JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 10


__ADS_3

Pagi ini Najwa sudah siap dengan baju terusan sampai ke bawah lutut berwarna biru. Dengan sedikit enggan, dia memoles sedikit wajah nya agar serasi dengan pakaian nya. Dia memakai sepatu flatshoes agar bisa berjalan dengan leluasa . Dia berencana akan ke klinik yang biasa dia kunjungi untuk memeriksakan keadaan kandungan nya. Setelah di rasa cukup dia meraih tas tangan nya lalu keluar.


Saat menuruni tangga dia melihat Yuni dan Bu Imas sedang membolak balik majalah fashion tertibkan terbaru. Mereka tampak sangat antusias melihat gambar - gambar baju , sepatu, tas dan lain - lain nya yang berhubungan dengan fashion. Mereka mengangkat wajah nya saat mendengar langkah yang mendekat. Tampak Najwa sudah rapi.


" Mau kemana lo ?? " kata Yuni tak suka


" Mah , aku izin ke klinik ya , hari ini aku mau USG . Mamah tenang aja , semua pekerjaan sudah beres, makan siang juga udah aku siapin di meja. ?!! " kata Najwa.


" Jangan keluyuran , kalau sudah selesai langsung pulang. . ?! " kata Bu Imas tanpa berniat menemani menantu nya keluar. Najwa mengangguk lalu pergi.


Saat baru keluar dari pagar, dia menyetop taksi .


***


" Apa ?? Baik terus awasi dia . jangan sampai terjadi hal yang buruk. Aku akan segera menemui nya.. ?! " kata Bima tampak senang. Dia meletakkan handphone nya lalu menuju walk in closet.


Tak lama dia menuruni tangga dengan wajah yang cerah. pak Sanjaya dan Bu Arma yang melihat tingkah cucu nya, tampak curiga.


" Bima, kamu mau kemana ? kok pake baju kasual ?? Gak kerja ?? " kata Bu Arma.


" Aku hari gak masuk Oma, aku mau nemuin seseorang . . ?! " kata Bima duduk di dekat Oma nya .


" seseorang ? siapa ? seorang gadis ? " kata Bu Arma kepo.


"Istri orang .. ?!! " jawab Bima enteng. hingga mendapat tepukkan keras di bahu nya.


" Kamu jangan ngawur ya. Jangan macam - macam. Dan jangan jadi pebinor. Oma gak suka.. ?!! " sarkas Bu Arma. Membuat Bima terkekeh pelan.


"Nih anak di bilangin malah ketawa..


" Oma, yang mau ngerebut istri orang itu siapa ? " kata Bima ambigu.


" Lah tadi kamu sendiri yang bilang mau nemuin istri orang . .?!! " sengit Bu Arma .


" Tapi kan Bima gak bilang mau merebut istri orang. cuma mau nemuin aja. . " kata Bima semakin jahil. Pak Sanjaya hanya tersenyum simpul mendengar perdebatan istri dan cucu nya.


" Bimaaa... !!!! " Bu Arma kesal. Bima tertawa kecil.


" Bima mau nemuin Najwa Oma. . Dan Bima berencana mau ngajakin dia kesini. boleh kan Oma ?? " kata Bima jujur.


" Najwa ? adik kamu yang sering kamu ceritain itu ? " kata Bu Arma . Bima mengangguk. setelah mendapatkan izin Bima langsung pergi dengan mengendarai mobil sport merah kesayangan nya.


* * *


Najwa tertawa riang saat melihat penampakan USG di monitor . janin nya tampak sehat . Menggeliat lincah saat alat USG mengitari perut Najwa. terasa tendangan nya cukup kuat. Mungkin dia merasa tidak nyaman , pikir Najwa


" kandungan ibu sehat dan perkembangan janin nya juga normal. Jenis kelamin nya laki-laki ya Bu. . ?! " kata bu dokter obygin .


" Kira - kira waktu persalinan saya kapan ya Bu dokter ? " kata Najwa tidak sabar bertemu anak nya.


dokter cantik itu tampak memeriksa kembali buku posyandu milik Najwa.


