
Di sebuah kafe , Alan dan Leni duduk satu meja . Leni terlihat senang kala Alan meminta untuk bertemu dengan nya secara empat mata . Tapi tidak dengan Alan .
" ada apa Al . ? apa kau merindukan ku . ? " kata Leni menggoda Alan .
" jaga ucapan mu . Takut nya aku tidak bisa menahan emosi ku . Leni , sekali lagi aku katakan mulai detik ini jangan dekati keluarga ku bahkan berani ingin mencelakai keluarga ku . Ini peringatan terakhir , jika sampai aku menemukan kau kembali ingin mencelakai istri dan anak-anak ku , maka jangan menyesal jika aku akan bertindak di luar pemikiran mu . Camkan itu . . ! " kata Alan dengan suara dingin lalu bangkit dari kursi nya dan pergi meninggalkan Leni yang masih terdiam . Tatapan Leni berubah tajam melihat punggung Alan yang semakin menjauh .
" Kau telah merebut semua hal dari ku , Najwa . Baiklah , karena kau sangat menikmati hidup mu dengan harta mantan suami ku . Maka aku tidak akan tinggal diam , karena semua milik Alan , harus menjadi milik ku kembali . . " kata Leni dengan senyum miring . Dia meraih ponsel nya dan menghubungi seseorang .
" halo , lakukan rencana B . .. .baik , tapi jika kau gagal kali ini maka terima akibat nya . . ! " kata Leni langsung menutup telpon nya . Dia meraih tas tangan nya dan pergi dari kafe .
" hey . . tunggu . . ! "
Langkah Leni terhenti saat mendengar sebuah suara yang menghentikan nya dan menoleh ke belakang nya . Leni mengernyitkan alis nya saat melihat seorang cewek menghampiri nya .
" Siapa ya . ? " kata Leni .
"Tadi gue gak sengaja denger elo nyebut nama Najwa . Dan seperti nya elo punya dendam sama dia . Apa Najwa yang elo maksud itu adalah mantan model yang kini menjadi istri seorang desainer terkenal itu . ? "
" Gak ada urusan nya sama elo . . ! " kata Leni langsung berbalik arah dan melangkahkan kaki nya .
" Tapi kita bisa jadi partner . . ! " kata Cindy membuat Leni kembali berhenti . Dia menoleh ke arah Cindy , tampak Cindy tersenyum miring dengan sorot mata yang penuh dendam dan amarah .
skip
Leni dan Cindy kini duduk berhadapan di meja yang di duduki oleh Alan dan Leni tadi . Setelah mengenalkan diri masing-masing , mereka mulai membahas tentang dendam mereka pada Najwa .
" Jadi elo juga pernah berurusan sama Najwa . ? " kata Leni . Cindy mengangguk seraya melepas pipet minuman nya dari mulut nya .
" Benar . Dia mempermalukan gue di depan umum . Sumpah gue pengen banget cakarin wajah Najwa waktu itu . . ! " kata Cindy mengepalkan tangan nya dengan wajah yang tampak marah .
" Memang nya kenapa sampe dia mempermalukan elo di depan umum . ? " kata Leni .
" eeh , ,aah itu gak penting . Yang penting sekarang kita harus menyusun rencana yang bagus untuk membalas dendam pada Najwa . . ! " kata Cindy merasa enggan menceritakan masa lalu nya pada Leni .
" Elo benar . . . hmm , , gue masih ada urusa , gue harus pergi . . " kata Leni melirik jam di tangan nya .
" Ok . Nanti kabarin gue lagi . . " kata Cindy .
__ADS_1
" Ok . ! "
Leni pun meraih tas nya dan pergi meninggalkan Cindy yang menatap nya kagum .
" Outfit yang di kenakan Leni semua nya branded . Dia pasti orang kaya , kalau gue berhasil mendekati dia setidak nya gue bakal kecipratan pamor nya . Najwa . . Gue udah lama pengen balas dendam sama elo , tapi sayang gue belum bisa . Tapi sekarang gue udah punya partner yang sama-sama punya dendam sama elo . Kita tunggu tanggal main nya dan kita lihat kehancuran elo . hehehe . . !! " kata Cindy tampak bersemangat . Dia pun meraih tas nya dan pergi meninggalkan kafe .
* * *
Alan tersenyum melihat Najwa yang tampak
kesal karena tidak bisa menjangkau jari kaki karena hendak memotong kuku nya . Alan terkekeh saat melihat Najwa menghembuskan nafas nya kasar .
" Sini aku bantu . . " kata Alan langsung mengambil gunting kuku dari tangan Najwa dan memotong kuku kaki Najwa . Najwa tersenyum menatap wajah sang suami yang tampak serius melakukan pekerjaan nya .
" aku tahu kalau aku tampan , Sayang . . " kata Alan menoleh .
" Iya , suami ku memang tampan . Walau banyak laki-laki yang aku lihat , tapi menurut ku suami ku ini yang paling tampan . Gak ada dua nya . . " kata Najwa . Alan tertawa kecil mendengar ucapan sang istri . Walau kata-kata nya terdengar gombalan biasa , tapi mampu membuat hati Alan merasa bangga di puji langsung oleh sang istri .
" hehe , sejak kapan istri ku yang seksi ini pintar menggombal , hmm . . ??! " kata Alan mencubit lembut pipi cubby Najwa .
" Apa salah nya . ? aku suka pipi bakpau ini . kalau aku merasa lapar di tengah malam . aku gak perlu repot lagi ke dapur , tinggal bangun terus , haap . tinggal makan bakpau ini aja . .hahahaha . . . ! " Alan tertawa melihat Najwa cemberut .
