
HAPPY READING...
***
Banyak sekali hal yang dilakukan pasangan muda-mudi dalam hidupnya. bersenang-senang, berteman, mencoba untuk menjalin hubungan, masa penjajakan. sungguh hanya ada kegembiraan disana.
sama seperti halnya Hean dan Hema kali ini.
Walaupun hubungan mereka tak bisa di anggap sebagai pasangan kekasih, tapi keduanya mampu beradaptasi. melengkapi dan mengisi kekosongan satu sama lain.
Salah satunya adalah melakukan kencan.
Setelah menyempatkan diri untuk mengisi perut, Hean dan Hema meneruskan rencananya. Keduanya masuk dalam sebuah Mall yang memang selalu ramai setiap harinya.
Tangan mereka terpaut, seperti tengah memperlihatkan pada dunia bahwa mereka saling menyayangi.
langkah kaki membawa mereka menyusuri tempat itu. tujuannya kali ini adalah nonton bioskop bersama.
"jadi film apa yang akan kita tonton?".
Hean sudah berdiri di depan sana. mengamati pengunjung lain yang juga tengah mengantri untuk membeli tiket.
"Itu,". tunjuk Hema pada sebuah poster film terbaru.
Apa?
Nyali Hean menciut walau hanya melihat poster film yang ditunjuk Hema tadi. film baru yang entahlah, Hean takut untuk membayangkannya.
Film yang didalamnya hanya ada hantu dan adegan-adegan yang mampu membuat jantungnya copot dari tempatnya.
Ah, sial! Hean kesal membayangkan darah. perutnya seperti di aduk ketika ada hal-hal berbau darah.
"Lain kali saja, kita lihat film itu saja..." tunjuk Hean pada film lain yang memang akan di putar sebentar lagi.
Lebih baik daripada film hantu bukan? hehehe...
Licik memang, tapi jauh lebih baik daripada film keinginan Hema bukan?
"Baiklah..." jawab Hema pasrah walaupun sambil mengerucutkan bibir. justru itu yang membuat Hean semakin gemas terhadapnya. tingkah Hema yamg kadang seperti anak kecil.
Setelah mendapat tiket, keduanya masuk. film kali ini tak banyak yang nonton. deret bangku yang biasanya selalu sesak pengunjung, terlihat sepi.
Keduanya duduk bersebelahan dengan Hema yang tengah membawa popcorn ukuran besar di pangkuannya.
"Sudah mulai...". ucap gadis itu ketika layar besar di depan sama mulai berwarna. mulutnya juga sesekali mengunyah popcorn sedangkan Hean sibuk dengan dunianya sendiri. pria itu memang tidak terlalu suka menonton film. bahkan televisi di Apartemennya saja, Hean sampai lupa kapan terakhir kali benda itu hidup.
__ADS_1
karena terlalu lama diabaikan.
Pria itu memilih bersandar di bahu Hema. waktu 1 jam lebih untuk durasi film bisa digunakan untuk tidur bukan? hehehe
Film pun di mulai, benar saja hanya Hema dan penonton lain yang terlihat antusias melihatnya. Walaupun sesekali harus membagi konsentrasi dengan pria yang tengah bergelayut di sampingnya itu.
"Hentikan Hean...". Hema kesal karena Hean menempel bak siput dan benar-benar menggelikan. bukan itu saja, tangan pria itu berusaha untuk memeluk Hema walaupun sudah diperingati beberapa kali.
"Hean...". rengek Hema bertambah kesal. bahkan konsentrasinya buyar seketika.
heran dengan tingkah Hean yang malah seenaknya sendiri.
"Jangan berbicara, nanti yang lain akan terganggu...".
Dih, Hean benar-benar tidak tau diri. bukankah dia yang jadi penyebab Hema tak bisa diam? tangan nakalnya yang sengaja mencari kesempatan dalam kesempitan. bergerilya kemana saja. walaupun mendapat cubitan dari Hema, tapi tetap saja.
"Gue hanya tidak betah berdiam diri...". masih memeluk Hema seenaknya sendiri.
"Tidur aja sana..." celetuk Hema. sebaiknya tidur daripada terus mengganggu.
"Cium dulu...".
Gila! Hema menatap Hean dengan tatapan ngajak gelut. permintaan Hean itu benar-benar aneh dan mampu membuat tekanan darah naik dalam sekejap.
Hingga yang dilakukan Hema hanya berusaha untuk mengabaikan. ia kembali melihat layar di depan sana dan berkonsentrasi terhadap jalannya film. membiarkan Hean dengan tingkah-tingkah anehnya.
"Mau mencobanya?". mulut pria itu benar-benar tidak memiliki rem sama sekali. berkata tanpa di filter dulu.
"Jangan aneh-aneh!". ancam Hema dan memukul bahu Hean tanpa ragu.
Hahaha...
Padahal ucapan Hean mampu membuat Hema malu. wajahnya terasa panas dan mungkin saja telinganya telah memerah saat ini.