" Perkiraan sekitar 2 Minggu lagi. Tapi bisa mundur dan juga bisa maju ya Bu. Jadi ibu harus siaga, dan untuk melancarkan proses persalinan nanti , ibu harus berolahraga dengan rutin . . ?! " kata Bu dokter lembut.


" Baik dok. terima kasih. . ?! " kata Najwa lalu pamit.


sepanjang lorong klinik. Najwa tersenyum bahagia membayangkan diri nya sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Dia berjalan santai ke pinggir trotoar menunggu taksi. Saat sedang asyik dengan pikiran nya sendiri. Dia di kejutkan dengan sebuah mobil sport hitam berhenti di depan nya. Dia hanya diam. Namun sontak mata nya terbelalak dengan mulut yang sedikit menganga saat melihat seorang pria yang turun dari mobil itu. Pria itu tersenyum manis menghampiri Najwa yang tampak terkejut.


" Abang. . . !!! " kata Najwa tercekat.


" Najwa . . . !? " kata Bima tak bisa menahan perasaan rindu kepada adik nya. dia memeluk Najwa pelan . Najwa pun membalas pelukkan Abang nya dengan perasaan yang bercampur aduk hingga membuat tangis Najwa pecah. Bima membiarkan Najwa melepaskan semua beban nya di pelukkan nya. Dia mengelus lembut punggung najwa yang lebar dengan penuh kasih sayang. Setelah agak tenang. Bima lalu mengajak Najwa masuk ke mobil nya dan membawa nya ke sebuah kafe dimana dia sudah memesan ruangan VIP. * *


Di ruangan yang cukup tenang. Bima memperhatikan adik nya yang tampak lesu, mata yang sayu serta wajah yang tampak lelah. sekilas tangan Bima terkepal Penuh emosi saat mengingat perlakuan keluarga suaminya di rekaman kemarin. Perlahan kepalan tangan nya mengendur . Bima memanggil pelayan.


" Najwa pesan aja apa pun yang kamu . hari ini Abang traktir kamu. ?? " kata Bima .


" Beneran bang ?? kata Najwa senang. Bima mengangguk


Najwa memesan beberapa makanan . Bima tersenyum melihat mata Najwa yang berbinar. sambil menunggu pesanan datang . mereka mengobrol ringan dengan di selingi canda dan tawa. walau pun Najwa mencoba untuk tertawa seriang mungkin , Bima masih bisa menangkap kesedihan dan kesakitan nya di mata Najwa.


" kau berusaha menyembunyikan kesedihan mu dari Abang mu ? tapi kau tidak bisa Najwa. Abang janji sebentar lagi kau akan bebas dari rasa sedih mu itu. Klain keluarga baskara. tunggu tanggal main nya.. ?!!! " geram Bima dalam hati.


Tak lama pesanan mereka datang. Dengan lahap Najwa menyantap makanan nya yang tampak menggugah selera.


" Pelan - pelan makan nya. gak ada yang bakal merebut makanan mu.. ?! " kata Bima saat melihat Najwa sangat lahap .


" Abis makanan nya enak banget kak. .. ?! " kata Najwa . Bima membantu mengelap noda di bibir Najwa. Najwa hanya diam karena itu sudah biasa bagi nya .

__ADS_1


Wajah Najwa tampak puas setelah menghabiskan makanan nya. Bima tersenyum simpul melihat pipi Najwa yang cubby. Pandangan nya turun ke perut buncit Najwa yang tampak bergerak - gerak. Senyum Bima semakin lebar .


" Tak terasa sebentar lagi Abang akan jadi seorang paman.. ?! " kata Bima . Najwa tersenyum sambil mengusap perut nya.


" Doa in aja bang semoga semua nya lancar. . ?! " kata Najwa .


" kapan lahiran nya ? " kata Bima antusias.


"kata dokter sekitar 2 Minggu lagi. itu pun bisa maju atau mundur waktu nya.. ?! " kata Najwa.


" Wah gak sabar pengen ketemu ponakan Abang. Tapi kok kamu check up nya pergi sendiri ? Andi kemana ? " kata Bima mencoba memancing Najwa. Dan benar saja, raut kesedihan kembali mengisi mata Najwa membuat Bima geram.


