
" Cindy . . . .
Ucapan Andi terpotong karena dering ponsel nya. tertera nama Yuni di layar.
" Halo kak . . .kak ada apa kok nangis ? . . . Apaaa ???? . . baik aku segera pulang. . .. ?!! " Andi langsung bangkit
" Cindy , kamu kemasi barang - barang kamu , kita pulang sekarang. . ?! "
" Ada apa ?? Kok mendadak pulang sih, bukan nya masalah disini belum selesai. . ??! Cindy berkata dengan bingung.
" mamah sama papah aku mengalami kecelakaan bersama Brian , kita harus pulang sekarang . . ?! " kata Andi langsung beranjak ke kamar nya tanpa memperhatikan raut muka cindy yang kesal .
" Baru 3 hari disini. Belum sempat shopping udah mau pulang aja. . . ?! "gerutu Cindy berjalan ke kamar nya.
Cindy menarik koper nya, dia mengerutkan alis nya saat tak melihat koper nya.
" Koper kamu mana ? " kata Cindy
" Aku gak bawa barang - barang aku. Biar nanti saat aku balik lagi ke sini gak repot lagi. Sudah ayo berangkat. . ?! " kata Andi menarik koper Cindy. Cindy tersenyum menerima perlakuan manis Andi.
" Andi sebaik nya aku aja yang nyetir, ya . Karena Pikiran kamu sedang kacau, nanti kamu gak bisa fokus , takutnya nanti terjadi hal yang tak di inginkan . . ?! " usul Cindy. Andi pun menuruti perkataan Cindy karena memang pikiran nya sedang kacau.
Selama di perjalanan, Andi tampak gelisah.
" Ya Tuhan, semoga mereka baik- baik aja. . "
Kalimat itu lah yang selalu terdengar dari mulut Andi.
" kamu yang sabar ya , dan tenangkan pikiran kamu. .oom sama Tante bakal baik - baik aja kok. . ?! hibur Cindy tanpa menyebutkan nama Brian.
ponsel Andi berdering.
" Halo, . Iya . iya , aku sekarang lagi di perjalanan. . Bagaimana keadaan Brian. ? kamu yang tenang ya, sebentar lagi aku sampai. . Baik lah. . ?! " panggilan terputus.
" siapa ? "
" Istri ku . ! "
Raut wajah Cindy nampak masam mendengar Andi menyebut kata " Istri ku " .
___________
Di rumah sakit KASIH BUNDA, Yuni tampak mondar mandir dengan wajah merah dan mata sembab akibat menangis. Najwa terduduk lesu dengan bahu Yang berguncang pelan.
" Ya Allah , lindungi lah keluarga kami, jangan sampai terjadi apa pun dengan mereka . . ! " ratap Najwa dengan airmata yang mengalir deras. Dia tidak sanggup membayangkan putra nya yang menanggung rasa sakit oleh luka di tubuh kecil nya.
Najwa terkejut dan menjerit saat Yuni menjambak rambut najwa dan menarik nya ke belakang.
" Hee perempuan kampung , kalau terjadi apa - apa sama orang tua gue , gue gak akan maafin elo. Gue akan bikin perhitungan sama keluarga elo yang miskin dan kampungan itu. . ?! " kata Yuni keras.
" Aaww. . lepasin kak , sakit.. . ?! jerit Najwa.
" Yuni lepasin tangan elo. .
" kak Yuni lepasin . .
Kata Bima dan Andi berbarengan . Mereka baru saja tiba dan bertemu di di parkiran. Lalu berjalan bersama di ikuti Cindy, karena Andi dan Cindy memang langsung ke rumah sakit . Andi menarik Yuni dan Bima menarik Najwa, jeritan Najwa semakin keras saat Andi menarik Yuni karena jambakan Yuni semakin kencang. Namun jambakan Yuni terlepas setelah Bima meremas pergelangan tangan Yuni hingga Yuni meringis kesakitan.
" Apa - apaan sih kalian , bisa gak sih dalam keadaan seperti ini jangan berantem . . jangan bikin keadaan semakin tegang. . . " kata Andi kesal. Yuni hanya diam menatap tajam Najwa.
" Najwa , kamu gak apa - apa ? kata Bima merapikan rambut Najwa yang berantakan. Najwa menggeleng.
