JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 06


__ADS_3

Semburat jingga mewarnai cerah nya pagi ini. Burung - burung berkicau ria seakan mengiringi desiran angin yang menerpa dedaunan hingga menimbulkan suara gesekan yang merdu. Di sebuah ruangan yang tak terlalu luas, tampak seseorang masih asyik bergelung dengan selimut nya. dalaman hitungan menit, tampak tubuh berisi itu menggeliat pelan. Mengerjapkan mata beberapa kali untuk menyesuaikan gambar yang mengisi retina mata nya. Mata nya menerawang mengingat rangkaian kejadian yang terasa seperti mimpi. Terlihat dia menghembuskan nafas panjang.


Perlahan dia menyingkap kan selimut nya dan bangkit, berniat hendak ke kamar mandi. Ketika melewati dapur dia melihat anggota keluarga nya yang tersisa sedang menikmati secangkir minuman hangat yang di temani beberapa kudapan.


" Najwa, sudah bangun nak ? " kata Bi Rita


" ayo aku antar.. ?! " kata Andi yang mengetahui tujuan Najwa.


" Gak usah. aku bisa sendiri ..! " kata Najwa melanjutkan langkah nya.


Selang beberapa waktu. Najwa kini bergabung bersama mereka . Bi Rita menyuguhkan secangkir teh hangat dan beberapa kudapan yang dia buat sendiri. Mata Najwa mengitari ruangan seperti mencari sesuatu.


" Mama sama papa mana ? " tanya Najwa yang tak melihat keberadaan mertua nya.


" Mama sama papa pulang ke rumah di kampung sebelah tadi malam. .?! " jelas Andi.


Najwa tak bertanya lagi. Dia tahu alasan mereka pulang ke rumah nya karena Bu Imas gak biasa tidur di lantai beralaskan tikar. Najwa menyeruput teh nya pelan. Dia bangkit dan menuju pintu belakang . Dia mengambil tempat makanan ikan dan mulai melempar sedikit demi sedikit ke dalam kolam ikan mas kesukaan ayah nya. Andi berdiri di samping Najwa dan hanya memperhatikan Najwa. Najwa duduk di pinggir kolam ikan dan menepuk - nepuk permukaan air. Andi melihat seekor ikan mas sebesar bayi yang baru lahir berwarna kuning emas, datang menghampiri tangan Najwa yang masih berada di dalam air. Tampak ikan itu masuk ke dalam genggaman tangan Najwa. seperti seekor kucing yang sedang bermanja dengan owner nya. Andi duduk di samping Najwa .


" Sudah berapa tahun kamu miara ikan emas ini ? ! " kata Andi


" Sejak aku masuk SMA, ikan ini pemberian bang Bima sebelum dia pindah ke kota S. .. !! " kata Najwa.


" Najwa , hati - hati nanti kecebur .. ?! " kata sebuah suara di belakang Najwa dan andi. Mereka menoleh.


Najwa tersenyum pada Bima.


" Abang dari mana ? " kata najwa setelah bangkit di ikuti Andi.


" Abang dari sawah .. kamu sudah sarapan ?? !" kata Bima. Najwa mengangguk..


" Abang masih ingat sama si uning ??" kata Najwa


" masih Donk.. Abang juga gak nyangka ternyata uning masih hidup. kirain udah langsung kamu goreng waktu itu.. ternyata sekarang uning udah Segede ini.. ?! " kata Bima.


Najwa sedikit terhibur dengan ada nya Bima. mereka lalu masuk dan kembali berkumpul bersama Bi Rita , mang oyong dan Karina.


" Najwa. sini duduk .. ?! " kata mang oyong menepuk lantai di sebelah nya. Najwa pun menuruti nya.


" Najwa, kamu harus ikhlas menerima semua nya . kamu harus kuat . mamang tahu Najwa adalah anak yang kuat.. ya.. ? " nasehat mang oyong.


" Iya mang, Najwa sudah ikhlas kok. . ?! " jawab Najwa tegar.


" nak Andi, tolong jaga Najwa. jangan sakiti dia. kami gak terima kalau sampai kami mendengar Najwa di sakiti secara lahir maupun batin, jangan salahkan kami kalau Najwa kami jemput secara paksa.. ?!! " Bi Rita memperingati Andi.


