JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 117 curiga


__ADS_3

DEG


Najwa dan Juli tertegun melihat Leni yang sudah berdiri di dekat Najwa seraya tersenyum pada mereka . Tanpa permisi Leni langsung duduk di sebelah Najwa dan ikut memesan ketoprak .


" gimana kabar kamu .? " kata Leni ramah pada Najwa .


" aku . . baik . .! " kata Najwa sedikit tercekat .


" Syukurlah . . ! " kata Leni melirik perut Najwa yang memang sudah terlihat buncit . Tak lama pesanan mereka datang .


" Ayo di makan . .! " kata Leni . Najwa hanya diam dan menyendok ketoprak nya , bahkan Najwa terlihat gelisah dan tidak nyaman karena Leni berada di sebelah nya . Ternyata sikap Najwa tak luput dari perhatian Juli . Diam-diam Juli mengirim pesan pada Alan tentang kehadiran Leni di dekat Najwa . Saat Leni masih menjadi nyonya Alan dulu , Juli sudah bekerja di butik Alan . Juli sudah tahu sifat Leni yang angkuh dan sombong itu . Bahkan tak segan Leni bertindak kasar pada karyawan butik yang tak sengaja menyinggung nya . Salah satu nya adalah Juli , waktu itu Juli tengah melayani salah satu pelanggan dan tidak mendengarkan perintah Leni yang menyuruh membersihkan sepatu nya yang sedikit kotor . Akibat nya Juli mendapat satu tamparan keras dan gaji nya di potong setengah . Juli berniat hendak melaporkan kejadian itu pada Alan , tapi Leni sudah lebih dulu mengancam Juli akan memecat nya jika Juli berani melaporkan kejadian itu . Terpaksa Juli bungkam dengan kekesalan nya mengingat mencari pekerjaan yang sulit . Sampai sekarang Juli masih menyimpan dendam pada Leni , mengingat sikap Leni yang kasar juga membuat Juli was-was , takut Leni akan melakukan sesuatu yang membahayakan nyonya bos baru nya yang memang di senangi oleh semua karyawan butik itu .


" Najwa , kamu kenapa ? kok kayak gelisah gitu . ? " kata Leni menatap Najwa .


" gak . . aku gak apa-apa . . ! " kata Najwa berusaha tenang . Tapi sorot mata nya tidak bisa menyembunyikan kegelisahan nya .


" sayang , kok kamu keluar gak bilang-bilang sama aku . . ! " kata Alan langsung duduk di sebelah Najwa dan merangkul nya . seketika wajah Najwa yang tadi nya tegang kini terlihat kembali tenang setelah melihat Alan . Begitu juga Juli kini terlihat lega saat melihat bos nya datang .


" hay Alan . . ! " sapa Leni tersenyum manis . senyum yang dulu sangat di sukai Alan , tapi kini senyum itu menjadi sebuah kebencian yang mendalam bagi Alan .


" Ayo makan lagi . Si kembar pasti laper . .! " kata Alan menyuapi Najwa . Dengan bersemu Najwa menerima suapan itu . Suapan demi suapan memindahkan ketoprak ke perut Najwa .


" hehehe , melihat perlakuan Alan , mengingatkan ku saat aku mengandung Rubby dulu . Alan selalu memberikan perhatian yang lebih pada ku . Gak boleh pakai high heels , harus perawatan dengan rutin dan Alan selalu mengantar aku kemana pun aku pergi . kamu pasti masih ingat kan Alan , bahkan aku ke kamar mandi pun . . .


" cukup Leni . Itu hanya masa lalu yang sudah di lebur oleh waktu . Tolong hargai Najwa sebagai ISTRI KU yang sedang mengandung anak ku . . ! " potong akan dengan tatapan tajam dan menekan kata istri ku untuk memperjelas situasi saat ini . Leni hanya menanggapi Alan dengan tersenyum santai .


" Alan , , sudah . aku gak apa-apa kok . Masa lalu tetap lah masa lalu dan tidak akan pernah mengubah apapun . .Yang aku tahu kamu adalah milik ku , sekarang dan seterusnya . .! " kata Najwa menenangkan Alan . Alan tersenyum dan menggengam tangan Najwa .


" kamu benar , sayang . masa lalu tidak akan mengubah apapun . Dan kamu dan anak-anak adalah masa depan ku dan perioritas utama dalam hidup ku . ! " kata Alan kembali tenang . Najwa tersenyum dan meminta di suapin lagi .


Disisi lain setiap suapan Alan pada Najwa meninggalkan jejak kekesalan di wajah Leni . Leni berusaha untuk tersenyum dan mempertahankan ekspresi tenang nya . Tapi Juli dengan mudah menemukan sorot kemarahan dan kebencian di mata mantan nyonya bos nya itu .


