
Seminggu setelah janji Alex dan Najwa . .
hari yang cerah , mobil Alex melaju membelah padat nya kendaraan . senyum nya tak pernah luntur setelah Brian dan Najwa naik ke mobil nya . Najwa yang duduk di sebelah nya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Alex yang tampak lucu .
" papah , kita mau ke rumah uncle Abang kan . . ? " kata Brian yang sudah terbiasa memanggil Alex dengan sebutan papah .
" Iya Donk . kan papah kemarin udah janji . . Brian mau beli camilan atau minuman ? papah lihat di depan ada minimarket . . ! " tawar Alex
" Brian udah bawa , nih . . ! " kata Brian menunjukkan bungkusan Snack di samping nya .
Yah mereka akan ke mansion keluarga Sanjaya . Alex dan Najwa sudah memutuskan untuk menjalin hubungan ke jenjang serius .
" Alex , udah iih dari tadi senyum-senyum terus deh . Jadi ngeri aku ngelihat kamu . . ! " kata Najwa bergidik .
Bukan nya berhenti tersenyum , Alex malah tertawa lepas . Dia meraih tangan Najwa dan mencium nya.
" Alex , malu di lihat Brian . . ! " kata Najwa melirik Brian , ternyata Brian asyik bermain tablet nya .
Walau Alex mengusahakan berangkat pagi-pagi sekali . Tapi yang nama nya hati libur pasti jalan macet . Dengan sabar Alex mengemudikan mobil nya seperti keong lomba lari .
" Mah , kok jalan nya macet ya . . ! "
" nama nya juga hari libur sayang , pasti orang lain juga berencana berlibur . . Sabar ya . . ! " kata Brian tersenyum melihat Brian yang tampak bosan .
Dan akhir nya setelah terjebak macet cukup lama , mobil Alex kini bisa melaju dengan lancar . Jantung Najwa berdebar lebih cepat saat mobil memasuki halaman mansion . Alex tersenyum lalu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Najwa dan Brian .
" Nenek , kakek . . !!! " teriak Brian seraya berlari . Tampak Bu Rita dan mang oyong tersenyum seraya membentangkan tangan nya menyambut Brian .
" Assalamualaikum , ayah , ibu . . ! " kata Najwa mencium tangan orang tua bergantian di ikuti Alex .
" Waalaikumsalam . . ayo masuk . . ! " Mereka masuk ke dalam .
" Abang sama Karina mana Bu . . ? " kata Najwa menatap ruang tamu yang masih sepi .
" Abang sama adik mu tadi pamit keluar . kata nya gak lama sih , mungkin bentar lagi mereka pulang . . ! " kata Bu Rita .
" Terus Oma sama opa belum pulang dari negara S ?? "
" Belum . Mereka masih ingin tinggal di sana kata nya . ! " kata Bu Rita .
" Kakek , lihat Brian bawain nastar isi coklat . Enak loh kek , Brian sukaa banget sama nastar buatan mamah . . ! " kata Brian mengeluarkan setoples nastar dari tas ransel nya .
" Oalah , ,kirain Brian nya yang makin antep , gak tahu nya tas nya berisi toples . . hahahaha !! " mereka tertawa mendengar ucapan Bu Rita . Terdengar suara deru mobil yang berhenti di luar .
" itu pasti Abang sama Karina . . ! " kata Najwa langsung bangkit . Belum lama Najwa keluar terdengar suara heboh di luar .
" punya anak perempuan 2 , semua nya selalu bikin heboh . . ! " kata mang oyong terkekeh . Terdengar derap langkah yang mendekat .
__ADS_1
" Pokok nya kakak harus kasih tahu rahasia Kakak untuk membentuk body gitar spanyol seperti ini . Kalau gak aku bakal ngambek . . ! " kata Karina berwajah cemberut sambil menghempaskan bokong nya ke sofa tunggal di sebelah Bu Rita . Brian langsung berlari ke arah Bima .
" Ini ada apa sih , datang-datang udah ngomel . . ! " kata Bu Rita .
" Aku kesal sama kak Najwa , Bu . gak mau ngasih tips biar body aku sama kayak kak Najwa . Udah semok , seksi , aku juga pengen Bu punya body kayak kak Najwa Bu . . huu dasar pelit . . ! " kata Karina dengan wajah cemberut membuat mereka tertawa pelan .
" Ooh , kirain apa , , kalau mau body kayak kakak mu mah gampang . . ! " kata Bu Rita .
" masa ' ? emang ibu tahu . . ?? " kata Karina tampak ragu .
" Sini ibu bisikin . . ! " kata Bu Rita . Karina mendekatkan kepala nya . Tampak alis Karina mengernyit saat Bu Rita membisikkan sesuatu .
" beneran Bu ?? " kata Karina ragu .
