Hean Untuk Hema

Hean Untuk Hema
41. Bayang-Bayang Hean.


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Pergantian Tahun.


Biasanya pasangan muda-mudi akan menghabiskan malam pergantian tahun bersama. membuat sesak jalanan Ibukota dengan kendaraan. juga dengan pedagang yang tumpah ruah di pinggir jalan, menambah kesan tak terlupakan yang hanya terjadi sekali dalam setahun.


Pasangan muda-mudi akan melakukan kencan romantis, mulai dari taman, Mall ataupun sekedar berjalan menyusuri sekitar tempat diadakannya pesta kembang api di ujung malam nanti.


banyak cafe, restoran, juga pedagang kecil di pinggir jalan yang kebagian rezeki lebih dari hari-hari sebelumnya.


inilah waktu bagi mereka merasakan rezeki di malam pergantian tahun.


Kadang, banyak keluarga-keluarga yang memilih tetap tinggal di rumah daripada ikut membuat kemacetan di jalanan. menyiapkan acara bakar-bakar bersama anggota keluarga lain ataupun tetangga satu kompleks. hingga puncaknya menghidupkan kembang api menyambut awal tahun.


Tapi beda dengan salah satu gadis yang hidup di Ibukota sendirian. malam-malam pergantian tahun selalu ia jalani sendirian. apalagi 4 tahun belakangan, malam pergantian tahun bukan hal yang perlu di sambut olehnya. Hari-hari selalu terlihat sama saja baginya.


seperti pula malam ini, Hema tak berniat pergi ataupun merayakan malam pergantian tahun bersama lainnya. duduk di dalam Apartemen sendirian sedangkan Sasa tentu saja bersama Jio entah pergi kemana.


Masih jam 11 malam saat Hema melirik jam di dinding ruang Televisi. sedikit jenuh karena acara televisi malam ini hanya bernyanyi yang bukan kegemarannya. Hema memutuskan mematikan televisi dan beralih pada ponselnya.


Agghh...


Bahkan lebih menjengkelkan adalah di akun sosial medianya juga banyak memamerkan malam pergantian tahun.


hingga tak sengaja tangannya menekan beberapa foto yang pernah Hema unggah disana. foto yang memperlihatkan kedekatannya dengan seorang pria. bahkan keduanya tersenyum sangat manis di foto itu.


Hatinya kembali bergemuruh mengingat itu semua. betapa dalam sosok Hean dalam hidup Hema. walaupun sosoknya hanya sebentar di hidup Hema, tapi meninggalkan banyak kenangan yang mungkin melebihi apa yang pernah Hema rasakan kepada pria lain. cara Hean menggodanya, tersenyum, bahkan perhatiannya kepada Hema, sungguh hak itu jelas tertanam dalam hati.


Bahkan menatap foto itu lagi, entah kenapa Hema begitu merindukannya. merindukan pria yang bahkan tidak pernah ia miliki sebelumnya.


Agghh...


Hema menaruh kembali ponselnya.


sesak, itulah yang ia rasakan. bahkan perasaan itu benar-benar nyata sampai dada sebelah kirinya terasa sakit sekali.


Suara kembang api pertama mengejutkan Hema. membuat gadis itu tersihir untuk bergerak menuju ke balkon Apartemennya.


Duaarr...


Lagi, suara kembang api meledak di udara kian beruntun. Hema bangkit dan berjalan ke arah balkon.


Langit malam ini benar-benar terlihat indah dengan taburan kembang api di sana-sini.


tapi tatapannya jelas tertuju pada di depan sana. kembang api seperti meledak tepat di atas gedung itu.

__ADS_1


Indah...


kagumnya.


Matanya seperti tersihir cukup lama, apalagi kembang api tak henti-hentinya memancarkan sinar dan menciptakan suara khas.


Tiba-tiba air mata yang Hema tahan itu terjatuh juga. Hiks...


Melihat kembang api seperti malam ini, seperti menyayat hatinya.


dulu kembang api adalah satu hal yang ingin Hema lihat. betapa penasarannya dia dengan suasana pergantian tahun yang tak pernah ia lalui.


tapi 4 tahun belakangan, kembang api seperti bencana baginya.


kembang api yang mengingatkan Hema tentang seseorang. kembang api yang merenggut seseorang darinya.


kembang api sialan yang begitu Hema benci.


"Hiks...". Tangis gadis itu semakin pecah saja. Hema terduduk di lantai balkon dengan tangan menyentuh kedua lututnya dengan tangis memilukan.


Menjalani 4 tahun belakangan saja Hema sudah begitu lelah, bagaimana dengan tahun-tahun berikutnya?


Hean...


