JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 29 PINDAH RUMAH


__ADS_3

Beberapa bulan setelah kejadian itu. Najwa semakin waspada jika mengajak Brian keluar. Tapi untung nya Brian tidak mengalami trauma atas kejadian itu. Semakin hari Brian semakin menggemaskan dengan tingkah nya yang lucu . Bicara nya pun semakin lancar .


Hari ini adalah kepindahan Najwa dan Brian ke rumah pemberian Andi . Semua keluarga Sanjaya telah berlalu membujuk Najwa agar tetap tinggal bersama mereka . Tapi Najwa tetap pada pendirian nya. Najwa tetap akan pindah , dia ingin hidup mandiri dan ingin membesarkan putra nya dengan hasil keringat nya sendiri. Akhir nya mereka pasrah dan tak memaksa Najwa lagi. Bima mengantar Najwa dan Brian dengan mengikuti mobil Raka , karena Raka juga ingin mengantar Najwa dan Brian. Sedangkan Bu Rita dan mang oyong sudah kembali ke kampung.


Rumah itu terlihat sederhana , berlantai dua dan di cat dengan warna orange dan abu-abu . Halaman nya pun cukup luas dengan di hiasi beberapa jenis bunga yang sepertinya baru di rapikan . Suasana nya boleh di bilang ramai. Hana menyukai rumah itu karena rumah nya terletak di pinggir jalan alternatif. Cocok untuk membuka usaha rumahan. Rumah samping kiri dan kanan nya tampak semua nya berpenghuni .


Untuk urusan perabot rumah. Bima sudah mengatur nya beberapa hari sebelum kepindahan nya , agar tak terlalu merepotkan Najwa . mereka tinggal membawa pakaian dan keperluan lain nya.


Najwa mengucapkan salam saat membuka pintu rumah nya. di balas oleh Bima dan Raka.


" Wah , rumah nya terasa nyaman ya. . . ?! " kata Najwa.


" kamu suka dengan perabotan nya wa ?? kalau gak cocok biar Abang ganti lagi. .?! " kata Bima .


" Bagus kok. aku suka . makasih ya bang . . ?! " kata Najwa . Bima mengangguk.


" Abang antar Brian ke kamar nya dulu . .?! " kata Bima menggendong Brian yang sudah tertidur.


" Sebaik nya Brian tidurin di kamar aku aja bang . Aku belum yakin jika Brian tidur sendiri. .?! " kata Najwa .


Mereka naik ke lantai 2 , Najwa memeriksa kamar , ternyata kamar nya berada di depan dan langsung terhubung ke balkon atas. Dia tersenyum saat berdiri di balkon. pemandangan nya menenangkan dan udara nya juga sejuk. Najwa memperhatikan sekeliling nya dan mengingat tempat-tempat yang akan dia perlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari . Untung nya Ada toserba di seberang rumah Najwa. Najwa juga melihat ada masjid tak jauh dari rumah nya .


" Ayo , kita turun. .?! " ajak Bima.


Saat mereka di lantai bawah . Raka masih stay duduk di sofa berwarna merah itu.


" Bang , aku keluar sebentar ya . aku mau cari makan dulu buat kita . Sekalian mau tegur sapa sama tetangga . .?! " kata Najwa .


" Mau Abang temanin ? " tawar Bima. Najwa menggeleng .


Najwa melangkahkan kaki nya keluar dan memperhatikan halaman depan. Dia sedikit merasa aman saat melihat sekeliling rumah nya sudah di pagar besi setinggi dada orang dewasa. untuk pagar belakang dibangun dinding yang cukup kokoh dengan bagian atas nya di taburi pecahan beling untuk mencegah orang-orang yang berniat buruk. Di sudut kiri kanan halaman terdapat pohon yang cukup rindang. Di sudut kiri ada pohon mangga , dan di sudut kanan ada pohon jambu air . Di bawah pohon mangga sudah di buat bangku panjang untuk bersantai.


Najwa melanjutkan langkah nya keluar pagar. Dia tersenyum manis pada ibu-ibu yang sedang berkumpul di salah satu halaman tetangga nya .


" Assalamualaikum ibu-ibu . . ?! " sapa Najwa


" Waalaikumsalam . . neng penghuni baru rumah itu ya ?? " kata salah satu ibu yang memakai hijab.


