
*NOTE :::
HY READERS , AUTHOR MAU KLARIFIKASI , ADA SEDIKIT KESALAHAN TEKHNIS DI BAB SEBELUM NYA , YANG UDAH BACA PASTI TAHU YNG TERTULIS TENTANG MANG JUPRI , DI AWAL ARMAN BILANG KALAU MANG JUPRI AKAN MASUK KERJA BESOK , TAHU-TAHU NYA UDAH ADA DI PINTU GERBANG . ANGGAP AJA ARMAN NYA SALAH MINUM OBAT JADI LINGLUNG (😁😁😁) . MAAF YA , SOAL NYA AUTHOR KEMARIN KURANG ENAK BADAN . DAN ALHAMDULILAH SEKARANG UDAH BAIK-BAIK AJA* .
check on story -------->>>
Andi menghempaskan tubuh nya ke sofa yang baru di susun di ruang tamu . Keringat bercucuran dan badan nya terasa remuk . bagaimana tidak , seluruh barang perabot Andi yang menyusun dan menata , sedangkan Cindy tidak mau menolong dengan alasan tidak ada yang menjaga Abel .
" Udah selesai semua ?? " kata Cindy datang dari luar sambil menggendong Abel . Di tangan nya menjinjing kantong kresek .
" Udah , tinggal beresin kamar , kamu bawa apa ?? " kata Andi meraih kresek di tangan Cindy .
" Ini aku abis beli makan . Kita makan siang dulu , abis itu kamu bisa lanjutin beresin kamar . Aku udah capek , pengen tidur . . ?! " kata Cindy berlalu ke dapur .
" Capek apaan , orang cuma mandorin aja dari tadi sambil gendong Abel . . ?! " gerutu Andi menyusul Cindy ke dapur . Di meja makan , Cindy sudah menyiapkan makan siang untuk mereka .
Setelah makan siang , Cindy kembali menggendong Abel . Andi menatap Cindy dengan tatapan kesal . Setelah makan Andi membereskan semua nya .
" Sayang , cepetan beresin kamar , udah ngantuk nih . . !!! " teriak Cindy dari lantai atas .
" Dasar , semestinya dia masih bisa ngerjain pekerjaan ringan sambil gendong Abel . hhh . . baru kali ini gue yang ngerjain semua pekerjaan rumah , selama bersama Najwa , sedikit pun Najwa tidak pernah memerintah aku untuk mengerjakan pekerjaan ini . . ?! " gerutu Andi menyusun piring dan gelas serta sendok ke rak . Setelah itu dia naik ke lantai dua dan langsung menuju kamar Najwa yang lama .
" kamu lama banget sih , aku tu udah capek gendong Abel terus dari tadi . . ?! " omel Cindy .
" Salah siapa kamu gendong terus , kan kamu bisa taruh Abel di box nya , dan kamu bisa beresin kamar ini . Gampang kan . ?! " kata Andi mulai emosi .
" aku takut taruh Abel di box nanti dia jatuh , kamu lihat sendiri kamar ini masih berantakan . . ?! "
" Apa hubungan nya ?? bilang aja malas bantu beberes ,jangan banyak alasan . . ?! "
" Kamu bilang apa ?? alasan ?? kamu nya aja yang lelet , jadi laki-laki itu harus kuat . Cuma beresin rumah aja udah mulai ngelunjak . . ?! " sengit Cindy .
" Apa kamu bilang ? cuma beresin rumah ?? hee kalau cuma bantu sapu sama pel aku gak akan secapek ini. Apa kamu gak lihat , haa ..dari menata perabot sampai beresin kamar , harus aku sendiri yang ngerjain . Sedangkan kamu hanya gendong Abel dari tadi udah uring-uringan . Semestinya kamu itu belajar mandiri kayak Najwa . Asal kamu tahu ya , selama aku menikah dengan Najwa , sekalipun dia gak pernah minta bantuan aku untuk beresin rumah . Pakaian ku selalu bersih dan rapi , pola makan ku teratur dan tepat waktu . sedikit pun dia tidak pernah membiarkan jambang dan kumis ku sampai sepanjang ini . Dia selalu memperhatikan penampilan ku dan selalu mengutamakan aku . Dan setelah aku menikah dengan mu ?? Coba kamu perhatikan dan bandingan keadaan ku yang dulu dan sekarang . hee sangat jauh berbeda . Kau lebih mementingkan penampilan dan kebutuhan mu sendiri. . . ?! " kata Andi penuh emosi melampiaskan kekesalan nya .
