
Di sebuah ruang bersalin. Najwa meringis menahan sakit di perut nya. Yah , Najwa langsung di bawa ke ruang bersalin karena akan segera melahirkan lebih awal akibat benturan saat dia terjatuh tadi. Bu Imas , Yuni dan Andi tampak menunggu di luar ruangan.
" Andi sebenar nya apa yang terjadi ? bukan nya tadi Najwa baik - baik aja. kenapa sampai terjadi seperti ini ?? " kata Bu Imas sedikit khawatir melihat darah tadi.
" Mah , tadi aku gak sengaja ngedorong dia terlalu keras sampai dia terjatuh. . ?! " kata Andi .
" Emang dia ngapain sampai kamu dorong gitu ? " kata Yuni
" Tadi dia meluk aku. Tapi aku gak suka . . ?! " kata Andi tanpa rasa bersalah. Yuni terkekeh .
Saat mereka diam. Mereka di kejutkan dengan dering handphone Andi. Andi buru - buru mengangkat telpon.
" Halo,, apa ?? . . . . kamu dimana ?? . . . Baik aku segera kesana. . . . ?! " Andi menutup telpon nya dengan wajah khawatir.
" Ada apa ? " tanya Bu Imas penasaran
" Mah , aku pergi dulu . tolong jaga Najwa ya.. ?! " kata andi berlalu tanpa menunggu jawaban Bu Imas.
" Nih anak main tinggal aja.. ?! " gerutu Bu Imas.
" Mah aku pulang duluan ya. takut nya nanti mas Zaki pulang nyariin aku. .?! " kata Yuni beralasan.
" Sejak kapan Zaki pulang kerja nyariin kamu ?? " kata Bu Imas ketus.
Yah ,, hubungan rumah tangga Yuni dan Zaki sebenar nya tidak terlalu harmonis . Zaki dan Yuni di jodohkan oleh pak Zaki dan sahabat kecil nya atas pemintaan ayah Zaki sebelum beliau meninggal. Zaki menuruti permintaan ayah nya.
Saat akan menjawab ucapan Bu Imas. mereka menoleh saat terdengar suara langkah berlari yang menghampiri mereka.
" Dimana Najwa ? " kata Bima masih dengan nafas ngos - ngosan.
" Dia masih di ruang bersalin. Kamu kenapa bisa tahu Najwa masuk rumah sakit ? " Kata Bu Imas curiga.
" Tadi saya ke rumah kalian . Tapi tukang kebun kalian bilang kalau kalian membawa Najwa ke rumah sakit karena Najwa terjatuh. . Dimana Andi ? apa dia di dalam menemani Najwa ? " kata Bima
" Tadi Andi keluar, kata nya ada urusan. ?! " Yuni yang menjawab.
" Urusan apa yang lebih penting dari nyawa istri dan anak nya ? " kata Bima dengan wajah memerah menahan marah.
" Kami tidak tahu.. ?! " Jawab bu imas ketus memaling kan muka .
Tanpa berkata, Bima langsung masuk ke dalam ruang bersalin.
" Darimana dia tahu alamat rumah kita ? " kata Bu Imas
" Dia memang pernah ke rumah bareng Najwa. Dia yang mengantar Najwa pulang saat dia check up kehamilan. . ?! " kata Yuni. Bu Imas hanya diam.
___________
Di ruang bersalin.
" Dokter sunny , bagaimana keadaan adik saya ? " kata Bima menghampiri dokter cantik itu. Najwa tampak pucat
" Keadaan nona muda sedikit lemah akibat pendarahan tadi tuan muda. Tapi semua nya mulai stabil. kita tinggal menunggu pembukaan sempurna agar bisa memulai proses bersalin. . ?!! " kata dokter sunny yang telah melayani Najwa dari awal pemeriksaan kehamilan.
" Lakukan yang terbaik untuk adik saya . .Tapi dokter sunny, bukan nya perkiraan persalinan Najwa sekitar 2 Minggu lagi ya ? kenapa bisa maju secepat ini ?! " kata Bima curiga.
__ADS_1
" Tuan muda, saat saya menangani nona muda tadi, saya sempat curiga , melihat dari keadaan nona muda. Seperti nya pendarahan yang di alami nona di sebabkan oleh benturan yang cukup kuat, alasan saya di perkuat dengan terlihat dari pakaian belakang nona yang kotor . . ?! " kata dokter sunny serius.
