
HAPPY READING...
***
Setelah sempat menggoda Hema ketika berangkat tadi, pada padanya Hean jugaya masuk ke dalam kelasnya. baru saja duduk, sudah ada Dimas dan Jio yang langsung mendekatinya.
"Lama amat..." protes Jio.
"Mana ada, cuma 10 menitan doang..." elak Hean sesaat setelah mengamati jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Yang membuta gue heran, kenapa sampai lo tau kalau motor di parkiran itu adalah milik Hema... padahal lo tidak sedekat itu bukan?" selidik Hean pada Jio. karena tadi pagi Hean bisa menjemput Hema juga karena laporan Jio.
"Ya tau dong... Jio,". Jio menyombongkan dirinya. membuat Hean dan Dimas berdecak kesal. karena heran dengan kepedean pria itu yang jauh di atas ambang normal.
Tapi setelah berlagak sombong, Jio semakin tak enak melihat tatapan Hean yang tertuju hanya kepadanya.
pria itu memicingkan mata seolah hendak ******* habis Jio.
"Hahaha... jangan menatap gue seperti itu nyet!".
Yaelah... gitu aja marah...
Jio semakin menggeser tempat duduknya mendekati Hean, menepuk pelan paha sahabat yang dan mulai menjelaskan secara runtut bagaimana ia bisa tau kalau motor yang di parkiran adalah milik Hema.
"Gue kemarin pulang setelah hujan reda..." jawab Jio.
Ya, ketiganya ingat bagaimana cuaca kemarin siang. tapi karena Dimas nebeng mobil Hean, jadi tak bagi masalah baginya. beda lagi dengan Jio yang kemarin berangkat menggunakan sepeda motor.
ia tak bisa meninggalkan motornya begitu saja. hingga terpaksa harus menunggu hujan sedikit reda.
Tapi nyatanya, sambil menunggu hujan reda tak sengaja Jio melihat Hema tengah kesulitan menghidupkan motornya.
Jio memang hendak menolongnya tapi diurungkannya karena tiba-tiba Rendy datang dan membantu gadis itu.
Ya... Jio melihat semuanya termasuk apa yang Hema dan Rendy bicarakan.
"Jadi kalian pacaran?" tanya Jio penasaran.
Pacaran? maksudnya Hean dan Hema? batin Dimas.
"Menurut lo?". bukannya menjawab pertanyaan Jio, Hean justru berbelit-belit kembali melayangkan sebuah pertanyaan.
"Entah, kan bukan gue yang menjalaninya...".
"Dia menggemaskan tidak sih...". sebuah pujian lolos begitu saja dari mulut Hean. memvisualisasikan bagaimana sosok Hema. gadis berambut panjang yang menggemaskan.
"Jangan bilang kalau mirip dengan wanita masa lalu lo!" cerca Dimas.
Pertama kali bertemu dengan Hema, Dimas sedikit aneh. karena wajah gadis itu mirip dengan seseorang. tapi siapa?
__ADS_1
waktu itu Dimas masih belum menyadarinya.
hingga beberapa kali bertemu kembali, Dimas mulai menyadari bahwa ada kemiripan antara Hema dan wanita masa lalu sahabatnya.
Mulai dari rambutnya yang lurus panjang, postur tubuhnya yang memang sedikit lebih kecil daripada gadis lainnya, juga dengan senyum yang terkadang nampak menghias bibir Hema. hampir semuanya mirip, begitu Dimas menilainya.
Hean tersenyum, entah membenarkan atau mengelak ucapan Dimas barusan. tapi melihat senyum itu, entah kenapa Dimas sangat peka bahwa tujuan Hean mendekati Hema memang untuk mengenang kisah masa lalunya.
"Mereka berbeda nyet!" tambah Jio.
Bagaimanapun Hema adalah gadis lain. semirip apapun dia dengan seseorang, mereka tetaplah berbeda. tidak bisa menyamakan dia orang menjadi satu kesatuan.
"Memang apa yang gue lakuin?" Hean tak mau kalah. "Gue hanya bilang gemas dengan tingkahnya bukan... kalian saja yang terlalu aneh...".
"Ya kali aja lo mau nostalgia dengan kenangan lama... tapi dengan Hema bukan bersama dia!".
"Ck... pikiran lo kejauhan...". Hean masih tak terima dengan ucapan Dimas.
"Ngomong-ngomong bagaimana kabarnya ya?" Jio kembali bersuara. tapi seperti yang terlihat, pria itu mencoba membahas hal lain.
