
DOOR .
" aaakh . . !! "
BRUUKH
" Aleeex . . . !!!! " teriak mereka histeris .
Najwa di ikuti yang lain berlari menghampiri Alex yang terbaring dengan darah yang bersimbah . Sedangkan yang lain langsung meringkus Sonia yang terpaku menatap Alex .
" Alex , Alex , . bertahan . kita ke ruang sakit sekarang . . ! " kata Najwa hendak membantu Alex bangun , tapi Alex menahan tangan Najwa .
" Wawa , , dengar . . kan . Aku . .Aku . .waktu , ku , ti . . dak banyak . . "
" Tidak Alex kamu akan baik-baik aja , aku akan bawa kamu ke rumah sakit . . ayo pelan-pelan . . ! " kata Najwa mendudukkan tubuh Alex . Tapi Alex menyandarkan kepala nya ke bahu Najwa dan menatap Najwa sendu .
" Wa , aku , , sa ,, yang sama , , ka , , kamu dan Brian . . " kata Alex terbata-bata .
" iya , iya aku tahu kamu sayang sama aku dan Brian , kamu sekarang jangan banyak gerak , kita ke rumah sakit sekarang . . ! " kata Najwa mengumpulkan tenaga nya untuk membantu Alex bangkit . Tapi Alex tetap tidak bergemim . Dia menatap Najwa dengan tersenyum , tapi airmata nya mengalir . Membuat Najwa semakin kacau
" Alex , ayo kita ke rumah sakit , kamu jangan membantah seperti ini ,. ayo kita ke rumah sakit Alex . . . !! " ceracau Najwa dengan di iringi tangis yang pecah . Semua orang yang melihat nya ikut menangis.
" Ssst , ,ja , , ngan mena,ngis . . Nanti can,tik nya hi,Lang . . ! " kata Alex mengangkat tangan nya pelan dan menghapus airmata nya .
" Alex , kita ke rumah sakit sekarang . . Abang , Alan kenapa kalian diam aja . ayo bawa Alex ke rumah sakit . hiks , hiks , ayo . . ! " teriak Najwa dengan kacau . Bima dan Alan mendekati Alex dan berniat membopong Alex . Tapi Alex mencengkeram tangan Alan hingga Alan menatap nya .
" kak , a, ku boleh , min,ta se,suatu . . ? " kata Alex
" Katakan , tapi setelah itu kita harus ke rumah sakit . ! " kata Alan dengan wajah khawatir . Alex tersenyum seraya meneteskan airmata nya membuat Najwa semakin terisak .
" kak , , to, long . A,ku Ing , ,in kakak menikahi Wawa se,karang juga . . "
" Alex. , Apa yang kamu katakan . . kita akan menikah . . ! " kata Najwa terkejut begitu juga dengan Alan . Alex meraih tangan tangan Najwa dan Alan lalu menyatukan nya di atas perut nya .
" Sa , , yang . .Ma. . AF waktu . .ku tid, ,ak banyak la, , GI. To, ,long kabul, , kan per , ,mintaan Ter, , akhir ku . Aku ing, , in sebelum aku per , , gi ada or, ,ang yang menja, ,ga mu . . "
Najwa tak bisa berkata lagi . Tangis nya semakin pecah , Najwa menjerit saat Alex memuntahkan darah segar .
" Kak , to, ,long jaga or, ,ang yang aku sa, , yang . . . Sayangi , di, a . . " Alan menganggukkan kepala nya saat cengkeraman Alex semakin mengendur . Alan beranjak dari tempat .
" Alex . . . ! " ratap Najwa seraya memeluk kepala Najwa .
" A , ,ku telah meme, ,nuhi Jan , ,ji ku untuk melin , , dungi kamu dan Brian , , ! "
Tiba-tiba Brian berlari dan menjatuhkan di dekat Alex dan memeluk nya erat .
" Papah , Brian sayang papah . . papah adalah pahlawan Brian . papah kuat kan . . Brian senang banget punya papah Alex . . . ! " kata Brian polos , tapi sikap polos itu justru membuat Najwa dan yang lain nya semakin sedih . Tangan Alex perlahan terangkat hingga akhir nya mencapai kepala Brian.
