
" pucuk di cinta ulam pun tiba !! " batin mereka , Hampir saja Laura dan Faisal bertepuk tangan mendengar usulan pak haji .
" baik pak haji . .! " jawab Laura cepat . pak haji meminta waktu sebentar untuk bersiap . Setelah menunggu beberapa menit pak haji keluar dengan pakaian yang rapi .
" Ra , kamu bawa baju ganti ga ? " bisik Faisal .
" Aku gak bawa . kalau bawa baju aku takut nanti ibu curiga lihat tas aku gembung . memang kenapa ? " kata Laura ikut berbisik .
" Aku gak enak aja kalau kita pergi bareng pak haji , kita pake pakaian kayak gini . . ! " jawab Faisal masih berbisik .
" Hayo lagi bisik-bisik apa ? " kata pak haji .
" Eh , , anu pak haji . kita pake baju ini aja , gak apa-apa kan . .? soal nya kalau mau pulang dulu ganti baju takutnya nanti kesiangan . . ! " kata Laura berkilah .
" Gak apa-apa kok . nanti sampe di kota kalian bisa beli baju . Tapi sebaiknya isi tas kalian di tinggalkan saja . . . ayo kita berangkat . . ! " kata pak haji .
Mereka bertiga masuk ke mobil pribadi warna hitam itu . Setelah semua siap , mobil itu melaju dengan santai . Saat mobil melewati jalan di tengah-tengah kampung , Faisal dan Laura celingukan kiri kanan menatap kiri kanan jalan . Mereka langsung waspada di sekeliling mereka karena takut jika ada yang melihat mereka dan memberitahu orang tua mereka kalau mereka ikut pak haji . Setelah menahan degup jantung mereka yang seperti akan keluar dari tempat nya , akhir nya kini kedua sahabat itu bisa bernafas lega saat mobil pak haji sudah meninggalkan kampung kelahiran mereka .
S
k
i
p
Faisal menatap takjub melihat suasana kota yang serba modern . Tak henti-hentinya dia berdecak kagum saat melihat sebuah bangunan yang terlihat bagus dan indah dengan perpaduan warna cat tembok .
" Ra , lihat deh rumah itu gede banget . . ! " seru Faisal menunjuk sebuah gedung besar . Dia menoleh ke sebelah nya , Laura tampak pucat dan lemas . bagaimana tidak , sepanjang perjalanan selama 2 jam , Laura tak henti nya muntah karena mabuk darat . Laura hanya melirik sekilas untuk menanggapi ucapan Faisal .
" itu bukan rumah , Faisal . Itu lah yang di namakan kantor bank . Susana lah kita akan mengambil uang kalian . . . ! " kata pak haji . Mobil yang mereka tumpangi berbelok dan masuk ke halaman kantor bank .
" kalian mau ikut turun apa tunggu di sini aja . . ? " kata pak haji . Faisal melirik Laura yang lemas .
" Saya di sini aja pak haji , nemenin Laura . Kasihan kalau di tinggal sendiri . . ! " kata Faisal kasihan melihat teman terkulai .
" Ya sudah kalau begitu bapak masuk dulu . . ! "
pak haji keluar dari mobil . Faisal membuka kaca mobil setengah , mata nya semakin berbinar saat melihat dengan jelas suasana kota yang terlihat ramai dan penuh dengan warna .
" Ra ,lihat deh , , astaga di sini ternyata ramai banget . . ! " seru Faisal . Laura yang sudah agak enakan , mengikuti arah pandangan Faisal . Mata nya yang tadi nya sayu , kini sedikit berbinar saat melihat apa yang di katakan Laura .
" Iya ,benar Fa'i , ramai banget kayak pasat mingguan di kampung kita ya . . ! " timpal Laura . Mereka asyik berbincang mengenai setiap hal yang mereka lihat di kota yang baru saja mereka datangi . Mereka juga memperhatikan setiap pedagang gerobak yang berjejer di seberang jalan di depan kantor bank .
" fai , aku lapar , kamu lapar gak ? " kata Laura mengelus perut nya yang terasa perih .
" Kamu yang sudah sarapan di rumah aja udah lapar .Apalagi aku yang tidak di beri sarapan . . ! " kata Faisal .
" nanti kalau kita sudah dapat uang , gimana kalau beli makanan di depan sana. Aku pengen coba gimana rasa nya makanan di kota . . ! " kata Laura .
