JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 96 penyerangan


__ADS_3

segerombolan orang berpakaian urakan ala preman datang bergerombol dan mengelilingi dua mobil itu .


" Jangan keluar Wawa . . tutup kaca pintu . . !! " teriak Damar . Najwa buru-buru menutup kembali kaca mobil .


" siapa mereka . . ? " tanya Najwa .


" kalian tetap di dalam . jangan keluar apapun yang terjadi . .! " kata Damar keluar dan menghampiri Bima dan Bayu yang sudah di kepung oleh preman itu . Bima dan Bayu masih mencoba untuk bertanya baik-baik pada pemimpin preman itu .


" maaf , ada apa ini ? " kata Bima


" gak usah banyak tanya . cepat elo ikut kita . Kalau elo mau keluarga elo selamat . . !!! " kata pria bertato kalajengking di punggung tangan kanan nya .


" Memang kalian siapa ? " kata Damar dengan tatapan tajam .


" Elo gak usah ikut campur . Gue cuma mau bawa laki-laki ini . Bawa dia ke mobil . . !! " perintah laki-laki itu . seorang pria yang seperti nya orang kepercayaan nya pria bertato itu , maju ke depan dan langsung menarik kerah baju Bima . Tapi . .


Buukgh . .


buughk


bruukh


pria itu jatuh berlutut saat sebuah tendangan mendarat di lipatan lutut nya , dan langsung jatuh tertelungkup saat pukulan menyusul di pangkal leher nya .


" KURANG AJAR . . !!! ". teriak pria bertato tadi langsung menyerang Bima .


Baku hantam tak bisa di elak kan lagi . Dengan brutal Bima dan cs balas menyerang preman itu . serangan demi serangan terus meluncur mencapai target nya . Beberapa preman sudah di tumbangkan . Beberapa pukulan juga mendarat di bagian tubuh Bima dan cs .


Laura dan Najwa yang melihat pertikaian terlihat geram . Apalagi saat melihat pukulan bertubi-tubi mendarat di tubuh Bima dan cs . Bima terpukul mundur hingga menghantam mobil Najwa . Najwa terlihat panik dan meraih handle pintu mobil ,


" jangan Wawa , tetap di sini . Jangan membuat beban untuk bang Bima . kau bisa mengacaukan konsentrasi mereka jika kau keluar . .! " kata Alan tanpa sadar saat melihat Najwa hendak membuka pintu . Tapi karena dalam keadaan panik , Najwa tidak menyadari kejanggalan Alan yang mengetahui niat Najwa hendak membuka pintu , padahal Alan buta .


" tapi Al , aku gak bisa diam seperti ini melihat bang Bima terluka . Aku harus menolong dia . .! " kata Najwa kokoh .


" Aku tahu , tapi tolong jangan keluar . .! " kata Alan dilema . Di sisi lain dia sangat ingin membantu Abang ipar nya itu . Tapi di sisi lain dia belum mau mengakhiri sandiwara nya . Wawa berniat ingin membujuk Alan , tapi mata nya terbelalak saat melihat seorang preman botak menghunuskan belati nya ke arah Bima yang tersandar di dekat belakang mobil Najwa . Najwa tak bisa berpikir jernih lagi saat melihat tinggal beberapa langkah lagi preman itu mencapai Bima , dan akhir nya . .


Braaakh . .


Najwa langsung membuka pintu mobil dengan kuat dan tepat mengenai wajah preman botak itu hingga terpental ke belakang . Najwa langsung berlari menghampiri Bima .


" Abang , , ayo bangun bang . .! " kata Najwa membantu Bima berdiri .


" Najwa , kenapa kamu keluar . .! " kata Bima terlihat kesal .


" Aku gak bisa lihat Abang kayak gini . .! " kata Najwa menyeka sudut bibir Bima yang berdarah .


" Hahahah , , aku tidak menyadari kalau ternyata ada cewek di dalam mobil . Segera periksa mobil yang lain nya dan kumpulkan mereka . . ! " perintah pria bertato .