" Papah , ju, ,ga bangga punya , , Jago , , an seperti Brian . . . ! " kata Alex serak hingga meneteskan airmata . Dia mencium kening Brian dengan penuh kasih sayang . Najwa terisak melihat pemandangan di depan nya . Alex berbalik menatap Najwa .
" Sa, yang. , kemari lah . . ! " kata Alex semakin lemah .
Najwa mendekatkan wajah nya ke wajah Alex . Alex mencium kening Najwa penuh rasa cinta dan keikhlasan .
Alan kembali bersama penghulu , Di depan Alex yang tengah sekarat , Alan menjabat tangan Yongki , dengan suara bergetar Alan dan Yongki melangsungkan ijab qobul dengan Alan sebagai mempelai pria nya .
" Sah . . !! "
Najwa memejamkan mata nya dan menangis dengan kencang saat mata Alex semakin meredup .
" Terima kasih . . " kata Alex lirih dengan tersenyum , pandangan Alex mulai redup , dan Tiba-tiba kepala nya terkulai di dekapan Najwa .
" Alex , ,Alex, bangun Alex , , Alex kamu jangan bercanda . . Alex , BANGUN AKU BILANG , BANGUN . .ALEEEEX .. HUHUUUUUU ALEX KAMU KENAPA KAYAK GINI. . . HUHUUUU . . ALEEEXX . BANGUUUN .!!!! "
" Papah , bangun pah . . papah jangan tinggalin Brian. . . !! "
Semua orang ikut menangis melihat Najwa menjerit histeris . Alan memeriksa denyut nadi Alex , tubuh nya terasa lemas saat menyadari jika denyut nadi Alex sudah berhenti .
" Innalilahi wainailaihi rojiun . !! " kata Alan serak .
" TIDAAAK , ALEX . . . ALEX JANGAN PERGI . .ALEX AKU MOHON . . KAMU UDAH JANJI SAMA AKU BAKAL JAGAIN AKU SAMA BRIAN . . . .HUHUUUU ALEEEX . ..! "
" Wawa , sudah nak . Nyebut , nak nyebut. . ! " kata Rita berusaha menenangkan Najwa dan merangkul Brian yang juga menangis kencang . Alan dan beberapa laki-laki menggotong jasad Alex .
" Tidak , , alex mau di bawa kemana . . jangan ambil Alex ku . . !! " teriak Najwa sambil meronta ingin melepaskan diri dari dekapan Rita . Rita yang tidak siap terpaksa melepaskan Najwa dari pelukkan nya , Najwa berlari menyusul orang yang menggotong jasad Alex .
" Hentikan . . mau di bawa kemana , jangan pisahkan aku dengan Alex . . ! " teriak Najwa berlari , tapi jasad Alex sudah di masukkan ke mobil ambulance lalu pergi .
" Alex . . . " lirih Najwa saat melihat mobil ambulance itu pergi . Najwa yang semula berteriak histeris kini seketika diam dan menjadi seperti orang linglung . Diam terpaku dengan tatapan kosong . Bima menjadi khawatir dengan ekspresi Najwa dan langsung menghampiri nya .
" Wawa . . kamu yang sabar ya . . ! " kata Bima mengusap rambut Najwa yang kini sedikit berantakan . Tak ada sahutan membuat Bima semakin cemas .
" Najwa . .kamu dengar kakak kan . ? Wawa , , kamu dengar kakak kan . .Wawa . . ! " Bima mengguncang pelan bahu Najwa tapi tetap tak ada jawaban . Najwa hanya diam dengan tatapan kosong . mereka yang melihat keadaan Najwa yang mengkhawatirkan mendekati Najwa dan ikut menyadarkan Najwa .
__ADS_1
" Najwa , sadar nak . . !
" Najwa , nyebut nak , nyebut . . !
