
HAPPY READING...
***
Setelah mengisi perut, Jio bersiap untuk menceburkan dirinya di air kolam. pemandangan lautan langsung terpampang jelas di depan sana. "Kemarilah..." ucap Jio. melihat Sasa yang masih terpatung di tepi kolam dengan tatapan ragu.
Tadi Sasa begitu bersemangat untuk betenang, bermain air bersama Jio. tapi sekarang, dirinya ragu. hanya berdua? terlihat seperti pengantin baru bukan?
Entah kenapa Sasa sedikit malu walaupun sebenarnya ingin segera menceburkan diri di dalam kolam berwarna bening tersebut.
"Ayo kemari..." pinta Jio lagi.
tak sabar melihat Sasa yang hanya terpaku. padahal Jio penasaran, bagaimana penampilan Sasa yang terbalut pakaian renang.
"Sa!".
"Iya-iya..." jawab Sasa sewot.
tidak sabaran sekali sih... gumamnya sambil melepas ikat jubah mandinya yang mengikat pinggang Sasa.
Hati Jio semakin bersorak. matanya tak berkedip sama sekali menanti pemandangan yang jarang ia dapatkan dari Sasa, kekasihnya.
karena ini adalah pertama kalinya Sasa memakai pakaian renang.
Aaaa... Dia pasti cantik sekali...
Senyum penuh arti itupun tersungging jelas di bibir Jio. bersamaan dengan itu, Sasa langsung menceburkan dirinya di dalam air.
"Huaahh... dingin..." keluhnya merasai air kolam yang begitu sejuk.
"Jio..." panggil Sasa. walaupun ia jago berenang, tapi kedalaman kolam benar-benar membuat Sasa sedikit kesulitan terapung. ia kira kolam tadi tidak sedalam dugaannya.
Dengan cekatan, Jio merangkul pinggang kekasihnya. membuat tubuh Sasa tetap terapung. "Katanya bisa berenang..." ejek Jio.
Itulah yang Sasa katakan dulu. perennag handal. hahaha... entahlah mungkin hanya bualan saja. nyatanya di kolam ini, Sasa hampir tenggelam jika tidak di tolong Jio.
"Airnya dingin..." ucap Sasa sedikit malu. bagaimana tidak, mata Jio tak lepas mengamati dirinya. apalagi bagian dada yang terekspos membuat pikiran liar Jio semakin melayang entah kemana.
Beda lagi dengan tangan pria itu, sengaja meraba-raba di dalam air. "Hentikan Yo..." protes Sasa menepuk pundak Jio.
"Kenapa? lo yang menggodaku dulu..." ucap pria itu. siapa suruh Sasa berpakaian seperti ini di depannya. Jio adalah pria normal. nalurinya memang suka dengan hal-hal berbau dewasa. apalagi umurnya yang bisa di bilang matang untuk pria seusianya.
melihat lawan jenis nya berpakaian minim, tentu saja Jio menyukainya.
"Apa? ini memang pakaian renang... masa iya gue harus pakai pakaian panjang..." cerca Sasa.
Beda konsep bukan?
"Lo terlihat cantik Sa..." puji Jio.
Masih dengan posisi menempel seperti itu, bisa-bisanya Jio melontarkan pujian yang mampu membuat Sasa merasa malu. jelas wajah gadis itu seakan memerah seperti tomat matang.
__ADS_1
"Jadi selama ini gue terlihat jelek?".
Sasa mengerucutkan bibirnya sebal. tapi beda dengan Jio, pria itu langsung mendaratkan bibirnya mengecup singkat bibir kekasihnya.
"Jiooo..." membuat Sasa bertambah merengek dengan manjanya.
"Gue gemas sekali melihat lo... pengen gue gigit..." ucap Jio menahan sesuatu.
rasanya ia benar-benar ingin memiliki Sasa seutuhnya.
"Hahaha...".
Sasa tertawa mendengar ucapan Jio. pria itu sangat aneh, dan kadang juga menggemaskan seperti sekarang. tapi Sasa begitu mencintai pria itu.
"Sa," panggil Jio, membuat Sasa langsung mengamati pria itu.
Dengan satu tangan memeluk pinggang Sasa, tangan lainnya menuntun kedua tangan Sasa untuk merangkul pundak pria itu. "Kemarilah..." pinta Jio.
membuat wajah Sasa benar-benar berada dekat dengan wajahnya.
Jio benar-benar mengikis jarak keduanya. mendaratkan bibirnya tepat di bibir Sasa. semakin lama dan semakin dalam.
Gue mencintai lo Sasa...
Masih dengan bibir yang terpaut itu, Jio perlahan melangkah. membawa tubuh Sasa ke tepian kolam dan mendudukkannya di sana.
Mereka benar-benar tidak memperdulikan suasana. andai kata ada kebakaran, Jio dan Sasa tak akan peduli sama sekali.
karena mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
"Jangan khawatir, gue akan tanggung jawab...".