" Dia sekarang lagi dinas ke luar kota bang. ? ! " kata Najwa pelan.


" Sudah berapa lama ? kata Bima menekan emosi nya.


" Sudah 2 hari.mungkin besok dia pulang. . " kata Najwa tanpa ekspresi. Bima menghela nafas dalam


" Ayo ikut Abang. Abang mau ngenalin kamu sama Oma dan opa. . ?! " ajak Bima.


" Tapi.. aku gak bisa keluar lama - lama bang. . ?? " kata Najwa bimbang


" Kenapa ? " kata Bima ingin tahu kejujuran adik nya .


" karena.. e eh.. karena ....


" Karena kamu harus ngerjain semua pekerjaan rumah ??? ! " kata Bima dingin membuat jantung Najwa berdegup kencang.


" darimana Abang tahu ??? " Najwa menatap lekat Bima penuh tanya.


" Abang tahu semua nya. Bahkan Andi pun tak peduli dengan perlakuan ibu dan saudara nya yang kasar terhadap kamu. Bahkan dia pun berubah dan menjauhi kamu kan ?? kata Bima penuh tekanan . Najwa hanya diam dengan wajah yang memerah.


" Abang bener kan Najwa ? iya kan ?? jawab Abang Najwa .. ?! " desak Bima dengan kasar


" Iya bang ... ?!!! " jawab Najwa dengan terisak.


" Abang harus membalas mereka. Abang akan bunuh suami kamu yang kurang ajar itu. . ?!!! " kata Bima penuh emosi seraya bangkit dari samping Najwa


" Abang .. Abang jangan bang.. ?! " teriak Najwa sambil menarik lengan Bima dengan tangis nya yang pecah.


" Kenapa ? kamu masih ingin hidup bersama bajingan itu ? menjadi pembantu mereka ha ? " bentak Bima . Najwa menggeleng.


Bima memeluk Najwa dengan iba. Perasaan nya sekarang menjadi campur aduk. Dia mengusap lembut rambut panjang Najwa . Najwa melerai dekapan Bima.


" Baik Abang turuti permintaan kamu. Tapi jika kamu butuh bantuan Abang. kamu hubungi Abang. Abang akan belikan kamu handphone untuk mempermudah komunikasi kita. Kalau kamu udah gak sanggup lagi menahan perbuatan mereka. kamu kasih tahu Abang. biar Abang ngasih mereka pelajaran. . ?! " kata Bima menghapus airmata Najwa. Najwa hanya mengangguk. Bima lalu mengajak Najwa pulang ke rumah keluarga Sanjaya.


Seperti Bima. Bima berhenti di salah satu outlet yang menyediakan berbagai macam merk handphone. Dia memilih salah satu handphone , tak lupa dengan SIM card nya. Setelah membayar belanjaan nya . Bima menyerahkan paperbag kecil tadi ke Najwa. Dia kembali melajukan mobil nya.


sepanjang jalan . Najwa sedikit bertanya tentang kehidupan Bima yang sekarang yang tampak sangat baik dari waktu mereka di kampung. Dengan sabar Bima menjelaskan semua nya. Najwa hanya mengangguk paham dengan cerita Bima.


Tak lama mobil sport hitam itu memasuki halaman sebuah rumah yang tiga kali lipat lebih besar dan mewah dari rumah keluarga baskara. Bima menuntun Najwa untuk masuk.


Saat memasuki ruang tamu. Terlihat dua orang paruh baya sedang mengobrol ringan.


" Opa, Oma ... " panggil Bima. kedua orang itu menoleh dan tersenyum. perempuan paruh baya itu bangkit menyambut kedatangan Bima dan Najwa.


" Bima kamu sudah pulang ? ini Najwa ya ?? ! " kata Bu Arma ramah. Najwa mencium tangan Bu Arma


Bu Arma mengajak Najwa duduk di dekat nya.


" Sudah beberapa bulan ? " tanya Bu Arma.


" sudah 8 bulan ... " kata Najwa ragu harus memanggil apa pada Bu Arma.