" ooowh . jadi sekarang kamu udah berani Banding-bandingin aku sama perempuan sialan itu ?? kamu menyesal menceraikan dia ?? sana ,. pergi temui dia dan rujuk sama dia . . ?! " teriak Cindy .
" Baik , aku akan mendekati Najwa lagi dan membuat dia mencintai ku lagi . Jangan menyesal jika aku berhasil rujuk dengan Najwa . karena ini permintaan kamu sendiri . . ?!!! " kata Andi penuh emosi lalu meninggalkan kamar dengan membanting pintu hingga Abel menangis karena terkejut . Cindy terdiam mematung mendengar ucapan Andi . kaki nya gemetar . dia menghempaskan b*Kong nya ke kasur dengan pandangan menerawang .
" apa ucapan ku barusan terlalu berlebihan . . bagaimana kalau Andi benar-benar rujuk dengan mantan istri nya ?? " batin Cindy.
" gak . gak .gak . ini gak boleh terjadi , saku gak mau di poligami . Aku harus bujuk Andi . aku harus membujuk Andi agar dia mengurungkan niat nya . . ?! " kata Cindy . Dia menoleh Abel dan baru tersadar kalau Abel menangis . Dia langsung menggendong Abel dan menenangkan nya . Mungkin karena capek setelah menempuh perjalanan jauh , di tambah lelah karena menangis . Abel langsung tertidur di gendongan Cindy . Setelah menidurkan Abel ke box ,Cindy mulai membereskan kamar yang akan dia tempati . Setelah semua selesai , Cindy keluar untuk mencari Andi . Ternyata Andi berdiri di balkon .
" sayang , maafin aku ya . aku egois . .?! " kata Cindy lembut dengan memeluk Andi dari belakang . Tak ada jawaban dari Andi . Dia masih asyik menghisap rokok nya .
" Sayang , aku tahu aku salah . Tidak seharus nya aku bicara seperti itu .Aku menyesal . Aku gak bisa berpikir tenang saat kamu menyebut nama mantan istri kamu .Aku cemburu . Aku cemburu setiap kamu menyebut nama dia di depan ku . . ?! " kata Cindy serak . Andi membuang puntung rokok nya lalu berbalik menghadap Cindy .
" Aku juga minta maaf , gak seharusnya aku bentak kamu tadi . Aku terlalu capek sampai aku gak bisa mengendalikan emosi aku . maafin aku ya. . ?! " kata Andi mengusap rambut rambut Cindy . Cindy mengangguk .
" aku juga salah . Maafin aku juga ya . Sekarang , yuk kita istirahat dulu , aku sudah beresin kamar . Setelah istirahat baru kita lanjut beberes nya . . yuk . ?! " Cindy menarik tangan Andi ke kamar . Andi tersenyum melihat kamar yang sudah rapi . Mereka membaringkan tubuh yang lelah ke kasur yang empuk . Tak berapa lama mereka pun memasuki alam mimpi .
__________
Setelah memastikan kalau Brian sudah terlelap , Najwa mencium kening Brian lalu beranjak dari tempat nya . Sekarang Najwa akan mulai membiasakan Brian untuk mandiri . Najwa memilih duduk di balkon dan menyelipkan ponsel nya di holder ponsel berbentuk kursi .
__ADS_1
*Tut . Tut .
" halo , Wa* . . ?! " muncul gambar Bima di layar ponsel Wawa .
" Halo bang , gimana kabar nya ?? "
" baik . kamu sama Brian baik-baik aja kan ?? "
" alhamdulilah baik . Abang di rumah ?? "
" Iya , Abang lagi di kamar . Ada apa dek ?? "
" aku mau nunjukin sesuatu sama Abang . .?! "
" nunjukin apa ?? "
" bentar ya . ?! "
Najwa mengangkat ponsel nya , lalu berjalan masuk dan menuruni tangga .
