JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 80 Langkah baru 2


__ADS_3

" waah , sekolah kak Brian bagus banget , banyak permainan nya lagi . mah aku juga mau sekolah donk. . !! " seru Ruby saat mereka masuk ke halaman sekolah.


" boleh , nanti kalau umur Ruby sudah cukup mamah akan daftarkan Rubi masuk sekolah , ya . ! " kata Najwa mengusap kepala Rubi .


" Brian . . . !! " teriak Raka berlari menghampiri Brian .


" Hay . . ! "


" ayo main . . ! " ajak Raka .


" ayo , tapi aku mau naroh tas ku dulu . . ! " kata Tara .


" ayo aku temani . . oh ya Tante ibu titip salam buat Tante . ! "


" gimana keadaan ibu kamu , Raka ? " kata Najwa


" ibu udah bisa masak sekarang Tante . Jadi aku udah bisa bawa bekal . ! " kata Raka.


" syukurlah . . Tante juga titip salam buat ibu kamu , ya .! "


" baik Tante nanti Raka sampaikan sama ibu. ! "


Raka dan Brian berlari ke kelas . Najwa membawa Rubi duduk di bangku biasa yang dia tempati .


" Selamat pagi ibu-ibu . . ! " sapa Najwa .


" Pagi mbak Wawa . . waah siapa ini cantik banget ? " kata Ambar melirik Rubi .


" ini Rubi , anak sambung ku . . ! " kata Najwa .


" mbak Wawa , kami turut berduka cita ya atas kejadian beberapa hari lalu . . ! "


" makasih Bu . Biarkan semua berlalu mungkin memang takdir kami hanya sebatas itu. . ! " kata Najwa .


" yang sabar ya mbak . Sekarang kan mbak juga udah punya suami , sudah ada yang melindungi dan menghibur . suami nya juga gak kalah ganteng kok . . ! " hibur Bu Mona .


" Semoga pernikahan mbak Wawa langgeng ya .


" amin . . !!


" makasih doa nya ibu-ibu . ! "


____________


Di ruangan pribadi di sebuah butik , Alan tampak sibuk dengan beberapa kertas berisi laporan butik nya . Karena merasa suntuk dia lalu meraih gawai nya untuk sekedar menghilangkan penat nya. Saat dia memeriksa akun sosmed nya , dia melihat berita hangat yang mengabarkan tentang Sonia yang kini di tangkap polisi dengan tuduhan pembunuhan dan menyandra anak di bawah umur . Reputasi nya menjadi buruk , profesi nya sebagai model pun kini di cabut oleh agen .


" Itu belum seberapa dengan apa yang kau lakukan pada keluarga Smith . . ! " gumam Alan .


Dia terus menggulir layar ponsel nya hingga dia melihat sebuah unggahan video yang berisi tentang kabar fotomodel Wawa tentang pengunduran diri nya dari dunia model .


" Alex , aku tidak mengerti dengan jalan pikir mu . Kau menyerahkan kekasih mu untuk menjadi istri ku . Padahal kau tahu kalau aku trauma dengan yang nama nya pernikahan . Tapi karena ini pertama kali nya kamu meminta pada ku , dan juga kondisi mu yang sekarat . Terpaksa aku memenuhi keinginan mu . Kamu tenang lah di alam sana , aku akan menjaga titipan mu . Tapi aku tidak janji aku bisa menerima Wawa sebagai istri ku seutuh nya. . Biarkan waktu yang menjawab untuk masalah itu. . ! " gumam Alan menyandarkan kepala nya ke sandaran kursi .


Dia teringat dengan sesuatu yang dia pasang di mobil Najwa . Dia sengaja memasang kamera sekaligus penyadap suara di mobil Najwa , dia mengantisipasi jika terjadi sesuatu dengan mereka dan juga ingin melihat seperti apa Najwa memperlakukan Rubi selaku anak sambung nya . Dia melirik jam di tangan nya.