" Panggil saya Oma. dan itu suami saya , panggil dia opa, karena sekarang kamu sudah menjadi anak Rita yang berarti cucu kami juga.. ?! " kata Bu Arma mengelus bahu Najwa hangat.


" Baik Oma.. ?! " jawab Najwa terharu.


Mereka melanjutkan obrolan mereka dengan di selingi canda. Tak terasa hari sudah semakin siang. Najwa meminta Bima untuk mengantar nya pulang.


" Najwa, kapan - kapan kamu nginap ke sini ya.. ?! " kata Bu Arma.


" iya Oma. Najwa pamit dulu ya.. ?! " kata Najwa mencium punggung tangan Bu Arma lalu pak Sanjaya.


" Hati - hati Najwa. kalau ada apa - apa kamu hubungi kami ya.. Jangan memendam perasaan sendiri. . ?!! " nasehat pak Sanjaya lembut.


" Baik opa.. ?! " kata Najwa.

__ADS_1


Bima dan Najwa memasuki mobil yang berbeda. kali ini Bima mengantar Najwa dengan mobil yang bias saja. Dia belum mau mengungkap kehidupan sosial nya di hadapan keluarga suami Najwa .


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit. mobil putih berhenti di depan gerbang rumah pak Kadir. seorang pria langsung membuka pintu gerbang saat Najwa memanggil nya. Setelah mobil terparkir , Najwa dan Bima turun. Najwa langsung mengajak Bima masuk. Saat Najwa sudah masuk , Bima sengaja memperlambat langkah nya untuk mengetahui apa yang akan terjadi . Dan benar saja sebuah hardikan menyambut Najwa.


" eeh cewek kampung. kemana aja Lo ha , jam segini baru pulang. cari kesempatan Lo keluyuran ya... ?! " sentak Yuni.


" Gak kak. tadi aku ketemu Abang ku di jalan. . jadi kami mengobrol sebentar.. ?! " jawab Najwa pelan.


" alaaah .. gak usah alasan.. ?! " kata Yuni


" Maaf kalau Najwa pulang nya telat . tadi saya yang ngajak Najwa untuk mengobrol sebentar.. ini kesalahan saya .. maaf .. ?! " kata Bima merendah. Yuni terdiam melihat sosok laki - laki di hadapan nya. badan yang tinggi , wajah yang tampan dan kulit yang bersih. Terlihat dada nya yang bidang di balik t-sirth nya yang ketat. Yuni menelan Saliva nya.


" gila.. macho banget ni cowok..!! "


" Ayo bang duduk.. !" kata Najwa tak peduli dengan Yuni Yang melongo.


" ah iya.. ayo silahkan duduk.. !? " kata Yuni setelah sadar dari pikiran nya.


Bima pun duduk. Yuni mengajak Bima berbincang dengan wajah manis yang di buat - buat. Bima hanya menanggapi sikap Yuni dengan ramah.


" gila.. cool banget gaya nya. Bisa bisa nya tu cewek kampung punya Abang segagah ini.. waahh bisa kena diabetes nih gue kalau lama - lama lihat senyum nya ..!! " monolog Yuni dalam hati dengan wajah yang terpesona.


Setelah berbincang cukup lama. Bima pamit pulang.


" Najwa Abang pamit dulu ya. Ingat kalau ada apa - apa kamu hubungi Abang. Handphone nya udah siap pakai .. !? " kata Bima sebelum pergi.


" iya bang. Hati - hati ya bang. kalau ada waktu luang lagi. Abang kunjungin Najwa lagi ya... ?! " kata Najwa penuh harap.


" Iya nanti akan Abang usahain ya.. kamu jaga diri baik - baik ya.. ?! " kata Bima mencium kening Najwa lalu pergi. Yuni menatap sinis saat Bima mencium kening Najwa. ada rasa tidak terima di hati Yuni.


" Nama Abang elo siapa tadi ?? " kata Yuni lupa menanyakan nama nya.


" Bang Bima. . !? " kata Najwa meraih paperbag yang di bawa tadi di atas meja.