Adegan di depan sana benar-benar membuat Hean terpaku sejenak. bayangannya justru tertuju pada kenangan masa lalunya bersama Agnes. mereka pernah melakukan ciuman seperti itu, hingga membangkitkan sesuatu dalam diri Hean.
"Ma,".
panggilan Hean seketika membuat Hema menengok ke arahnya. tangan pria itu terulur meraih wajah Hema dan mendekatkan hingga jarak di antara mereka benar-benar tipis.
"Hean...". Tak memperdulikan ucapannya, entah kenapa Hema tak bisa melakukan apapun ketika wajah pria di sampingnya benar-benar dekat.
"Apa - boleh?" tanya Hean dengan keinginan yang tidak bisa dibendung lagi. ingin sekali Hean mencium bibir ranum milik gadis itu.
Dan bodohnya, seharusnya Hema bisa menolak permintaan Hean. seharusnya ia bisa mengontrol dirinya, tapi kali ini beda. bahkan hati dan pikirannya mengkhianatinya. hingga yang dilakukan Hema hanya diam tak bergerak sama sekali.
__ADS_1
Hema yang terdiam, tidak mengiyakan atau menolak keinginan Hean. pun dengan pria itu, mengartikan bahwa gadis itu tak menolak. hingga Hean benar-benar mendekatkan wajahnya. deru nafas keduanya menerpa wajah dengan suara detak jantung yang mendominasi mengalahkan suara film yang masih terus berputar.
Hema memejamkan mata ketika benda lembut menempel di bibirnya. sungguh rasanya aneh, Hema sampai kehilangan kewarasannya. jantungnya seperti telah jatuh dari tempatnya.
Beda dengan Hema yang menegang, Hean justru mendominasi permainan mereka. Tak memperdulikan semua orang, walaupun pada kenyataannya mungkin tak ada yang melihat kelakuan mereka. karena tak banyak pengunjung yang menonton film kali ini.
Dunia serasa berhenti berputar. oksigen juga menipis seiring dengan perlakuan Hean yang ingin lebih dari yang ia lakukan saat ini.
hingga pria itu menjauhkan wajahnya dari Hema saat menyadari gadis itu telah gelagapan karena perlakuannya.
Masih dengan satu tangan yang menangkup dagu, Hean menghapus bibir Hema dengan ibu jarinya. menghapus memastikan bibir yang memerah itu tak meninggalkan luka sama sekali.
"Terimakasih...".
Setelah film selesai, Hean dan Hema berjalan keluar. tangan keduanya masih terpaut menyusuri lantai Mall.
"Lo ingin membeli sesuatu?". Seharusnya tak perlu bertanya karena Hean telah membawa Hema masuk ke dalam salah satu toko pakaian.
"Tidak,". tapi setelahnya Hema pasrah karena jawabannya tak menjadi pilihan mutlak bagi semuanya.
"Pilihlah sesuai keinginan lo... ini juga salah satu dari list keinginan lo bukan?. Hean berkata sambil tersenyum manis. membuat Hema menatap pria itu tanpa berkata-kata lagi. menatap Hean yang tersenyum teduh seperti itu benar-benar mampu mengalihkan dunianya.
Kencan mereka terlaksana sangat baik. banyak sekali toko yang Hean dan Hema kunjungi. bukan hanya pakaian, ada beberapa barang yang Hean beli untuk Hema. termasuk sepatu dan tas juga.
walaupun Hema semata menolak, tapi tak membuat Hean berhenti melakukannya. pria itu memaksa dengan ancaman akan mencium Hema lagi. dan apalagi yang Hema lakukan selain menuruti keinginan pria itu. entah berapa banyak uang yang Hean keluarkan untuk Hema kali ini. dan semua tak sebanding dengan ucapan terimakasih dari gadis itu.
"Terima kasih...". ucap Hema ketika mobil yang mereka kendarai telah membelah jalanan Ibukota.
"Kenapa? gue hanya ingin menepati janji saja..." jawab Hean.
Terimakasih itu masih terlalu awal untuk dirinya. karena masih ada banyak keinginan Hema yang belum bisa Hean wujudkan.
Gue hanya berharap waktu tidak akan cepat berlalu Hema...
Jadikan ini sebuah kenangan bahwa kita pernah sedekat ini... pernah saling tersenyum dan melakukan hal-hal bersama-sama...
Hanya bicara dalam hatinya saja, Mata Hean memanas. rasanya tak akan pernah bisa ia mengulang hal seperti ini lagi nanti. entah kenapa semakin hari berpikir, Hean semakin takut kehilangan kebersamaan dengan Hema.
rasanya gadis itu telah jauh masuk dalam hatinya. gadis itu mampu membuat harinya kembali cerah seperti dulu kala.
"Terimakasih Hean... terimakasih atas semuanya...". ucapan Hema benar-benar terdengar tulus.
menutup kisah kencan mereka hari ini. dan sebuah harapan muncul, berharap akan ada banyak hari yang mereka lakukan hari-hari berikutnya.
***
__ADS_1
Duh... salting sama Part kali ini...
Semoga syuka ya...