" Brian , bang . . . .
__ADS_1
Ucapan Najwa terpotong oleh Isak tangis nya saat bayangan putra nya yang berlumuran darah. Bima memeluk Najwa untuk menenangkan nya.
" Kamu sabar ya , kamu harus tenang . kita berdoa aja semoga mereka baik - baik aja. sudah jangan nangis lagi. . ?! hibur Bima.
Alis Cindy mengernyit melihat adegan di depan mata nya. Mata nya bergerak menatap Andi dan Najwa yang bersama Bima bergantian.
" Apa Andi gak cemburu ?? " pikir Cindy.
"Ingat ya, kalau sampai terjadi apa - apa sama orang tua gue . Awas elo . . Elo terima akibat nya.. ?! " ancam Yuni.
" Maksud kakak apa ?? " kata Andi tak mengerti.
" Awal nya mamah dan papah hari gak akan kemana - mana . Mereka ingin menghabiskan waktu di rumah untuk istirahat karena capek pulang dari dinas keluar kota. Lalu istri mu menitipkan Brian ke mamah dengan alasan mau belanja ke pasar bersama Bi Surti . Entah kenapa anak mu tiba - tiba badan nya panas dan menangis sangat kencang , Lalu dengan panik mamah sama papah membawa nya ke rumah sakit, hingga . . .hingga. . . " kalimat Yuni terputus oleh tangis nya yang pecah. Andi memeluk Yuni untuk menenangkan nya. Dia sudah tahu kelanjutan cerita kakak nya.
Tiba - tiba pintu ruang operasi terbuka. Mereka buru - buru menghampiri dokter yang baru saja keluar.
" Dokter bagaimana keadaan pasien ? saya putri nya " kata Yuni was -was. Dokter terdiam sejenak.
" Ada kabar buruk dan ada kabar baik. Kami para tim dokter sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi Takdir berkata lain. Maaf kedua orang tua anda tidak bisa di selamatkan. Kami turut berduka cita. . ?!
JEEDAAARR
Serasa di sambar petir . Penyataan dari dokter membuat hati dan pikiran Yuni dan Andi seketika hancur. tubuh Andi merosot ke lantai.
" Dokter. . . Anda pasti salah ngomong kan. Dokter , mamah sama papah baik - baik aja kan ? mereka sekarang cuma lagi tidur kan. . !!!? " racau Yuni dengan tatapan penuh harap.
" kak. . . ." suara Andi tercekat
" Maaf , tapi memang itu kenyataan nya . Anda harus tegar. kuatkan hati kalian dengan kenyataan ini. Kami para dokter hanya bisa berusaha . Selebihnya itu adalah keputusan dari sang pencipta. ."
" Lalu kabar baik nya, apa dok ?? " tanya Cindy yang seperti nya tak disadari kehadiran nya .
" Ah iya. Bayi yang di bawa bersama kedua pasien tadi , telah melewati masa kritis nya. Dan akan di pindah kan ke ruang rawat. . . " kata dokter bersamaan dengan terlihat nya brangkar yang di dorong keluar . Tampak tubuh gemuk Brian di balut perban di beberapa bagian. Hati Najwa berdenyut sakit melihat keadaan putra tercinta nya.
" Kalau begitu saya permisi . . ?! " kata dokter berlalu.
Sebelum sempat bereaksi. Yuni menyerang Najwa dengan membabi buta. menampar , memukul dan menendang Najwa hingga Najwa menjerit kesakitan.
" Dasar wanita kampungan .j****g , Kamu bahagia di atas kematian orangtua ku ,haa . kalau bukan karena anak mu mamah sama papah pasti masih ada sekarang. Dasar anak dan ibu pembawa siaaal. . . ?! " teriak Yuni histeris . Tenaga nya pun menjadi berlipat ganda hingga Bima pun kewalahan. Andi bangkit dan menarik tubuh Yuni ke pelukkan .
" Kak tenang , Kakak jangan kayak gini. sekarang kakak tenang, ya. Sebaik nya kita mengurus jenazah mamah sama papah. . ?! " kata Andi tanpa melirik Najwa yang penampilan nya sekarang seperti maling yang dihajar masa. Rambut acak-acakan , sudut bibir nya berdarah dan bengkak. Bahkan lengan baju nya pun sedikit robek akibat tarikan kuat Yuni tadi.