" iya Bi , aku akan menjaga Najwa dengan baik. .?! " kata Andi.


" nak Andi, kalau seandainya Najwa melakukan kesalahan, tegur dia secara lembut. kalau dia masih melakukan kesalahan , tegur dia secara langsung , dan kalau dia masih melakukan kesalahan , tolong jangan pukul dia . kalau nak Andi tidak bisa mentoleransi lagi kesalahan Najwa, tolong nak Andi kembali kan saja pada kami. kami akan siap menerima Najwa kembali.. tolong.. ??! " kata mamang oyong.


Sejenak Najwa tertegun mendengar ucapan mang oyong yang sama persis dengan apa yang di ucapan ayah nya. tatapan nya melekat pada wajah mang oyong yang memang mirip pak Mustapa.


" Ayah... ! " kata Najwa pelan tanpa sadar dengan mata berkaca - kaca sambil terus memandang wajah mang oyong. mang oyong menoleh Najwa.


" Ya.. mulai sekarang Najwa adalah anak kami. anak ke 2 kami. Apapun yang terjadi dengan Najwa . adalah tanggung jawab kami. . !!! " kata mang oyong tegas.


Bi Rita memeluk Najwa yang menangis terharu.


" kamu gak sendiri , ingat itu. kamu masih punya ayah yongki sama ibu Rita. juga Abang Bima sama Karina.. kalau kamu butuh apa - apa , kamu bilang sama ibu, ya.... ??!! " kata Bu Rita menyebut nama asli mang oyong.


Najwa mengangguk keras Karena tak bisa bersuara karena menahan tangis haru. Karina pun ikut memeluk Najwa.

__ADS_1


"kak Najwa jangan nangis lagi ya, kasihan debay nya.. ??! " kata Karina . Najwa mengangguk.


" Saya akan mengingat semua pesan mamang.. !! " jawab Andi .


****


Tak terasa seminggu berlalu bersamaan dengan acara yasinan untuk alm dan ALMH orang tua Najwa juga sudah selesai di tunaikan. Hari ini Najwa dan Andi akan kembali ke kota . Pak Kadir dan Bu Imas sudah kembali ke kota sehari setelah pemakaman dengan di antar Andi. dengan alasan pekerjaan. Najwa pun memaklumi nya.


" Najwa ini kunci rumah mu. kami akan kembali ke kontrakan . ?! " kata Bu Rita.


" loh. kalian masih ngontrak ?? " kata Andi kaget.


" Dulu kami juga punya rumah. tapi rumah itu kami jual dan uang penjualan rumah kami belikan sawah. alhamdulilah sawah kami bisa mencukupi kehidupan kamu sekeluarga.. ?! " jelas mang oyong.


" Ayah, ibu. Bagaimana kalau kalian pindah aja ke rumah ini . Toh aku juga harus pulang ke kota. jadi otomatis rumah ini bakal kosong. Daripada kosong mending kalian pindah aja. Biar ini rumah terawat dan uang kontrakan kalian bisa di tabung .. ?! " saran Najwa.


Awal nya mereka menolak. Namun bujukan lembut Najwa akhir nya meluluhkan mereka. Najwa pun lega karena rumah peninggalan orang tua nya tidak akan kosong. Setelah semua nya beres, Andi dan Najwa berpamitan . mobil itu pun mulai melaju dan akhir nya benar - benar pergi. keluarga mang oyong pun kini di sibukkan dengan mengangkut barang - barang mereka di kontrakan dan memindahkan nya ke rumah Najwa.


Mang oyong dan Bu Rita menempati kamar orang tua Najwa. Karina menempati kamar Najwa yang memang sudah mendapatkan izin dari Najwa sendiri. Sedangkan barang - barang Bima sudah dia kemas ke dalam kardus sedang. Karena memang Bima tidak membawa barang terlalu banyak. Sedangkan baju - baju nya sudah di susun rapi di dalam koper.


" kamu jadi berangkat ke kota J , Bim ? " tanya Bu Rita.


