
" Ya Allah , terima kasih Engkau memberiku keluarga yang begitu menyayangi ku . Dan terima kasih karena Engkau mempertemukan aku dengan suami ku yang sangat penyayang ini . Semoga selama nya seperti ini , penuh dengan tawa dan kebahagiaan . .! " Najwa tersenyum melihat Alan .
___________
Setelah hari double bahagia itu , berbagai hadiah dan keperluan bumil berdatangan secara rutin setiap bulan . Rita dan Oma juga lebih sering mengunjungi Najwa sekeluarga .
" Bagaimana perasaan kamu , sayang . ? " kata Rita mengurut pelan punggung Najwa .
" enak , Bu . . punggung Najwa rasa nya gak terlalu tegang kalau di urut begini . .! " kata Najwa terlihat semakin berisi .
" Kamu harus lebih banyak istirahat supaya tubuh kamu gak lemas . ! " kata Oma
" iya Oma . Najwa juga sekarang di larang sama akan buat ikut ke butik . Padahal kan Najwa senang banget kalau berada di butik . . ! " kata Najwa yang memang sudah berhenti bekerja di butik Alan karena tidak diizinkan oleh suami nya .
" Alan itu sayang sama kamu sama si kembar , maka nya dia larang kamu kerja . . ! " kata Rita .
" Najwa tahu , Bu . Tapi Najwa juga bosan di rumah terus . .! " kata Najwa .
" sudah , turuti aja apa kata suami mu , yang jelas dia pasti ingin yang terbaik untuk kalian . . . ! " kata Oma . Najwa mengangguk seraya tersenyum .
_________
Najwa bergelayut mesra di lengan Alan , saat ini mereka tengah berjalan masuk ke butik . Awal nya Alan tetap tidak mengizinkan Najwa untuk bekerja di butik . Tapi karena Najwa mengatakan tidak akan bekerja , dia hanya ingin ikut saja ke butik karena merasa bosan di rumah , dan berjanji tidak akan berhubungan dengan yang nama nya pekerjaan . Dia hanya akan melihat-lihat saja . Akhir nya Alan pun membawa Najwa bersama nya .
" Ingat , jangan menyentuh pekerjaan apapun . .! " kata Alan .
" iya , sayang . Aku cuma lihat-lihat aja kok . . ! " kata Najwa .
Mereka masuk ke ruang pribadi Alan . Najwa memperhatikan ruangan Alan yang sudah hampir dua bulan tidak dia masuki .
" aku sudah siapin keperluan kamu , coba kamu lihat di kamar , siapa tahu ada yang kurang . .! " kata Alan . Najwa langsung masuk ke kamar rahasia . Dia memperhatikan sekeliling kamar itu , tempat tidur yang sebelum nya kecil kini sudah berganti dengan ukuran yang cukup luas , susu bumil juga sudah tersedia di meja kecil di sudut ruangan , plus dengan cerek penghangat elektrik dan gelas serta sendok . Najwa membuka kulkas kecil di dekat meja kecil , kulkas itu tampak penuh dengan berbagai macam buah dan beberapa camilan yang aman dan sehat untuk bumil . setelah memeriksa kulkas Najwa beranjak menuju lemari pakaian dan membuka nya . Dia tersenyum saat melihat beberapa pakaian dengan model dress longgar dan beberapa daster mewah hasil desain Alan sendiri dengan warna kalem kesukaan nya Najwa . Najwa tersenyum melihat semua persiapan yang di buat Alan .
" Ternyata suami ku sangat perhatian . kalian lihat kembar , Daddy kalian sangat menyayangi kalian . . Daddy menyiapkan semua agar kita nyaman . .! " kata Najwa mengusap perut yang buncit . Dia membaringkan tubuh nya ke kasur .
" hhhhft , ,nyaman nya . . . Tapi seperti nya ada yang kurang deh . . ! " kata Najwa menelisik kekurangan yang dia rasakan . Mata nya sedikit melebar saat menyadari sesuatu yang kurang .
" Benar saja . maternity pillow nya ketinggalan . .! " kata Najwa langsung beranjak keluar .
" Sayang . . ! " Alan yang sedang asyik dengan pensil dan kertas nya , menoleh saat mendengar Najwa memanggil nya .
" iya , sayang . . ! " kata Alan merentangkan tangan nya dan menarik pinggang Najwa lembut dan mendudukkan nya di pangkuan nya .
" iiih , , aku kan makin berat sekarang . . ! " kata Najwa .
" Kata siapa kamu berat . ? perasaan biasa-biasa aja . .! " kata Alan mencium tangan Alan .
" bohong . .! " kata Najwa cemberut . Alan terkekeh .
__ADS_1
" katakan , apa masih ada yang kurang ? " kata Alan .
" Maternity pillow ku mana . ? " kata Najwa .
" kemarin aku sudah pesan kok . Kata nya hari ini datang . . ! " kata Alan . Baru saja Alan selesai bicara , terdengar ketukan di pintu .
