
HAPPY READING...
***
Akhir pekan.
Sejak semalam Sasa terus saja mendesak Jio. mau tak mau, hari ini Jio harus mengantarkan Sasa. entah kemana gadis itu ingin pergi, tapi terlihat dari cara berpakaian Sasa mereka akan pergi sedikit jauh.
"Jadi mau kemana?". Jio melipat tangan sambil mengamati Sasa. gadis yang selalu terlihat manis baginya. walaupun hanya mengenakan dress sebatas lutut, tapi tetap saja terlihat begitu menawan.
"Ada deh, yang penting bensin sudah terisi penuh kan?". Rencananya Sasa akan pergi membawa Jio kesuatu kota yang sedikit jauh. dan mereka akan menginap di sana nanti.
Anggap saja sebagai hadiah ulang tahun Jio beberapa hari yang lalu.
karena sibuk bekerja, Sasa dan Jio hanya bisa kencan di akhir pekan seperti sekarang.
Ingatlah, hidup perlu kerja keras!
Apalagi Sasa dan Jio yang sama-sama anak rantau. kerasnya Ibu kota adalah makanan sehari-hari bagi mereka.
berusaha untuk terus menabung agar kehidupannya lebih baik nanti.
"Mau kemana sih?" tanya Jio sambil meletakkan travelbag Sasa ke dalam bagasi mobil. Bawa barang banyak sekali, memangnya mau pindahan?
Padahal Jio hanya membawa tas kecil berisi pakaian ganti saja. beda dengan Sasa, entah apa yang dibawa gadis itu hingga memenuhi satu tas penuh.
"Ada deh... nanti juga tau sendiri...". Sasa tersenyum dan masuk ke dalam mobil Jio. hingga kendaraan itu perlahan meninggalkan kediaman Sasa.
Ngomong-ngomong, Sasa tak lagi tinggal di Apartemen yang dulu. sekarang ia menyewa sebuah rumah di dalam perumahan yang dekat dengan perusahaan.
selain dekat, tak perlu membutuhkan uang transportasi. karena hanya berjalan kaki saja, sudah sampai di Asian Star.
"Lo sudah bawa pakaian kan?" tanya Sasa lagi. karena ia tau kekasihnya itu sadikit pelupa. Sasa hanya tak mau nanti, setelah tiba di kota tujuan mereka Jio justru tidak melakukan apapun.
"Hm,".
"Pakaian renang?".
Ck... apa gunanya coba? batin Jio dalam hati.
"Gue bawa dalaman lebih..." jawab Jio.
memang apa perlunya membawa pakaian renang bagi seorang pria? hanya bertelanjang dada sambil mengenakan celana pendek sudah bisa muter-muter di kolam renang.
jadi pakaian renang hanya sesuatu yang tidak berguna dan membuat tas menjadi sesak saja.
"Lo mau berenang pakai dalaman?". Sasa syok. bukan itu rencananya. dan bagaimana Jio bisa melakukan hal memalukan seperti itu?
"Kenapa?". Jio bingung melihat sorot mata Sasa yang terlihta aneh. seperti sebuah penolakan jika Jio memakai dalama saat berenang.
"Ada banyak orang... lo tidak malu?".
Bagaimana kalau ada wanita-wanita yang melihatmu nanti?
__ADS_1
Sasa pasti akan kesal. kekasihnya menjadi bahan tontonan orang lain.
"Kenapa? perut gue tidak buncit... keren bukan?" goda Jio.
Hahaha... gue tau lo cemburu Sa...
"Terserah ah...".
Jelas Sasa langsung berubah drastis. tidak se antusias tadi ketika berencana untuk berenang entah dimana tempatnya.
"Jadi berenang tidak?". Jio tau kalau Sasa tengah merajuk. tak heran lagi karena seperti itulah sifat kekasihnya itu.
"Semalam gue sudah bilang kan, bawa baju renang..." rengeknya.
Bahkan Sasa sudah mengingatkan Jio berulang kali. nyatanya pria itu sengaja tidak mendengar ucapannya.
"Lo juga pakai rahasia-rahasiaan... kemana kita akan pergi, nanti gue persiapkan... lah mana tau gue, kita akan pergi ke tempat seperti apa...".
Apa gue salah? Sejenak Sasa menimang pikirannya. introspeksi oleh ucapannya tadi malam yang seolah menyembunyikan tujuan kemana mereka pergi hari ini.
"Benar kan? lo tidak memberitahu kemana kita akan pergi...".
