
" **** . . . . ! "
Alan diam mematung di pintu , mata nya melotot dengan jantung yang berdebar melihat pemandangan yang tersaji di depan nya . Najwa masih asyik dengan kegiatan mandi nya . suara shower yang cukup berisik membuat Najwa tak menyadari sosok yang melihat nya dengan jakun yang baik turun . Walau di batasi di dengan dinding kaca yang berembun oleh percikan air , tapi Alan masih bisa melihat dengan jelas apa yang ada di dalam bilik mandi itu . Karena merasa ada sesuatu yang membuat nya sesak , dia buru-buru keluar dengan menelan Saliva nya berulang-ulang .
" tadi kata nya mau mandiin anak-anak , kok dia malah bisa di kamar . . ? apa ini juga salah satu trik nya untuk menggoda ku . . ?? " batin Alan
Dia berusaha menenangkan hati nya yang bergejolak. Dia meraih gelas berisi air putih di atas nakas lalu meneguknya kasar hingga habis , lalu dia berjalan ke balkon untuk mengalihkan pikiran nya yang selalu terbayang pemandangan exotic tadi . Tak berapa lama terdengar suara pintu di kamar mandi di buka . Jantung nya semakin berdebar . Setelah hening sejenak Alan mendengar suara hair dryer , dia mencoba mengintip Najwa , Memang benar Najwa sedang mengeringkan rambut nya . Setelah itu dia tampak memoles wajah nya dengan make up yang tipis . Tampak Najwa menatap lekat ke arah cermin rias nya.
" anak-anak meminta ku mengajak Alan jalan-jalan . Tapi gimana aku ngomong nya ? takut nya nanti dia malah salah paham , di kira aku memanfaatkan anak-anak untuk mendekati nya. Tapi untung nya hari lagi hujan .Jadi aku punya alasan untuk membatalkan acara jalan-jalan nya. . ! " kata Najwa dengan wajah bingung .
Alan bisa mendengar ucapan Najwa karena posisi kamar sekarang sangat sunyi . Alan lalu masuk seolah-olah tidak pernah terjadi apapun .
" Al , . ! " sapa Najwa sedikit terkejut melihat Alan yang masuk dari balkon .
" Aku mau mandi . . ! " kata Alan datar seperti biasa nya.
" Sebentar aku siapkan air hangat nya dulu . . ! " kata Najwa beranjak dari tempat nya.
" tidak usah , biar aku saja . . ! " kata Alan langsung menuju kamar mandi .
Najwa lalu membereskan tempat tidur Alan dan sofa bekas tidur nya . Tak lupa dia menyiapkan baju ganti Alan di ruang ganti . Setelah itu dia mengambil vacum penyedot debu dan mulai membersihkan setiap sudut kamar nya. Alan keluar setelah menyelesaikan ritual nya . Dia langsung memakai baju ganti yang di siapkan Najwa . Saat keluar dari ruang ganti dia melihat Najwa masih sibuk beberes .
" Kamu kan bisa suruh ART ngebersihin kamar . . ! " kata Alan menyisir rambut nya .
" Memang sih , tapi menurut aku kamar itu privasi . Jadi gak sembarang orang bisa masuk . Selagi kita bisa mengerjakan sesuatu , kenapa kita harus minta tolong . ? " kata Najwa masih asyik dengan kegiatan nya.
" hee , apa kau merasa malu jika mereka tahu kalau kita tidur terpisah . ? " kata Alan meremehkan . Najwa menghentikan aktivitas nya.
" Tidak , aku tidak merasa malu , hanya saja aku tidak ingin mamah sama papah tahu tentang apa yang terjadi di kamar ini . Aku rasa kau tahu jika kepala Pelayan adalah orang kepercayaan papah dan mamah . Jika mereka mengetahui peraturan kamar ini , siapa yang akan di salahkan ? ya pasti kamu lah ,. secara kamu kan pemilik kamar ini . . ! " kata Najwa tenang sambil menyedot debu di gorden penutup jendela kaca itu. Alan terdiam tak bisa menjawab ucapan Najwa . Najwa telah selesai beberes .