" Jadi maksud dokter kontraksi kandungan Najwa bukan secara alami melainkan di paksa ?? " kata Bima dengan wajah menggelap.
" terpaksa tuan muda. . !! " kata dokter sunny memperbaiki kalimat Bima.
" Dokter pembukaan pasien hampir sempurna.. ?! lapor seorang suster dengan Ter gopoh gopoh.
Sontak Bima dan sunny berlari menghampiri Najwa..
" Najwa . . najwa . . Najwa dengar Abang. . Najwa jangan takut . Najwa tenang ya. ada Abang di sisi. . ?! " kata Bima menggenggam kuat tangan Najwa.
Wajah Najwa sedikit tenang saat melihat laki - laki yang selalu melindungi nya ini
" Abang .. sakit bang. . ?! " rintih Najwa membuat hati Bima mencelos.
" Najwa harus kuat. Abang percaya Najwa adalah wanita yang kuat. kamu harus bertahan demi anak kamu. ya ... ?! " kata Bima berusaha menahan emosi nya.
Najwa mengangguk dan tersenyum.
" Baik nona pembukaan nya telah sempurna. ikuti instruksi saya. Tarik nafas pelan. . hembuskan. . ya.. bagus . Tarik nafas lagi.. hembuskan..
" Dokter rasa nya saya mau buang air besar.. ! " kata Najwa. Namun tiba - tiba dia merasakan dorongan yang kuat hingga membuat dia mengejan.
Dokter sunny terus memberi instruksi kepada Najwa . setelah berjuang cukup lama. Dengan mengumpulkan sisa tenaga nya. Najwa mengejan dengan sekuat tenaga , tubuh nya terhempas ke pembaringan dengan bersamaan terdengar nya suara tangis bayi yang kencang. Seakan mendapatkan tenaga baru. Najwa memandang bayi di pelukkan dokter . Tanpa sadar airmata kebahagiaan melintasi pipi Najwa dengan cepat.
" Selamat nona , anda telah menjadi ibu dari seorang bayi Yang tampan. . ?! " kata dokter sunny . seorang perawat mengambil baby boy untuk di bersihkan.
" Abang . . aku sekarang menjadi ibu. . ?! " kata Najwa lemah
" Selamat ya. . Abang turut senang . sekarang Abang jadi paman .. Abang akan menjaga kalian sekuat tenaga Abang. . Abang keluar dulu ya. . ?! " kata Bima hendak pergi. Namun cekalan tangan Najwa membuat Bima kembali menoleh .
Najwa mengangguk tenang.
___________
" Bagaimana ? semua nya baik - baik aja kan ? " kata Yuni saat melihat Bima keluar, mencoba menarik simpati Bima. Bima menatap Yuni dan Bu Imas dengan tatapan yang sulit di artikan .
"Semua nya baik - baik saja.. ?! " kata Bima .
" Kalau bukan janji ku pada Najwa , aku akan langsung membuat perhitungan dengan orang - orang keji ini. " gumam Bima dalam hati .
" syukurlah. . !!?" kata Yuni dengan memasang senyum semanis mungkin.
Bima memalingkan muka nya, muak dengan sikap Yuni yang sok perhatian. Bima menoleh saat mendengar derap langkah kaki yang mengarah ke arah mereka. Tampak pak Kadir datang bersama Andi.
" Bagaimana ? apa semua nya baik - baik saja ? " kata pak Kadir dengan kening berkerut
" Semua nya baik - baik aja pah. cucu kita laki - laki. .?! " kata Bu Imas yang sempat bertanya kepada suster yang membawa bayi Najwa ke ruang bayi.
" Syukurlah. . ?! " kata pak Kadir di sertai dengan kerutan dahi yang mengendur.
" Apa urusan mu sudah selesai , Andi ? ? " kata Bima dengan tatapan dingin.
" Ssudah , bang.. maaf aku datang terlambat. . ?! " kata Andi tergagap dengan tatapan Bima penuh intimidasi.
__ADS_1
" Bima , sudah lama kau datang ?? !" kata pak Kadir
"Sudah , bahkan aku melihat dan merasakan bagaimana adikku berjuang mempertaruhkan nyawa nya, demi anak nya . . ?! " kata Bima menekan kata anak nya. Membuat Andi semakin menundukkan wajah nya. bukan merasa bersalah membiarkan Najwa berjuang sendiri. tapi Andi sedikit takut dengan tatapan tajam mata Bima yang seolah - olah sanggup membaca rahasia nya.
