
Acara tahlilan berjalan lancar . Ternyata tamu yang datang cukup banyak . Najwa bersyukur karena sangat banyak orang yang ingin mendoakan Alex . Ini menjadi salah satu bukti kalau Alex meninggalkan kesan baik pada orang yang di kenal nya . Acara tahlilan pun berjalan dengn khidmad . Setelah acara selesai , satu persatu tamu pulang setelah mengucapkan ucapan belasungkawa pada tuan rumah . Rumah Alex kini kembali sepi , beberapa pekerja sibuk membereskan ruangan yang terlihat berantakan .
" Alhamdulillah , acara nya berjalan dengan lancar . . . ! " kata Sundari lega .
" Alhamdulillah . . oh iya Wawa mana ? " kata tuan Smith celingukan .
" sayang , mamah mana ? " tanya Sundari pada Rubi dan Brian yang tengah duduk di sofa .
" Tadi mamah jalan ke atas , Oma . . ! " jawab Brian .
" Alan , cari Najwa . Dia pasti masih terpukul dengan kejadian ini . . ! " kata tuan Smith .
" Bukan cuma Najwa , aku juga juga gak terima dengan permintaan ini . Dikit-dikit caper , dasar ngerepotin . . ! ". gerutu Alan berjalan menaiki tangga. Tuan Smith dan Sundari menghela nafas melihat sikap judes Alan .
Alan menyusuri koridor lantai atas dengan menggerutu . Dia mencari Najwa di kamar yang di tempati Alex dulu , tapi tidak ada . Dia mengecek setiap kamar , hingga akhir nya dia mendengar sayup suara yang terisak dari sebuah kamar yang berada di dekat balkon . Dia memperlambat langkah nya seraya menajamkan pendengaran nya .
" kenapa kamu tega sama aku , Alex . hiks , , hiks , , kamu pergi ninggalin aku , tapi kamu meminta orang lain menikahi aku untuk melindungi ku . Aku bukan wanita lemah , Alex , aku bisa menjaga diri ku dan Brian . Kau membuat aku semakin putus asa dengan menjadikan aku istri dari sepupu mu yang kasar itu . . hiks , hiks . . "
Dari depan pintu yang terbuka Alan bisa melihat Najwa yang duduk bersimpuh dengan berurai airmata di depan figura Alex dan Melissa yang tersenyum bahagia . Entah kenapa hati nya merasa gundah saat melihat Najwa terpuruk seperti itu . Tubuh Najwa terlihat sedikit bergetar oleh tangis nya dengan wajah tertunduk . Ingin Alan mendekati Najwa dan memberikan ketenangan untuk istri dadakan nya itu . Tapi Ego nya kembali menutup cela hati Alan yang sedikit terbuka .
" kau sekarang sudah bertemu dengan Melissa , bukan ?? kau pergi meninggalkan aku di dunia ini dengan tanggung jawab yang besar , dan kau sekarang berbahagia dengan Melissa . Ini tidak adil untuk ku Alex , karena kau telah mempercayakan aku pada sepupu mu , baik lah . Aku akan melepas semua yang berhubungan dengan mu dan memulai hidup baru ku dengan suami baru ku . . ! " kata Najwa bangkit dengan wajah nya penuh percaya diri . Dia melepas kalung yang dia pakai .
" Adil bukan . . ? Aku kembalikan ini pada mu , Alex . Selamat tinggal . . . ! " kata Najwa menggantungkan kalung liontin matahari permata biru di depan foto besar itu . Dia mengahapus airmata nya lalu menghembuskan nafas nya pelan . Dengan tekad yang bulat dia melangkahkan kaki nya dengan anggun keluar dari kamar itu dan kembali menutup nya . Dia lalu berjalan menuruni tangga menemui keluarga baru nya .
Alan yang sempat bersembunyi , keluar dari tempat nya . Dia merenungkan kata-kata Najwa yang dia dengar tadi .