" Gak lucu . . " kata Najwa merajuk .
" Hey , hey . Lihat , twins , mommy ngambek . . . Tapi , ,makin ngambek kok mommy makin cantik ya . . ." goda Alan .
" iiish , , apa sih . . ! " kata Najwa menyembunyikan senyum nya . Alan tertawa dan menarik Najwa ke dalam pelukan nya .
" Sayang , maafin aku ya . Makin hari badan aku makin gede dan susah untuk beraktivitas . Jadi nya kamu yang mengurus semua keperluan aku . Padahal kan seharusnya aku yang melayani kamu . Maafin aku ya udah ngerepotin kamu . . " kata Najwa mendongak kan kepala nya yang masih dalam dekapan Alan .
" Syuuut . . kamu ngomong apa sih . Siapa yang bilang kamu ngerepotin aku , hmm . ?? " kata Alan menyampirkan rambut Najwa .
" Gak ada sih . cuma aku aja yang ngerasa udah ngerepotin kamu . " kata Najwa lirih . Alan tersenyum dan menangkap kedua pipi Najwa .
" Sayang , dengar . Aku gak pernah ngerasa kalau kamu ngerepotin aku . Justru aku senang bisa menemani dan meringankan beban kamu . Kamu mengandung anak ku , buah hati kita . Apalagi kamu mengandung anak kembar . Jadi wajar donk , aku sebagai suami dan ayah dari anak yang kamu kandung juga ikut berperan dalam masa kehamilan mu . Sebelum nya kamu yang merawat dan udah melayani semua kebutuhan ku . Karena keadaan kamu sekarang , ruang dan gerak kami terbatas dan gak bisa bergerak sesuka hati , maka aku bersedia menjadi kaki dan tangan kamu . Jadi jangan pernah merasa kamu menjadi beban . Gak , itu gak benar . . " kata Alan lembut menatap Najwa dengan penuh cinta .
" jika nanti setelah melahirkan badan ku tetap seperti ini , apa kamu . . .
__ADS_1
" Aku gak akan pernah nyalahin kamu dan gak akan pernah meninggalkan kamu . Sayang , jangan samakan aku dengan mantan suami mu . aku berbeda dari mantan suami mu yang memandang seorang wanita hanya dari fisik . Jangan pernah berpikir seperti itu lagi . . ! " kata Alan mengusap sudut mata Najwa yang berair .
" Beneran kamu gak akan ninggalin aku kalau badan aku gemuk lagi , ? " kata Najwa serak .
" Gak akan . Kamu pegang kata-kata ku . Aku , Alanda Smith berjanji tidak akan pernah meninggalkan kamu walau bagaimana pun keadaan kamu . Kecuali jika kamu yang meminta ku untuk pergi . Apa kau percaya dengan janji ku ini , istri ku . " kata Alan dengan sepenuh hati . Najwa tersenyum dan mengangguk . Alan ikut tersenyum dan mengecup kening Najwa lembut lalu memeluk nya . Tapi kemesraan itu tidak berlangsung lama karena terdengar suara ketukan dari luar .
" Kamu duduk dulu , biar aku yang buka . " kata Alan bangkit dan membuka pintu kamar .
ceklek
" Tuan , saya di suruh bi Sarmi nganterin susu buat nyonya . . " kata Ratna . Alan menatap segelas susu di baki yang di bawa Ratna . Dia mengambil gelas itu lalu menutup pintu . Saat dia membawa gelas susu itu ke meja , Najwa langsung terlihat tegang .
" Sayang ada apa . ? " kata Alan .
" Barusan Sandy nelpon , dan kata nya . . . . " Najwa membisikkan sesuatu pada Alan .
Sementara itu ,Ratna yang tengah membersihkan ruang tamu , melihat Alan yang tampak pergi dengan terburu-buru .
" Bi Sarmi. . ! " kata Alan sedikit keras .
" saya tuan muda . . " kata bi Sarmi datang tergesa-gesa .
" Saya harus pergi karena ada masalah di butik . Tolong jaga istri saya dan anak-anak . . " kata Alan
" baik tuan muda . Hati-hati , gak usah ngebut . . " kata bi Sarmi . Alan yang sudah biasa dengan ocehan bi Sarmi yang sudah merawat nya sejak kecil hanya tersenyum dan mengangguk lalu pergi . Begitu melihat Alan sudah pergi bi Sarmi pun langsung naik ke lantai dua . Dan tak lama bi Sarmi pun kembali turun dengan membawa gelas susu yang sudah kosong .
" Apa nyonya sudah istirahat ,bi . ? " kata Ratna .
" Sudah , memang nya kenapa . ? " kata bi Sarmi
" gak apa-apa . . " kata Ratna . Bi Sarmi pun pergi untuk melanjutkan pekerjaan nya . Ratna melirik jam di dinding .
" Kata nyonya Leni , obat aborsi itu akan bereksi setelah satu jam di konsumsi . Ok , aku harus memberi tahu nyonya kalau susu itu sudah di minum oleh Najwa . " kata Ratna berjalan menuju ke suatu tempat dimana dia biasa menghubungi seseorang . Tanpa dia sadari , sepasang mata tajam memperhatikan gerak-gerik nya dengan tersenyum devil .
" Ok , saksi sudah di dapat . Tinggal menemukan barang bukti nya . .kalian telah berani berniat mencelakai nona ku . Kalian harus menerima akibat nya . . " kata seorang pemuda .
BERSAMBUNG
__ADS_1