" Iya Bu. besok aku langsung di jemput sama teman aku.. ?! " kata Bima


" Ingat Bima, jaga adik mu , najwa . kalau terjadi apa - apa cepat kasih kabar ke ayah.. ?!! " kata mang oyong. Bima hanya mengangguk


***


" Najwaaaaaa........ !!!!!! " teriak yuni kencang


" Iya ka ...?! " Najwa datang dengan tergopoh - gopoh.


" Ini apa ?? kenapa bisa jadi gini jasa ???!!! " teriak Yuni sambil melemparkan sebuah gaun dengan bolongan seperti terbakar di bagian lengan nya ke wajah Najwa.


" alaaahh.. Bilang aja kamu iri sama baju ku kan. Ya wajar lah kamu iri , kamu cuma bisa pakai baju - baju melar. sama baju daster buat nutupin badan kamu yang Segede gajah ini. ngaku kamu.. ?!!! " hardik Najwa.


" Gak kak. aku beneran gak sengaja.. ?! " kata Najwa memelas.


" Aduuhh.. ada apa sih berisik banget... ?!!! " gerutu Bu Imas yang sedang menuruni tangga.


" Ini nih mah. si induk gajah ini ngerusakin baju aku .. ?!! " adu Yuni.


" Kamu bisa kerja yang bener gak sih ?? tiap hari ada aja kerjaan kamu yang bikin ribut. Udah kerja lamban , makan banyak , lelet lagi.. hadeeehhh... bikin pusing aja.. semestinya kamu itu berusaha lebih keras lagi biar bisa bikin orang di rumah ini nyaman.. ?! " Imel Bu Imas.


" baik ma. Tapi ma, aku boleh istirahat dulu kan ?? aku capek ?! " kata Najwa lemas


" e. e.eh... mulai berani kamu ya. Sebelum semua pekerjaan rumah beres, kamu gak boleh istirahat atau kamu Gak akan dapat jatah makan.. ?!! " ancam Yuni.


" Tapi kak ....


" Ayo ma. kita pergi nanti telat... !!" kata Yuni menarik tangan Bu Imas pergi.


Najwa menatap kepergian ipar dan mertua nya dengan mata yang berkaca - kaca. Dia mendongak kan kepala nya untuk menahan airmata nya agar tidak jatuh. Namun seperti nya gagal. Airmata nya tetap jatuh dengan deras.


" Jadi ini alasan kalian memecat Asti , agar aku menggantikan posisi Asti. Ya Allah . kuat kan lah hamba menerima semua ini. Kita harus kuat ya nak. . mama akan menjaga kamu sekuat tenaga mama. Mama sayang kamu... ?!! " kata Najwa mengusap lembut perut nya yang semakin besar. terasa ada pergerakan dari dalam , seakan membalas ucapan Najwa. Najwa tersenyum bahagia lalu melanjutkan pekerjaan nya.


Yaah... semenjak pulang dari umah duka. Najwa tak melihat Asti. Yang Najwa tahu Asti di pecat gara - gara ketahuan mencuri perhiasan Bu Imas. Entah lah Najwa juga tidak percaya. Semenjak itu Najwa di minta membantu membereskan semua pekerjaan rumah oleh Bu Imas, dengan alasan bagus untuk kesehatan ibu hamil dan mempermudahkan proses bersalin nanti. Dengan senang Najwa mengikuti ucapan Bu Imas. Awal nya Bu Imas memberikan tugas yang ringan - ringan saja. seperti memasak, mencuci piring dan menyiram tanaman. Tapi semakin hari , tugas yang di berikan oleh Bu Imas semakin bertambah. Dan pada akhir nya semua tugas dan pekerjaan rumah di serahkan kepada Najwa. Namun yang membuat Najwa semakin tak tahan, jika Najwa membuat kesalahan Yuni pasti akan menghina dan mencaci maki keadaan Najwa.


Tapi ketika semua anggota keluarga sedang berkumpul. sikap Bu Imas akan cukup hangat terhadap Najwa . sikap nya yang hangat mampu menutupi semua perlakuan dan ucapan kasar nya kepada sang mantu.

__ADS_1



Namun yang membuat Najwa semakin sakit hati. Sikap Andi yang mulai berubah . Najwa selalu menangkap tatapan tak suka dari mata Andi saat Najwa ikut membaringkan tubuh nya di samping Andi. karena Najwa mengerjakan pekerjaan rumah yang tiada habis nya. Kadang saat Andi pulang kerja Najwa belum sempat untuk membersihan tubuh nya yang berkeringat. Andi akan menatap tajam Najwa saat melihat penampilan najwa yang berantakan.