" Wa , perasaan rumah kamu kok beda ?? "
" Emang beda bang . aku sekarang gak lagi tinggal di rumah pemberian Andi . . ?! "
" Kenapa ?? terus kamu tinggal di rumah siapa sekarang ?? Najwa , kamu gak boleh sembarang ambil keputusan ya . . ?! " kata Bima dengan wajah serius .
" haha , ya gak lah bang . Aku sama Brian sekarang tinggal di rumah baru kami . taraaaa . kejutan. . ?! "
" Gimana bang ?? bagus gak ?? "
"serius kamu dek ?? waah seperti nya rumah kalian nyaman . Gimana kalau Abang main ke sana ?? "
Najwa membalik kamera kembali ke wajah nya .
" Serius Abang mau kesini ?? "
" iya serius , Abang penasaran sama rumah baru kamu . Abang akan ajak Karina , kami akan menginap disana , kebetulan besok Minggu . .?! "
" hahaha . . ok . ok . aku tunggu kedatangan kalian . oh ya bang gimana kabar opa sama Oma ?? mereka di mansion kan ?? sekalian aja ajak Oma sama opa . .?! "
" Oma sama opa baru aja tadi pagi berangkat ke negara J . Nanti kapan-kapan Abang akan ajak mereka , sekalian ajak ayah sama ibu . ?! "
" Baiklah . aku tunggu ya . bang , kalian ke alamat rumah kami yang lama aja. nanti Najwa jemput di sana .ok . ?! "
" ok . kalau begitu Abang mau siap-siap dulu ya . ?! "
Sambungan telpon terputus . Najwa segera beranjak ke dapur . Dia berniat membuat nastar kesukaan Brian , dan beberapa camilan untuk menemani minum teh .
" Ibu mau bikin apa ?? " tanya Sarah .
" panggil mbak aja , aku ngerasa jadi udah tua banget di panggil ibu . . ?! "
" Maaf mbak .mbak Wawa mau bikin apa ?? "
__ADS_1
" Mau bikin nastar , Brian suka banget kue nastar isi coklat . ?! "
Sarah membantu Najwa membuat beberapa jenis makanan . Saking asyik nya tanpa mereka sadari Brian sudah berdiri di belakang .
" Mamah . . ?! "
" eeh jagoan mamah udah bangun . Udah cuci muka belum ?? pasti belum kan ?? Sarah tolong bantu Brian ya . ?! "
" iya mbak . ayo tuan kecil .. . ?! " Sarah membawa Brian ke kamar Brian . Najwa terlonjak saat ponsel nya berdering.
" Halo bang. . . . oh iya , iya . .Najwa otw . . tunggu bentar ya . . ?! " Najwa meletakkan ponsel nya lalu mengeluarkan kue yang baru matang dai oven . Tak lama Sarah dan Brian kembali .
" Sarah , kamu terusin kerjaan ya , saya mau jemput Abang saya dulu . Sekalian titip Brian . ?! "
" iya mbak . ?! "
" mamah mau jemput uncle Bima ?? " kata Brian berbinar .
" Iya . Brian tunggu disini aja ya . . ?! " Brian mengangguk. Najwa langsung pergi . Untung nya rumah baru nya berada di pinggir jalan yang cukup ramai , jadi Najwa lebih mudah menunggu ojek atau angkot . Tak lama seorang tukang ojek berhenti di d pan Najwa .
" neng Wawa . . !?
" Eh bang Madun , bang Madun ngojek ?? "
" Iya neng , jadi neng Wawa yang beli rumah nya Arman ?? "
" Iya mang , alhamdulilah . . kebetulan nih saya mau ke rumah bu Ida . mau jemput motor saya . . ?! "
" Oh ya udah , ayo abang antar . ?! "
Motor mang Madun melaju sedikit cepat setelah Najwa naik . Tak butuh waktu lama motor Madun berhenti di depan rumah Bu RT , terlihat kerumunan orang . Najwa melihat mobil Bima di depan pagar rumah lama nya , dia buru-buru turun dari motor , lalu menerobos masuk ke kerumunan orang .
*DEG . . . . . . . . .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G*
__ADS_1