__ADS_1
" Boleh deh . . ! "
Setelah menunggu cukup lama , pak haji datang dengan membawa dua tas yang cukup besar . Dia melempar tas itu ke dalam mobil lalu menyusul masuk .
" kita ke rumah saya dulu, ya . . ! " kata pak haji . Faisal dan Laura hanya mengiyakan saja karena mereka tidak tahu harus kemana . Apalagi ini adalah pertama kali nya mereka ke kota .
Hanya memakan waktu beberapa menit , mereka tiba di sebuah rumah yang sederhana yang terlihat rapi dan terawat . pak haji turun dari mobil di ikuti kedua anak tadi .
" Faisal , tolong bawa tas yang ini , ya . Dan ini di bawa sama Laura. .! " kata pak haji menunjuk masing-masing tas .
" Baik pak haji . . ! " mereka menuruti permintaan nya .
Laura dan Faisal duduk Selonjoran di lantai .Walau pak haji sudah berkali-kali menyuruh mereka untuk duduk di sofa , tapi mereka tetap duduk di lantai
" Duduk di lantai lebih enak pak haji . kerasa adem .. ! " timpal Laura . Seorang wanita muda datang dengan membawa nampan .
" Ini teh nya , silahkan di minum . . ! "
Setelah menghidangkan teh dan camilan ,wanita itu kembali ke belakang .
" dia siapa pak haji ? " tanya Faisal .
" Dia Nita , pekerja di rumah ini . Karena saya jarang di kota , jadi saya suruh dia untuk tinggal di sini untuk merawat dan membersihkan rumah saya ini . .! "
" ooh , saya kira anak pak haji . . ! " kata Faisal .
" Saya tidak mempunyai anak , karena waktu muda saya pernah mengalami kecelakaan hingga saya di vonis tidak bisa memiliki keturunan . Setelah mengetahui vonis itu , istri saya langsung menggugat cerai saya . Semenjak perceraian itu saya tidak pernah menikah lagi . . ! " kata pak haji dengan wajah sendu
" Tidak apa-apa . Oh iya , tas yang kalian bawa tadi , itu uang tabungan kalian . Coba di lihat dulu . . ! "
Faisal dan laura menarik resleting tas dan tiba-tiba mata mereka terbelalak dengan wajah yang tegang .
" i . .ini . .ini uang semua pak . .? " kata Laura dengan wajah syok . Sedangkan Faisal hanya bisa terdiam melihat isi tas nya .
" itu semua uang asli kok . Dan semua uang itu adalah milik kalian berdua . Ini lah hasil kerja keras kalian selama beberapa tahun ini . . . ! "
Faisal dan Laura saling menatap dengan melongo. Laura kembali menatap isi tas yang cukup besar itu .
" Fai , kalau begini aku bisa beli rumah di kota . . ! " kata Laura terlihat berbinar .
" kamu benar . Aku juga akan beli rumah dia sini dan belajar membuka usaha . . ! " kata Faisal .
" Kalian mau beli rumah di kota .? " kata pak haji .
" benar pak haji . . sebenarnya saya sekarang dalam masalah . . ! " kata Laura menunduk .
" Masalah apa .? coba kamu ceritakan sama saya . Siapa tahu saya bisa membantu . .! "
" Begini pak haji , ,saya . . .
__ADS_1
Laura menceritakan masalah yang sedang dia hadapi , dia juga menceritakan masa lalu yang membuat nya sedikit benci dan merasa sakit hati saat mengingat bagaimana keluarga kandung nya memperlakukan nya seperti orang lain . Laura menceritakan semua keluh kesah yang dia simpan selama ini dengan berderai air mata . Pak haji juga tampak berkaca-kaca mendengar cerita Laura yang sangat menyedihkan itu . Faisal juga menceritakan bagaimana kehidupan mereka berdua yang tak jauh beda , sama-sama di anak tiri kan oleh keluarga kandung mereka . Bahkan Faisal menunjukan beberapa bekas luka di tubuh nya akibat di pukul oleh bapak nya sendiri .
" maka nya pak saya nekat Kabir ke kota , saya tidak ingin menikah dengan laki-laki yang tidak saya cintai , karena saya sudah mencintai laki- lain . Saya tidak ingin menderita seumur hidup saya pak haji . . . ! " kata Laura terisak .