" Besok - besok kamu gak perlu menyambut aku pulang. Dengan melihat penampilan mu yang seperti babu ini, membuat aku semakin pusing .. . ?! " kata Andi jengkel.


" Sayang , maaf . aku belum sempat bebersih karena masih banyak pekerjaan. . ?! " kata Najwa


" pekerjaan ?? " kata Andi tak percaya


" Iya . istri mu mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini.. !! " jawab Yuni dari belakang.


" menggantikan Asti... ! " sambung Yuni santai.


" Bagus lah , setidak nya dengan melakukan banyak pekerjaan. Mungkin tubuh mu bisa kembali normal seperti gadis dulu. Sudah lah aku capek . aku mau istirahat. lanjutkan aja semua pekerjaan mu.. !! " kata Andi berlalu.


SAKIT. hati Najwa hancur mendengar ucapan suami nya. Dia meremas ujung daster nya.


" Dengar gak kata suami mu. lanjutin masak nya . Sebentar lagi papa pulang . awas ya kalau elo ngadu sama papa. elo gak akan selamat sama bayi elo. . ?! " sentak Yuni.


" Baiklah kak. tapi tolong jangan usik anak ku. . ?!! " kata Najwa perih.


" Sana .. ?! " usir Yuni.


Najwa kembali ke dapur. melanjutkan kegiatan memasak nya tadi.


Setelah cukup lama berkutat dengan dapur. semua pekerjaan nya selesai. ketika akan menata peralatan makan malam. Bu Imas dan Yuni masuk.


" Najwa, sana mandi terus rapi - rapi. biar kami yang urus semua ini. . !? " kata Bu Imas.


Najwa pun menuruti ucapan mertua nya. Dia kembali ke kamar dan langsung mandi tanpa menyapa Andi yang bersantai di balkon yang terlihat sibuk dengan ponsel nya . Dia mengisi bath up hampir penuh dengan air dingin. Setelah melepas pakaian nya. dia merendam tubuh nya yang terasa lengket. Dia menikmati acara berendam nya dengan wewangian lavender.


Setelah di rasa cukup dia menyudahi acara mandi nya. Dia mengambil baju daster kesukaan nya dan memakai nya. setelah itu dia menyisir rambut sebahu nya. Najwa malas untuk bedakkan. entah lah mungkin bawaan bayi, sehingga wajah nya pun berubah sedikit ber jerawat. setelah di rasa cukup. Dia melirik ke arah balkon , ternyata Andi masih ada di sana .


" Sayang ayo turun, sebentar lagi makan malam. !? " ajak Andi. Najwa tersenyum melihat Andi beranjak dari tempat duduk nya . Andi melirik sebentar ke arah Najwa lalu dia membuka pintu kamar.


Saat Andi dan Najwa masuk ke ruang makan , berbarengan dengan pak Kadir .


" Wah kayak nya enak nih. . Siapa yang masak . ?! " kata pak Kadir duduk di kursi nya.


" Eh papa ,, oh ini mama yang masak , di coba pa, apa yang kurang , karena mama udah lama gak masak... ?! " kata Bu Imas.


Najwa hanya diam mendengar nya. Dia malas untuk protes.


" Mama yang masak ? tapi kok rasa nya kayak masakan Najwa ? " kata pak Kadir sambil menyuap makanan nya.


" ya jelas lah sama kayak masakan Najwa. mama juga ikut resep nya Najwa. . ?! " kata Bu Imas dengan watados (wajah tanpa dosa) 😁


"bener wa.. ? ! " kata pak Kadir


" iya pah.. ?! " jawab Najwa singkat


mereka melanjutkan makan nya.


" oh iya Najwa. sudah berapa bulan usia kandungan mu ?? ! " tanya pak Kadir


" sudah masuk 8 bulan pa. ?! " jawab Najwa.


" Seperti nya kamu harus ambil cuti sekarang Andi .. ! " kata pak Kadir..

__ADS_1


" Tapi pa............


#BERSAMBUNG


__ADS_2