" Awas elo. Ini belum selesai. Dasar pembawa sial . . ?! " dengus Yuni lalu masuk ke ruangan operasi di ikuti Andi.
Cindy yang melihat adegan itu pun tersenyum licik tanpa ada yang menyadari nya.
" Seperti nya aku harus mengambil keuntungan dari kejadian ini untuk memuluskan rencana ku. . " batin Cindy.
Dengan tangan gemetar , Yuni mengusap wajah pucat pak Kadir dan Bu Imas . Andi yang berdiri di samping Yuni , mencoba untuk tegar menatap jenazah orang tua nya yang nampak seperti hanya tertidur.
"Dek, coba lihat . mamah sama papah tidur nyenyak banget ya. . .?! " kata Yuni memangil Andi dengan panggilan masa kecil nya, dengan suara bergetar.
" Kak. . . ?! " kata Andi dengan hati hancur melihat jenazah orang tua nya, di tambah dengan keadaan Yuni yang sangat terguncang. Andi kembali memeluk Yuni hingga Yuni kembali menangis histeris dalam pelukkan andi.
___
Sementara di luar ruangan. Najwa tampak bimbang antara masuk melihat jenazah mertua nya atau tetap di luar. Melihat wajah bimbang Najwa. Bima pun angkat bicara.
" Sebaik nya kamu tetap disini. Abang takut nanti Yuni akan kembali menyerang kamu. Sebaik nya tunggu di luar saja supaya lebih aman. . !? " saran Najwa. Najwa mengangguk .
Cindy memperhatikan Bima . Diam - diam dia memuji ketampanan dan pembawaan Bima yang tenang.
" kalau di perhatiin. nih cowok ganteng juga. mungkin Gak ada salah nya kalau di buat untuk cadangan. Buat Jaga - jaga aja kalau lagi bosan sama Andi. . " batin Cindy.
__ADS_1
Otak licik nya mulai berputar , menyusun rencana untuk mendekati Bima.
___
Kembali di dalam ruang operasi. Setelah merasakan Yuni sedikit tenang. Andi lalu meminta dua perawat yang sudah menunggu untuk mengurus kedua jenazah orang yang sangat dia cintai itu. Andi lalu mengajak Yuni keluar.
Saat mereka keluar. Tampak Najwa menatap Andi dengan tatapan penuh arti.
" Aku akan menelpon pak RT dulu. . ?! " kata Andi sedikit menjauh.
Yuni menatap Najwa tajam. Namun dia di kejutkan dengan tepukkan pelan di pundak nya.
" Sabar ya mbak. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Ini cuma perpisahan sementara kok. semoga nanti kita bisa berkumpul kembali di surga. . ?! hibur Cindy pada Yuni.
" Amin. . ?! " Bima yang menjawab dengan nada dingin. Membuat Cindy salah tingkah.
" semoga saja. .?! jawab Yuni.
" Ayo kak, kita nunggu di loby . sekalian aku mau ngurus administrasi nya. . oh ya Cindy ,kamu sekalian ikut . siapa tahu nanti aku butuh bantuan kamu. . ?! " kata Andi.
" Mas Andi. . . .
" Kamu sebaik nya tetap disini. Aku gak mau kak Yuni kembali mengamuk karena melihat kamu. lebih baik kamu urus anak pembawa sial itu. . . . ?! " sentak Andi.
" Andi . .!!!! jaga ucapan kamu. Brian bukan pembawa sial. . ?! " Bima tidak terima.
" Kalau bukan pembawa sial lalu apa ?? pembawa petaka . ??? sarkas Yuni.
" cukup. !!!! sekali lagi ku tekan kan , BRIAN BUKAN PEMBAWA SIAL. Apa yang terjadi atas orang tua kalian. itu adalah semata - mata karena takdir. Bukan karena Brian . Brian masih bayi, dan tidak tahu apa - apa. . .Jangan sebut Brian dengan sebutan pembawa sial lagi. . . ?!!! " tegas Bima dengan muka memerah menahan amarah.
" ya . ya . ya . bayi kecil itu tidak tahu apa - apa . Tapi takdir sial nya lah yang merusak semua nya. Terima aja kenyataan nya ,kalau anak adik elo itu anak pembawa sial. . ?! " kata yuni tak mau kalah.
