JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 14


__ADS_3

"Andi. . . .


Andi menoleh saat nama nya di panggil.


" ya . . ?? " jawab Andi singkat


Baru akan membuka suara , Suara Decitan ranjang menghentikan niat Bima. serempak mereka menoleh Najwa yang menggeliat.


" Abang , Andi . . kalian disini ? yang lain kemana ? " kata Najwa sambil menggosok mata nya.


Perlahan Andi menghampiri Najwa.


" Mereka sedang keluar makan siang. Bagaimana keadaan kamu ? apa ada yang tidak nyaman ? " kata Andi lembut sambil menyampirkan rambut Najwa yang menutupi pipi cubby nya .


Perlakuan manis Andi, membuat Najwa terdiam dengan pandangan mata yang berkaca - kaca.


" Aku baik - baik aja. . ?! " kata Najwa terharu. Senyum manis menghiasi bibir sexy Najwa. Dia merasa bunga - bunga sedang bermekaran di hati nya. Perhatian kecil itu mampu meluluhkan hati Najwa yang memang sangat merindukan sosok suami nya selama ini.


" Kamu mau makan apa ? " tanya Andi membuyarkan lamunan Najwa.


" Apa aja. . . ?! " kata Najwa


" Baiklah , kalau begitu aku keluar beli makanan dulu , ya . . .?! " kata Andi mengacak rambut Najwa seperti yang dia lakukan dulu, lalu keluar .


" kalau buka ada Bima , males banget gue . . " gerutu Andi dalam hati.


Senyum Najwa semakin lebar disertai dengan rona merah di pipi. Bima berdehem Melihat Najwa bertingkah seperti remaja yang sedang jatuh cinta. Wajah Najwa semakin memerah menahan malu saat sadar kalau Bima melihat semua tingkah nya.


" Abang udah makan siang ? " tanya Najwa


" Sudah . . ?! jawab Bima.


" Bang , bantuin aku ke kamar mandi Donk. . ?! "


Bima menghampiri Najwa yang mencoba turun dari ranjang dengan susah payah. Dia menuntun Najwa ke kamar mandi. Najwa masuk ke kamar mandi sedangkan Bima menunggu di depan pintu.


Saat Najwa keluar lagi, Bima kembali menuntun Najwa. Najwa berjalan menghampiri putra nya yang sedang tertidur pulas .


" Pulas banget bobo nya sayang. . ?! " kata Najwa mengusap rambut tebal Brian.


Pintu terbuka, tampak Bu Rita , Bu Imas dan Yuni masuk.


" Najwa udah bangun . ? udah makan siang belum ? " kata Bu Rita.


" Belum Bu , Andi masih keluar beli makanan. . ?! " kata Najwa.


" Bu , ayah mana ? " tanya Bima.


" Ayah mu masih ngerokok di taman. ?! " jawab Bu Rita


Hampir 1 jam menunggu , tapi Andi tak kunjung datang.


Dengan jengkel Bima pamit keluar. Dia langsung berjalan dengan langkah lebar ke kantin dan langsung memesan makanan. Setelah menerima pesanan nya , dia kembali melangkahkan kaki nya dengan terburu - buru.


Bima membuka pintu pelan. Dia mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan. Tapi Andi tetap tak terlihat. Dia langsung menyiapkan makan siang untuk Najwa.

__ADS_1


" Ini makan dulu , . ?! " kata Bima. Najwa langsung menerima nya karena memang sudah sangat lapar .


" Loh katanya tadi Andi keluar beli makanan buat Najwa ?? kok kamu yang bawa ?? " kata Yuni.


" Sudah 1 jam adikmu keluar yang kata nya beli makanan tapi gak balik - balik. jadi aku beli makanan di kantin. takut nya kalau nunggu adik mu lebih lama , adik ku keburu kelaparan . Kasihan keponakan aku juga ikut kelaparan. . ?! " kata Bima sinis.


Bu Imas dan Yuni bungkam. Bu Rita menghela nafas kasar , wajah nya tampak jengkel mendengar ucapan Bima, dan membenarkan nya dalam hati.