" Tidak , , ! " kata Bima saat melihat beberapa preman membuka pintu mobil nya . Tapi saat pria itu hendak menarik seseorang dari mobil Bima , terlihat preman itu mendapat tendangan di perut nya hingga mundur beberapa langkah , dan keluar lah Laura yang langsung berlari menghampiri Bima dan Najwa .


" Bima , , astaga kamu terluka . . ! " kata Laura . Najwa menyerahkan Bima pada Laura , dan berlari saat seorang preman mendorong Alan dengan kuat .Tapi untung nya Najwa masih sempat menangkap tubuh Alan , dengan gerakan cepat Alan membalik posisi mereka hingga mereka jatuh dalam posisi berpelukkan dengan posisi Najwa di atas .


" Alan , kamu gak apa-apa . .! " kata Najwa gugup .


" aku gak apa-apa wa , tapi kamu lumayan berat . .! " kata Alan menutupi kegugupan nya . Najwa buru-buru bangkit dan membantu Alan bangkit dan menuntun Alan ke dekat Bima dan membelakangi nya.


" apa mau kalian sebenarnya . .? " kata Najwa lantang dengan wajah garang .


" Hahaha , , jangan terlalu garang , nona manis . kau tahu , melihat mu galak seperti ini membuat aku sangat ingin menin*ih mu dan membuat mu mende*ah di bawah ku . . hahahaha . . . ! " kata pria bertato itu

__ADS_1


Ucapan pria itu menyulut kemarahan Alan . Najwa maju beberapa langkah ,


" Oh ya . ? bahkan aku sangat ingin memotong kaki ketiga mu itu dan mencincang nya , dan ku berikan pada anjing gila di penampungan hewan . .hahaha aku yakin anjing gila itu pasti langsung sembuh total setelah memakan aset kebanggaan penjahat kelamin seperti mu . . . !! " balas Najwa , Alan dan pria di belakang nya seperti tersengat aliran listrik saat mendengar ucapan Najwa . Tapi tidak dengan Laura , dia bahkan tertawa kecil .


" Apa kau yakin anjing rabies itu akan sembuh , Wawa . ? aku rasa anjing itu akan semakin gila dan akhirnya otak nya langsung terbalik setelah tahu kalau yang dia makan adalah barang kotor milik penjahat kelamin . . hahahah. . .!!! " Laura dan Wawa tertawa bersamaan .


" kurang ajar , , tangkap mereka dan lucuti pakaian nya . . ! " kata pria itu penuh emosi .


" Aaaw ,, tolong , , lihat lah seorang preman berbadan kekar berani menyerang seorang wanita lemah . .betapa memalukan nya tampang nya yang sangar itu. .! " kata Laura dengan mimik lucu


" aaawh , , aku takut . . Tapi , , apa yang mau di takutkan . .dia kan cuma harimau ompong . hahahahaha . . . !! " Laura dan Najwa tertawa terbahak-bahak . sedangkan Bima dan yang lain menahan tawa mereka melihat ulah kedua nya .


" Tunggu apa lagi , tangkap mereka . . !!! " teriak pria bertato penuh emosi . Bima dan cs menjadi waspada saat melihat beberapa preman merengsek maju hendak menghampiri Najwa dan Laura , Mereka dengan cepat menghampiri Najwa dan Laura , tapi . . . .


Buugkh


buukhg


buuugkh


bruukh


bruukkh


Bima dan Alan tercengang melihat Najwa dan Laura merobohkan preman-preman itu . Najwa dan Laura saling memandang .


" Ternyata kau juga jago berantem . . ! " kata Laura .


" Hahaha , , ternyata kau juga jago , bagus , , bagus , , kau memang pantas bersanding dengan Abang ku . .! " puji Najwa.


