
Hari-hari berlalu begitu cepat . Brian sangat menikmati waktu belajar dan bermain nya di sekolah . Dia terlihat sangat bersemangat ke sekolah . Semakin hari Brian menjadi anak yang sangat aktif dan menjadi anak yang selalu ingin tahu tentang apa saja yang dia jumpai . Sampai-sampai Najwa kadang kewalahan menjawab semua pertanyaan Brian . Tapi dengan sabar Najwa tetap berusaha menjawab pertanyaan Brian dengan bahasa yang mudah dia mengerti .
Di lingkungan sekolah , Bu Veronika dkk semakin berani merendahkan ibu-ibu lain nya . beberapa hari lalu , Bu Veronika dan Bu Salimah , mamah nya Raka , sempat beradu mulut karena Bu Veronika yang memarahi Raka karena tidak sengaja menumpahkan air minum ke baju Daniel saat bermain bola . Raka dan Bu Salimah sudah meminta maaf pada mereka , tapi Bu Veronika malah terus memarahi Raka dan bahkan menghina kehidupan keluarga Bu Salimah yang kurang mampu . Karena tidak terima dengan penghinaan Bu Veronika , Bu Salimah pun membalas ucapan lawan nya hingga mereka hampir adu jotos , bahkan kedua teman Bu Veronika hampir saja ikut memukul Bu Salimah . Untung nya ibu-ibu yang di sana langsung melerai mereka . Akibat kejadian itu , ibu-ibu semakin menjaga jarak dengan ibu sosialita itu ,termasuk Najwa . Dia berusaha menghindari ' orang kaya ' itu agar tidak terjadi salah paham . Tapi Bu Veronika selalu mencari masalah untuk berdebat dengan Najwa . Untung nya Najwa bisa mengatasi kejulidan Veronika hingga bisa membungkam mulut judes Veronika .
Seperti biasa , setiap jam istirahat , Brian , Tania dan Raka selalu memakan bekal mereka bersama dan saling bertukar bekal . Najwa merasa prihatin setiap melihat bekal yang di bawa Raka . Seperti hati ini , saat Raka membuka bekal nya ,Najwa melihat hanya berisi nasi putih , beberapa potong tempe goreng dan sedikit sayur kangkung . Najwa melirik Brian yang juga sedang menatap menu bekal Raka .
" Raka , kamu bawa bekal pake tempe sama kangkung lagi ?? " tanya Tania polos .
" iya , . tapi aku tetap suka kok . . ! " kata Raka .
" memang kamu gak bosan bawa bekal itu terus ?? " tanya Tania lagi .
" gak . aku gak bosan kok . ! " kata Raka tersenyum pada Bu Salimah . Tapi Najwa bisa melihat ada setitik kesedihan di mata nya .
" Brian , sayang . bekal Brian kan cukup banyak , bagi Raka sedikit ya. . . ! " kata Najwa hati-hati .
" iya mah , Brian mau ajak Raka tukar bekal lagi ,boleh kan ?? " kata Brian
" Coba tanya Raka , mau gak dia tukeran bekal ?? " kata Najwa .
" Raka , kita tukeran bekal yuk ?? " kata Brian .
" boleh ,kamu mau yang mana ?? tempe apa kangkung ?? " kata Raka berbinar .
" Aku mau kangkung aja , kamu ambil aja bekal ku yang kamu suka . . ! " kata Brian .
" eh aku juga mau tukeran bekal juga Donk . ! " kata Tania .
Mereka bertiga saling bertukar makanan . mereka tampak semakin akrab . mereka makan sambil tertawa , Brian melihat Raka hanya mengambil satu sosis goreng dari kotak bekal nya . Brian mengambil paha ayam goreng nya lalu meletakkan di kotak bekal Raka .
" Aku gak bisa habiskan bekal ku lagi . kamu aja yang makan ayam goreng nya ya . . ! " kata Brian .
" Makasih Brian . . ! " kata Raka senang .dia memakan ayam goreng nya dengan lahap . Najwa sedikit terhenyak melihat cara makan Raka yang sangat lahap memakan ayam goreng itu . Seperti menemukan makanan yang langka .
" pelan-pelan makan nya . nanti kamu keselek loh . . ! " kata Brian .
Ibu dari ketiga anak itu tersenyum melihat kekompakan anak-anak mereka . Terutama Salimah , mata nya berkaca-kaca melihat anak nya yang memakan ayam goreng itu dengan lahap .
" coba lihat , sakingkan gak mampu nya mereka , mereka mengajari anak-anak mereka untuk bertukar bekal . Supaya apa yang tidak bisa mereka makan di rumah , bisa mereka dapat dari orang lain . sungguh miskin . . . ! " kata Bu Veronika keras hingga Najwa dan ibu-ibu lain nya bisa mendengar nya dengan jelas .