" Kira-kira apa yang akan dia lakukan untuk menarik perhatian mu . . ? hee kita lihat saja seperti apa permainan nya nanti . Aku pastikan kau akan putus asa karena kau tidak akan bisa membuat ku menerima kehadiran mu sebagai istri ku . . Sampai kapan pun aku tidak akan percaya dengan yang nama nya wanita munafik seperti mu . . . ! " gumam Alan dengan wajah sinis .
________
Dua mobil mewah berhenti di depan mansion . Setelah mematikan mesin mobil , Dia melirik ke bangku belakang yang di isi oleh Najwa dan dua anak kecil , kedua anak itu sudah tertidur di dalam pelukan Najwa .
" Tunggu sebentar . . ! "
Alan turun dari mobil lalu membuka pintu di sisi Rubi lalu mengangkat nya dengan hati-hati . Setelah Alan membawa Rubi Najwa beringsut pelan turun dari mobil , lalu dia membopong Brian dan menutup pintu dengan kaki nya .
" Loh kok kamu yang bawa gendong Brian . Alan mana ? " tanya Sundari yang baru saja turun dari mobil .
" Alan membawa Rubi ke kamar nya , mah . Rubi dan Brian sama-sama ketiduran .. ! "
" oh. ya sudah suruh papah aja yang gendong Brian . ! " kata Sundari
" Gak usah , mah . Mamah sama papah masuk aja , kalian pasti juga capek. biar aku yang bawa Brian . . ! " kata Najwa .
" Kalau begitu ayo mamah tunjukin kamar Brian . ! "
Najwa mengikuti langkah Sundari . Dia baru tahu kalau kamar Brian berada di lantai dua dan bersebelahan dengan kamar Rubi . Saat mereka baru naik ke lantai dua , Alan baru saja keluar dari kamar Rubi .
" Setelah menidurkan Brian , kamu juga langsung tidur ya . . ! " kata Sundari mengusap rambut Brian .
" Iya mah . Aku mau nidurin Brian dulu .! " kata Najwa masuk ke kamar Brian .
" Alan , perlakukan Najwa dengan baik . Jangan buat dia merasa tertekan di rumah ini . . ! " kata Sundari mengantisipasi perlakuan Alan , lalu dia pergi . Alan hanya diam menatap kepergian mamah nya . Alan melangkahkan kaki nya menuju ruang kerja nya .Dia masih belum menerima jika harus tidur satu ranjang dengan Najwa .
Setelah menurunkan Brian , Najwa menyelimuti Brian dan mencium nya . Dia lalu keluar dan masuk ke kamar Rubi . Setelah memastikan semua nya baik-baik saja . Dia lalu melangkahkan kaki nya dengan ragu menuju kamar Alan .
" Aku harus berani . Terserah dia mau memperlakukan aku seperti apa yang penting aku sekarang pengen istirahat . . ! " gumam Najwa membuka handle pintu . Ternyata kamar masih gelap dan kosong . Dia menghela nafas lega lalu masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri . Setelah mandi dia memilih baju piyama panjang , lalu menyisir rambut panjang nya . Setelah itu dia mengambil bantal dan guling serta selimut dari lemari penyimpanan lalu tidur di sofa . Awal nya Najwa merasa tidak nyaman dengan posisi itu , tapi karena terlalu lelah dia akhir nya terlelap juga . * * *
" hoooaaaam . . . ! " sudah beberapa kali Alan menguap panjang sampai mata nya berair . Dia melirik jam di dinding , ternyata sudah pukul 1 dinihari . Dia menyimpan semua kertas di meja nya lalu keluar menuju kamar nya .
" Apa dia sudah masuk ke kamar . . ? " batin Alan memutar handle . Kamar nya tampak gelap . Dia menekan saklar lampu hingga kamar itu mejadi terang . Dia merasa senang karena dia mengira Najwa tidur di kamar Brian atau kamar lain .