Ucapan Jio mampu membuat Sasa terdiam. seharusnya ia bisa menolak, tapi tubuhnya berkata lain. Sasa justru menikmati perlakukan halus nan manis yang Jio lakukan saat ini.
Seharusnya mereka tau, sadar dimana mereka saat ini. tapi otak mereka seperti berhenti bekerja. hingga sebutir air mata itu lolos bersamaan dengan penyatuan yang rasanya sulit untuk di jelaskan.
"Jio..." rengek Sasa. tulang-tulang di tubuhnya serasa patah serentak. apalagi pusat tubuhnya yang terasa menyakitkan bersamaan dengan tubuh Jio yang semakin erat menempel.
Beda dengan Sasa yang terlihat panik takut sekaligus kesakitan, Jio justru berusaha untuk membuat kekasihnya sedikit tenang. menghujani wajah Sasa dengan banyak ciuman meyakinkan kalau semuanya akan baik-baik saja.
Sasa tidak akan kecewa karena Jio bukan lah pria br*ngsek seperti lainnya.
"Akkhh...".
1 jam kemudian.
Sasa masih berada di dalam bath up kamar mandi. berendam sambil merenungi semua yang telah terjadi bersama Jio tadi.
sedikit khawatir karena tadi adalah pertama baginya. apalagi mereka benar-benar tidak mempersiapkan apapun, termasuk pengaman untuk mencegah kehamilan.
Bagaimana kalau gue hamil?
__ADS_1
Seharusnya Sada tak perlu mengkhawatirkan hal itu. karena Jio akan bertanggung jawab. tapi rasanya aneh saja jika tiba-tiba tubuhnya mengandung seorang bayi. Sasa hanya takut apakah ia bisa? apakah ia mampu menjadi seorang ibu?
"Sa...".
Lamunan gadis itu buyar seketika saat sebuah panggilan terlintar dari luar kamar mandi.
siapa lagi kalau bukan Jio. pria yang telah menyentuh tubuhnya beberapa saat yang lalu.
"Buka pintunya..." teriaknya lagi. membuat Sasa mau tak mau harus menjawab sebelum pra itu kehilangan kendali dan membuka paksa pintu kamar mandi tersebut.
"Iya, sebentar..." jawab Sasa. mempercepat kegiatannya dan membuka pintu untuk pria itu.
"Kenapa lama sekali?". penasaran karena Sasa berada di dalam sana terlalu lama. Jio hanya khawatir kepada kekasihnya. mungkin saja gads itu berpikiran macam-macam apalagi sampai melukai dirinya sendiri.
Walaupun Jio senang, tapi dari lubuk hatinya ia juga menyesal. tak bisa menjaga kehormatan Sasa hingga pernikahan tiba. tapi bagaimana lagi, Jio tak bisa menahan keinginannya untuk memiliki Sasa seutuhnya.
"Gue akan datang menemui orang tua lo secepatnya...".
"Yo...". Sasa langsung terkejut dan mendongakkan pandangannya demi menatap wajah Jio.
bukankah sangat tiba-tiba?
"Untuk membuktikan kalau gue serius sama Lo Sa... gue tidak mau menunda-nunda lagi...".
Jio ingin segera menikahi kekasihnya. kalau tidak, mungkin ia akan terus mendesak Sasa untuk melakukan aktifitas seperti tadi lagi dan lagi sebelum pernikahan tiba.
Cukup sekali ia bersalah, dan rak ingin mengulanginya sebelum pernikahan tiba.
Jio sudah memutuskan akan menemui orang tua Sasa dan meminta putrinya secara langsung. sebagai bentuk keseriusan pria itu.
"Gue mencintai lo Jio...". tiba-tiba Sasa menghambur memeluk Jio. menenggelamkan kepalanya di dada pria itu sangat dalam.
Jangan kecewakan gue... batin Sasa.
Maaf karena tidak bisa menjaga kehormatan lo sampai pernikahan tiba Sa... maafin gue... batin Jio.
Akhir pekan yang seharusnya Sasa gunakan untuk melepas rindu dengan sahabat nya justru berubah menjadi hari yang paling mengejutkan baginya.
tapi di balik semua itu, ada berkah tersendiri. dimana Sasa sebentar lagi benar-benar akan dipersunting oleh kekasihnya setelah bertemu dengan keluarganya nanti.
Di depan Hotel, Hema tersenyum seorang diri.
Pada kenyataannya hanya gue yang selalu sendiri... keluhnya dalam hati. Hema selalu di kelilingi oleh banyak orang yang peduli dan menyayanginya, tapi ia selalu merasa sendiri.
seperti saat ini, Ia senang bisa bertemu dengan Sasa dan Jio setelah berbulan-bulan terpisah. tapi di sisi lain, Hema justru sedih mengingat semua kenangan masa lalunya yang bahkan tak pernah hilang sedikitpun.
Bagaimana keadannya? dia baik-baik saja? apakah dia bahagia?
hanya itu yang Hema pikirkan.
__ADS_1
Ck... jangan bodoh Hema... dia pasti bahagia menunggu kelahiran buah hati mereka... hati Hema bicara.
***