" Iya benar . . makan tiap hari pake tempe di rumah , di sekolah bisa makan ayam goreng dari orang lain . sungguh miris . . ! " kata Bu Sinta .
" yang lebih miris itu ngaku nya orang terkaya sekompleks , tapi diam aja lihat orang yang lagi kesusahan . Itu arti nya orang yang hidup nya susah itu lebih kaya dari orang terkaya di kompleks , walau hidup susah ,tapi masih mampu berbagi . lah apa kabar nya orang terkaya tapi gak mampu berbagi . . ?? " kata balas Najwa dengan kencang .
" untuk apa berbagi dengan orang susah , ujung-ujungnya juga bakal ngelunjak . di kasih hati minta jantung . . ! " balas Veronika sengit .
" Eh Veronika alias julitun , gak usah sombong ya , mentang-mentang bersuami orang kaya , gaya elo kayak gak pernah makan nasi sama garem aja lo . . Elo menghina orang susah , tapi mereka masih sanggup beli tempe . Jangan lupa sebuah fakta , kalau bukan elo kawin sama pak Rustam , mungkin hidup elo gak bakal kayak gini . Jangan kan beli tempe , beli garem aja dulu elo ngutang . . ! " kata Ambar
__ADS_1
" eh Ambar jangan asal ngomong ya . . !!! " teriak Veronika .
" eh gue gak asal ngomong karena gue tahu betul siapa elo . . mentang-mentang udah kaya sama tetangga aja lupa . . kalau bukan emak sama bapak gue yang ngasih makan keluarga elo , mungkin elo sekeluarga udah pada koit . . !! " kata Ambar . Veronika terdiam . dia menatap Ambar tajam .
" Hahaha ngaku nya orang terkaya sekompleks , Tapi orang tua elo di kampung kok di telantarin ?? jangankan hidup mewah makan aja gak tentu . . jangan-jangan suami elo pelit ya . . . ??! " kata Ambar sinis . wajah Veronika semakin memerah , dia menatap Ambar tajam dengan mata merah . Kedua teman Veronika sedikit beringsut menjauh dari Veronika .
" Bu Ambar , udah . . . gak usah di ladeni . malu sama anak-anak . . !! " kata Najwa .
Untung nya bel masuk berbunyi hingga membuat pertengkaran itu berhenti . Najwa menarik tisu basah lalu mengelap bibir Brian yang berminyak lalu mengelap tangan nya . Setelah itu tiga anak itu berlari masuk ke kelas . Najwa sedikit lega setelah situasi nya kembali tenang . Namun Najwa harus kecewa karena sebuah teriakan kembali memicu kerusuhan .
" Eh Ambar , elo gak usah ngurusin gue ya . elo urus tuh teman elo yang senang banget pake masker . betah banget Berhari-hari pake masker , . kalau lagi flu gak mungkin kan sampai berbulan-bulan . . jangan-jangan wajah nya buruk rupa , atau cacat gitu ??? iiih serem banget sih . . !! " kata Ambar memeluk tangan nya sendiri .
" maaf Bu Veronika , kok masalah nya merembet ke masker saya ya ?? " kata Najwa
" hahaha gaya nya sok kecantikan , tahu-tahu wajah nya cacat . . kasihan sekali kamu , kalau aku jadi kamu , aku gak akan berani keluar . mending aku bunuh diri aja daripada jadi bahan lelucon . .! " kata Veronika .
" untung nya situ gak jadi saya ya . . kalau situ jadi saya , , waah saya gak bisa ngebayangin bagaimana sikap nya situ . . .!! " kata Najwa santai .
" huuu . . . !! " kata Veronika melihat sikap Najwa yang santai .
Ponsel Najwa berdering , dia mengambil ponsel nya dari dalam tas nya , dari kejauhan Veronika bisa melihat tas Najwa yang dia letakkan di pangkuan nya .
" itu kan tas branded keluaran terbaru . . Kok bisa ??? " batin Veronika .
Najwa buru-buru bangkit dan menjauh saat melihat nama yang tertera di layar ponsel nya .
" Halo Wa ,. gimana kabar kamu sama Brian . . ?
" Alhamdulillah kami baik , ada apa , kok tumben kamu nelpon jam segini ?? "
" aku mau ngasih tahu kamu , kalau kamu lulus seleksi jadi model pakaian , dan kamu langsung di undang oleh seorang desainer untuk menjadi model pakaian terbaru nya . . . selamat ya Wa . . . ! "
" Apa ?? serius aku beneran lulus ??? " kata Najwa masih tak percaya .
