
Mobil Andi memasuki halaman . Andi lebih dulu turun dan membukakan pintu untuk Cindy. Yuni turun dari kursi belakang.
" Awas hati - hati , nanti jatuh. .aku gak mau terjadi apa - apa dengan calon bayi ku . . ?! kata Andi melihat Cindy hampir terjatuh saat akan masuk pintu utama.
" Iya mas, . ?! " kata Cindy tersenyum senang melihat Andi begitu perhatian nya.
Mereka duduk diruang tamu.
" Najwaaa. . . ?!!! " teriak Yuni .
tidak ada jawaban.
" Najwa jangan pura - pura tidur , cepat bikin minuman, kita haus nih. . . !!!!! " teriak Yuni lagi. Tapi tetap tidak ada jawaban.
"Kemana sih ni orang . . . . !! "
Yuni bangkit menuju kamar Brian dengan menggerutu. Dia membuka pintu kasar.
" hee ,, masih berani melawan , haa. . . ?! !! " kata Yuni nyelonong masuk. Tapi dia harus kecewa karena kamar Brian kosong.
" Andiii . . . . !!!! " teriak Yuni melengking.
Andi yang mendengar teriakan Yuni , langsung menghampiri nya.
" kamu tunggu disini dulu ya . ?! "
Andi menaiki tangga dengan setengah berlari , lalu memasuki kamar Brian.
" ada apa kak ?? " kata Andi .
" Kamu lihat , lemari pakaian Brian kosong. Cuma kamu periksa . . ?! " kata Yuni .
Andi mengecek lemari pakaian Brian. Ternyata semua kosong. Andi lalu berlari ke kamar nya. Dia melihat lemari pakaian Najwa, hanya tertinggal daster yang sudah pudar. Dia memperhatikan seluruh ruangan . Mata nya tertuju pada meja rias yang tampak kosong.mata nya melirik atas lemari. dan ternyata koper Najwa sudah tidak ada . Dia kembali menemui Yuni.
" Koper Najwa tidak ada. berarti dia pergi dari rumah. . ?! " Andi menyimpulkan nya.
" Apa ?? dia benar-benar pergi . . ?!! " kata Yuni panik.
" loh , , kenapa ?? bagus Donk kalau dia pergi. berarti dia tahu diri. Aku harap dengan kepergiannya , semoga kehidupan di rumah ini kembali membaik. . ?! " kata Andi tanpa merasa cemas.
" Bego. . Kalau dia pergi , terus yang beresin rumah siapa ?? sorry ya , gue gak mau jadi babu di rumah sendiri . Elo harus tanggung jawab. . ?! " kata Yuni.
" Gampang , nanti aku cariin ART yang baru. . ?! " kata Andi.
mereka pun kembali ke ruang tamu. Tampak Cindy masih setia duduk di sofa. Yuni melirik meja yang masih kosong.
" Kamu gak bikin minuman , Cindy ?? " kata Yuni kesal.
" Bikin minuman ?? kak kau tahu sendiri aku lagi hamil muda , masih rentan banget. Masa aku bikin minuman ? aku takut nanti terjadi apa - apa sama calon bayi ku . . ?! " kilah Cindy.
" ya kali gue bikin minuman. gue kan calon nyonya di rumah ini. ?! " batin Cindy
" Cindy benar kak. Yah sudah , biar aku yang bikin minum. . ?! " kata Andi pergi ke dapur.
__ADS_1
" Kak , emang ada apa sampe bikin kakak teriak tadi ?? " kata Cindy.
" Najwa sama anak nya kabur. . ?! " kata Yuni
" kabur ?? bagus donk , jadi aku sama Andi bisa menikah tanpa hambatan. . ?! " kata Cindy senang.
" bener juga , kalau Andi sudah nikah sama Cindy. Andi gak usah capek-capek cari pembantu. Kan sudah ada Cindy. Jadi gaji buat pembantu bisa aku pakai buat perawatan. !? "
Andi datang dengan membawa baki berisi 3 minuman. Andi kembali duduk di samping Cindy
" sayang, kata kak Yuni istri kamu kabur ya ??? " kata Cindy tertawa dalam hati.
" iya . . ?! " jawab Andi lesu.