" seperti nya perempuan ini merencanakan sesuatu pada nyonya . Aku harus memperingatkan bisa dan nyonya . .! " batin Juli .

__ADS_1


* * * *


Semakin lama , Leni semakin sering menemui Najwa . Entah itu di butik , di sekolah Brian atau di tempat-tempat umum lain nya . Najwa berusaha untuk tidak mempermasalahkan nya . Tapi semakin lama Najwa menjadi curiga , jika mereka bertemu tanpa sengaja di suatu tempat hanya sekali atau dua kali itu hal yang wajar . Tapi jika pertemuan tak di sengaja itu terus berulang , seperti nya hal ini patut di curigai .


" aku selalu bertemu dengan Leni tanpa sengaja di setiap tempat . jika sekali dua kali mungkin itu hanya sebuah kebetulan . Tapi aku selalu bertemu dengan nya setiap kali aku keluar , seolah-olah dia tahu dimana pun aku berada . . .apa jangan-jangan. . . "


" Sayang . . kok ngelamun . ? " kata Alan membuyarkan lamunan Najwa . Najwa menoleh dan tersenyum tipis . Alan mengernyitkan alis nya melihat Najwa menghela nafas panjang seolah tengah menanggung beban yang cukup berat . Alan memeluk Najwa dari belakang dan menjatuhkan dagu nya ke bahu Najwa .


" Kamu lagi mikirin apa .? " kata Alan . Najwa masih terdiam seraya menatap lurus ke depan . Rambut panjang Najwa beterbangan di tiup angin menyapu wajah Alan .


" Sayang , aku ngerasa aneh sama Leni . Masa bisa ketemu secara gak sengaja terus di suatu tempat . . aku ngerasa ada yang janggal deh . . ! " kata Najwa .


" Aku juga merasa demikian . . Seolah-olah dia tahu Keman kamu akan pergi , ,seperti ada . . .


Ucapan Alan terhenti , Najwa langsung membalik badan menghadap suami nya . Tatapan mereka beradu seakan mencocokkan pemikiran mereka.


" Mata-mata . . ! " kata Najwa dan Alan serempak .


" Iya aku juga kepikiran kesana , Dia seperti tahu kemana aku akan pergi . Seperti nya ada seseorang di sekitar kita yang memberikan informasi pada dia . . ! "


" Sayang , daripada kamu capek-capek menyelidiki nya , bagaimana kalau kita menyusun rencana untuk mengungkap siapa mata-mata yang berada di dekat kita . . ? " kata Najwa .


'' Apa kamu sudah punya rencana . . ? " kata Alan . Najwa melambaikan tangan nya pada Alan agar Alan mendekat . Najwa membisikkan sesuatu ke telinga Alan . Alan tampak mengangguk mengerti .


" Ya kamu benar . Seperti nya salah satu pelayan baru yang datang beberapa hari lalu adalah mata-mata yang di utus oleh Leni ..! " kata Alan .


" maybe . .ok kita ikuti permainan mantan kamu itu. . ! " kata Najwa dingin .


* * * *


" Selamat pagi , , anak-anak mommy yang lucu dan imut ini . . ! " kata Najwa menyambut duo bocil yang baru masuk ke ruang makan di ikuti Sandy di belakang mereka .


" Selamat pagi , mommy . . ! " Brian dan Rubby bergantian mencium pipi Najwa .

__ADS_1


" Mommy aja yang di cium , Daddy gak di cium nih . . ??!! " rajuk Alan . Buru-buru Brian dan Rubby mencium Alan .


" ayo duduk terus sarapan , ya . .! " kata Najwa mengoles roti dengan selai coklat dan selai srikaya .


" mom , mommy hari ini mau kemana . . ? " kata Rubby.


" Belum tahu , sayang . kenapa ? " kata Najwa .


" Rubby hari ini nemenin mommy aja , ya . . ??! " kata Rubby .


" Boleh Donk . waah adik kembar pasti suka di temani sama kak Rubby . . ! " kata Najwa dengan nada lucu nya membuat Rubby tertawa .


" hmmm , , berhubung Daddy sedang luang . Gimana kalau kita liburan . . ? " kata Daddy .


" apa ? liburan . .? yeeey akhirnya kita bisa liburan bareng Daddy sama mommy . . ! " sorak duo bocil .


" Sekarang , kalian siap-siap gih sama anty Sandy. mommy sama Daddy juga mau siap-siap . Sandy langsung menuntun duo bocil ke kamar mereka . Najwa dan Alan saling melirik dan serempak mereka mengangguk .


B


E


R


S


A


M


B


U

__ADS_1


N


G


__ADS_2