
HAPPY READING...
***
Rumah Hean telah disulap cantik dengan banyak sekali balon berwarna merah muda.
Suasana terlihat ceria khas anak-anak.
inilah acara yang paling Hean dan keluarga nantikan.
Acara yang mereka buat sebagai bentuk rasa syukurnya karena Bella sudah sepenuhnya pulih dan sehat kembali sekaligus hari ulang tahunnya yang pertama.
Tak banyak tamu yang datang. hanya teman-teman Hean dan kerabat dari kedua orangtuanya saja.
Intan sebagai tante muda dari Bella, gadis itu juga sibuk dengan pekerjaannya. membantu menyelesaikan dekor tempat itu akan terlihat sempurna.
"Awas..." teriaknya ketika di atas sana Dimas tengah naik tangga dan mengikat balon-balon.
"Agghh... untung saja..." keluh Dimas. hampir saja pria itu terjatuh karena salah pijak. membuat Intan yang berdiri di bawahnya sambil mengawasi ikut lega.
Dengan hati-hati, Dimas turun. membuat Intan seketika menyeka keringat di pelipis kekasihnya dan berucap, "Makanya hati-hati...".
"Sepertinya kakiku sedikit terkilir..." keluh Dimas dengan ekspresi dibuat-buat.
"Ha? benarkah?". Membuat Intan terkejut dan sedikit panik. kalau benar kaki kekasihnya terkilir, Intan ikut sedih.
"Sini gue lihat...".
Intan berniat untuk berjongkok demi melihat pergelangan kaki Dimas, tapi dengan secepat kilat Dimas justru mencurigakan kesempatan untuk mencium pipi Intan.
"Kakak..." protes Intan sambil menyentuh pipi bekas kecupan singkat Dimas.
"Hehehe..." Sedangkan pelakunya hanya tersenyum senang. kapan lagi Dimas bisa mencuri-curi kesempatan untuk mencium kekasihnya seperti itu.
"Ehmm...". Tanpa Intan dan Dimas sadari, tak jauh dari tempat mereka berdiri ada sepasang mata yang mengawasi tingkahnya.
Berdehem hingga membuat Intan dan Dimas mengalihkan perhatiannya demi melihat siapa itu.
Deg... keduanya membeku. tak menyangka kalau Ayah dari Intan entah sejak kapan ada disana dan mengawasi mereka.
menggelengkan kepalanya, seperti protes terhadap tindakan Dimas barusan.
Jangan seperti itu! begitu sorot matanya bicara.
Mampus gue... Batin Dimas dengan mimik wajah ketakutan. Ya kali ia biasa saja setelah kepergok mencium Intan.
Dimas ingin tenggelam saja saking malunya.
calon menantu baik yang tersemat di dirinya serasa hilang begitu saja.
Sedangkan Intan, gadis itu menundukkan pandangannya. takut walaupun lebih banyak kadar malunya.
__ADS_1
pertama kali menjalin hubungan dengan seorang pria dan ketahuan telah di cium.
Aaa.. m semua ini gara-gara Kak Dimas... omelnya dalam hati.
Hingga setelah Ayah pergi, Intan dan Dimas baru berani mengangkat pandangannya kembali.
Lo sih... senggol Intan pada bahu Dimas. sedangkan Dimas juga tak mau kalah menyenggol balik lengan Intan seperti yang dilakukan kekasihnya tadi.
Lo juga...
Hingga keduanya pun tertawa bersama. kejadian konyol yang mungkin akan mereka ingat di masa depan.
Acara berjalan dengan sangat baik. Bellavia, putri Hean itu terlihat bahagia dan cantik dengan gaun berwarna merah muda di acara ulang tahunnya kali ini.
Dalam gendongan Hean, anak kecil berusia 1 tahun itu beberapa kali tersenyum dan bertepuk tangan. seperti paham kalau pesat kecil ini adalah miliknya.
Semua tamu undangan tak henti-hentinya berdoa untuk kesehatan Bella.
putri kecil Hean yang telah melalui banyak sekali pelajaran hidup yang begitu penting.
Semua orang senang, pada akhirnya Bella telah sembuh dan sehat kembali setelah kecelakaan itu.
"Selamat ulang tahun anak cantik..." ucap Sasa dan Jio. mereka datang dengan membawa kado besar yang terbungkus rapi di depan sana. entah apa isinya, Hema juga penasaran tapi Jio dan Sasa sepakat untuk tidak memberi tau sebelum Hean dan Bella membukanya sendiri.
"Gue curiga dengan kado pemberian lo!". cerca Hean.
bagaimana tidak? kado dari Sasa dan Jio terlihat paling mencolok dari kado-kado lain.
apalagi pita merah muda di atas sana. menambah kesan lucu.