" Seperti nya mereka sudah di perjalanan . .! " gumam Alan . Karena penasaran Alan mengotak-atik ponsel nya , kini terlihat di layar ponsel nya dimana pemandangan di dalam mobil Najwa .


" Lihat kebun ku penuh dengan bunga , ada yang putih dan ada yang ada merah setiap hari ku siram semua mawar melati semua nya indah . . horee . !! terdengar suara Rubi dan Najwa bernyanyi bersama lalu bersorak heboh .


" mamah , sekarang giliran Brian . . !


" Ayo , Brian mau nyanyi apa ?


" Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota , naik delman istimewa ku duduk di muka . ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja mengendalikan kuda supaya baik jalan nya , hey. . tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tuk . tuk tik tak tik tuk suara sepatu kuda .. horee . . ! " mereka bersorak riang .


" Ternyata anak-anak mamah udah pandai bernyanyi . . mamah akan ajak kalian makan siang di luar . gimana mau gak . . ? " kata Najwa


" Mauu . . . " sorak kedua anak itu .


" Kita makan di lesehan aja mah . . adik kan belum pernah makan ke sana . . ! "


" *lesehan itu apa ? " tanya Ruby .


" Lesehan itu makan sambil duduk di lantai . Kita makan di rumah makan mamah aja . nama nya rumah makan mamah Brian . . *adik mau ? ikan bakar nya enak loh . .


" Wah aku mau makan di sana . . ! " seru Ruby*


" boleh deh . . ok kita ke lesehan . .

__ADS_1


" mamah , gimana kalau kita ajak Daddy . .pasti makin seru . . ! " kata Ruby .


" mamah gak tahu Daddy mau atau enggak . Tapi mamah rasa sekarang Daddy masih sibuk . . ! "


" mamah telpon aja biar tahu Daddy sibuk atau enggak . . ! " usul Ruby


" Tapi mamah gak punya kontak Daddy , sayang . Lain kali aja ya kita ajak Daddy makan di luar . Tunggu Daddy punya waktu senggang . . ! "


" iya mah . . ! " terdengar suara Ruby lesu .


suasana berubah hening sejenak .


" Ruby , sayang . Ruby gak apa-apa ? " kata Najwa


" mah adik nangis . ! " seru Brian .


Terlihat mobil berhenti . Najwa memutar badan nya melihat Ruby .


"*Ruby . .


" hiks , ,hiks , , Daddy jahat . hiks , , hiks , , !


" sayang , Ruby gak boleh ngomong gitu . . ! " bujuk Najwa


" Daddy selalu sibuk , Ruby selalu di tinggal sama karyawan nya Daddy di butik . Sekarang Ruby punya mamah , Ruby pengen makan bareng mamah sama Daddy. . huwaa . . !! " Ruby menangis semakin keras . Najwa tampak keluar dari mobil , ternyata dia membuka pintu di sisi Ruby dan memeluk nya .


" Sayang , Daddy bukan jahat . Daddy sibuk kerja cari uang buat Ruby . Setelah Ruby besar Ruby akan sekolah sampai ke perguruan tinggi . Ruby juga harus mengganti pakaian Ruby yang sudah kekecilan . bahkan Ruby juga suka beli makanan dan mainan kan . . ? kalau Daddy gak kerja terus gimana Daddy mau beliin baju sama mainan buat Ruby . . ? Daddy kerja karena Daddy sayang sama Ruby . . Ruby harus sayang sama Daddy , ya . . cup , cup ,cup . sudah jangan nangis lagi ya . kan sekarang ada mamah dan kak Brian yang nemenin Ruby . . ! " kata Najwa memeluk dan mengusap lengan Ruby hingga Ruby tenang . Dia menyeka airmata Ruby .


" Nanti mamah coba bicara sama Daddy untuk ajak kalian jalan-jalan , ya . . ! "


" beneran kan mah .? " kata Ruby


" Iya , , sekarang jangan nangis lagi , ya . coba mana senyum manis nya . . ! tampak Ruby tersenyum manis.