" Ayo sarapan , , anak-anak pasti sudah selesai mandi . ! " ajak Najwa menyimpan vacum lalu keluar .
" memang kapan kamu mandiin anak-anak. . ? " kata Alan teringat dengan kejadian tadi .
" Tadi aku mau mandiin Ruby , tapi di ambil alih sama Bu Sarmi . Sedangkan Brian sudah bisa mandi sendiri . kata nya malu udah gede masih di mandiin . hehe jagoan ku sudah mulai gede . Ya udah lah ayo turun. .! " kata Najwa langsung membuka pintu. Alan menghela nafas menenangkan hati nya lalu menyusul Najwa .
Di ruang makan , keluarga kecil itu sedang menikmati sarapan mereka . Seperti biasa Alan makan dengan lahap . Dia sangat menyukai masakan Najwa . Najwa tersenyum tipis melihat Alan yang makan dengan lahap .
" Mamah , mamah . . nanti kalau Ruby udah besar Ruby mau belajar masak sama mamah . . ! "
" Bil h sayang , ayo makan yang banyak . Biar cepat gede. . ! " kata Najwa .
Setelah menyelesaikan sarapan nya , Alan bersantai di ruang tamu sambil nonton tv . Ruby dan Brian berlari ke ruang tamu .
" Daddy , kita mau nonton film anime animasi . . ! " kata Ruby duduk di sebelah kiri Alan di susul Brian di sebelah kanan . Alan mengganti siaran tv dengan film animasi yang DDI maksud Ruby . Mereka bersorak saat film nya ternyata sudah di mulai . Alan merangkul kedua anak itu .
" Daddy , Minggu depan beneran ya bakal ajak kita jalan-jalan . . ! " kata Ruby .
" Jalan-jalan . . ?? " kata Alan bingung .
" Iya , tadi mamah bilang karena hari ini hujan , jadi Daddy bakalan ajak kita jalan-jalan Minggu depan . . janji ya , , ,! " kata Ruby . Alan sekarang mengerti , dia lalu menganggukkan kepala nya .
Saat sedang asyik menonton sambil mengobrol , Najwa terlihat sedikit berlari menuruni tangga.
__ADS_1
" Alan , ponsel kamu dari tadi bunyi terus . . ! " kata Najwa memberikan ponsel Alan . Alan melihat layar ponsel nya lalu mengangkat telpon .
" Halo . . . . sekarang saya lagi free , , , , , ok kita ketemu di kafe biasa . . ! "
Alan memutuskan sambungan telpon . Dia lalu meletakan ponsel nya di atas meja .
" anak-anak , Daddy ada urusan mendadak . Jadi kalian nonton bareng mamah aja, ya . . ! " kata Alan bangkit.
" Iya . . ! " jawab Brian dan Ruby singkat karena begitu fokus pada tv . Alan tersenyum m dan mengusap kepala mereka berdua .
" Mau pergi . . ? " tanya Najwa .
" Iya , , seorang klien ku ingin merombak gaun yang dia pesan . . ! " kata Alan .
" Baiklah , aku siapkan baju mu dulu . . ! " kata Najwa langsung berlari menaiki tangga . Alan tersenyum tipis melihat Najwa yang cepat tanggap , dia lalu menyusul Najwa ke kamar . Sesampai nya di kamar , Alan kembali tersenyum tipis , sangat tipis hingga gak ada yang tahu kalau dia sedang tersenyum. Dia melihat Najwa bergerak dengan gesit menyiapkan semua kebutuhan nya. Diam-diam dia mulai menyukai Najwa , tapi hatinya masih tetap menyangkal perasaan itu.
" Apa kamu akan lama ? " tanya Najwa melirik Alan yang tampak melamun .
" Entahlah , kenapa ? " kata Alan
" Jika kamu pergi nya lama , apa perlu aku siapin bekal ? " kata Najwa datar .