" Tahu diri juga dia . . ! " gumam Alan menuju kamar mandi . Saat masuk ke kamar mandi dia mencium aroma sabun mandi yang lembut dan menenangkan nya . Dia membersihkan tubuh nya , setelah selesai dia masuk ke ruang ganti . Lagi-lagi dia di kejutkan dengan baju piyama yang sudah tersedia di atas meja .
" Seperti nya dia sudah mulai beraksi. . ! " kata Alan tersenyum sinis . Dia memakai piyama itu lalu beranjak menuju ranjang nya . Saat dia keluar dari ruang ganti , dia terperanjat saat melihat seonggok kain putih di atas sofa . Dia melangkah perlahan mendekati sofa , dia mengernyitkan alis nya melihat Najwa yang terlelap dengan tenang .
__ADS_1
" Ternyata dia tidur disini . . hee , trik murahan supaya aku kasihan lalu menggendong mu ke ranjang . Jangan mimpi . . ! " kata Alam . Dia menyalakan lampu tidur lalu mematikan lampu kamar . Suasana kamar menjadi temaram . Dia menarik selimut lalu memejamkan mata nya .
__________
kicau burung bersahutan menyambut mentari pagi yang cerah , sinar keemasan nya mulai merambah setiap sudut dunia . Alan menggeliatkan tubuh nya , perlahan-lahan mata nya terbuka. Dia terdiam sejenak mengumpulkan kesadaran nya yang masih bertebaran . Dia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling , tatapan mata nya jatuh ke sofa yang tadi malam di tempati Najwa . Tampak selimut putih itu masih teronggok di sana . Dia menyibak selimut nya lalu pergi ke kamar mandi , setelah menyelesaikan ritual pagi nya dia langsung masuk ke ruang ganti . Dia mengernyitkan alis nya saat melihat dua tumpukkan baju di meja kecil , Satu nya adalah pakaian santai , satu nya lagi adalah pakaian formal .
" Hee , kau menyiapkan pakaian santai , berharap agar aku cuti untuk menghabiskan waktu dengan mu . ? dasar wanita halu . . ! " kata Alan meraih pakaian formal lalu memakai nya . Dia memperhatikan nya penampilan nya di kaca besar .
" Selera nya tidak buruk . .! " kata Alan setelah memperhatikan perpaduan pakaian yang di siapkan Najwa .
Sementara di dapur , Hana baru saja menyelesaikan masakan nya untuk sarapan . Dia membantu ART menata menu sarapan nya .
" loh Najwa , kamu udah bangun . . ? " kata Sundari yang baru saja masuk ke dapur .
" Iya mah , . . mamah duduk dulu , aku mau ke atas mau bangunin Brian sama Rubi . . ! "
" Alan udah bangun ? " tanya Sundari .
" Tadi sih belum , tapi aku udah siapin pakaian ganti nya tadi . . ! "
" Kamu siapin pakaian kerja ? " tanya Sundari penasaran .
" Aku gak tahu kegiatan dia apa hari ini , jadi aku siapin dua baju . Baju santai sama baju formal biar dia bisa langsung ganti nanti . . ! "
" Ya sudah , sana bangunin anak-anak kita sarapan bareng . . ! " kata Sundari menyesap teh herbal nya . Najwa sudah di beritahu oleh Bu Sumi tentang kesukaan majikan nya .
Najwa membalik tubuh nya hendak ke kamar anak-anak , tapi dia terkejut saat melihat Alan sudah berdiri di depan nya dengan memakai pakaian formal yang dia sediakan tadi .
" sarapan sudah siap . Aku mau membangunkan anak-anak dulu. .! " kata Najwa lirih lalu pergi .
" ternyata itu alasan nya dia menyiapkan dua jenis pakaian . . bodo amat lah , yang jelas aku gak akan terpengaruh . . ! " batin Alan
" pagi mah . . ! " sapa Alan langsung duduk di kursi yang biasa dia duduki .
