi pada wajahnya. "Baru selesai mandi ya?". tanyanya dan langsung menghirup pucuk kepala Hema tanpa ragu sedikitpun. mencium aroma sampo milik gadis itu hingga tentu saja membuat Hema menegang dengan mata yang membulat sempurna.


"Harum...".


Entah kenapa Hean selalu saja bertingkah aneh di depannya. seringkali membuat Hema salah tingkah. tapi beda lagi dengan pria itu, terlihat biasa saja dan tidak berdosa sama sekali.


Masih dengan Hema yang terdiam tanpa berkata-kata, Hean kembali lagi bertingkah. kali ini pria itu melihat isi dalam kamar Hema, tanpa permisi sedikit pun.


"Ini kamar lo?". nyatanya bukan hanya melihat saja Hean justru langsung masuk tanpa diminta.


"Hei,".


Tapi terlambat, Pria itu telah duduk di atas ranjang Hema. membuat si pemiliknya mengerutkan bibir kesal.


Ck... seenaknya sendiri...


ditambah dengan Hean yang menepuk-nepuk ranjang seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru. ya...seperti itulah Hean.


"Empuk juga..." puji Hean pada tempat tidur Hema. "Pasti mengasyikkan kalau dibuat untuk -..." godanya sambil menaik-turunkan alisnya.


"Jangan kurang ajar!" celetuk Hema dengan galaknya.


"Hahaha...". tapi tak membuat pria itu takut, justru malah tersenyum puas mengejek, apalagi melihat Hema yang berusaha galak tapi pipinya yang merona merah. sungguh Hean suka melihatnya.


"Jadi ada keperluan apa hingga membuat lo kesini?" tanya Hema dan duduk di kursi belajarnya. menatap ke arah ranjang dimana Hean masih memposisikan tubuhnya berbaring disana.


"Kangen...".


"Ha?".


Apa dia bilang? atau gue yang salah dengar?


Entah sudah keberapa kalinya Hema dibuat salah tingkat oleh kelakuan Hean. atau memang pria itu punya bakal untuk menggoda bahkan bukan hanya Hema saja?


entahlah, tapi Hema tak bisa membohongi kalau digoda seperti itu saja mampu membuat pipinya terlihat memerah karena malu.


"Kenapa tidak membalas pesanku?". lagi dan lagi. Yang selalu dibahas Hean ketika mereka bertemu.


Pembahasan yang selalu membuat Hema berdecak kesal.


"Benarkah? gue belum mengeceknya..." jawab Hema dan langsung bangkit dari duduknya. mengambil ponsel yang masih berada di tas sejak pulang tadi.

__ADS_1


Gadis itu sibuk melihat isi pesan Hean. wajahnya menyerngit keheranan karena isi pesan dari pria itu sama sekali tidak berfaedah.


Ck... pesan begini saja repotnya minta ampun...


"Belum, gue belum makan..." ucap Hema.


Tapi jawaban Hema barusan juga tak membuat hari Hean merasa puas.


"Ck... menyebalkan..." protes pria itu tiba-tiba.


"Memang gue tanya?".


Hema memejamkan matanya bertambah kesal. padahal ia menjawab pertanyaan Hean lewat pesan yang pria itu kirimkan tadi. jadi serba salah kan jadinya.


"Lah, salah gue dimana... isi pesan lo menanyakan sudah makan belum? kan? ... lalu salah jika gue menjawab belum?".


"Gue kan tanyanya lewat pesan... ya balas lah lewat pesan juga..." Jawab Hean dengan segala pemikiran konyolnya.


hingga mampu membuat Hema melongo keheranan.


Ada ya orang seperti itu?


tapi memang kenyataannya seperti itu. pria konyol itu ada dan tepat berada di depan Hema saat ini.


"Lalu kenapa sampai datang kesini? tunggu saja gue balas pesan lo...".


Hema tak mau kalah. kalau sekedar tentang membalas pesan, Hean tak perlu repot-repot datang ke Kosnya bukan?


cukup menunggu saja sampai Hema punya waktu untuk mengecek ponselnya.


"Terlalu lama...".


Dasar sinting...


Hema pun mengalah, karena terlihat percuma saja berdebat dengan pria aneh di depannya itu. hingga pada akhirnya Hema mulai mengetik sesuatu di ponselnya.


Hema : [Gue belum makan... mau traktir gue makan?]


Tersenyum licik sambil mengirim pesan itu ke nomor Hean.


dan seperti tak berada dalam satu tempat, Hean pun membuka ponselnya. membaca pesan Hema barusan.


Hean : [Tidak... gue hanya bertanya...]


Pesan terkirim. seketika Hema mengerucutkan bibirnya.


Lah... ngapain juga bertanya gue udah makan apa belum? dasar pria sinting!


umpat Hema entah keberapa kalinya.


Sedangkan tanpa Hema sadari, Hean tak lepas mengamati gadis itu. bibirnya yang mengerucut sebal itu justru membuat Hean terseyum senang.

__ADS_1


ia gemas melihat kelakuan Hema seperti itu.


***


__ADS_2