" Gimana kalau kita nikah dalam bulan ini juga ?? Supaya aku bisa melayani kamu sebagai suami aku. Dan juga , aku takut kalau terlalu lama di tunda , orang akan tahu kalau anak kita terlahir di luar nikah. Bisa kan sayang ??? " bujuk Cindy. Andi pun menyetujui nya .
" Nanti kita atur tanggal nya , ya . Sekarang kalian istirahat ya . ?! " kata Andi lalu menuntun Cindy ke kamar orangtua nya dulu . Sedangkan Yuni beranjak ke kamar nya.
* * * * *
Najwa meringis saat mencoba membaringkan tubuh nya dengan posisi tengkurap. Setelah berusaha cukup lama, akhir nya dia mendapatkan posisi nyaman. Dia sedikit bisa bersantai karena Brian saat ini bersama Oma dan opa. Mereka sengaja membiarkan Najwa sendiri agar dia bisa tenang dalam pemulihan nya.
Di ruangan nya , Bima tengah sibuk menyusun berkas surat gugatan cerai untuk Najwa. Semua persyaratan sudah terkumpul , termasuk bukti visum Najwa dan Brian. Bima menghubungi teman kuliah nya dulu , yang sekarang berperofesi sebagai pengacara untuk membantu menangani proses gugatan Najwa.
" Sekarang, tiba waktu nya kehancuran elo , Bajingan. . gue akan pastikan kalau penderitaan dan rasa sakit Najwa selama ini , akan gue balas dengan 100 kali lipat. . ?!! " seringai Bima.
Dia lalu keluar dari ruang kerja nya. Dia melangkahkan kaki nya ke arah kamar yang di tempati Najwa. Dia mengetuk pintu , namun tidak ada jawaban. Bima menepuk jidat nya saat melihat jam yang sudah menunjukkan waktu larut malam. Perlahan dia membuka pintu kamar Najwa , tampak Najwa tidur dengan posisi tengkurap. Bima melangkah pelan agar tidak menimbulkan suara yang membangunkan Najwa. Dia mensejajarkan tubuhnya dengan Najwa. Bima menatap wajah Najwa yang tampak lelah dalam tidur nya. Bima menghela nafas.
" Teruslah tersenyum seperti itu. . selamat mimpi indah , adikku. . ?! " kata Bima lalu keluar dari kamar Najwa .
Bertepatan dengan Bima menutup pintu kamar Najwa, dia mendengar suara mobil berhenti di halaman. Bima langsung menuruni tangga lalu menuju pintu.
Ceklek
Senyum Bima mengembang saat melihat kedatangan orangtua nya bersama Kelvin. Kelvin nemang di minta oleh Bima untuk menjemput mang oyong dan Bu Rita , agar Najwa merasa lebih tenang .
" ayah, ibu . . kalian sehat kan ?? " kata Bima mencium punggung tangan kedua nya.
" Baik , apa yang lain sudah tidur ?? " kata Bu Rita.
" Iya Bu , ayo masuk. . ?! " kata Bima .
Mereka duduk di ruang tamu di temani secangkir minuman hangat . Bima memperhatikan wajah mang oyong yang sulit di artikan.
" Bima, bagaimana keadaan Najwa dan Brian ?? " mang oyong angkat bicara.
" Brian sekarang bersama Oma dan opa , ayah. Sedangkan Najwa saat ini dalam pemulihan. . ayah tidak usah khawatir . Bima akan mengurus semua nya. . ?! " kata Bima.
" Ayah merasa gagal dalam melindungi Najwa , ayah merasa sangat bersalah pada alm. kakak . . ?!! " kata mang oyong pelan.
" pak, sudah jangan dipikirkan , toh Najwa sekarang sudah menyadari kalau keputusan dia untuk bertahan itu kurang tepat . Yang penting sekarang kita kasih dia dukungan dan mencoba untuk menghilangkan efek traumatik untuk menjalani hidup kedepannya. Belum terlambat untuk menebus waktu yang terbuang sia-sia . Mulai sekarang kita lakukan yang terbaik untuk mendukung dan menemani Najwa . ?! " hibur Bu Rita.
usaha Bu Rita berhasil, terbukti dengan raut wajah mang oyong yang mulai sedikit tenang.