" Nasi goreng sama telur ceplok . . ! " kata Alan menyesap kopi nya . Dia merasa ada yang beda dengan kopi nya , Dia menyesap nya lagi dengan seksama . Terasa lebih enak dari biasa nya . perpaduan gula dan kopi nya sangat terasa . Dia menyendok nasi goreng nya , Dia mengernyitkan alis nya sambil mengunyah . Lalu menyuap nya lagi dan mengunyah dengan seksama .
" Ada apa , den. . ? " tanya bi Sumi yang datang membawa buah .
" kopi dan masakan bibi hari ini sangat berbeda . . ! " kaya Alan menatap wanita paruh baya yang telah mengasuh nya sejak kecil .
" Iya saya juga merasa berbeda . . ! " kata Sundari menimpali .
" Beda gimana nyonya ? gak enak ya . .? " kata Bi Sumi gak enak .
" lebih enak malahan . menu sarapan hari ini terasa lebih enak dari hari biasa nya . . ! " jawab Alan menyendok penuh nasi goreng nya .
" Hehehe , jelas enak donk den Alan . Orang yang masak hari ini kan nyonya muda . . ! " kata Bu Sumi sumringah . Suapan Alan sempat terhenti , dia menatap bi Sumi lekat .
" oh ya ?? wah ternyata Najwa pintar masak juga . . ! " puji Sundari melirik Alan yang kembali menyuap nasi goreng nya .
" pagi . . ! " sapa tuan Smith yang baru datang .
" Pagi pah . . ! "
Saat tuan Smith duduk , Najwa dan kedua bocil juga masuk ke ruang makan . Brian juga sudah siap dengan seragam sekolah nya .
" Waah cucu-cucu Oma sudah rapi , wangi lagi . . ! " kata Sundari mencium kedua bocah itu .
" Ayo duduk, kita sarapan . . ! " kata Najwa membantu Rubi duduk di sebelah Sundari lalu hendak membantu Brian duduk di sebelah nya .
" Najwa , biarkan Brian duduk di sebelah kiri . . ! " kata tuan Smith . Najwa mengerti maksud papah mertua nya .
" Ayo sayang. , kamu duduk di kursi itu . ! " kata Najwa membimbing Brian duduk di kursi sebelah Alan .
" Brian mau sarapan apa ? " kata Najwa
__ADS_1
" Mau nasi goreng mah . .! " kata Brian . Najwa mengambilkan sarapan untuk Brian . Saat akan meletakan sendok nasi , Alan mengangkat piring nya dan menyodorkan nya ke dekat tangan Najwa , Najwa melirik Alan yang masih mengunyah dengan mulut penuh .
" Tambah . . ? " tanya Najwa bingung . Alan mengangguk , Najwa menambahkan dua sendok nasi ke piring Alan , lalu meletakan telur ceplok ke piring Alan . Najwa melirik piring papah mertua nya , ternyata sudah di ambilkan oleh mamah mertua nya . Setelah itu Najwa duduk di sebelah Rubi .
" gadis kecil , mau sarapan apa ? " kata Najwa lembut .
" Aku mau sarapan roti sama selai strawberry . . ! " kata Rubi manja . Najwa mengambil dua potong roti tawar lalu mengisi dengan selai strawberry kesukaan Rubi .
" Makasih mamah . .! " kata Rubi mencium pipi Najwa . Najwa tersenyum manis lalu mencium pipi Rubi .
" Ayo di makan roti nya . makan yang banyak biar makin pinter . .! " kata Najwa . Dia lalu mengambil nasi goreng untuk nya .
" Sarapan hari agak berbeda . . ! " komentar tuan Smith .
" Gak enak ya pah ? " kata Najwa mengurungkan sarapan nya menatap mertua nya .
