
" Baiklah silahkan kalian masuk biar aku yang duduk di luar . ! " kata Alan hendak keluar , tapi tiba-tiba Vera memeluk Alan membuat Alan tersentak .
" apa yang aku lakukan , lepaskan . Dasar perempuan tak tahu malu . . ! " kata Alan melepaskan tangan Vera yang melingkar di perut nya .
" Alan , tolong lihat aku . Kau tahu , Dari awal kita bertemu aku udah jatuh cinta sama kamu . Alan asal kau tahu , Najwa sebenarnya menikahi kamu hanya karena harta mu . Tolong jangan tertipu dengan wajah polos nya . . ! " kata Vera kembali memeluk Alan dan dengan cepat tangan nya berpindah ke bagian sensitif Alan membuat Alan tersentak . Saat Alan hendak menepis tangan Vera , tubuh nya tiba-tiba merinding saat sebuah kecupan mendarat di leher nya . Seketika suhu tubuh Alan naik hingga perlahan wajah nya terlihat memerah .
" Bagus Vera , obat nya mulai bereaksi . . ! " kata Rima memberi semangat pada Vera .
wajah Alan semakin memerah dengan tubuh yang memanas saat dengan berani nya Vera menyusupkan tangan ke dalam piyama Alan dan meraba dada Alan hingga Alan memejamkan mata nya menahan hasrat yang tiba-tiba bergelora .
* * * * *
Di sisi lain , saat mereka tiba di rumah Bu Wendah . Mereka di kejutkan dengan sebuah kekacauan , dimana suami Bu Wendah tengah membopong seorang anak laki-laki ke dalam mobil di ikuti tangisan Bu Wendah . Buru-buru mereka menghampiri Bu Wendah .
" Bu Wendah , ada apa Bu ? " kata Rita .
" Bu Rita , hiks , hiks . Sakit Aldo kambuh lagi , ,hiks , hiks . Maaf Bu Rita , Najwa kami harus ke rumah sakit . Padahal saya sudah mengundang kalian . . ! "
" gak apa-apa Bu , sebaiknya kalian segera ke rumah sakit , kasihan Aldo . . ! " kata Najwa .
" Iya Najwa , kalau begitu kami berangkat dulu . ! "
Setelah Bu Wendah masuk ke mobil , mobil itu langsung berangkat .
" Kasihan Aldo , ! " gumam Rita .
" Memang anak nya Bu Wendah sakit apa sih Bu ? " tanya Najwa .
" Aldo mengidap penyakit gagal ginjal . Kasihan masih kecil tapi sudah sakit seperti ini. . ! " kata Rita iba .
" Ya Allah , kasihan banget . . ! " lirih Laura .
" alhamdulilah ya Allah . Engkau memberikan kesehatan yang sempurna untuk anak-anak hamba . Berikanlah kesembuhan pada anak nya Bu Wendah . amin . ! " batin Najwa .
" Ya udah , yuk kita pulang . ! " kata Rita . Mereka bertiga pun kembali menyusuri jalan yang baru saja mereka lalui . Rita juga sudah mengabari Yongki jika mereka tidak jadi ke rumah Bu Wendah dan langsung pulang . Sepanjang perjalanan mereka asyik mengobrol , Laura tampak menyukai suasana perkampungan itu . Tiba-tiba mereka di kejutkan oleh suara ponsel Laura .
" Halo . . . ada , bentar ya . . ! " kata Laura memberikan ponsel nya pada Najwa .
" Bima mau ngomong sama elo . ! " kata Laura . Najwa langsung menerima ponsel Laura .
" Halo , bang . . . APA . . ??? . . . . . . .Baik aku segera pulang . . ! " kata Najwa langsung menyerahkan ponsel Laura dan berlari dengan kencang tanpa menunggu Rita dan Laura .
" Najwa tunggu . . !! " teriak Laura .
" Ayo kita susul , seperti nya ada masalah di rumah . .! " kata Rita . Mereka pun ikut berlari menyusul Najwa . Mereka bisa melihat Najwa hampir sampai di rumah karena jarak mereka memang sudah cukup dekat .
* * * * *
Alan yang hampir terbuai oleh tangan Vera yang terus meraba tubuh bagian atas nya , tiba-tiba tersadar dan langsung membuka mata nya dengan tatapan tajam . Dengan keras dia mencekal tangan Vera dan mendorong nya hingga dia menabrak dinding cukup keras .
" Kau , , ,kau ternyata ingin menjebak ku . . Dasar J****g . . . hosh , hosh . . ! " kata Alan tampak tersengal karena suhu tubuh nya yang semakin naik , dia melangkah dengan sempoyongan menuju kamar Najwa . Saat Alan akan menutup pintu kamar tiba-tiba Vera menghalangi pintu dengan tangan nya . Tapi sial bagi Vera , Alan tak membiarkan Vera membuka pintu kamar , dia terus menggencetkan daun pintu hingga Vera berteriak kesakitan karena tangan nya terjepit .