" Masuk . . ! " kata Alan setelah Najwa bangkit dari pangkuan nya. pintu terbuka dan masuk lah seorang karyawan dengan membawa kardus yang cukup besar .
" Selamat pagi , pak , Bu . Ini pesanan bapak kemarin . .! " kata karyawan perempuan .
" oh , makasih Juli . . ! " kata Najwa .
" Taruh di atas meja . .! x kata Alan . Juli menaruh kardus di atas meja .
" Bu Najwa , apa ibu membutuhkan sesuatu ? atau ibu pengen makan sesuatu . ? " tawar Juli .
" Untuk sekarang saya belum pengen makan . .! ' kata Najwa .
" Baiklah kalau begitu saya pamit dulu . .! " kata Juli sopan lalu keluar. Najwa berjalan mendekati kardus di ikuti Alan . Alan segera membuka kardus itu dan mengeluarkan maternity pillow .
" Wah maternity pillow nya ukuran jumbo , sarung bantal nya juga warna ungu . Bagus banget motif kucing nya. .! " kata Najwa tampak berbinar.
" aku antar maternity pillow kamu ke kamar dulu ya . ! " kata Alan menenteng maternity pillow itu menuju kamar , ternyata Najwa mengikuti Alan ke kamar . Senyum nya mengembang kala bantal yang menjadi kesukaan nya semenjak dia hamil itu di taruh Alan ke kasur .
hap
" Nih i-pad nya . . ! " kata Alan meletakkan i-pad yang sudah menyala dan menayangkan sebuah video film laga kesukaan nya .
" kok kamu tahu kebiasaan aku kalau lagi tiduran . ? " kata Najwa heran . alan tersenyum , dia memang tahu kebiasaan Najwa karena melihat aktivitas Najwa sehari-hari dari CCTV yang dia pasang di kamar nya .
" tahu aja sih . .! " kata Alan .
" kamu pasti nyadap ponsel aku ya. .? " tebak Najwa .
" hahaha , , aku gak nyadap ponsel kamu kok , sayang . aku tahu kebiasaan kamu dari bi Sarmi . . ya sudah aku lanjut kerja lagi ya , nanti kalau kamu butuh sesuatu kamu panggil aku . . ! " kata Alan mengusap perut buncit Najwa .
" hmmm . . ! " kata Najwa berdehem tanpa menoleh , Alan tersenyum lucu melihat istri nya yang gak akan mau di ganggu jika dia sedang menonton film kesukaan nya. Alan melangkah keluar dari kamar dan kembali melanjutkan pekerjaan nya .
S
k
i
p
Sudah dua film yang di tonton Najwa , dia mulai bergerak acak karena merasa tidak nyaman . Akhir nya dia pun bangkit dan keluar dari kamar . Tapi dia sedikit kecewa saat melihat ruang kerja Alan kosong . Karena merasa bosan dia pun keluar dan melihat-lihat manekin yang yang berjejer memajang berbagai baju dan dress dengan berbagai warna dan motif .
__ADS_1
" Bu Najwa , ala ibu butuh sesuatu ? " kata Juli menghampiri istri bos nya .
" Juli , bapak kemana , ya . ? " kata Najwa.
" Oh bapak sedang ketemu klien di ruang sana . . ! " kata Juli .
" Ooh . . kalau begitu silahkan lanjutkan kerja nya . aku mau ke depan mau lihat jajanan di sana . . ! " kata Najwa .
" Kalau begitu saya akan mengantar ibu , ya . Soal nya tadi bapak udah pesan sama saya , kalau ibu butuh sesuatu saya harus melayani dan menemani ibu . .! " kata Juli .
" gak usah , Juli . saya cuma ke depan itu kok . tuh lihat ada pelanggan lagi yang datang. sana layani . ! " kata Najwa .
" Tapi , Bu . .
" saya akan bertanggung jawab jika Alan memarahi kamu. ! " kata Najwa langsung beranjak tanpa menunggu jawaban Juli .
Najwa melihat-lihat gerobak yang berjejer tak jauh dari butik . Najwa berjalan pelan seraya menekan pinggang nya yang terasa sedikit pegal sambil melihat apa saja yang di jual . Tatapan nya jatuh pada sebuah gerobak beberapa meter di depan nya yang menyediakan ketoprak . Dia berjalan dengan semangat menuju gerobak ketoprak itu.
" Bang , ketoprak pedas , 1 ya . .! " kata Najwa menuju sebuah kursi plastik tanpa sandaran .
" Baik mbak . Silahkan duduk dulu . ! " kata ibu penjual ketoprak itu . Najwa mengangguk dan berjalan pelan menuju bangku panjang . Tapi . . .
" Hay Najwa . . . ! "
Seketika Najwa menoleh ke arah sumber suara yang tak asing itu . Saat melihat siapa yang menyapa nya . .
DEG . . .
B
e
r
S
A
M
b
u
N
G
__ADS_1