"Hahaha... tenang saja, bukan bom kok..." jawab Sasa. Mana mungkin ia membawa bom sebagai kado ulang tahun putri temannya itu.
"Tenang nyet... Putrimu pasti suka.."tambah Jio.
bahkan demi kado itu, ia dan Sasa sempat berbeda pendapat di mall beberapa hari yang lalu. mereka sempat berdebat untuk waktu yang lama hingga akhirnya menjatuhkan pilihannya pada kado di dalam sana.
"Dimana Hema tadi?". Sasa mengubah topik pembicaraan.
saling celingukan mencari keberadaan sahabatnya yang tiba-tiba saja menghilang dari pandangan mereka. padahal selama acara berlangsung, Sasa duduk bersama Hema tadi.
ketika tiba saat bagi mereka untuk bergantian memberi ucapan selamat pada Bella, Hema justru menghilang.
"Mungkin ngobrol dengan teman-temannya dulu..." jawab Hean berpikir positif.
Bukan hanya keluarga Hean saja yang datang, ada beberapa karyawan di Perusahaan yang menyempatkan diri untuk menghadiri a cara ini. apalagi para anggota staf perusahaan dimana menjadi teman dan rekan kerja Hema di masa lalu.
Acara ini tentu saja menjadi bagian dari reuni Hema dengan teman-temannya dulu.
bertegur sapa sambil melepas rindu.
__ADS_1
"Oh..." Sasa paham. karena sampai saat ini ia juga masih bekerja di Perusahaan yang sama dengan Hean. jadi paham siapa teman-teman yang Hean maksud tadi.
"Setelah ini apa akan ada acara pernikahan?" goda Jio. lucunya dengan menaik-turunkan alisnya menggoda Hean.
"Apaan sih lo!" cerca Hean.
Pernikahan masih terlalu awal untuknya. Hean tak mau membicarakan hal itu saat ini. apalagi Bella juga masih terlalu kecil.
"Ingat usia nyet..." sindir Jio.
"Ck... seharusnya gue yang bicara seperti itu... gue sudah punya anak berumur satu tahun, sedangkan lo?" ucap Hean dengan senyum penuh ejek.
sudah hampir satu tahun lamanya pernikahan Jio dan Sasa, tapi keduanya masih asyik menikmati keadaan sebagai pengantin baru tanpa berpikir untuk segera mempunyai anak.
"T*i!... Ini semua salah lo!" umpat Jio.
"Kenapa?" protes Hean. kenapa ia yang harus disalahkan?
padahal Hean tak melakukan apapun kepada pasangan di depannya itu.
"Iya lah... siapa lagi yang harus disalahkan... Gara-gara punya pemimpin kayak lo di perusahaan, istri gue tidak ada cuti bekerja lebih lama..." cerca Jio tak mau kalah. membuat Hean melongo tak percaya dengan ucapan sahabatnya itu.
Apa dia bilang?
"Setidaknya beri cuti 1 bulan kek biar kita bisa konsentrasi membuat anak yang lebih lucu daripada Bella..." ucap Jio.
"Sayang..." rengek Sasa. memalukan sekali membahas hal seintim itu di depan orang lain. bagaimanapun, Hean adalah atasan Sasa di perusahaan.
"Hahaha...". Sedangkan Hean hanya tertawa menanggapi ucapan Jio tadi.
"Nanti gue pikirkan untuk usulan itu..." tambahnya.
Bersamaan dengan itu.
terlihat dari kejauhan Hema tengah berjalan menuju ke arah Hean dan yang lain.
masih di jarak yang cukup jauh, tatapan keduanya serasa terhubung hingga membuat Hean tak menggubris suasana di sekitarnya. hanya Hema yang menjadi pusat perhatiannya kali ini.
Gaun cantik berwarna pastel menambah kesan anggun untuk Hema pada saat ini. senyum wanita itu terukir indah menghiasi wajahnya membuat siapa saja yang menatap seakan tersihir dan tak berkedip.
"Selamat ulang tahun Bella..." ucap Hema ketika sampai di depan Hean dan Bella. membelai pipi merah Bella dengan penuh kasih sayang.
semakin dewasa, sifat keibuan dari wanita itu seperti muncul begitu saja. membuat Hean semakin kagum dan terpukau.
pria mana yang tidak suka dengan sifat keibuan wanita?
seperti itulah yang Hean rasakan. melihat Hema seperti ingin menjadikannya ibu untuk anak-anak nya. hehehe...
"Tatap terus... lihat terus..." ucap Jio tiba-tiba. membuat lamunan Hean buyar seketika. dan malunya, Sasa dan Hema tersenyum melihat kelakuan pria itu.
Sial! umpat Hean dalam hati.
__ADS_1
***