" Tidak dak usah , sepertinya hanya sebentar . . ! " kata Alan juga dengan raut wajah datar . ( bayangin aja sendiri gimana Alan dan Najwa sama-sama memasang wajah datar. 😁😁 )
" Ok . . ! " kata Najwa langsung keluar dari kamar. Alan langsung masuk ke ruang ganti . Dia memperhatikan penampilan nya dengan seksama.
" Selera nya cukup bagus. . ! " kata Alan tersenyum melihat pantulan nya di kaca . Setelah semua selesai dia pun pergi menuruni tangga dan menghampiri anak-anak yang sedang menikmati pentol bakso bakar di temani Najwa .
" Sayang , Daddy pergi dulu sebentar , ya . . Baik-baik di rumah . .Ingat , nurut sama mamah. ! ".
Alan mencium kedua kening anak-anak itu , lalu berjalan menuju pintu . Dia melirik dari ekor mata nya , tampak Najwa juga mengikutinya dari belakang. Rasa hangat di hati nya mengalir sampai ke bibit nya yang kini tersenyum kecil .
" Aku berangkat dulu . . ! " kata Alan menyodorkan tangan nya di sambut oleh Najwa dan mencium punggung tangan nya .
." Hati-hati , jangan ngebut jalan pasti masih licin walau hujan udah reda . . ! " kata Najwa .
" Iya bawel . . ! " kata Alan lembut sebelum masuk ke mobil nya . Hati Najwa sedikit berdebar . Najwa kembali masuk setelah Mobil Alan keluar dari halaman mansion .
Saat masuk ke ruang tamu dia terkejut melihat yang sepertinya kesusahan bernafas dengan wajah memerah.
" Ruby , astaga kamu kenapa , sayang . . ? " kata Najwa cemas .
" Brian gak tahu mah , pas adik sedang mengunyah pentol , tiba-tiba dia terbatuk lalu jadi kayak gini. . ! " kata Brian terlihat panik . Najwa bisa menebak apa terjadi pada Ruby .
" Kakak tolong ambilin air minum ,ya . . ! " kata Najwa sambil menaikkan Ruby ke pangkuan nya . Dengan cepat Brian berlari ke dapur .
Najwa memeluk Ruby dari belakang lalu menekan-nekan perut Ruby dari belakang . Tapi tidak terjadi apa-apa , berulangkali Najwa mencoba tetap tak ada reaksi . Brian kembali dengan segelas besar air minum di ikuti bik Sarmi yang tampak ikut cemas mendengar cerita singkat Brian tadi . * * *
Alan mengemudikan mobil nya dengan santai . Tapi baru beberapa meter dari gerbang mansion , dia baru mengingat jika buku sketsa nya tertinggal di meja kerja nya. Dia menghentikan mobilnya lalu mundur kembali. Setelah di depan gerbang mansion Alan langsung menghentikan mobilnya lalu masuk . Dia langsung masuk tapi langkah nya terhenti saat melihat pemandangan yang membuat emosi nya naik . Dia melihat Najwa tengah memasukkan dua jarinya ke mulut Ruby hingga mata Ruby mendelik ke atas.
" Ayo Ruby , , mamah bilang muntahin . . . ! " teriak Najwa dengan khawatir . Tapi karena posisinya membelakangi Alan , Alan tidak melihat raut wajah Najwa yang khawatir . Yang dia dengar hanya Najwa yang berteriak marah pada anak semata wayang nya .
" Nyah , udah nyah non Ruby pasti kesakitan . . ! " ratap bik Sarmi dengan berurai airmata . Tapi Najwa terus memasukkan jari nya ke tenggorokan Ruby .
__ADS_1
" Tapi bik dia harus memuntahkan nya , kalau tidak . . .
" NAJWA APA YANG KAU LAKUKAN PADA ANAK KU . . . !!! " Teriak Alan menggelegar membuat Najwa terkejut dan menoleh ke belakang .
" Alan , kebetulan kamu datang , , aku . .