" Itu apa an ?? " kata Yuni


" ini handphone yang di beliin bang Bima tadi. . ?! " kata Najwa singkat lalu beranjak ke kamar nya meninggalkan Yuni yang menatap nya dengan pandangan yang sulit di artikan.


* * *


Disisi lain. Di sebuah kamar hotel yang berantakan tampak dua manusia berlainan jenis yang tampak bergelung di bawah selimut.


Cindy menatap lekat wajah andi yang sedang tertidur. Dia tersenyum puas dengan keberhasilan nya menjerat kekasih lama nya ini.


" Akan ku pastikan kau tidak akan bisa lari dari genggaman ku Andi. Akan ku buat kau menjadi milik ku satu - satu nya.. yah bagaimana pun cara nya... ?! " kata Cindy menyeringai licik.


Alih - alih dinas ke luar kota , siapa sangka ternyata Andi dan Cindy berlibur ke pulau Dewata. Selama 3 hari di Bali, Andi dan Cindy menghabiskan waktu dengan "bersenang - senang " dengan cara mereka sendiri. Sedikit pun Andi tak merasa bersalah atas apa yang telah dia lakukan di belakang istri gendut nya.


" Jangan salahkan aku berbuat seperti ini Najwa, Siapa suruh kau berubah gendut dan kusam , hingga membuat aku jijik.. ?!! " kalimat itu menjadi penghibur hati nya setelah dia melakukan perbuatan hina itu bersama Cindy.


* * *


Dengan sabar Najwa menunggu kepulangan suami nya hari ini. sambil menunggu , dia menyiram bunga di halaman depan sambil bersenandung kecil. Yuni dan Bu Imas pun tampak sedang menikmati secangkir teh sambil menikmati angin sore yang menyegarkan di gazebo yang terdapat di halaman depan. Tak lama sebuah mobil yang di kenal oleh wanita tadi memasuki halaman. Tak lama turun lah Andi dengan gagah . Yuni dan Bu Imas berlari menghampiri Andi.


" Akhir nya kamu pulang juga. mana oleh - oleh nya.. ? " sambar Yuni .


Yuni dan Bu Imas masuk dengan gembira setelah mendapatkan apa yang mereka mau. Najwa menghampiri Andi hendak mencium tangan suami yang di rindukan nya. Dengan tiba - tiba Najwa memeluk Andi dengan penuh kerinduan.


" Sayang ,, akhir nya kau pulang juga, aku kangen banget.. ?! " kata Najwa bahagia bisa memeluk dan mencium wangi tubuh suami nya.


" Najwa lepas... ?! " kata Andi berusaha melepaskan pelukkan Najwa.


" Tolong biar kan dulu seperti ini mas.. ?! " kata Najwa penuh harap. Namun harapan nya sia - dia . Andi mendorong Najwa dengan kasar hingga Najwa terjatuh dengan bokong terhentak ke tanah dengan keras.


"Aakkhh... " jerit Najwa.


" Sudah ku bilang gak usah sok romantis. dan gak usah menunggu aku pulang.. ?! " kata Andi sengit.


" Mas ,, tolong aku mas.. perut.. perut ku sakit mas.. aakkhh... ?! " jerit Najwa . wajah Najwa tampak pucat. wajah anti seketika ikut pucat saat cairan berwarna bening bercampur merah mengalir disela - sela paha Najwa yang meringis kesakitan..


" Mah.. mamaahh... ?! " teriak Andi panik.


Yuni dan Bu Imas tampak berlari menghampiri Andi .


" Ada apa sih Andi ? " kata Bu Imas.


" Mah .. Najwa mah.. Najwa berdarah.. tolong aku bawa dia ke rumah sakit... ?! " kata Andi membuat Yuni dan Bu Imas terkejut . mereka dengan susah payah membawa masuk Najwa ke mobil dan mereka segera menuju rumah sakit . . . .

__ADS_1


#**BERSAMBUNG. . .


HY GUYS TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR. JANGAN LUPA KASIH LIKE DAN VOTE UNTUK SUNTIKAN PENYEMANGAT BUAT OTHOR YA.. BYE . BYE..😘😘😘😘😘**


__ADS_2