" Enak , sangat enak . .! " puji tuan Smith mengacungkan jempol nya . Dia melirik Alan yang makan dengan lahap .
Skip
Setelah sarapan , tuan Smith meminta semua orang untuk tetap tinggal di ruang makan sebentar . Dia ingin menyampaikan sesuatu yang dia diskusikan dengan Sundari .
" Hari ini , papah dan mamah akan berangkat ke Paris . Karena papah ada kerjaan di sana . Jadi Alan , tolong kamu jaga anak-anak dan istri kamu . Dan Najwa tolong kamu jaga dan rawat anak-anak dan suami kamu ya . Kami harap saat kami pulang nanti hubungan kalian semakin baik . . Alan , papah harap kamu bisa membuka sedikit hati kamu untuk Najwa . Najwa papah harap kamu sabar menghadapi sikap Alan , ya . . ! "
" akan aku coba , pah . Tapi jika aku sudah tidak sanggup menghadapi Alan , aku harap papah mengerti dengan sikap ku . . ! kata Najwa
" Berapa lama kalian di Paris ? " tanya Alan
" Belum pasti berapa lama kami akan tinggal di Paris . . Alan jangan lupa hak dan kewajiban mu pada anak dan istri mu . . Mau bagaimana pun Najwa istri sah mu. . ! " kata tuan Smith .
" mamah yakin kalau kamu pasti bisa meluluhkan hati Alan yang beku itu . . ! " kata Sundari mengelus lengan Najwa . Najwa tersenyum dan mengangguk .
" apa sudah selesai ? aku sudah telat. . ! " kata Alan ketus .
" Ya sudah , kalian berangkat lah . Kami akan berangkat jam 9 nanti . . ! " kata tuan Smith .
" Ayo Rubi kita berangkat ..! " kata Alan
" Rubi mau ikut mamah aja . . ! " kata Rubi perpegangan pada tangan Najwa . Alan melirik Najwa .
" Biarkan Rubi ikut aku mengantar Brian ke sekolah . Aku akan menjaga nya . ! " kata Najwa . Tanpa menjawab Alan langsung pergi .
Najwa mengambil kotak bekal yang sudah dia siapkan , lalu menyuruh Brian mencium tangan Oma dan opah nya di ikuti Rubi . Saat mereka menuju mobil Najwa melihat Alan berdiri di dekat mobil nya .
" Ada apa ? " kata Najwa heran .
" Aku hanya memeriksa ban nya saja . .! " kata Alan hendak pergi .
" Daddy . . ! panggil Brian membuat langkah Alan terhenti .Dia membalik badan nya . Brian berlari dan mengulurkan tangan nya dan meraih tangan Alan lalu mencium punggung tangan nya .
" Brian berangkat sekolah dulu . .! " kaya Brian .
" Hati-hati . . jangan jajan sembarangan , nanti sakit perut ..,! " kata Alan menarik selembar uang dari dompet nya lalu memberikan nya pada Brian .
" gak usah ,Daddy . Mamah selalu nyiapin bekal buat Brian . .! " tolak Brian . Alan melirik Najwa.
" Gak apa-apa , kan Brian bisa simpan . Siapa tahu nanti Brian pengen jajan . . ! " kata Alan . Brian menerima uang itu .
" Terima kasih Daddy , Brian berangkat sekolah . . ! " kata Brian tampak tersenyum bahagia , terlihat jelas oleh Alan . Hati nya terasa menghangat . Repleks dia mengusap kepala Brian lembut .
." Pergi lah . . Hati-hati mengemudi . Dua nyawa menjadi tanggung jawab mu . . ! " kata Alan pada Najwa .
" Iya . . ! " jawab Najwa singkat lalu menutup pintu mobil . Alan juga masuk ke nya mobil , dia melajukan mobil nya setelah mobil Najwa melaju lebih dulu .
BERSAMBUNG
__ADS_1