" Dan Saya juga memohon sama pak haji , tolong jangan beritahu tentang kami yang kabur ke kota . kami juga ingin merasakan bagaimana rasa nya bahagia dan kebebasan . ! " kata Faisal penuh harap . pak haji menatap mereka bergantian , senyum kecil terukir di wajah nya .
" kalian berdua tenang saja , saya tidak akan buka mulut tentang kalian . Jika kalian mau kalian bisa tinggal di rumah ini . Toh saya juga lebih suka di kampung , lebih asri dan tenang . Jadi kalian bertiga bisa saling membantu , kalian bisa belajar banyak tentang kehidupan di kota dari Nita . . ! "
" apa tidak merepotkan , pak . ? " kata Faisal.
" Gak kok . . Justru lebih bagus . kalian bisa mengenal seluk beluk kota dari Nita . Jadi kalau tidak pusing lagi memikirkan tempat tinggal dan uang kalian bisa di simpan . . ! "
" Kalau begitu terima kasih pak . . ! " kata Faisal.
" Sama-sama. oh iya , sebaiknya uang kalian di simpan saja di bank . nanti bapak bantu membuat buku rekening nya . Jadi kalian bisa menyimpan uang secukup nya aja. Ya sudah kalian istirahat saja dulu . . ! " kata pak haji .
* * *
Faisal dan Laura kini belajar beradaptasi dengan lingkungan baru . Awal nya , mereka sangat terganggu dengan suara kendaraan yang berlalu lalang tiada henti , karena memang rumah pak haji berada di pinggir jalan . Tapi semakin lama mereka semakin terbiasa , apalagi ada Nita yang selalu membantu mereka . Nita mengajari semua hal pada kedua sahabat itu . Terutama dengan cara berpakaian dan perawatan , dan tata Krama di kota .
" Fai , lihat deh , aku baru sadar kalau sekarang kulit ku seperti nya terlihat bersih dan terang . . ! ,
" Iya kamu benar .lihat aku juga merasa kalau aku sekarang agak putih . .! " timpal Faisal .
" aku mau lebih putih dan bersih , supaya kalau aku ketemu Bima nanti , dia gak merasa malu bertemu dengan ku . .! "
" Bima siapa . .? " kata pak haji dengan berjalan pelan . Wajah Laura tampak gugup .
" Anu ,,anu pak haji . .
" Laura sebenarnya suka sama Bima ,pak haji . Tapi sayang , gara-gara om Arya menahan Laura keluar rumah , mereka tidak sempat menyampaikan perasaan masing-masing sebelum Bima pulang ke kota . .! " kata Faisal mewakili Laura yang terlihat gugup .
" Bima . ? Bima bos pertambangan itu . .? " kata pak haji . mereka mengangguk . pak haji tersenyum kecil .
"kalau tidak salah nak Bima tinggal di pusat ibukota . Untuk memenuhi nya kalian membutuhkan beberapa jam untuk sampai di ibukota. ! "
" pak haji tahu alamat rumah Bima . . ? "
" Saya sudah pelupa , tapi seingat saya dia pernah mengatakan nama sebuah perusahaan , kalau gak salah Sanjaya grup . Mungkin kalian bisa mencarinya di sana . .! "
" Terima kasih informasinya pak haji . . ! "
semenjak itu tekat Laura semakin kuat untuk mencari Bima , sang pujaan hati . Faisal juga mendukung keinginan Laura dan dengan setia menemani Laura kemana pun dia pergi .
Hampir 4 tahun lama nya Laura mencoba mencari Bima . Dia juga bekerja di sebuah rumah makan sebagai pelayan untuk menyibukkan diri . Laura terus berdoa dan berharap agar Tuhan mempertemukan mereka . Karena sudah bertahun-tahun tidak juga menumbuhkan hasil , Laura sempat merasa putus asa . karena merasa suntuk dengan pikiran nya sendiri ,Laura lalu memilih untuk nongkrong di kafe . Dan tanpa sengaja mereka bertemu di kafe ini sekarang .
FLASHBACK OFF
" Maafin aku , ya , aku udah buat kamu kecewa gak datang tepat waktu saat itu . .! " kata Laura menghapus airmata nya . Bima tersenyum dan kembali memeluk Laura. Saat ini mereka sudah berada di taman kota ,
__ADS_1
" Tidak usah meminta maaf , yang penting sekarang kita sudah bersama kembali . Dan mulai sekarang , kamu adalah milik ku . . ! " kata Bima menarik Laura ke dalam pelukkan nya.
BERSAMBUNG