Hean Untuk Hema

Hean Untuk Hema
64. Semangkuk Ramen.


__ADS_3

HAPPY READING...


***


"Apa ada acara nanti malam?" tanya Hema. masih duduk di tempat semula. merapikan meja setelah selesai menyantap makan siang bersama Hean di ruangan pria itu.


"Kenapa?" Hean bersuara. "Sepertinya tidak ada..." jawabnya sambil mengingat-ingat apa yang akan ia lakukan setelah pulang bekerja nanti.


Ayo makan ramen, gue yang traktir..." ajak Hema penuh semangat.


Ucapan Hema dan tingkah gadis itu seketika membuat Hean tersenyum. lucu melihat gadis itu penuh semangat.


"Ck... lo banyak duit?" godanya.


"Mentraktir lo tidak akan membuat gue jatuh miskin..." cerca Hema. ia ingin sekali makan ramen bersama Hean.


"Ck... sombong sekali...". Walaupun begitu Hean tetap tersenyum senang. moodnya yang sempat buruk entah kenapa langsung berubah saat ada Hema di dekatnya. apalagi celoteh gadis itu yang kadang sesukanya tapi justru mampu membuat suasana menjadi ramai.


"Mau tidak? tidak ada kesempatan kedua ya..." bujuk Hema lagi. kali ini dengan sedikit paksaan hingga Hean hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah.


"Baiklah... tapi lo yang traktir..." jawab Hean pada akhirnya.


Melirik jam, sudah saatnya mereka kembali pada pekerjaan.


Hema bangkit dari tempat duduk nya sambil membenahi pakaiannya juga merapikan rambut pendeknya yang tergerai jatuh di pundak.


Bersamaan dengan itu, Hean tak lepas mengamati dirinya. membuat Hema sadar tengah diawasi pria itu. "Kenapa?" tanyanya penuh intimidasi.


Jangan bilang kalau rambut gue jelek! batin Hema tau kalau Hean akan menjawab seperti itu.


"Jelek!".


Ck... gue sudah tau... batin Hema lagi. sambil melengos tak peduli dengan penilaian Hean.


karena Hema lebih suka potongan rambutnya yang sekarang.


"Gue pergi dulu..." pamitnya. hendak berjalan ke arah pintu, tapi dicegah Hean lagi.


"Apa?".


"Tidak memberiku satu kecupan selamat tinggal?" goda Hean dengan tampang jenaka.


Apa?


Bahkan lebih menjengkelkannya lagi, pria itu menggoda Hema sambil menaik-turunkan alisnya bersamaan.


"Ayolah sayang...". entah kenapa mudah sekali Hean mengucapkan kata-kata untuk menggoda Hema.


membuat yang digoda merinding.


"Sini...". Lebih dari itu, Hean sampai monyong-monyong di depan Hema.


Hahaha...


"Jangan aneh-aneh..." ancam Hema. bukannya terpesona, wajah Hean yang seperti itu justru membuat Hema geli sama seperti ketika melihat ulat di daun sebuah pohon.


"Gue balik dulu..." pamit Hema dan benar-benar keluar dari ruangan Hean. sedangkan di dalam sana, tawa renyah Hean mampu terdengar sampai di luar ruangan.


Dasar gila! umpat Hema.

__ADS_1


Jam istirahat telah usai. semua karyawan kembali sibuk dengan pekerjaan mereka sampai sore tiba.


***


"Hema..." panggil Sandy saat menyadari bahwa gadis yang ia sukai telah turun dan berjalan menuju lobby.


"Ada apa San?". jelas Hema sedikit kesal bertemu dengan pria itu lagi.


"Gue benar-benar minta maaf Ma... bagaimana kalau kita nonton film lagi? gue janji tidak akan ketiduran...". Entah sudah keberapa kalinya Hema mendengar permintaan maaf dari pria itu. bahkan saat makan siang yang dibahas Sandy hanya itu-itu saja.


Hema bosan.


Tapi untuk mengulang kejadian malam itu, Hema tak mau. cukup sekali saja mencoba berkencan dengan Sandy. karena mungkin saja mulut Hema bisa berbohong, tapi tidak untuk hatinya. jelas Hema tak menginginkan pria itu masuk dalam hatinya.


jadi daripada berpura-pura, lebih baik Hema mengatakannya langsung. mengatakan kepada Sandy bahwa tak perlu lagi mengejarnya.


"Sorry San, gue sudah punya kekasih..." bohong Hema. lebih baik sakit di awal daripada terus memberi harapan palsu pada Sandy.


karena Hema yakin, Sandy akan menemukan gadis yang lebih baik darinya.


"Tolong, mulai sekarang jangan ngejar-ngejar gue... apalagi dalam peraturan perusahaan jelas tertulis larangan untuk terjalin hubungan percintaan antar karyawan..." ucap Hema mengingatkan.


Ucapan Hema benar-benar membuat wajah Sandy pias. Hema tau kalau pria itu tengah kecewa terhadapnya. tapi mau bagaimana lagi?


Hema tak bisa membohongi dirinya.


"Sorry...".