Iya... gue salah... seharusnya gue memberitahu Jio,
"Gue hanya mau memberikan surprise untuk lo..." ucap Sasa jujur. hanya itu saja. karena beberapa hari yang lalu Jio berulang tahun. dan baru sekarang Sasa punya waktu senggang untuk membuat pria itu senang di hari spesialnya.
Jio tersenyum mendengar ucapan jujur Sasa. "Lo adalah kebahagiaan gue Sa... gue tak ingin apapun lagi, hanya lo...".
Jio yang dewasa dan pengertian. bahkan bertanggung jawab kepada Sasa.
"Lo adalah hadiah terindah yang pernah Tuhan berikan kepada gue... jadi gue mau minta apa apa lagi? tidak ada...".
"Jio...".
"Kalaupun gue harus meminta, gue akan minta umur yang lebih panjang agra bisa hidup dengan lo lebih lama... hanya itu,".
Mobil itu itu melaju pergi.
"Lo mau kan Sa?" tanya Jio memastikan. karena perasaannya hanya untuk Sasa, tak ada wanita lain.
Pertanyaan Jio membuat Sasa menganggukkan kepalanya. sama dengan Jio, Sasa pun tak menginginkan pria lain selain Jio. hanya pria itu yang mampu membuat Sasa begitu spesial.
"Jadi, kita mau kemana?" Jio bersuara lagi. laju mobilnya semakin membawa keduanya meninggalkan Ibukota.
"Kota C...".
Jawaban Sasa sejenak membuat Jio penasaran. kenapa harus kesana kalau hanya ingin berenang.
"Kenapa?".
"Hema ada disana... gue ingin bertemu..." jelas Sasa. tka ada lagi pertanyaan dari Jio. pria itu paham apa yang membuat Sasa memaksa untuk datang ke kota itu. bertemu sabahat dekatnya.
"Baiklah, tapi ongkosnya cukup mahal..." goda Jio.
__ADS_1
"Jio..." rengek Sasa.
Pagi itu, mereka benar-benar pergi meninggalkan Ibukota menuju ke kota yang berada di ujung selatan.
***
Jio menatap dua sahabat yang lama terpisah. berpelukan dan tak ingin lepas.
"Hema... jangan terlalu lama..." protesnya. bahkan Jio saja tak pernah memeluk Sasa selama ynag dilakukan gadis itu.
iri lebih tepatnya.
"Hahaha...".
"Apaan sih, gue kangen dengannya tau..." omel Sasa.
sudah sepatutnya ia memeluk Hema sangat lama. sudah beberapa bulan mereka benar-benar hanya menjalin komunikasi lewat telepon.
"Ck,...". Jio masih tak terima dengna jawaban Sasa. ya walaupun memang tujuan kedatangan mereka adalah menemui Hema, tapi tetap saja Jio cemburu. setidaknya pikirkan dirinya sedikit saja. jangan dibiarkan seperti lalat yang mengganggu sekitaran dua gadis itu.
"Nih, kamar kalian..." ucap Hema memberikan kunci penginapan yang akan digunakan Sasa dan Jio selama di kota ini.
Hotel tempat mereka menginap juga milik perusahaan dimana Hema bekerja.
"Satu?". Sasa bingung. kenapa hanya satu saja, padahal ia juga membawa Jio.
"Ada dua kamar disana... dan lo juga minta kolam renang dalam bukan?" tanya Hema memastikan sesuai intruksi Sasa tadi pagi.
Hal itu langsung membuat Jio melirik Sasa dengan senyum aneh di sudut bibirnya.
Ck... pasti berpikir aneh-aneh...omel Sasa dalam hati.
ia tau Jio pasti berspekulasi yang aneh.
"Ya... ya... karena gue hanya tidak nyaman berenang dengan orang lain..." elak Sasa. bukan itu maksudnya. ia hanya tak mau Jio bertelanjang dada dan berenang kesana kemari memamerkan tubuhnya.
setidaknya hanya Sasa yang berhak untuk melihat pahatan di tubuh pria itu. hanya dia!
"Lo cemburu sayang?". Jio langsung bertanya tanpa basa-basi. entah kenapa ia begitu kegirangan dengan ide Sasa yang itu.
berenang berdua, Aww... benar-benar mengasyikkan.
"Tidak!" elak Sasa. mana mau dia mengakui hal memalukan seperti itu. yang ada Jio akan tambah kepedean nya nanti. membuat kepalanya bertambah besar.
"Hahaha... ayo ngaku..." ledek Jio lagi.
"Sudah-sudah... ayo gue antar ke tempat kalian istirahat..." ajak Hema.
Jio dan Sasa harus beristirahat karena telah melalui perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan.
masih ada hari besok untuknya dan Sasa melepas rindu.
***
__ADS_1