"Siapa?".
Dimas yang kebingungan mencoba bertanya.
bahkan sampai menatap Jio dan Hean bergantian.
"Wanita masa lalu Hean...".
"Apaan sih lo!". Hean tentu saja tak terima. hal yang dibahas akan kembali membuka masa lalu yang sudah ia coba untuk lupakan. bagaimana Jio kembali membuka hal itu.
walaupun tanpa Hean mengelak pun, semuanya tau bahwa gadis masa lalunya itu punya tempat tersendiri dalam hatinya. mungkin sampai sekarang.
"Ya kan mungkin saja dia masih kepo tentang hidup lo..." tambah Jio.
"Bahkan lebih dari itu... dia mencoba untuk kembali menghubungi Hean beberapa waktu yang lalu..." ucap Dimas spontan. hingga di detik selanjutnya pria itu sadar akan ucapannya yang seharusnya tidak ia ucapkan.
"Ember banget lo nyet!" umpat Hean. menendang kaki Dimas karena kesal.
"Benarkah?". Jio semakin bersemangat. ingin tau lebih lanjut bagaimana gosip itu.
"Lo tidak tau ya? ck... rugi rugi...". Dimas menjadi orang paling bangga karena ternyata Jio tak mengetahui hal itu.
"Oh pantas sahabat si monyet ganti ponsel baru...". Jio mulai sadar. Ternyata Hean mengganti ponsel juga nomornya memang karena suatu hal. ternyata karena wanita masa lalu pria itu yang mencoba untuk kembali menjalin komunikasi.
"Apa lo akan memaafkannya?" tanya Jio penasaran. bagaimana sikap Hean nantinya.
"Apa semuanya akan selesai dengan kata maaf? tidak kan...? gelas yang pecah tidak akan pernah bisa kembali utuh seperti sebelumnya... sama seperti gue, dia bisa saja kembali tapi untuk melihat Hean yang dulu, ia tak akan pernah bisa..." ucap Hean yakin.
menatap jauh kedepan dan kembali melanjutkan kalimatnya "Karena... Hean yang dulu telah mati 3 tahun lalu...".
__ADS_1
Semuanya sudah jelas. Hean tidak akan terganggu dengan kehadiran wanita masa lalunya. karena semuanya sudah selesai sejak 3 tahun yang lalu.
"Sudah lah jangan bahas hal itu lagi..." ucap Hean telak. dan topik pembicaraan tentang wanita masa lalu itupun usai.
----
Di lain tempat, lain juga musim.
Seseorang tengah duduk sambil melihat ponselnya.
Gadis berambut panjang yang sengaja diwarnai pirang tengah sibuk membuka akun sosial medianya. menggerakkan jarinya naik untuk mencari sesuatu.
Sudah sangat lama gadis itu tinggal di negara ini. tercatat sebagai mahasiswa di negara-negara ini, tapi tetap saja ada sebuah kerinduan ke tempat asalnya. Ya... banyak kenangan yang ia tinggalkan di negara asalnya. kenangan bersama dengan keluarga dan teman-teman spesialnya.
semua itu tidak bisa ia dapatkan di sini.
"Akhirnya ketemu...".
Sebuah senyum manis mengukir bibirnya. tak sia-sia ia menatap layar ponselnya cukup lama hingga sesuatu yang ia cari akhirnya ketemu juga.
Jemari tangannya yang lentik mulai mengetikkan sesuatu di sebuah pesan pribadi dalam kaun sosial medianya.
@Ag***
Halo... bagaimana kabarmu?
masih ingat denganku?
Sebuah pesan terkirim dimana di bawahnya ditambah dengan emoji senyum dan pelukan.
Hingga tak butuh waktu lama, pesan singkatnya mulai direspon. gadis itu semakin tersenyum senang.
@Intan99
Hai...
Mimpi apa gue semalam?
Halo kak, bagaimana kabarmu? sudah sangat lama kita tidak bertemu ya... kapan pulang?
@Ag***
Hehehe... aku sempat lupa password aku sosial mediaku... iya sudah sangat lama aku pergi bukan?
Ya sebentar lagi, setelah semuanya selesai aku akan kembali pulang... Bisa minta nomor mu?
Gadis berambut pirang itu terlihat senang setelah mendapatkan nomor ponsel seseorang. bibirnya semakin melengkung sempurna membayangkan bagaimana bahagianya semua orang ketika ia pulang ke tanah air nantinya.
Aku merindukan semua orang...
__ADS_1
***