" Aaaaakhh . . Alan buka pintu nya . Sakit , brengsek . . aaaakh . . Alan buka pintu aku bilang . . ! " teriak Vera berusaha menarik tangan nya , tapi nihil tangan nya tak bisa terlepas dari jepitan itu karena Alan menekan daun pintu dengan kuat . Dengan wajah kesal Rima mendekati Vera dan ikut menarik tangan Vera .
" Aaawh , sakit mah . Bantu aku mah bisa-bisa tangan ku patah , ,aaakh . . !! " teriak Vera kesakitan .
" hey anak sialan . Buka pintu nya . Dasar laki-laki bodoh , di ajak bersenang-senang malah lari . Cepat buka pintu nya . . !!! " Rima ikut berteriak .
__ADS_1
" Alan , aku tidak akan menyakiti mu . Aku hanya ingin menemani mu malam ini . Ayolah buka pintu nya . Aku jamin aku lebih bisa menyenangkan mu daripada si anak yatim piatu itu . . Alan ayo buka pintu , sayang . . ! " bujuk Vera seraya menahan sakit .
BRAAAKH . .
" DASAR MANUSIA BEJAAAT . . . !!!! " teriak Najwa lantang memenuhi setiap sudut rumah , membuat Rima dan Vera terkejut . Mereka melihat Najwa yang baru saja masuk di ikuti Rita dan Laura .
" Na , ,Najwa . . ka , ,kalian udah pulang . . ?? " kata Rima gugup .
Vera tampak tegang saat melihat Najwa melangkah mendekati mereka dengan wajah yang penuh amarah .
" Najwa , , ka , kamu jangan salah paham . . kami , ,kami hanya ingin . .
brrruukh
PLAAKH
PLAAKH
Rima terjatuh ke lantai akibat di dorong oleh Najwa dengan kuat , sedangkan dua tamparan mendarat di pipi Vera .
" Najwa . . Berani-beraninya . . .
PLAAAKH
Tamparan keras mendarat di pipi Rima yang ingin menghampiri Najwa sebelum ucapan nya selesai .
" Laura , tahan dia . . !! " kata Najwa dingin . Dengan cepat Laura memiting tangan Rima .
" lepaskan , dasar gadis . . . mmmphf . . " Rima melotot saat Laura menyumpal mulut Rima dengan lap yang ada di meja sofa . Najwa menatap Vera dengan mata yang merah karena terlalu emosi .
" kau sungguh merusak reputasi wanita . .! "
" Kau dengan beraninya menggoda suami ku . . ! "
plaakh
" bahkan kau sedikit pun tidak malu saat berniat ingin merebut suami orang . .! "
plaakh
" kau pikir aku akan diam saja dan termakan dengan jebakan kalian . Sungguh menjijikkan . . !! "
PLAAAKH
Najwa menampar Vera dengan sekuat tenaga nya hingga menimbulkan suara yang sangat mengerikan , hingga Vera terjatuh menabrak sofa dengan sangat kuat .
" mmmppph . . mmmmppph . . !!! " Rima melotot pada Najwa dengan suara yang tidak jelas . Tapi mereka yakin jika Rima tengah mengumpat Najwa dengan kasar. Dengan tatapan tajam Najwa melangkah mendekati Rima .
PLAAAKH
" ibu macam apa kau . kau mendukung anak gadis mu untuk menjebak suami orang . Kurang apa aku sama kalian , haa . Kau melukai ibu ku tapi kami tidak bertindak lebih pada mu . Bahkan kau menumpang di rumah ku sepeserpun aku tak meminta uang kalian , dan sekarang kalian berani ingin merusak rumah tangga ku . apa aku harus membunuh kalian agar kalian tidak mengganggu hidup ku , haaa . !!! " Najwa mendaratkan satu tamparan keras di pipi Rima .
" Najwa . . ! " kata Bima yang baru datang bersama dengan pak RT dan Yongki serta beberapa warga lain nya .
" Bima , ayah , syukurlah kalian datang . . ! " kata Rita sedikit lega . Bima langsung berlari menghampiri Najwa yang tampak masih sangat emosi lalu membisikkan sesuatu , Rita sedikit cemas saat melihat raut wajah Najwa yang berubah tegang . Najwa menatap Bima lekat ,
" Cepat lah , atau Alan akan semakin menderita . ! " kata Bima pelan hanya mereka yang mendengar nya . Najwa melirik pak RT .