" coba kakak mana senyum nya ? Brian juga tersenyum .


" tuh kalau senyum kan anak-anak mamah manis dan imut banget . . iih anak-anak mamah gemesin deh . . ! " kata Najwa menggelitik pelan pinggang Ruby dan Brian membuat kedua bocil itu tertawa lepas .


" hahaha , , ampun mah . . ! " teriak Ruby dan Najwa senang .


" Sekarang kita lanjut ke lesehan atau makan di rumah aja . . ? " kata Najwa .


" iya mah , Ruby pengen makan ikan bakar yang di bilang kakak . . ! "


" Ya udah . . !


Najwa kembali ke kursi nya lalu kembali melajukan mobil nya. Brian dan Ruby kini tampak sibuk dengan sebuah buku di tangan Brian . Brian mengajari Ruby mengenal huruf-huruf abjad . Tak berapa lama mobil Najwa berhenti .


" Ok , kita sudah sampai . . ayo turun . . ! "


Terlihat pintu di sebelah Ruby terbuka Najwa membantu Ruby dan Brian turun* .


Alan tanpa sadar tersenyum melihat layar ponsel nya . Dia merasa hati nya terasa ringan saat melihat Najwa memperlakukan Ruby dengan baik . Sedikit cela kembali terbuka di hati nya .


" Dasar bodoh , kenapa kau tak datang ke butik saja untuk mengajak ku makan di luar , Atau kau minta saja nomor kontak ku pada Ruby . . . . ! " gerutu Alan kesal . Tiba-tiba terbersit suatu ingatan .


" Rumah makan mamah Brian . . ! " lirih Alan . Dia lalu mencari alamat nya di google map . Senyum nya mengembang setelah menemukan apa yang dia cari . Dia lalu beranjak dari kursi nya .


* * *


Najwa tertawa melihat Ruby yang terus berkomentar enak untuk ikan bakar yang dia makan . Brian makan dengan lahap , begitu juga dengan Ruby . Dia mengunyah dengan cepat lalu membuka mulut nya lagi untuk mu ya di suapi . Dengan sabar dan telaten Najwa menyuapi Ruby .


" Daddy . . . !!! " tiba-tiba Ruby berteriak menatap ke depan . Najwa dan Brian ikut menoleh . Tampak Alan berjalan ke arah saung yang di tempati mereka .


" Kalian juga makan di sini .? " kata Alan pura-pura terkejut.


" Iya , mamah yang ngajak makan di sini . ayo Daddy naik cobain ikan bakar nya , enak banget . . ! " kata Ruby menarik tangan Alan . Alan naik ke saung lalu duduk di sebelah Brian dan Ruby , jadi nya Najwa dan akan duduk berseberangan .


" kok kamu bisa ke sini ? " tanya Najwa heran .


" Aku kebetulan lewat , karena aku merasa lapar jadi aku mampir kesini . . ! " jawab Alan santai . Najwa sedikit terkejut dengan sikap Alan yang terlihat santai . Biasa nya Alan akan terlihat sinis saat menjawab pertanyaan nya .


" oh , Mau pesan apa biar aku panggil pelayan nya . ! " kata Najwa . Alan melihat-lihat buku menu yang berada di meja .


" Ririn . . ! " panggil Najwa saat seorang karyawan nya akan kembali setelah mengantar pesanan di saung lain .


" Iya Bu , , ! "

__ADS_1


" Kamu catat pesanan dia , ya . ! "


" Baik Bu , , bapak mau pesan apa ? "


" Kamu belum pesan makanan ? " tanya Alan saat melihat meja di depan Najwa masih kosong , sedangkan dia menyuapi Ruby .


" Belum , nanti aja aku pesan setelah menyuapi Ruby . .kamu pesan aja duluan . . ! " kata Najwa membantu Ruby minum .