Hingga yang dipikirkan Hema hanyalah satu nama, Hean. si pengobrak-abrik perasaannya.


Entah sudah berapa lama Hema menangis seperti itu, hingga tak menyadari kedatangan Sasa. sahabatnya itu segera menghampiri dan memeluk Hema penuh rasa khawatir.


"Hema...". Tak ada yang tau kalau Hema akan menangis seperti ini setiap malam pergantian tahun. hanya Sasa lah yang tau. sedangkan pria di ujung sana, menatapnya penuh kasihan.


Andai lo tau Hean, betapa lo sangat menyakitinya...


Sebenarnya Jio kasihan kepada Hema, ingin menolongnya tapi tak tau apa yang harus ia lakukan?


hingga pilihan Jio adalah tetap diam sama seperti 4 tahun belakangan.


"Sudahlah Hema... jangan bersedih lagi..." bujuk Sasa. menepuk pelan punggung sahabatnya agar gadis itu lebih tenang.


"Bagaimana gue tidak sedih Sa... sakitt... sakit sekali..." adu Hema. rasanya seperti sebuah belati menusuk hatinya.


"Iya.. Gue tau...".


Andai Sasa bisa bilang, ia lelah mendengar Hema mengatakan hal itu. sakit karena terlalu mencintai seseorang yang tak pernah ia miliki. bahkan dulu saja saat putus dengan Rendy, Hema tak seperti ini.


gadis itu terlihat biasa saja dengan kadar kesedihan yang cukup wajar.


***

__ADS_1


Di tempat lain.


Hean juga tengah menatap langit. Baru saja pria itu tiba di negara asalnya kemarin.


dentuman kembang api membuat pria itu bangun dari tidurnya dan bergegas menuju ke balkon kamar melihat pemandangan yang tak begitu sering terlihat.


Warna kembang api yang meledak di udara, siapa yang tidak kagum akan hal itu.


pria itu tersenyum, entah kenapa kenangan masa lalunya seperti menggelitik mengingat kejadian tentang kembang api.


Tiba-tiba Hean teringat dengan seorang gadis yang menyukai dan sangat penasaran tentang kembang api.


gadis yang tidak terlalu tinggi dengan rambut panjang se punggung. cara gadis itu berlari, membuat rambutnya bergoyang juga dengan senyum indah yang meneduhkan hati. Hean ingat lagi.


Hema, gadis yang hanya ia kenal saja. tak pernah menjadi miliknya tapi pernah melakukan hal yang lebih dari sekedar teman dekat. berkeringat bareng walaupun hanya kecelakaan saja.


Bagaimana kabarnya?


tiba-tiba rasa penasaran itu muncul dalam benaknya.


dulu hubungan Hean dengan Hema memang terbilang dekat, tapi saat ini Hean hanya menganggap sebagai pelarian saja karena kehilangan Agnes. ditambah dengan sifat maupun paras yang sama dengan Agnes membuat Hean betah.


Apa dia masih di Ibukota?


Sekarang Hean telah kembali karena suatu hal. dan mungkin saja Ibukota telah mengikat pria itu untuk tetap tinggal disini tak lagi seperti dulu.


orang tua dan adik perempuannya juga begitu bahagia, setelah 4 tahun terpisah akhirnya bisa berkumpul lagi.


Hean mengamati kunci yang diserahkan Jio kemarin saat kedatangannya. kunci yang begitu familiar tapi sesaat Hean telah melupakannya.


"Nih... kunci apartemen lo!".


Pria itu kembali tersenyum. dulu Hean sangat suka tinggal terpisah dari orangtuanya. Apartemen yang telah menjadi saksi masa remajanya ternyata masih ada. Hean kira Ayahnya telah menjual Apartemen itu setelah Hean memutuskan untuk bekerja di Luar negeri. tapi dugaannya salah.


Gue rindu Apartemen ku... batinnya bicara.


tapi karena malam ditambah dengan malam pergantian tahun, Hean tak bisa langsung pergi kesana. jalanan pasti begitu sesak dan macet. hingga Hean memutuskan untuk mengunjungi tempat tinggalnya dahulu besok saja.


"Agghh... gue rindu Ibukota...".


ternyata tinggal di luar negeri membuat Hean tetap rindu kampung halamannya. walaupun Ibukota tidak lepas dari macet, tapi kota ini sangat Hean rindukan dimana pun ia berada.


Mungkin inilah doa yang Hean minta dari Tuhan, membuat pria itu tak bisa kuah dari Ibukota.


Dan tanpa disadari, takdir kembali mempertemukan 2 orang yang pernah terpisah di masa lalu. dengan sifat dan kedewasaan yang jauh berbeda di masa lalu.


***

__ADS_1


__ADS_2