" Jadi ini perbuatan kamu yang sebenarnya . Kamu menyiksa anak ku dengan kejam seperti ini . . Memang apa yang dia makan dari tangan mu sampai dia harus memuntahkan nya , haa . . ! " teriak Alan dengan wajah memerah .
" Alan , tolong dengar aku dulu . . Ini tidak seperti yang kamu pikirkan . . Aku . .
" Cukup Najwa . . aku melihat sendiri dengan mata kepala ku , kamu menusuk tenggorokan Ruby agar Ruby memuntahkan makanan nya . . Memang siapa kamu di rumah ini .haa . ? Aku yang membeli semua yang ada di mansion ini . . kamu . . " ucapan Alan terhenti saat Najwa dengan cepat kembali memasukkan jarinya ke mulut Ruby hingga Ruby kembali mendelik.
" HEEY APA YANG KAU LAKUKAN PADA PUTRI KU . .BERHENTI ATAU KAU AKAN MENERIMA AKIBAT NYA . . .NAJWA BERHENTI . . . !!! teriak Alan penuh kemarahan seraya menarik bahu Najwa dan mendorongnya asal hingga tangan Najwa tergores oleh tepi meja kaca dan terluka .
" Mamah . . . !! " teriak Brian menghampiri mamah nya .
" Ooek . .uhuk . .uhuk . . ma . .mah . . .huuu . .! " Ruby memuntahkan sebuah pentol yang masih belum terlalu hancur lalu menangis , Alan mendekati Ruby dan ingin memeluk nya , tapi Ruby menolak Alan dan terus memanggil Najwa membuat Alan terdiam mematung .
" Sayang , , kamu gak apa-apa , nak . . ! " kata Najwa langsung bangkit dan menghampiri Ruby yang tampak berantakan di ikuti Brian yang masih setia memegang gelas berisi air .
" Mamah . . huhuuu . .! " Ruby langsung memeluk Najwa dengan erat . .
" Adik ,, ayo minum dulu . .tenggorokan mu pasti sakit kan . . ! " kata Brian . Ruby minum dengan bibir gemetar .
" Pelan-pelan , sayang . . ! " kaya Najwa .
Ruby tampak tenang setelah meminum air nya . Najwa merapikan rambut yang sedikit berantakan .
" Udah baikan . . ? " kata Najwa menghapus airmata dan ingus Ruby dengan tisu yang tersedia di meja .
" Mah , ,tangan mamah berdarah . . ! " kata Brian meraih tangan Najwa . Najwa mencoba tersenyum dengan menahan perih .
" Bik , tolong bawa Ruby ke kamar nya , ya . Sekalian tolong ganti baju nya. . ! " kata Najwa lembut .
" Baik nyah , tapi tangan nyonya. . .
" Saya gak apa-apa kok bik . . ! " kata Najwa .
" Baik nyah , , ayo non cantik . . ! " kata bik Sarmi .
" Mamah . . ! " panggil Ruby
" Adik , , tangan mamah terluka Jadi harus di obati dulu . adik ganti baju dulu ya sama bibik . . ! " kata Brian lembut mengusap kepala Ruby . Ruby mengangguk lalu mengikuti bik Sarmi .
Alan mematung menatap darah yang menetes dari tangan Najwa . Najwa memanggil seorang Art lain untuk membersihkan kekacauan di ruang tamu.
" mamah , , , Luka mamah pasti sakit ya.. . ! " mata Brian memerah .
" Sayang , mamah gak apa-apa kok . .jangan nangis ya . .! " kata Najwa tersenyum . Tapi Brian malah menjadi terisak saat melihat Najwa tersenyum .
" mah , ayo ke kamar Brian . Di kamar Brian ada kotak obat . Biar Brian yang obati luka mamah .hiks hiks . ! " kata Brian menarik tangan Najwa lembut .
Alan menatap kepergian Brian yang menarik tangan Najwa tanpa menoleh nya .
__ADS_1
BERSAMBUNG . .