Mereka silih berganti memanggil nama Najwa supaya Najwa sadar . Tapi tidak ada yang berubah . Najwa tetap diam tanpa ekspresi . Alan menatap Najwa dari jauh dengan iba . Dia juga belum siap dengan pernikahan mendadak ini .Tak sengaja dia melirik Brian yang menangis di dalam pelukkan Rita .Dia melangkahmendekati Brian ,
" Brian , ayo ikut . . ! " kata Alan menarik pelan tangan Brian .
" Om mau ajak Brian kemana . ? " kata Brian dengan serak . Alan mensejajarkan tubuh nya pada Brian . Dia mengusap airmata di pipi Brian .
" mamah syok berat akibat papah Alex meninggal . Brian lihat mamah sakit sekarang . Jadi Brian bantu obatin mamah , ya . ! " kata Alan .
" bagaimana cara nya ?? " kata Brian menatap Najwa .
Alan membawa Brian menuju Najwa yang masih terdiam . Dia membawa Brian tepat di depan Najwa . Dia melirik Brian yang menatap Najwa dengan lekat .
" Kamu panggil mamah sampai mamah sadar . .! " kata Alan berharap Najwa sadar dengan panggilan dari buah hati nya .
" Mamah . . . ! "
Bima dan yang lain nya yang sibuk menyadarkan Najwa kini terdiam saat mendengar suara Brian . Mereka memberi jalan pada Brian dan Alan yang maju lebih dekat dengan Najwa .
" Mamah , ,mamah kenapa ? kok mamah diam . ? mamah gak saya g lagi sama Brian , ya. . ? mah bangun mah . .! " Brian terus memanggil Najwa yang masih saja terdiam .Karena sedih melihat Najwa yang tak menjawab panggilan nya ,Brian menangis sambil terus memanggil Najwa . Saat semua hampir putus asa , tiba-tiba tubuh Najwa tersentak seperti orang terkejut .
" Brian , ,Brian dimana kamu sayang . . ? Brian . .! " kata Najwa celingukan mencari Brian .
" Brian disini mah . . ! "
Najwa menatap ke depan , Dia tiba-tiba berlari lalu memeluk Brian dengan erat .
" mamah jangan tinggalin Brian mah ..kalau mamah juga ninggalin Brian kayak papah Alex , Brian harus kemana . . huhuhuuu . . ! " Brian menangis kencang di pelukkan mamah nya .
" Maaf , maafin mamah sayang .mamah salah , mamah janji mamah gak akan ninggalin Brian . .Brian tenang ya . .! " kata Najwa semakin mengeratkan pelukkan nya . Alan melangkah menjauh dari ibu dan anak itu .Dia menghampiri Rubi yang dari tadi menangis di pelukkan opa nya .
Setelah menangis cukup lama , Najwa dan Brian melerai pelukkan nya . Najwa membalik badan nya , menatap satu persatu orang yang berada di belakang nya . Tatapan Najwa jatuh pada Alan , tatapan mereka beradu cukup lama .
" Aku tidak menyangka jika aku akan menikah dengan orang yang tidak aku kenal . . ! " batin Najwa
Najwa menarik nafas panjang , dia menundukkan wajah nya .
" karena Najwa sudah sadar , kalau begitu kita harus menyiapkan pemakaman untuk Alex . . ! " kata Yongki . Mereka pun setuju , tapi baru saja mereka akan bergerak , sebuah suara tawa mengehentikan langkah mereka .
" hahahaha ,bagaiman rasa nya kehilangan orang yang kau cinta , enak kan Wawa . . ?? seperti itu lah perasaan ku saat aku mendengar bahwa Alex akan menikahi mu . .Aku sakit ,aku sedih .Tapi tidak ada yang menghibur ku . Kau tahu ?aku sangat membenci mu ,Wawa . Semenjak kedatangan mu di dunia model , kau selalu merebut apa yang aku inginkan . Kau merebut posisi dan penghargaan yang seharus nya menjadi milik ku , kau bahkan merebut Alex dari ku . Aku benci , ,aku benci kamu Wawa . . aku benci .Sekarang rasakan rasa sakit kehilangan itu . . hahah . .!! " kata Sonia dengan tawa yang menyeramkan .