" Wawa , , kamu bisa aja , aku jadi malu . . ! " kata Laura menyikut siku Najwa dengan wajah malu-malu . Bima melongo melihat kedua wanita di depan nya , sedangkan Alan juga tercengang di tempat nya saat melihat aksi Najwa menghadapi serangan preman itu .


" Wawa , , kau membuat ku gila . . ternyata diam-diam kau jago bela diri . . sungguh sempurna . .! " batin Alan .


" Laura , awas di belakang . . !! " teriak Najwa . Dengan sigap Laura membalik badan nya. menangkis serangan preman itu dan meninju bagian bawah dagu nya hingga preman itu tak tak bergeming . Wawa tersenyum puas melihat aksi Laura , tapi Karena terlalu fokus pada Laura , Najwa tak menyadari datang nya serangan dari belakang .


buugkh .


Sebuah tendangan mendarat di punggung nya hingga Najwa kehilangan keseimbangan nya dan jatuh tertelungkup .


" Rasakan ini . . .! " teriak pria bertato tadi . Dia menginjak pinggang Najwa dengan keras , tapi Najwa sempat mengelak dengan bergelinding ke samping . Tapi ternyata preman itu tak mau melepaskan Najwa begitu saja . Dia langsung menginjak perut Najwa , preman itu tertawa puas melihat tubuh Najwa membulat dengan tangan Najwa menahan perut nya . Wajah Najwa tampak pucat menahan sakit . Preman itu menarik kerah Blizzard Najwa dan meninju wajah Najwa beberapa kali sampai Najwa jatuh bergulingan . Mata preman itu membulat sempurna saat Blizzard Najwa hampir terlepas dan menampakan dada Najwa yang montok .


" Tubuh mu seksi juga , pasti sangat enak untuk di cicipi . . hahaha . . ! " kata pria itu mengarahkan tangan nya ke tubuh Najwa .tapi . .


sreeth


buugkh . .


" Aaaakh . . .!! " Teriak pria bertato itu seraya menahan sakit luka yang menganga di sepanjang tangan kanan nya .


" Jangan coba-coba menyentuh adik ku . . !! " kata Bima dengan wajah yang menyeramkan. Dia langsung berlari mendekati Najwa dan membantu nya .


" Najwa , kau tidak apa-apa . ? " kata Bima khawatir .


" aku tidak apa-apa bang . .! " kata Najwa berusaha baik-baik saja . Bima memperhatikan wajah Najwa yang tampak membengkak , bahkan sudut bibir nya terlihat meneteskan darah . kemarahan Bima kembali tersulut lebih besar , dia bangkit dan kembali menghampiri pria bertato yang masih menahan sakit di tangan nya . Tanpa berkata sepatah pun ,Bima langsung menarik kerah baju preman itu dan meninju wajah pria itu dengan membabi buta , anak buah pria bertato itu yang tadi nya menyerang degan sengit , kini perhatian mereka terpusat pada Bima yang menghajar pria itu dengan membabi buta . Saking kan emosi Bima yang membara , Bima tak menyadari kalau tangan nya sudah berlumuran darah . Entah tangan nya yang terluka atau darah dari hidung pria bertato itu .


" aaakh . . ! "


braaakh

__ADS_1


Sebuah teriakan dan hantaman mengalihkan perhatian Najwa dan bima , mata nya terbelalak saat melihat Alan di keroyok oleh tiga preman . Dengan amarah yang membara, tanpa menghiraukan rasa sakit di tubuh nya , Najwa langsung menyambar sebuah belati yang tergeletak di samping seorang preman yang sudah pingsan . dan tanpa sadar dia langsung mengayunkan belati itu ke belakang preman yang mengeroyok Alan . Preman-preman itu tak menyadari kedatangan Najwa hingga punggung mereka tergores cukup dalam dan panjang oleh belati Najwa .


" Aaakh . . .


" Aaakh . .


Teriakan histeris mereka menarik perhatian teman-teman mereka , tidak melewatkan kesempatan , Laura dan yang lain nya langsung memukul titik vital lawan mereka hingga mereka pingsan .