" Saya pesan satu paket nasi liwet ayam bakar ya . Minum nya jus mangga 1 , kamu mau minum apa ? " tanya nya pada Najwa . Membuat Najwa terbengong mendengar ucapan Alan yang terdengar sedikit perhatian .


" Biasa nya Bu Wawa suka minum teh tawar kalau siang-siang begini . ! " jawab Ririn .


" Ya sudah teh tawar 1 . ! " kata Alan meletakkan buku menu .


" Baik , mohon tunggu sebentar ya pak . . ! "


pelayan itu pergi . Dia menatap Brian yang makan sendiri dengan lahap . Dia mengambil tisu lalu mengelap sekitar pipi Najwa yang belepotan kecap .


" jagoan Daddy kok makan nya belepotan . . ! " kata Alan . Brian menghentikan makan nya dan menatap Alan lekat .


" Kenapa ?? " kata Alan heran .


" Gak apa-apa , Brian hanya ingat sama papah Alex yang suka manggil Brian jagoan . . ! " kata Brian polos .


" Brian suka di panggil jagoan ? " kata Alan. Brian mengangguk . Alan tersenyum dan mengusap kepala Brian lembut . Najwa merasa sesuatu yang membuncah di hati nya saat melihat interaksi Alan dan Brian . Dia menyuapkan suapan terakhir untuk Ruby .


" Hore adik duluan habisin makanan nya . . ! " kata Najwa mengelap mulut Ruby .


" Hore adik menang , . !! " sorak Ruby . Alan tersenyum melihat Ruby yang kini tampak sangat bahagia dan lebih ekspresif setelah ada nya Najwa sebagai mamah sambung nya . Alan menatap Najwa yang tersenyum melihat tingkah Ruby .


" mah , Brian udahan . . ! "


Najwa membantu Brian mencuci tangan nya lalu mengelap tangan dan mulut Brian . Dia memberikan gelas berisi air pada Brian dan langsung di minum oleh Brian . Najwa tersenyum sambil mengupas buah jeruk .


" ayo di makan jeruk nya biar perut adik sama kakak sehat , dan semakin pintar . . ! " Najwa menyuapkan jeruk pada Brian dan Ruby bergantian . Sesekali dia juga memakan nya . hati Alan menghangat melihat pemandangan yang indah di depan nya . apalagi melihat Ruby yang semakin terlihat bahagia .


" Permisi , ini pesanan nya . . ! " kata Yuni yang datang mengantarkan pesanan . Najwa membereskan bekas makan Brian aku meletakkan nya di bawah meja .


Yuni meletakkan pesanan di meja . Setelah itu dia kembali bekerja .


" Kakak sama adik makan jeruk sendiri dulu , ya , mamah sama Daddy mau makan . . ! " kata Alan


" iya Daddy . . adik sini kakak suapin . . ! " kata Brian . Ruby langsung duduk di sebelah Brian , Brian menyuapi Ruby dan diri nya secara bergantian . cela di hati Alan kembali sedikit terbuka saat melihat sikap Brian yang pengertian dan tampak begitu menyayangi Ruby .


" Kamu pesan ini untuk aku juga ? " kata Najwa heran.


" Aku tidak akan sanggup menghabiskan semua ini sendirian . . ! " kata Alan tanpa menatap Najwa. Setelah Alan mengambil nasi , gantian Najwa . Saat Najwa akan mengambil sambel , ternyata Alan juga berniat ingin mengambil sambel hingga Alan tak sengaja menyentuh tangan Najwa . Tatapan mereka beradu .


*Deg


deg


deg*


Jantung Alan berdegup kencang saat pertama kali nya menyentuh tangan Najwa yang halus . Dia buru-buru menarik tangan nya .


" Kamu duluan . . ! " kata Alan grogi . Alan sedikit heran saat melihat Najwa yang tampak masih tenang .


" Apa dia tidak memiliki perasaan pada ku. . ?? " batin Alan .


B


E


R


S


A


M


B


U


N

__ADS_1


G


__ADS_2