S
k
i
p
Setelah tanah di untuk kembali , seorang ustadz membacakan doa di atas pusara Alex , tak henti nya airmata Najwa mengalir seperti anak sungai . Bima merangkul Najwa yang semakin terisak . Najwa membenamkan wajah nya ke dada Bima .
" Amin . ! "
Setelah doa selesai di bacakan , para pelayat meninggalkan pemakaman satu persatu . Najwa masih duduk termenung menatap nisan bertuliskan sang kekasih .
" mamah , kenapa papah Alex harus meninggal untuk menyelamatkan Brian . . ? Brian jadi sedih. . ! " kata Brian sendu . Najwa te senyum lalu mengusap rambut Brian .
" sayang , ingat kan apa yang papah bilang , papah Alex sayang sama Brian . . Brian sayang sama papah , nak . ? " kata Najwa serak .
" Brian sayang sama papah . ! "
" Kalau Brian sayang , doain papah biar papah tenang di surga. .! " kata Najwa berkaca-kaca .
" Ya Allah , Brian sayang sama papah Alex . papah udah menyelamatkan Brian dari Tante jahat itu . Semoga papah tenang di surga. .. ! "
" amin . . ! " sahut semua orang yang masih tinggal di pemakaman . Najwa memeluk Brian dan mencium kepala nya , dia kembali terisak mengingat ucapan kata sayang terakhir dari Alex .
Tuan Smith melirik Alan yang masih terdiam di tempat nya dan mengkode untuk membujuk Najwa . Dengan berat hati Alan mendekati Najwa dan Brian .
" Wawa , Brian . , kita iklaskan kepergian Alex supaya dia tenang di alam sana . sekarang ayo kita pulang . . kasihan sama yang lain , mereka pasti capek . .! " bujuk Alan . Najwa mendongak dan menatap Brian .
" ayo nak . . ! " kata Najwa bangkit menggandeng tangan Brian .
Mereka berjalan beriringan menuju mobil yang berada di luar area pemakaman . Najwa di sambut oleh teman-teman seprofesinya . Saat melihat baja datang Chika , Juwita dan beberapa model lain nya langsung menyerbu dan memeluk Najwa . Mereka kembali terisak seperti memiliki ikatan batin tentang Alex .
" Wawa , kamu yang sabar ya . . ! "
" Walau Alex udah pergi,tapi dia tetap di hati kita . . ! "
Najwa mengangguk seraya mengusap airmata nya. Dia menatap teman-teman nya dengan senyum terpaksa .
__ADS_1
" Kalian tetap semangat ya dalam berkarir . . walau kita gak satu jalan lagi tapi hubungan kita gak boleh putus . ! " kata Najwa memberi semangat pada teman nya.
" mbak Wawa beneran mau keluar dari agen kita . ? "
" Mbak Wawa pikir-pikir lagi lah . kita masih sangat membutuh kan bantuan mbak Wawa . . ! " rengek beberapa junior nya. Najwa tersenyum .
" Aku sudah memutuskan untuk berhenti menjadi model . Tapi jika kalian membutuhkan bantuan ku , kalian bisa hubungi aku kok . . ! " kata Najwa .
" Ya udah , , nanti kami hubungi . Wa , kita pamit di ya. kamu jangan terlalu berlarut dalam kesedihan . Ingat masih ada Brian yang sangat membutuhkan kamu . ! " kata Chika .
" thanks guys. . . ! "
Teman-temannya naik ke mobil masing-masing lalu satu persatu meninggalkan tempat parkir . Najwa menghela nafas panjang , lalu dia melirik Brian di samping nya .
" Mereka benar , aku gak boleh terlalu berlarut dalam kesedihan , kasihan Brian jika melihat aku terpuruk seperti ini . .Aku harus bangkit demi Brian . ! " batin Najwa
Najwa melangkah mendekati mobil nya , tapi langkah nya terhenti saat terdengar suara tuan Smith memecah keheningan .
" oh ya , besan , berhubung Najwa sekarang sudah menjadi menantu kami , jadi izinkan kami untuk memboyong nya tinggal bersama di rumah kami . .! " kata tuan Smith penuh wibawa .