" Stop kak . .apa kak Yuni lupa ? Brian juga anak Andi. darah daging Andi .. ?! " kata Najwa tak terima.
" Dan apa elo Sadar ?? gara - gara darah daging Andi terlahir dari perempuan kampungan seperti elo , keberuntungan keluarga Baskara berubah jadi kesialan semenjak kehadiran anak sialan itu. Ayo Andi. sebaik nya kita cepat pergi dari sini sebelum kesialan lain nya menimpa kita. . ?! " cemooh Yuni seraya beranjak pergi di ikuti Andi dan Cindy.
BRRUUKH
Najwa menjatuhkan diri di lantai. bahu nya tergoncang hebat. Kini dia melampiaskan tangis yang sedari tadi dia tahan. Bima menatap iba adik nya dan memeluk nya erat.
" Kenapa. . .kenapa mereka menyebut anak ku pembawa sial. Padahal anak ku tidak tahu apa - apa . . ?! " ratap Najwa .
" Najwa , jangan dengarkan ucapan mereka. Semua itu tidak benar. . Sudah, sebaik nya kita ke ruang Brian. siapa tahu dia sudah bangun. ?! " kata Bima membantu Najwa berdiri.
* * * * *
Di dalam mobil. Yuni masih bersunggut dan mengumpati Bayi tak berdosa yang dia anggap sebagai pembawa sial dalam keluarga nya.
" mbak Yuni , bagaimana bisa mbak menyebut keponakan mbak sendiri dengan sebutan pembawa sial ?? " kata Cindy
" dia bukan keponakan ku. Dari dulu aku gak pernah nganggap dia ada. Gimana aku gak nyebut dia sebagai pembawa sial. ? Semenjak dia memasuki kediaman keluarga Baskara, masalah datang bertubi - tubi menerpa perusahaan , dan bahkan sekarang mamah sama papah menjadi korban kecelakaan gara - gara mereka ingin membawa b***Ngan kecil itu ke rumah sakit. Andi , aku rasa kamu harus bertindak . kalau tidak entah kesialan apalagi yang akan menimpa keluarga kita . . ?! " kata Yuni .
" Tuh kan , Andi. dari dulu aku juga berpendapat kalau semua masalah yang kamu hadapi , itu bersumber dari anak kamu sendiri. Seperti yang di bilang mbak Yuni tadi. Anak pembawa sial. . . ?! " kata Cindy semakin memprovokasi Andi .
Andi hanya diam . Entah apa yang ada di dalam pikiran nya. Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit. mobil Andi memasuki halaman di ikuti dua mobil ambulance yang membawa jenazah. Para pelayat membantu menurunkan jenazah. Setelah melalui beberapa proses. Akhir nya proses pemakaman berjalan lancar. Para pelayat kembali ke rumah masing - masing.
Namun setelah kembali dari rumah duka. Terdengar desas desus yang mengatakan kalau kematian pak Kadir dan Bu Imas , disebabkan oleh cucu mereka sendiri. Serta semua masalah yang menimpa keluarga Baskara , itu semua di sebabkan oleh kehadiran bayi yang tak lain adalah Brian . Entah bagaimana proses cerita nya hingga semua penghuni kompleks perumahan elit itu meyakini bahwa bayi yang bernama Brian, yang tak lain adalah anak Andi dan Najwa , di yakini sebagai pembawa sial. Yang mana bila seseorang mendekati nya, akan di timpa kesialan.
Dan ternyata rumor itu bisa beredar dengan cepat , itu tak lepas dari campur tangan Yuni dan Cindy . Mereka sengaja menyuap beberapa ibu - ibu bermulut ember yang suka bergosip, untuk menyebar luaskan rumor tersebut tanpa sepengetahuan Andi. Di tambah dengan ketidakhadiran Najwa di acara pemakaman mertua nya,menambah kesan buruk terhadap ibu dan anak itu. . .
Sementara itu . . . . . . .
#**BERSAMBUNG
__ADS_1
DI TUNGGU LIKE DAN VOTE NYA. DAN JANGAN LUPA SARAN DAN KRITIK NYA. ♥️ U BUAT PARA READERS** . . . .