" iya Bu , perkenalkan nama saya Najwa . . . ?! "


" saya Siti . . ?! kata ibu yang berbaju merah .


"Susan ,. ?! " kata ibu berbaju daster.


" Saya Ida , saya ibu RT Disini . kalau neng maka ada apa-apa bisa hubungi saya , ya . ?! yang memakai hijab


" Alhamdulilah , saya di sambut dengan baik. kalau ibu-ibu ada waktu senggang , main kerumah ya Bu . Oh iya hampir lupa . Di dekat sini ada warteg gak ya ?? "


" Oh ada neng , kebetulan yang punya warteg itu ipar saya . Ayo saya antar , sekalian saya juga mau beli lauk . .?! " kata ibu Susan .


" Ayo Bu . .?! "


Najwa berjalan bersama Bu Susan . Ternyata Bu Susan tipe orang yang ceria hingga Najwa cepat akrab dengan nya .


Setelah membeli makanan . Najwa pamit pulang . Tak lupa mengundang Bu Susan untuk bermain ke rumah nya . Najwa berjalan kembali ke rumah nya yang berselang 5 rumah .


Sesampai nya di rumah , dia langsung menyiapkan makan siang. Mereka makan di meja makan berbentuk segi panjang dengan 4 kursi. Setelah makan , Najwa berencana untuk berbelanja keperluan dapur dan kebutuhan lain nya . Bima ingin mengantar Najwa tapi berhubung Brian masih tidur , Bima tetap di rumah karena Brian sudah terbiasa dengan Bima . Maka Raka lah yang mengantar Najwa belanja .


Najwa dan Raka mengendarai mobil menuju minimarket . Saat masuk ke toko , Najwa langsung menarik troli dan mulai berkeliling mencari barang yang dia perlukan.


" Bu Najwa , biar saya yang dorong troli . Bu Najwa ambil aja barang-barang yang di butuhkan. . ?! " kata Raka meraih dorongan troli .


" Apa gak apa-apa pak Raka ?? " kata Najwa tidak enak .


" Gak apa-apa . ayo jalan lagi . dan tolong jangan panggil saya dengan sebutan pak . saya merasa sangat sudah tua . . . ??! " kata Raka .


" Baik lah . .kalau saya panggil mas Raka , boleh ?? "


" Itu lebih baik. .?! " kata Raka tersenyum .


Najwa berjalan dengan tangan nya yang sibuk meraih barang-barang yang dia butuhkan . Sekilas orang melihat gerak gerik Najwa dan Raka , akan mengira kalau mereka adalah sepasang suami istri . Troli yang didorong Raka hampir penuh oleh barang belanjaan Najwa .

__ADS_1


" Mas Raka duluan aja ya ke kasir . Saya mau ke rak sana dulu . ?! " kata Najwa


" Baik lah . ?! "


Raka mendorong troli menuju kasir . Sedangkan Najwa berjalan menuju rak yang berisi keperluan wanita . Setelah mendapatkan barang yang dia cari , dia berjalan sedikit cepat karena takut Raka menunggu terlalu lama. dia melihat antrian cukup panjang. Najwa mengernyitkan alis nya saat melihat wajah Raka yang tampak gelisah .


" Mas Raka , ada apa ? apa ada masalah ??


" Maaf Najwa sebelum nya , tadi saya dapat kabar kalau ayah saya masuk rumah sakit karena tensi darah nya naik. .?! " kata Raka menghilangkan sebutan ibu pada Najwa .


" Astaghfirullah , lalu kenapa mas Raka gak balik ?? "


" Saya gak enak ninggalin kamu disini . .?! " kata Raka ragu.