Setelah mengatakan itu, Hema pergi dari sana. meninggalkan Sandy yang masih terpaku menatap kepergiannya.


Sepanjang perjalanan, sesekali Hema mengingat bagaimana wajah Sandy tadi. sedikit kasihan walaupun itulah yang harus Hema lakukan.


dan lamunannya buyar ketika sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.


[Hema, jangan berpura-pura seperti itu, gue tau lo belum punya kekasih... gue tau kalau itu hanya alasan untuk menghindar dari gue kan**?]


[Hema... ]


Hema menghela nafasnya kasar. kesabarannya habis melihat kelakuan Sandy yang justru semakin mengada-ada.


sifat keras kepalanya yang justru semakin membuat Hema risih dengan pria itu.


cara Sandy mendekatinya dengan gigih justru terlihat sebagai bentuk obsesi saja.


dan setelah ini, mungkin Sandy akan melakukan hal-hal yang mengganggu Hema.


Gue tidak bisa tinggal diam kalau begini.. batin Hema.


----


Malam telah tiba. sesuai janjinya Hema benar-benar pergi makan malam berdua dengan Hean. tujuan mereka adalah restoran Ramen yang berada tepat di seberang jalan Asian Group.


"Tau darimana lo kalau ada restoran Ramen disini?" tanya Hean penasaran.


Ck... dia kira gue buta?


Batin Hema kesal. tak perlu pintar untuk mengetahui bahwa restoran ini menjual aneka Ramen khas Jepang.


karena di depan sana, tulisan Ramen amat mencolok lengkap dengan gambarnya.

__ADS_1


"Ahh... iya... disana ada tulisannya...heheh..." ucap Hean sambil menunjuk ke arah atap Restoran sebelum akhirnya masuk ke dalam sana.


Hean dan Hema memilih tempat duduk yang tepat berada di samping jendela. jadi suasana jalanan menjadi pemandangan indah sambil menikmati semangkuk Ramen.


"Lo pernah kesini sebelumnya?". Hean bersuara lagi. mengamati seluruh penjuru tempat makan itu. anggukkan kepalanya cukup mendeskripsikan bahwa Hean cukup nyaman berada di sini.


"Iya... minggu lalu..." jawab Hema dengan bangganya. minggu lalu ia makan siang di tempat ini bersama Sasa dan Jio juga.


selain makanannya yang enak, harganya juga relatif murah.


"Benarkah?". Hean terkejut.


Ia tak menyangka kalau Hema sudah pernah makan disini. padahal tempat makan ini cukup baru dan Hean saja tak pernah sekalipun datang walaupun berada di dekat Perusahaan dimana ia bekerja.


"Heem, Jio dan Sasa yang mentraktirku..." lanjut Hema.


"Jio?".


Ekspresi pria itu jelas memendam rasa iri. Kenapa dia tidak mengajakku juga?


Padahal Jio adalah sahabatnya. tapi dengan teganya tak mengajak Hean menikmati Ramen juga.


"Hahaha... jangan seperti itu, mungkin saja Jio lupa..." ucap Hema sedikit lucu. bagaimana tidak, pria di depannya itu mengerucutkan bibirnya hingga terlihat aneh dan menggemaskan.


"Cepatlah makan, kalau dingin jadi tidak enak nanti..." pinta Hema dan akhirnya menikmati makan malam mereka.


"Apakah enak?" tanya Hema.


"Cukup enak... tapi ada yang lebih enak..." protes Hean.


"Benarkah? dimana?". tentu saja Hema penasaran. padahal menurutnya Ramen di tempat ini sangat enak tapi Hean bilang ada yang jauh lebih enak lagi.


"Mau makan disana bersamaku?".


Hema otomatis mengangguk setuju. siapa sih yang tidak mau di ajak makan makanan enak seperti ini.


"Di Jepang... Ramen nya sangat enak..." ucap Hean. tanpa ia sadari ucapannya itu langsung membuat wajah Hema berubah aneh.


Sambil tersenyum, Hean pun bertanya "Kenapa?".


"Jangan aneh deh... mengajak gue ke Jepang hanya untuk menikmati semangkuk Ramen? ck... yang benar saja..." heran sendiri dengan pria itu.


antara ongkos dan harga Ramen nya saja sangat jauh. tapi tak mustahil bagi orang-orang kaya. kalau untuk Hema si rakyat jelata, tak ada dalam list keinginannya.


berandai-andai saja tak pernah.


"Kalau lo mau, kenapa tidak?" ucap Hean dengan entengnya.


dengan posisinya yang sekarang, ia bisa saja menuruti keinginan Hema.


"Hahaha... tidak lucu..." elak Hema. mencoba untuk melupakan impian aneh itu.


Hingga sisa setengah mangkuk Ramen itu dan ada sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan Hean. bahkan sampai membuat pria itu tersedak saking terkejutnya.


"Uhhuukk...".


"Yan!". Hema panik.


***

__ADS_1


Hayo kenapa mereka... hehehe...


Berhubung Hari ini dirimu ulang tahun, ada yang mo ngucapin?? hehehe... semoga syuka dengan 3 part pagi ini...


__ADS_2