__ADS_1
" Apa yang di bilang ibu benar , Mulai sekarang kita dukung Najwa menata kehidupan baru nya. Jangan sampai kesalahan terulang kembali. ?! kata Bima .Ucapan Bima di angguki oleh Bu Rita dan mang oyong. Setelah itu Bu Rita dan mang oyong pamit ke kamar untuk beristirahat.
" Kelvin, bagaimana hasil nya ?? " kata Bima setelah orangtua nya pergi.
" Ternyata benar dugaan elo Bim. Najwa mengkonsumsi obat vitamin yang diberikan oleh perempuan itu , dengan menggunakan nama Andi. Hingga tubuh Najwa kembali gemuk , bahkan sekarang lebih gemuk dari saat dia hamil. . . ?! " kata Kelvin menyodorkan sebuah kertas hasil uji lab.
Saat Bima menghampiri Najwa di kamar nya , dia melihat Najwa menelan obat berbentuk kapsul bening yang berisi cairan berwarna kuning emas. awal nya Bima tidak curiga . Tapi saat melihat botol nya yang tak di tempeli merk apapun , Bima sedikit curiga. Lalu dia menanyakan asal muasal obat yang di yakini Najwa sebagai vitamin itu. Najwa menceritakan semua nya. Bima meminta sebutir kapsul dengan alasan ingin mencoba nya . Tanpa ragu Najwa memberikan nya. Setelah menerima nya , tanpa mengulur waktu , dia langsung menghubungi Kelvin dan meminta nya untuk mengantarkan kapsul itu kepada Jhonatan , teman Bima yang berprofesi sebagai dokter. Dan ternyata hasil nya sangat mengejutkan.
" Entah lah , gue harus mengumpat atau berterima kasih kepada perempuan itu, berkat obat pemberian nya Najwa bisa melihat sifat asli suaminya , serta mendapat hinaan dan siksaan dari suami nya hingga dia memutuskan untuk keluar dari keluarga Baskara. ?! " kata Bima.
" Mungkin dengan meringankan hukuman yang akan diterima nya, bisa di anggap sebagai rasa terima kasih kita. .. ?! " usul Kelvin. Bima terkekeh .
" Mungkin itu sedikit adil untuk dia. .Baik lah , kau beristirahat lah . . Kita akan menjalani kesibukan yang cukup padat. . ?! kata Bima bangkit di ikuti Kelvin .
Disisi lain, Andi dan Cindy tampak sedang bercengkerama didalam kamar Andi.
" mas , kapan kamu nikahin aku , aku takut perut ku semakin membesar. ?! " rengek Cindy manja di pangkuan Andi.
" Minggu depan aku bakal nikahin kamu. kamu yang sabar ya . . ?! " kata andi.
" janji ????? "
" janji . . !!! "
_____________
seminggu kemudian , rumah Andi tampak ramai , Ruang tamu pun sudah di hiasi dekorasi dengan nuansa hijau putih. Para tamu undangan mulai berdatangan.
" Mas Andi , Najwa kemana kok gak pernah kelihatan ?? terus kok mas Andi nikah lagi ? kan masih punya istri ? apa Najwa udah kasih izin ?? kata Bu RT .
" Najwa sekarang lagi sakit Bu . maka nya sekarang dia lagi di kampung . Pengen ketemu orantua nya . ?! jawab Andi.
" ooh. . ?! " semoga pernikahan ke 2 nya langgeng ya nak Andi. ." doa Bu RT
kini Andi dan Cindy sudah duduk berhadapan dengan penghulu. Andi mulai menjabat tangan penghulu.
" Saudara Andi siap ??
" siap pak. . . "
" baiklah , bisa kita mulai ??
" bisa pak . .?!
" Saudara Andi Saputra , saya nikah kan dan kawinkan engkau dengan saudari Cindy Amelia dengan mas kawin satu set perhiasan dibayar tunai. . . ."
" Saya . . .
" Tunggu . . . .!!!!!! "
#***BERSAMBUNG
MAKASIH BUAT YANG SUDAH NGE-LIKE KARYA AUTHOR. JANGAN LUPA KOMENT NYA YA . . . BYE***
__ADS_1