" Makan yang banyak biar ASI nya cepat turun . . ?! " kata Bu Rita mengusap rambut Najwa.


Bima lalu izin keluar untuk membuktikan kecurigaan nya. Dia berjalan menuju sebuah ruangan. Tangan nya terkepal erat setelah melihat bahwa kecurigaan nya terbukti. Dia melihat Andi tengah menyuapi Cindy makan . Cindy tampak menikmati perlakuan manis Andi . Bima langsung pergi dari sana dan menelpon seseorang .


* * *


Hari ini adalah hari kepulangan Najwa dan baby Brian ke rumah keluarga baskara. Bima tidak bisa mengantar Najwa dengan alasan pekerjaan. Bu Rita dan mang oyong pun sudah kembali ke kampung karena ada urusan mendadak.


Saat Najwa turun dari mobil dengan menggendong baby nya, kedatangan mereka di sambut oleh seorang wanita paruh baya. Melihat dari pakaian nya, Najwa menebak kalau ini wanita itu adalah ART baru.


" Selamat datang non, saya Surti , pembantu baru disini. non Najwa bisa panggil saya Bu Surti. . ?! "


" Bi, tolong bawa tas yang di bagasi ya. itu baju kotor. . ?! " kata Najwa.


" Baik non. ?! " kata bi Surti.


" Ayo masuk. . ?! " kata Andi.


skip


Saat memasuki kamar , Najwa melihat ada sedikit perubahan . Terutama box bayi yang di taruh di dekat ranjang mereka.


" Gak kok , malah aku senang. karena memang dari awal aku mau kalau baby Brian tidur bareng kita. ?! " kata Najwa sambil menidurkan putra nya kedalam box.


" Ya sudah , kalau gitu kamu istirahat , aku mau ke kantor. . ?! " kata Andi.


" Maaf ya , aku jadi ngerepotin kamu. Gara - gara jemput kami di rumah sakit , kamu jadi telat ke kantor. . ?! " kata Najwa memeluk Andi.


Andi terkejut dengan kelakuan istri nya. Namun dia merasakan ada suatu perbedaan dari tubuh istri nya. Yah , , tanpa Andi sadari tubuh Najwa tak se gendut dulu saat dia masih hamil. Andi membalas pelukkan Najwa untuk memastikan tebak kan nya .


Nyaman


Itu yang ada di benak Andi. Sesaat mereka menikmati moment itu. Dengan perlahan Najwa melerai pelukkan nya.


" Berangkat gih. Nanti makin telat. . ?! "


" Aku berangkat dulu ya. kalau butuh apa - apa kamu panggil Bi Surti aja. . ?!! "


Najwa mengangguk. Andi kemudian pergi. Najwa tersenyum lega melihat sikap Andi kembali hangat .


" benar kata ibu . Mungkin sikap kasar Andi yang kemarin cuma bawaan bayi. Buktinya sekarang, sikap Andi kembali hangat. Ya Allah ampuni hamba yang telah berburuk sangka pada suami hamba. . "


oeeek.. oeeek


Tangisan Brian memecah lamunan Najwa. Dia segera menghampiri nya.


" ulu..ulu . anak mama haus ya ?? pengen mimik cucu , hmm.. . ?! " kata Najwa seraya menggendong baby Brian dan membawa ke ranjang. Dia lalu memberikan ASI. Najwa tertawa melihat Baby Brian menghisap p****g nya dengan rakus. .

__ADS_1


__________


Di kantor , Wajah Andi tampak kusut mendengar laporan kalau terjadi masalah di kantor cabang yang terancam gulung tikar akibat tertipu oleh investasi bodong . Di tambah dengan laporan mandor yang mengatakan kalau terjadi kebakaran di salah satu proyek pembangunan sebuah mall yang ditangani oleh perusahaan andi, yang di sebabkan oleh korsleting listrik.


Andi memijat pangkal hidung nya yang terasa berat.


Menghela nafas panjang untuk meredakan dada nya yang terasa kurang pasokan oksigen.