__ADS_1
" Pak RT , tolong bawa pergi manusia tidak tahu diri ini . Atau saya akan khilaf dan membuat mereka hanya tinggal nama . ! " kata Najwa menatap Vera tajam .
" Baik , Najwa . kami sudah tahu duduk permasalahan kalian . Jadi kami akan mengamankan mereka . Tolong bawa barang bukti besok ke balai desa . ! " kata pak RT.
" Baik pak . Terima kasih . ! " kata Bima .
Saat mendengar suara barang jatuh dari dalam kamar , Najwa buru-buru masuk ke kamar , dia sedikit kaget melihat kamar nya yang kini menjadi gelap , dia langsung mengunci pintu lalu mengatur kamar nya menjadi kedap suara . Dia langsung melempar tas nya dengan asal , lalu mencari Alan .
" Al , ,kamu dimana , , jangan takut ini aku , Najwa . . ! " kata Najwa perlahan mendekati lampu tidur dan menyalakan nya hingga kamar nya kini menjadi sedikit twrang . Dia kembali mencari Alan , dia melangkah pelan menuju ruang ganti , tapi dia di kejutkan dengan sebuah pelukan erat di punggung nya . Darah Najwa berdesir saat hembusan nafas berat menerpa leher nya.
" Alan . . ! " lirih Najwa sedikit was-was
" Wawa , , tolong . . aku , , aku sungguh tidak tahan dengan siksaan ini . . ! " kata Alan hampir terdengar seperti berbisik . Najwa berusaha tenang saat sebuah kecupan mendarat di leher nya membuat dia merinding .
" aku harus membantu Alan . kamu sudah sah menjadi suami istri . Jadi aku harus membantu Alan melepas reaksi obat laknat itu . ! " batin Najwa .
Dengan memberanikan diri , Najwa membalik badan nya hingga kini mereka berhadapan , hembusan nafas yang beraroma mint menerpa wajah Najwa . Dalam suasana temaram , Najwa bisa melihat wajah Alan yang tampak memerah dan seperti sangat menderita . Perlahan maka mendekatkan wajah nya pada Alan dan . .
cup
Najwa mencium sekilas bi**r Alan , membuat Alan menatap Najwa lekat .
" kau pasti sangat tersiksa , , ! " kata Najwa membuka satu persatu kancing kemeja nya , membuat Alan menelan Saliva nya dengan susah payah .
" Najwa . . ! " lirih Alan kembali menelan Saliva nya saat melihat kancing kemeja Najwa yang sudah terlepas sebagian .
" Aku tahu , kau butuh pelepasan , bukan . ? " kata Najwa yang kini melepas satu persatu kancing piyama Alan .
" Kau benar , tapi , , aku , , aku harap kau tidak menyesal . Karena kau terpaksa melakukan ini demi menawarkan reaksi obat ini . . ! " kata Alan setengah berbisik . Najwa tersenyum .
" Aku ikhlas melakukan nya untuk mu . Karena mungkin ini sudah jalan kita untuk bersatu menjadi suami istri yang sesungguh nya . . ! " kata Najwa berhasil melepas semua kancing piyama Alan dan membantu melepas piyama nya dan menjatuhkan dengan asal . Perlahan tangan Alan meraih kemeja Najwa dan . .
traash
Alan menarik nya kasar hingga kancing yang masih melekat kini terlepas dengan kasar . Najwa menatap kemeja nya .
" Al , kau merusak kemeja kesayangan ku . . ! " kata Najwa memanyunkan bibir nya . Alan tersenyum devil dan langsung mencium bi2r Najwa dan ******* nya . perasaan Najwa kembali berdesir saat ciuman pertama mereka yang di lakukan dengan kesadaran penuh . Najwa mencoba mengimbangi l***tan Alan yang sangat agresif . Tangan Alan pun tak tinggal diam . Dia meraba setiap inci tubuh seksi istri nya yang telah lama dia perhatikan secara diam-diam . Lenguhan pelan terdengar dari bibir Najwa saat merasakan sebuah sengatan dari titik kembar sensitif nya yang di sentuh oleh tangan sang suami . Alan melepas l***tan nya dan menyeringai saat melihat ekspresi sayu Najwa yang semakin membuat nya bersemangat . Tanpa Aba-aba , Alan membopong tubuh Najwa dan membawa nya ke ranjang lalu menurunkan nya dengan pelan .
Hingga akhir nya , malam yang hampir menjadi malam kehancuran , kini menjadi malam pertama yang panjang untuk Alan dan Najwa . Lenguhan dan ******* menghiasi kamar kedap udara itu , menuliskan kisah baru untuk kedua manusia yang sama-sama mengalami pahit nya masa lalu .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
__ADS_1
G