" Ya Allah mas , gak usah mikirin saya , ayah mas Raka lebih penting . Sebaiknya mas Raka cepat balik gih , ayah nya pasti membutuhkan mas Raka . . ?! "


" Beneran nih gak apa-apa . .?! "


" Beneran mas . Gak usah khawatir masalah barang belanjaan saya . Nanti saya bisa panggil ojek . .udah sana berangkat , biar gak kemalaman. Makasih ya udah ngantar kami pindahan. Nanti biar aku yang ngomong sama bang Bima . Kapan-kapan kalau ada waktu , main kesini lagi ya . .?! "


" Baiklah . kalau begitu saya berangkat . .?! "


Raka pergi dengan tergesa-gesa. Najwa mengambil alih troli dan menunggu antrian. Seraya menunggu antrian Najwa memainkan ponsel nya. Setelah menunggu beberapa waktu , tiba giliran Najwa. Najwa meminta tolong pada seorang penjaga toko untuk mengemas belanjaan nya kedalam kardus. Sementara barang di kemas , Najwa menunggu di teras toko . Tak lama penjaga toko membawa belanjaan Najwa yang sudah di kemas kedalam 3 kardus berukuran sedang. Najwa memandang sekeliling nya untuk mencari kendaraan.


" mbak butuh tukang ojek ?? " kata seorang pria .


" iya nih pak. . apa bapak tukang ojek ?? "


" Iya mbak , ini semua barang-barang mbak ?? "


" iya pak . bapak bisa bawa barang-barang saya ?? "


" Bisa mbak . Tapi kalau sama mbak nya gak muat. Gimana kalau mbak naik ojek lain ?? "


" boleh deh pak . bapak panggil teman bapak aja ya , saya belum paham sama tukang ojek disini , soal nya saya baru aja pindah . .?! "


" oh baik . bentar saya telpon Teman saya dulu . .?! "


" Rumah nya dimana mbak ?? "


" Arah kanan , lurus aja nanti saya tunjukan. .?! "


mereka mengikuti arahan Najwa . Tak sampai 10 menit . Mereka sampai dirumah Najwa . barang-barang sudah diturunkan.


" Berapa bang ?? " tanya Najwa .


" 20 ribu aja neng . .?! "


" Berdua ?? " tanya Najwa .


" Iya neng . .?! "


" ini bang . . makasih ya . .?! " Najwa memberikan uang 15 ribu pada masing-masing tukang ojek .


" wah , makasih neng . .?! " kata mereka lalu pergi .


"Hana , kok kamu pulang naik ojek ?? Raka mana ? " kata Bima yang baru keluar sambil menggendong Brian.


" Raka tadi langsung pulang bang . Tadi dia dapat kabar kalau ayah nya masuk rumah sakit . ?! " kata Najwa sambil mengambil Brian dari Bima .


" oh , ya udah masuk gih . Biar Abang yang bawa barang nya . . ?! "


Najwa masuk sambil menggendong Brian. Dia langsung menuju dapur . disusul Bima yang mengangkat kardus satu persatu . Najwa mendudukkan Brian di atas meja dan memberinya biskuit . Najwa mulai menyusun barang-barang belanjaan nya .


Tak terasa hari sudah sore . Dengan berat hati , Bima berpamitan untuk pulang . Najwa tersenyum melihat Abang nya .


" Abang gak usah khawatir , kami akan baik-baik aja kok . Abang percaya ya sama Najwa . .?! " bujuk Najwa .


terlihat Bima menghela nafas panjang.


" Baiklah . Abang percaya sama kamu . Kalau begitu Abang pamit dulu . ingat kalau ada apa-apa , kamu harus hubungi Abang . Brian jangan nakal ya ...?! " kata Bima mencium Brian .

__ADS_1


" Dadah uncle . .?! " Najwa melambaikan tangan Brian saat mobil Bima mulai melaju .


Najwa menatap kepergian mobil Bima dengan diam. Setelah mobil itu menghilang , dia menghela nafas panjang .


" Aku harus kuat , aku pasti bisa bangkit . Dan akan berusaha sekuat tenagaku untuk membesarkan Brian. Akan ku buktikan pada Andi bahwa aku bisa hidup tanpa dia . .?! " batin Najwa . Brian memberontak hendak turun dari gendongan Najwa .


" Brian mau main ya ?? ayo main , kebetulan halaman kita cukup luas . .?! " kata Najwa menurunkan Brian lalu penutup pintu pagar dengan menggeser pintu lalu mengunci nya .


Brian tampak riang berlari kesana kemari . Najwa tersenyum dan menghampiri nya . Brian tertawa riang saat mamah nya mengejarnya . Setelah bermain cukup lama , Najwa membawa Brian masuk karena hari mulai senja . Mereka lalu mandi dan berencana untuk makan di luar .