" Serius Wa . . Besok pagi jam 9 kita ketemuan di kafe xxx , aku sudah membuat janji dengan desainer itu . . ! "
" ok . . makasih ya , . . !! "
" *Sama-sama , , sayang . . ! "
Tut Tut tut*
Alex langsung memutuskan sambungan telpon nya setelah menyelesaikan ucapan nya . Najwa terbengong saat mendengar sebuah kata yang di ucapkan oleh Alex yang terdengar janggal itu . Berulang kali dia mencoba mengingat apa yang dia dengar barusan .
" tadi aku salah dengar kan ?? " gumam Najwa . Dia mengendikkan bahu nya lalu kembali ke tempat duduk nya . * * *
triing triiing
__ADS_1
Bel pulang berdering , semua ibu-ibu bersiap menyambut putra putri nya yang akan segera keluar dari kelas . Tak berapa lama suasana terdengar riuh memenuhi halaman sekolah kala anak-anak menyerbu keluar . Brian berjalan menuju Najwa dengan tenang .
" assalamualaikum mamah . . . ! " kata Brian meraih tangan Najwa dan mencium nya penuh khidmat .
" waalaikumsalam , jagoan mamah . . ! " jawab Najwa . hati Najwa terasa sejuk mendengar salam anak nya kali ini yang terdengar berbeda . Dia mencium puncak kepala Brian dengan penuh kasih sayang.
" Mah , Brian lapar . . ! " kaya Brian mengelus perut nya . Najwa tersenyum , dia paham Brian merasa lapar , karena sebagian besar bekal nya tadi dia berikan pada Raka .
" ayo kita makan dia luar . . ! " kata Najwa . Brian mengangguk , mereka bergandengan tangan dan berjalan menuju mobil , karena jalan masih sangat ramai , Najwa berhenti sejenak lalu menelpon Sarah .
" halo Sarah , , aku sama Brian akan makan siang di luar , jadi Kalian langsung makan siang aja ya . . ! "
Najwa menyimpan kembali ponsel nya . Setelah jalan sedikit lengang , Najwa menarik tangan Brian menuju mobil nya . Tapi langkah nya terhenti saat melihat tiga orang wanita berpakaian glamor tengah berselfi di depan mobil nya .
" ayo Sin , Mona , kita foto-foto dulu dengan mobil keren ini . mumpung orang nya belum datang . . ! " kata Veronika . Mereka bertiga berselfi ria dengan berbagai pose . Sebuah ide jahil melintas di benak nya . Dia m ngambil kunci mobil nya , dan . . .
cuit cuit .
Ketiga wanita itu terlonjak , dengan wajah memerah mereka pergi dari mobil Najwa . Najwa tertawa geli melihat ekspresi mereka . Setelah mereka pergi Najwa membantu Brian naik ke mobil dan melepas masker nya . Setelah itu mobil mereka melaju dengan santai . Brian terus mengoceh menanyakan apapun yang mereka lewati . Najwa tersenyum melihat perkembangan adaptasi anak nya dengan lingkungan nya semakin baik .
Di depan , Najwa melihat sebuah plang rumah makan lesehan ,dia bisa melihat suasana persawahan di belakang rumah makan itu . Dia pun memutuskan untuk mencoba makan di sana . dia membelokkan mobil nya .
" Kita coba makan disini yuk , sayang . . ! " kata Najwa melepas set belt nya dan Brian lalu membantu Brian turun .
" waaah , disini pemandangan nya bagus banget ya mah. . ! " puji Brian .
" Yuk kita ke saung yang itu . . ! " Najwa menarik Brian ke saung yang kosong . mereka duduk dengan santai ,Najwa memeriksa menu apa saja yang ada di buku menu , sedangakn Brian tak bosan-bosannya memandang hamparan hijau di belakang saung .
" selamat siang , mau pesan apa ?? " kata seorang waiters menghampiri saung Najwa .
" Brian mau pesan apa sayang ?? "
" Brian pengen makan ikan bakar ini mah . ! tunjuk Brian .
" ok . . . mbak pesan ikan bakar nya satu , sama bebek rica-rica . minum nya orange jus 2 , . ! "
" baik mbak , mohon tunggu sebentar . . ! "
waiters itu pergi , Najwa menatap Brian yang tampak sangat suka dengan pemandangan persawahan itu .
" Mah , udara disini sejuk banget ya . .Brian jadi ngantuk . . ! " kata Brian dengan mata yang terlihat mengantuk . Najwa tersenyum dan mengusap rambut Brian .
" jangan tidur dulu , , abis makan nanti Brian boleh tidur di mobil ,ya. . ! " bujuk Najwa . Brian pun mengangguk .
" selamat siang , ini pesanan nya. . ! " sapa seorang pelayan wanita yang membawa nampan berisi pesanan Najwa . Najwa menoleh pada sumber suara , dan . . . .
DEG . . . .
__ADS_1