
Tampak Yuni dengan tega nya memukul betis dan punggung Brian dengan kemoceng . Brian hanya bisa menjerit kesakitan.
" Brian . . !!!! " jerit najwa langsung berlari dan menggendong Brian,
" apa - apaan kau kak Yuni. dimana hati nurani mu haa. .!!! " Najwa membentak yuni tanpa sadar. Hati ibu mana yang tak sakit hati melihat buah hati nya di pukul di depan mata nya .
" Ooh . udah mulai berani elo ya. . Udah berani ngebentak majikan sendiri ?? "
" Majikan ?? seseorang akan di sebut majikan kalau sudah bisa menggaji orang. Emang situ udah menggaji siapa ?? " balas Najwa semakin berani.
" Sialan. . berani elo ya . . nih terima akibat nya kalau sudah berani ngelawan. . ?! " kata Yuni mengayunkan kemoceng ke arah Najwa. kemoceng itu tepat mengenai tangan Najwa yang melindungi Brian . Yuni terus melancarkan serangan kemoceng nya ke segala arah .
Merasa tidak terima , Dengan cepat Najwa mendudukkan Brian ke lantai, lalu dia berusaha untuk menangkap kemoceng itu, dan berhasil. Najwa melihat tangan memerah akibat sabetan Yuni tadi . Dan punggung nya terasa perih.
" Elo kira cuma elo yang bisa mukul orang,. , haa ?? nih rasain . . aku balikin pukulan kamu ke Brian. . . ?! " Kali ini Najwa yang mengayun kan kemoceng ke arah Yuni. Serangan Najwa sangat cepat hingga Yuni kewalahan melawan serangan Yuni. Tangan, lengan , punggung, betis dan paha. Semua nya tak luput dari sabetan kemoceng Najwa. Beberapa kali Yuni mencoba melawan dan menangkis serangan Najwa. Namun dengan cepat Najwa menangkap kedua tangan Yuni dan memegang nya erat seperti emak - emak yang megangin tangan anak nya biar gak bisa ngelawan saat di pukul bokong nya. ( 😂😂 ini pengalaman author waktu kecil ya. . ) Merasa tidak bisa melawan lagi . Yuni berteriak minta tolong kepada Andi.
" andiii. . . !!!!! tolongin aku Andi. . istri mu sudah gilaaa . . . !!! " teriak Yuni.
Andi yang saat itu sedang duduk di dapur sambil menikmati secangkir kopi, terkejut mendengar teriakan Yuni. Andi langsung bangkit , dan langsung mendatangi kamar Brian , karena Andi yakin suara Yuni berasal dari sana. Saat memasuki kamar Brian , Andi terkejut melihat adegan yang terjadi di depan nya. Najwa yang selama ini dia kenal sangat halus dan lemah lembut , tampak sedang memukul kakak perempuan nya dengan beringas .
" Andi , tolong aku. . .?!!! " kata Yuni sambil meringis menahan sakit.
Melihat Yuni yang kesakitan, Andi langsung menghampiri kedua wanita itu.
" Najwa , , hentikan . . . ?! " kata Andi menangkap kemoceng di tangan Najwa dan menjauhkan Yuni dari Najwa yang tampak ngos - ngosan.
" apa - apaan ini haa . . ?? " kata Andi dengan suara tinggi.
" kau tanya saja pada kakak mu itu . . ?! " jawab Najwa tanpa rasa hormat seperti dulu. Andi mengernyitkan alis nya. Dia merasa tidak suka dengan bahasa dan nada bicara Najwa yang tidak seperti biasa nya.
Andi melirik Yuni seakan meminta penjelasan.
" Andi , aku gak ngerti dengan sikap istri kamu ini. Tadi aku mendengar Brian menangis sangat kencang , aku kesini untuk memeriksa nya. Dan saat aku masuk aku melihat Najwa memukul Brian dengan kemoceng itu. Karena tidak tega aku mencoba merebut kemoceng itu . Tapi ini lah yang terjadi , Najwa malah memukul aku balik hingga babak belur kayak gini . . ?! "
Najwa melotot mendengar kebohongan Yuni. Najwa hendak membantah ucapan Yuni, namun terlambat. Andi memukul Najwa dengan kuat.
" DASAR WANITA GILA . . APA YANG ADA DI OTAK MU HAA ??? BERANI - BERANI NYA KAU MEMUKUL KAKAK KU . KALAU KAU TIDAK SUKA DENGAN SIKAP KU , KATAKAN SAJA SECARA LANGSUNG PADA KU , JANGAN LAMPIASKAN PADA ORANG LAIN . KAU SUDAH KETERLALUAN NAJWA . TERIMA HUKUMAN MU INI. . ?! " Andi memukul punggung Najwa dengan sangat kuat tanpa menghiraukan tangisan Brian yang semakin kencang. Najwa hanya berteriak kesakitan tanpa bisa melawan tenaga Andi yang sangat kuat . Yuni tersenyum puas melihat Najwa yang kesakitan. pukulan Andi terhenti saat mendengar suara bell. Dia lalu menjatuhkan kemoceng ke samping Najwa yang menangis kesakitan .