Tok. .tok . .tok


Terdengar suara pintu dulu buka. Kelvin masuk dengan membawa map.


" Bos ini laporan dari proyek pembangunan mall. Menurut hasil laporan penyidik , kebakaran di sebabkan oleh korsleting Arus listrik . Dari kejadian ini memakan 3 korban jiwa yang tak lain adalah pekerja kita sendiri . Dan pihak korban menuntut ganti rugi sebesar 1M per kepala. . ??! "


" 1M ??? apa mereka sudah gila , mereka kira 1M itu nominal yang kecil apa . Tolak permintaan mereka . .


" Bos , mereka mengatakan kalau kita menolak maka mereka akan membawa kasus ini ke jalur hukum . ."


" Sialan. . masa kalian mengurus orang kampungan seperti mereka aja gak becus . terus kalian di gaji buat apa , haaa ??!!!! " sentak Andi emosi


" Bos kami sudah berusaha untuk membungkam mereka . Tapi . . . . . .


" Alaaaaa... tidak usah banyak alasan. memang kerja kalian tidak becus . . keluar . dan jangan ada yang masuk ke ruangan ku. . .. !!!!!!! "


" Baik bos. . . ?! " kata Kelvin lalu keluar.


" dasar bos gila. enteng banget dia bilang kerja gak becus. dia nya aja asyik pacaran sama sekretaris nya. semesti nya dia sadar kalau ini karma karena telah mengkhianati istrinya. . "


Ceklekk. . . .


" Apa lagi ? sudah aku bilang jangan ada yang masuk ke ruangan ku . aku sedang tidak ingin di ganggu . . ?!!! " Bentak Andi berbalik badan ke arah pintu.


" Sayang ??! kok kamu teriakin aku sih. Emang salah ku apa ???? " kata Cindy dengan mata berkaca - kaca .


" Cindy. maaf , aku kira tadi Kelvin. . maaf . . ?!! " kata Andi merasa bersalah melihat Cindy yang hampir menangis.


" Aku paling gak suka di bentak, Andi. . kamu jahat . . ?!! ratap Cindy penuh drama.


" Cindy aku minta maaf. aku tadi gak sengaja. . Kamu tahu aku sekarang lagi pusing mikirin pekerjaan. . . ?! " kata. Andi mulai tak sabar.


melihat Andi yang mulai terbawa emosi. Cindy buru - buru menenangkan Andi dengan cara nya sendiri. Hingga berakhir dengan adegan panas mereka sebagai penutup nya ..


* * * * *


Tak terasa waktu terus berjalan , kini baby Brian telah berumur 6 bulan . Dan selama itu pula hubungan Andi dan Najwa semakin membaik. Tubuh Najwa yang semula gemuk , kini sedikit demi sedikit kembali ramping , dengan mengatur pola makan yang tak mengurangi gizi untuk bayi nya , di sertai dengan olahraga teratur. Tubuh Najwa kembali ideal. Bahkan bentuk tubuh Najwa semakin menggoda setelah melahirkan. Andi kembali bersemangat saat melihat istri yang ramping menyambut kepulangan nya dengan putra nya.


Sedikit demi sedikit sikap Andi mulai berubah terhadap Cindy . Cindy bisa merasakan perubahan itu. karena penasaran Cindy mencoba mengikuti Andi pulang dari jauh.


Dari kejauhan Cindy bisa melihat seorang wanita muda yang cantik dengan body bak gitar spanyol tengah menggendong bayi tampan dengan pipi cubby yang kemerahan, tersenyum menyambut kepulangan Andi. Andi tampak mencium kening wanita yang di yakini oleh Cindy sebagai istri Andi, dan menggendong bayi itu .


" pantesan aja Andi mulai menghindari aku. ternyata istri nya sudah berubah cantik dan langsing kembali. gak. gak. ini gak bisa di biarin .. aku harus melakukan sesuatu supaya Andi balik kayak dulu lagi . . . ?!! " kata Cindy gusar. Dia melajukan mobil nya . . .


# ***BERSAMBUNG


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA . . . .BYE ♥️♥️♥️***

__ADS_1


__ADS_2