" Bagaiman dengan Najwa ? " kata pak Kadir.
" Sebentar lagi Najwa akan di pindahkan ke ruang perawatan. . ?! " sekali lagi Bima yang menjawab .
Pak Kadir melirik istri nya yang seperti nya tak tahu apa - apa dengan urusan yang bersangkutan dengan Najwa di rumah sakit .
Semua orang menoleh saat pintu terbuka, tampak sebuah brangkar yang berisi Najwa didorong oleh suster menuju ruang rawat VIP. mereka mengekori brangkar Najwa. ___
Di dalam ruang rawat VIP.
Setelah memeriksa infus, perawat itu permisi. Bu Imas dan keluarga nya mengelilingi Najwa untuk memberi selamat.
" Selamat ya Najwa. sekarang kamu sudah menjadi ibu. . ?! " kata Bu Imas dengan wajah terharu.
" hadeeeh.. makin banyak aja nih pengeluaran bulanan rumah. . awas kamu Najwa. kamu harus tetap membayar semua biaya ini dengan tenaga kamu. Di dunia ini gak ada yang gratis.. " *umpat Bu Imas dalam hati.
" iiisshh.. pasti kewanitaan nya bakal melar setelah melahirkan. astaga jangan sampai terjadi sama gue. Bisa - bisa Zaki bakal cari gadis lain . Otomatis yang uang bulanan gue berkurang. . aduh.. aduh.. jangan sampai deh. . ?! " gerutu Yuni dalam hati*.
"Terima kasih Najwa. kamu telah melahirkan pewaris keluarga baskara. . papah janji , papah akan penuhi semua keinginan kamu sebagai rasa terima kasih papah. . ?! " kata pak Kadir tampak bahagia.
" Terima kasih pah. . ?! " kata Najwa pelan.
" Najwa , aku minta maaf ya , tadi aku harus pergi , ada urusan mendadak di kantor Yang gak bisa di tunda. Maafin aku ya. . . ?! " kata Andi menggenggam tangan Najwa. Namun dengan gerakan halus Najwa menarik tangan nya. Melihat itu , kecurigaan Bima semakin kuat bahwa Andi ada hubungan nya dengan kasus pendarahan yang di alami Najwa, hingga harus melahirkan lebih cepat. Bima hanya mengamati interaksi mereka dari sofa yang dia duduki.
Seisi ruangan di kejutkan dengan suara pintu terbuka. Tampak seorang suster masuk dengan mengendong bayi .
" Permisi nyonya Najwa , saat nya untuk memberikan asi pertama untuk dedek bayi nya ya. . ?! " kata perawat itu . Najwa mendudukkan bokong nya dengan hati - hati, takut jahitan luka nya robek. Andi membantu Najwa duduk. Najwa menerima baby boy kesayangan nya.
" Baik lah. Najwa .kalau begitu papah pamit pulang dulu ya. .
?! " kata pak Kadir mengerti dengan situasi.
" Mamah pamit juga ya Najwa , mang harus mengurus keperluan rumah. Besok mamah bakal kesini lagi kok. . . Andi kamu jaga Najwa ya disini , ?! " kata Bu Imas penuh sandiwara di mata Bima. Mereka pun akhir nya pergi.
" Najwa , Abang keluar dulu. Nanti Abang kesini lagi. .!? " kata Andi beranjak pergi, memberikan ruang untuk ibu dan bayi itu melakukan kontak kulit.
" Iya bang. . . ?! " kata Najwa.
Setelah Bima keluar. Suster mulai memberikan instruksi kontak fisik ibu dengan bayi . Serta mengajari Najwa bagaimana cara pengenalan ASI pertama untuk bayi . Setelah di rasa lancar , suster itu pamit keluar .
Awal nya Najwa meringis saat pertama kali bayi menghisap ****** susu nya. Naamun lama - lama Najwa menikmati peran baru nya sebagai ibu muda.
" Jagoan mamah pinter banget nih, langsung bisa minum ASI. . Haus ya sayang ya. . . ?! " kata Najwa mengajak bayi nya berinteraksi.
Andi berdehem saat dia merasa di cuekin oleh Najwa.
" Najwa. . . .
" Kamu kemana tadi . . ??? " tanya Najwa dengan suara dingin.
Andi tersentak. . . . .
__ADS_1
#**BERSAMBUNG
@ MAKASIH UDAH MAMPIR. JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA YA BIAR OTHOR MAKIN SEMANGAT NULIS NYA. BYE BYE**