" ayo kak. Luka kakak harus di obati. . ?! " kata Andi sambil memapah Yuni dengan hati - hati . Dia pergi tanpa menghiraukan keadaan Najwa dan Brian.
Dengan sesegukan , Brian berjalan tertatih menghampiri Najwa yang tertelungkup dengan perasaan hancur.
" ma. . ma . . ?! " kata Brian terbata - bata karena baru belajar bicara .
Najwa tersadar kalau ada Brian yang harus dia rawat. Najwa mengumpulkan sisa - sisa tenaga nya , dia mencoba bangkit dan memeluk Brian dengan Isak tangis yang terdengar sangat sedih. Lalu dia mendudukkan Brian ke ranjang lalu mengambil kotak obat . Brian kembali menangis saat kapas yang di basahi cairan antiseptik di tempelkan ke luka di lengan dan betis nya.
" cup . cup. . sakit ya sayang. maafin mama ya , mama lalai menjaga kamu . . ?! kata Najwa sedih .
Brian lalu meraih botol susu yang kosong dan menyodorkan ke Najwa.
" cu. cu . mah ( susu , mah ) ?! celotah Brian.
" jagoan mama haus ya . yuk kita bikin susu. . ?! " kata Najwa lalu menggendong Brian dengan pelan. Najwa meringis menahan sakit di punggung nya. Dia berjalan pelan karena punggung nya terasa semakin sakit. Saat menuruni tangga , dia melihat Andi , Yuni dan Cindy sedang bercanda ria.
__ADS_1
" Yah udah , kalau begitu kita kerumah sakit sekarang . supaya kak Yuni bisa di rawat dan sekalian periksa kehamilan Cindy, aku udah gak sabar seperti apa rupa anak ku dengan Cindy nanti. . . ?! " kata Andi sumringah.
glutuukk
Botol susu Brian terjatuh dari tangan Najwa, membuat ketiga orang tadi menoleh.
" Apa maksud ucapan kamu tadi mas ?? anak mu dengan Cindy ?? " kata Najwa dengan suara bergetar.
" Iya , Cindy hamil anak ku. Dan aku akan segera menikahi nya dalam waktu dekat. .?! jawab Andi enteng.
Jeeddaaaar
Langit serasa runtuh dan menimpah Najwa hingga dada nya terasa sesak.
" Ayo kita pergi , tubuh ku sudah sangat sakit . . ? " keluh Yuni.
Tanpa menghiraukan Najwa yang masih diam mematung . Mereka bertiga beranjak dari duduk nya , lalu terdengar suara mobil yang semakin menjauh.
" ya Allah , kenapa cobaan mu datang bertubi - tubi seperti ini ya Allah ?? apakah hamba sanggup menerima semua ini ?? ya Allah apa yang harus aku lakukan ?? hati ku sakit , sangat sakit . . ?! "
Najwa menangis tanpa suara. hanya airmata yang mengalir deras di pipi nya.
" mah . cu . .mah . ( mah. susu mah ) ?! " Brian kembali mengomel.
" iya sayang , ayo kita bikin susu . . ?! " kata Najwa setelah tersadar dari lamunan nya.
Brian kini sudah tenang dengan botol susu nya. Tapi tidak dengan Najwa. Pikiran nya melayang - layang meratapi nasib nya. Bayangan - bayangan saat dia di perlakukan buruk di rumah ini. bayangan terakhir muncul , Dimana suami nya, yang seharusnya menjaga dan melindungi nya , kini malah menyiksa nya tanpa rasa kasihan.
" Tidak . . aku sudah tidak sanggup menahan beban ini. . ?! " kata Najwa menggeleng keras , airmata nya kembali membasahi pipi nya.
* * *. * *
Bruugh . .
Bima di kejutkan dengan suara pintu yang di buka kasar , disusul oleh Kelvin yang datang dengan nafas terengah - engah . .
" Bos . . .
" Ada apa Kelvin ??? " kata Bima dengan wajah tegang.
" Bim, elo harus pulang sekarang , Najwa sekarang sudah berada di rumah elo. . .Dan . . dan . . ?! " kalimat Kelvin terputus - putus karena nafas nya yang hampir habis. Dia menghilangkan sikap formal nya.
Tanpa menunggu Kelvin menyelesaikan kalimat nya. Bima langsung berlari keluar .
" Elo urus perusahaan . . ?! " kata Bima sebelum menghilang .
Kelvin hanya mengangguk tanpa bisa menjawab karena tenggorokan nya terasa kering. Dengan cepat dia meraih gelas air putih di meja Bima lalu meminum nya hingga habis.