" benar besan , biarkan dia tinggal bersama kami . Walaupun mereka menikah karena terpaksa , tapi hak dan kewajiban harus tetap di jalankan dan di penuhi . . , Mungkin dengan mereka tinggal bersama kami , perlahan anak-anak kita bisa menerima keadaan ini . .! " kata Sundari .
Najwa menoleh keluarga nya , dia sebenar nya merasa berat tinggal bersama Alan , tapi apa yang di katakan ibu mertua nya benar . Rita tersenyum pada Najwa .
" Benar apa yang di katakan mertua mu , nak . Imut lah dengan mereka , karena sekarang kamu sudah mengemban tugas sebagai istri dan seorang ibu . ! " kata Rita .
" Benar nak , ikut lah dengan mereka . .! " kata Yongki .
" Baiklah kalau begitu . Tapi izinkan saya untuk pulang sebentar ke rumah saya , karena saya harus mengemas barang-barang keperluan saya . . ! " kata Najwa pasrah.
" Baiklah , ayo kami antar . Alan , temani Wawa dan Brian . . ! " kata Sundari tersenyum manis .
" Tapi mah , kan ada sopir nya. ! " bantah Alan .
" Tapi kamu suami nya sekarang , Alan . . cepat , nanti keburu hujan . . ! "
Karena tidak berani membantah lagi. Alan melangkahkan kaki nya mendekati Najwa ,
" Mana kunci nya . ! " kata Alan ketus . Najwa menyerahkan kunci mobil nya .
" Ingat , setelah mengambil barang-barang kamu , langsung pulang ya. . . ! " kata Sundari .
" Baik . . . . " ucapan Najwa menggantung karena ragu harus memanggil apa .
" Mamah , panggil aja mamah seperti Alan . . ! " kata Sundari .
" baik mah . . ! " kata Najwa lalu menyusul Alan masuk ke mobil nya .
S
k
i
p
Sesampai nya di rumah Najwa , Najwa langsung turun bersama Brian di ikuti Alan . Alan memperhatikan rumah Najwa yang terlihat adem .
" Ayo masuk . . ! " ajak Najwa .
Alan mengikuti langkah Najwa . Sesampai nya di ruang tamu , Najwa mempersilahkan akan duduk .
" Aku mau ke kamar dulu mau packing . . . oh Sarah tolong siapain minuman untuk tuan Alan . . ! " kata Najwa bingung mau manggil apa .
" Baik mbak . . mbak butuh bantuan ?? "
" Setelah bikin minuman tolong packing barang-barang Brian ya . . ! "
" Baik mbak . ! "
Najwa langsung menaiki tangga tanpa mempedulikan tatapan Alan . Sedangkan Brian memilih untuk duduk di ruang tamu menemani Alan . Tak lama Najwa pergi Sarah kembali dengan membawa baki berisi minuman dan camilan . Setelah itu Sarah langsung ke kamar Brian dan mem-packing barang-barang Brian .
Setelah hampir dua jam akhir nya Najwa turun , wajah nya terlihat kelelahan . Dia menelpon seseorang .
" Halo , Damar , tolong bantu aku turunin koper aku ya . . makasih . . ! " kata Najwa langsung duduk di sofa depan Alan . Alan menatap Najwa lekat . Najwa sengaja tidak meminta bantuan Alan karena masih terasa segan .
Kini semua koper Najwa dan Brian sudah masuk ke bagasi mobil . Sebelum masuk ke mobil Najwa mengumpulkan trio bunglon dan Sarah .
" Guys , mulai sekarang aku harus tinggal di tempat lain . Aku harap kalian tetap saling menjaga dan tetap kompak . kontak kita jangan sampai putus . Karena kita tidak tahu bagaimana ke depan nya . Dan Sarah tolong jaga rumah ini ya , aku akan tetap menggaji kamu kok . .! " .
" Tenang aja mbak , saya malah merasa beruntung jika mabuk mengizinkan saya tatap tinggal disini . . ! "
" Ya sudah , kalau begitu kami pamit dulu . jaga diri kalian baik-baik . . ! " kata Najwa lalu masuk ke mobil . . .
__ADS_1
BERSAMBUNG .