____________


Di sebuah rumah sakit , Andi mondar mandir di depan ruang bersalin. wajah nya terlihat cemas .


" Ya tuhan , semoga anak dan istri ku baik-baik aja. .?! " lirih Andi.


Siang itu , saat Andi sedang berada di kantor , dia mendapat kabar dari bi Sumi kalau Cindy kontraksi dan langsung di larikan ke rumah sakit . Dengan perasaan bercampur aduk , dia langsung menuju rumah sakit ya g di sebutkan Bu Sumi tadi.


Saat Andi Tiba di rumah sakit . hatinya terenyuh saat melihat Cindy yang menjerit menahan sakit akibat proses kontraksi nya .


" aaaaakh . . sakit Andi . .?! " jerit Cindy dengan wajah yang penuh keringat .


" sabar sayang . . Kamu pasti bisa . bertahan ya demi aku dan anak kita . .?! " kata Andi dengan mata memerah menahan tangis sambil mengusap keringat Cindy .


Cindy mengangguk , dia sedikit tenang saat rasa sakit itu perlahan reda . Namun berselang beberapa menit , wajah Cindy kembali menegang karena rasa sakit muncul lagi dari perut nya berputar mengelilingi pinggang nya . Cindy kembali menjerit . Andi menggenggam erat tangan Cindy . Tiba-tiba muncul bayangan wajah mantan istri nya memenuhi otak nya.


" apakah Najwa juga seperti ini saat menahan sakit saat mengandung Brian ?? " batin Andi.


Hati Andi tiba-tiba terasa ngilu saat mengingat sikap nya yang tak peduli terhadap Najwa . Sedikit perasaan menyesal menyusup ke relung hati Andi . Tiba-tiba lamunan nya buyar saat mendengar jeritan Cindy yang cukup kencang di sertai dengan air yang keruh mengalir dari Selang****n Cindy.


" Dokter ketuban pasien sudah pecah . .?! " lapor suster.


Seorang dokter wanita yang telah mengenakan sarung tangan karet menghampiri ranjang Cindy . dan berdiri di ujung kaki nya .


" Baik ibu , turuti instruksi saya saya , Tarik nafas ,. . . hembuskan . . . tarik nafas . . . . hembuskan . . .


Cindy yang mengikuti instruksi dokter tadi tiba-tiba berteriak .


" Dokter , saya sepertinya mau buang air besar . . .!!! "


" Tidak apa-apa , ayo lanjutkan lagi , Tatik nafas . . . . . hembuskan . . . bagus . . ulangi . . . ?!! "


Cindy mengejan saat merasakan ada sesuatu yang mendorong dari dalam. Setelah berusaha sekuat tenaga akhir nya membuahkan hasil.


oek . . oeek . .oeek . .


Tangisan bayi memecah ruangan itu .


" Selamat Bu , pak . bayi nya perempuan . .?! " kata dokter.


Namun tiba-tiba suster berteriak panik karena darah mengalir deras dari jalan lahir nya bayi . Cindy mengalami pendarahan .


" sayang , sayang , kau dengar aku kan ?? buka mata kamu . . lihat kau sudah berhasil melahirkan putri yang cantik. Ayo bangun . .?! " kata Andi menggoyangkan tubuh Cindy.


" Maaf , sebaik nya bapak menunggu di luar , biarkan dokter bekerja . ini demi keselamatan istri bapak . .?! "


Andi menuruti ucapan suster tadi . Dia keluar dengan perasaan yang cemas . .


Sekarang Andi duduk di kursi dengan wajah yang gelisah . Dia menyandarkan punggung nya ke dinding . pikiran nya menerawang jauh.


" Bagaimana kabar Najwa dan anak nya ?? apa mereka sudah menempati rumah itu ?? "


Andi sengaja membelikan rumah yang kecil atas usul Cindy dengan alasan mereka membutuhkan biaya yang besar untuk persiapan persalinan Cindy nanti. Namun mereka tidak tahu jika rumah yang mereka bilang kecil , itu sudah cukup untuk Najwa dan Brian tinggali .


CEKLIKK


Andi menoleh dan langsung bangkit . .


" Dokter , . . . . .


# BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2