___________
Waktu yang seharus nya di tempuh dalam waktu 15 menit dari kantor ke mansion keluarga Sanjaya , dapat Bima tempuh dalam waktu 5 menit dengan skil balap nya yang ekstrim. Dengan gerakkan yang terburu - buru , dia berlari ke dalam. Saat memasuki ruang tamu , tampak Oma tengah menangis sambil memeluk Najwa yang juga sedang menangis , Bima melirik opa yang sedang memeluk Brian dengan wajah yang memerah menahan amarah.
" Bima , kamu sudah pulang . . ?! " sapa Oma sambil menyusut airmata nya dan melerai pelukkan nya dari Najwa . Oma pindah duduk di sebelah opa dan mengambil alih Brian.
__ADS_1
" Najwa ,. . apa yang terjadi . . ?? " kata Bima seraya duduk di samping Najwa dengan wajah cemas.
Najwa menatap Bima lekat . Dia membalikkan tubuh nya, membuka beberapa kancing kemeja nya , lalu menurun kan pakaian bagian belakang nya . Mata Bima melotot seperti akan keluar saat melihat luka akibat cambukan di punggung Najwa seperti lukisan yang masih basah. Sontak Bima berdiri dengan muka merah padam .
" Najwa , apa pria bajingan itu yang melakukan nya ??!!! " kata Bima dengan suara yang membuat merinding.
Najwa hanya mengangguk pelan tanpa sanggup bersuara.
" Bukan hanya itu Bima . Lihat ini . . . ?! " kata Oma menyingkap lengan baju dan celana Brian. Wajah Bima semakin gelap melihat luka yang sama di punggung Najwa juga menghiasi tubuh keponakan kesayangan nya.
" Abang, aku . . aku . . aku udah gak sanggup bang. . . . ?! " kata Najwa terbata - bata dengan tangis yang menyayat hati.
Hati Bima semakin sakit saat melihat keadaan Najwa yang seperti nya sangat tertekan. Bima kembali duduk dan memeluk Najwa seraya mengusap lembut kepala Najwa .
" Menangis lah . . ?! " kata Bima untuk yang kedua kali nya menyuruh Najwa menangis, saat kematian kedua orang tua nya.
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Najwa menghempaskan semua beban yang dia pukul selama ini dalam pelukan Abang nya. Bahkan Oma pun turut menitikkan airmata . Bima sebisa mungkin menahan emosi nya, dia takut akan menakuti Brian jika dia mengamuk di ruangan itu .
Setelah menangis dalam waktu yang lumayan lama. Najwa tampak sedikit tenang. Dia meremas jari - jari nya.
" Apa ada masalah lain ?? " kata Bima menangkap gelagat aneh dari gerak gerik Najwa.
" Andi akan menikahi Cindy dalam waktu dekat ini , karena Cindy sedang mengandung anak Andi. . .?! " kata Najwa. Oma mengelus dada saat mendengar nya. Namun tidak dengan Bima, Bima tidak terkejut mendengar nya. Melihat Bima tidak terkejut sedikit pun. Entah kenapa otak Najwa langsung bisa menebak.
" Apa Abang sudah tahu lebih dulu ?? " tanya Najwa.
" ya , Abang sudah tahu dari dulu , ?! " kata Bima santai.
" Lalu kenapa Abang gak kasih tahu aku ?? " protes Najwa.
" Percuma ngasih tahu kamu , karena cinta mu betul - betul buta waktu itu . Apa pun yang Abang bicarakan tentang keburukan bajingan itu, kamu gak akan percaya. Justru kamu akan ngambek dan menjauhi Abang. . ?! " sindir Bima , membuat Najwa menunduk.
" maaf . . ?! " kata Najwa lirih. Bima tersenyum mendengar nya
" Najwa , Andi sudah melakukan KDRT , bahkan dia selingkuh di belakang kamu sampai wanita itu hamil. Lalu apa keputusan mu tentang keburukan suami tercinta mu itu ?? apa kamu akan kembali dan bertahan di sana ?? kalau begitu ayo Abang antar . . . ?! cerocos Bima kesal .
" Abang . . . aku tidak ingin kembali ke rumah itu lagi. Aku ingin hidup tenang bersama Brian. . ?! " kata Najwa .
" Jadi , apa yang harus Abang lakukan ? katakan apa pun itu. . ?! " kata Bima antusias saat mendengar ucapan Najwa.
Najwa terdiam sesaat. Dia menghembuskan nafas panjang.
" Aku ingin pisah , Abang bisa bantu aku kan ? " kata Najwa dengan penuh harap.
" Abang akan usahakan yang terbaik untuk kamu dan Brian. ?! " kata Bima.
" Terima kasih Abang. .?! " kata Najwa sedikit tenang.
" Bima , sebaik nya kita bawa Najwa dan Brian ke rumah sakit . Oma takut nanti luka - luka nya infeksi. . ?! "
" Oma benar , ayo kita ke rumah sakit . . ?! "
__ADS_1
Oma dan Bima pun membawa Najwa dan Brian ke rumah sakit. . . .
# BERSAMBUNG