" Alan . . Al , , maaf aku lalai . .maafkan aku . . ! " kata Najwa merangkul Alan yang terpejam , kacamata nya telah hancur , entah siapa yang menginjak nya .


" Wawa , , kepala ku , , sa, , sakit . . ! " rintih Alan memegang kepala nya yang di pukul oleh preman tadi .


" Wawa , bagaimana keadaan suami mu . . ? " kata Laura berlari menghampiri Najwa dan Alan .


" Alan mengalami luka kecil . . ! " kaya Najwa dengan wajah sendu .


" Bawa dia ke tempat yang aman . . aku akan melindungi kalian . . ! " kata Damar yang ikut menghampiri mereka . Najwa membantu Alan berdiri dengan pelan .


" Ayo jalan pelan-pelan . . ! kata Najwa menyangka tubuh Alan dengan bahu nya. Najwa melihat mata Alan terbuka sedikit demi sedikit .


" apa masih sakit . . ? " kata Najwa semakin merasa bersalah . Tapi mata Najwa perlahan melebar saat melihat Alan menoleh pada nya dan mata nya tertuju pada Najwa .


"Wawa , , Wawa ,mata ku . . . mata ku kembali normal . .!! " teriak Alan girang . Bima dan Laura serentak menoleh dan memperhatikan Alan .


" Alan , ,kamu , ,kamu bisa lihat lagi . . !?? " kata Najwa dengan mata berkaca-kaca .


" Iya Wawa , , aku bisa lihat lagi . . Alhamdulillah , ya Allah . ! " kata Alan mengusap wajah nya .


" Alhamdulillah ya Allah . . syukurlah . .! " kata Najwa penuh syukur . Tanpa sadar mereka berpelukkan dengan erat . Laura tersenyum melihat nya .


" Maafkan aku Wawa , aku telah membohongi kamu selama ini . Tapi aku puas , karena aku sudah mengetahui sifat kamu , alhamdulilah aku memiliki istri yang baik seperti kamu . .! " batin Alan .


Alan mencium kening Najwa . Tadi nya dia belum mau mengakhiri sandiwara nya . Tapi karena keadaan nya yang terdesak . Dengan terpaksa dia menjadikan serangan para preman tadi untuk mengakhiri sandiwara kebutaan nya . Mereka melerai pelukkan nya , Tatapan Alan tertuju pada luka lebam dan sudut bibir Najwa yang terluka .


" Aku tidak apa-apa , Al . . ! " kata Najwa menenangkan Alan .


" Siapa yang melakukan ini ? " kata Alan dingin . Najwa menundukkan wajah nya .


" Dia yang menyerang Najwa . . ! " tunjuk Laura pada preman yang kini terlihat tak berdaya setelah mendapat pukulan bertubi-tubi dari Bima . Alan melepas rangkulan nya , dia memungut belati yang di pakai Najwa tadi dan berjalan mendekati pria bertato tadi . Bima yang masih tersengal-sengal memberi jalan pada Alan , walau rasa ingin tahu nya tentang Alan yang sudah bisa melihat kembali begitu besar .


" Mau apa elo . . jangan mendekat . .!! " teriak preman itu panik . Tanpa berkata apapun , Alan langsung menginjak lengan pria itu dan menekankan belati itu pada sendi lengan preman itu , dan dengan tanpa perasaan dia mengiriskan belati tajam itu . Darah bermuncratan dari lengan yang terpotong itu hingga mengenai kemeja putih Alan . Teriakan mengerikan preman itu mengisi sunyi nya jalan .


" Katakan pada bos kalian , kalau dia menginginkan aku , datang lah sendiri . jangan mengirim tikus got untuk menangkap ku . . ! " kata Bima lantang . Setelah itu Bima mengajak mereka untuk masuk ke mobil . Setelah mereka masuk mobil kembali melaju menuju kampung halaman Bima dan Najwa .


B


E


R


S


A


M


B


U

__ADS_1


N


G


__ADS_2