" Iish , masa udah punya prestasi di bidang kecantikan itu aja gak tahu . . ! " kata Bu Rita .
" Karin pernah dengar juga sih Bu . Tapi Karin kira itu cuma bualan dosen aja . Ternyata itu fakta ya . . ! " kata Karina menatap Najwa dari atas ke bawah yang duduk dengan anggun . Bu Rita tertawa .
" uncle Abang , Brian pengen main lagi ke Waterboom bareng uncle , boleh gak . . ??! "
" Boleh Donk , nanti kalau uncle gak sibuk uncle bakal jemput Brian , ok . . ! "
" Ok . . ! "
" oh iya , kebetulan udah jam makan siang , yuk kita makan dulu . . ! " kata Bu Rita .
Sonia mondar mandir di kamar apartemen nya . Dia tengah memikirkan cara untuk menjerat Alex supaya Alex bisa menjadi milik nya . Laporan dari seorang mata-mata yang dia tempatkan di mansion Alex , membuat dia semakin membenci Najwa dan semakin ingin mencelakai nya .
" Gue harus cari cara agar Alex menjadi milik ku . Atau tidak ada yang boleh memiliki Alex . . ! " kata Sonia tersenyum sinis .
* * * * *
Setelah makan siang mereka menyambung obrolan di ruang tamu . Najwa duduk menempel dengan Bu Rita . Dia meremas jari sendiri nya karena gugup .
" Pak , Bu , kedatangan saya disini untuk membahas masalah lamaran saya dia Minggu yang lalu . . ! " kata Alex tenang .
" Lalu , bagaimana jawaban Najwa . . ? " kata mang oyong melirik Najwa yang masih menunduk .
" Wawa , silahkan kamu katakan langsung jawaban kamu . . ! " kata Alex . Perlahan Najwa mengangkat wajah nya . Dia menarik nafas dalam .
" Ayah , ibu dan Abang . Selama dua Minggu ini , kami telah menjalani masa penjajakan . Banyak hal yang kami bahas , dari sekian banyak hal , satu hal yang membuat kami mempertimbangkan hubungan antara kami. Kami sama-sama merasakan sakit oleh masa lalu , aku di campakkan karena kekurangan ku , dan Alex di tinggalkan oleh istri dan buah hati mereka karena sebuah kecelakaan . Kami sempat sama-sama terpuruk , dan trauma oleh pahit nya masa lalu . Tapi setelah kami saling terbuka , ternyata kami sama-sama merasakan ketenangan dan kenyamanan satu sama lain . Dan akhir nya kami memutuskan , , , untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius . Kami bukan lah anak muda yang butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri satu sama lain . Setelah menimbang beberapa hal , termasuk ucapan ayah kemarin . Ayah benar aku masih membutuhkan sosok yang bisa melindungi dan membimbing ku , aku juga mempertimbangkan perasaan dan perkembangan Brian yang juga membutuhkan sosok ayah dalam masa tumbuh kembang nya , Maka dari itu aku memutuskan untuk menerima lamaran Alex . Bukan hanya sekedar untuk melindungi kami , tapi karena aku juga mencintai Alex dan Brian juga menyukai Alex . . ! " kata Najwa dengan tenang .
" pak , Bu , saya memang belum punya pengalaman untuk merawat seorang anak . Tapi seiring berjalan nya waktu saya yakin saya pasti bisa memenuhi tanggung jawab saya sebagai ayah . Walau Brian bukan anak kandung saya , tapi saya bisa menerima Brian dengan setulus hati saya . Pak , Bu , bang Bima , tolong izinkan saya mempersunting putri sekaligus adik kalian untuk menjadi pendamping saya . Menjadi ratu satu-satunya dalam hidup saya . . ! " kata Alex bersimpuh di depan Bu Rita dan mang oyong . Najwa tersentuh melihat sikap Alex yang penuh perjuangan .
" nak Alex , ayo duduk di sofa . ! " kata mang oyong menyentuh bahu Alex . Alex kembali duduk .
" Jujur , sebenarnya saya masih belum sanggup untuk melepas putri kami ini karena saya masih takut dengan masa lalu nya . Tapi setelah melihat putri saya juga menyukai kamu , dan kamu juga terlihat tulus pada putri saya . Maka saya akan merestui niat baik kalian . Tapi tolong , saya mohon dengan sangat , tolong jangan sakiti putri ku . Aku tidak sanggup melihat putri tersakiti lagi . Cukup sekali saja dia di sakiti . Kamu bisa mengembalikan nya pada kami jika . . .
__ADS_1
" Ayah ,,tolong jangan ucapkan itu . Saya tidak akan menyakiti Wawa , dan saya tidak akan pernah mengembalikan Wawa bagaimana pun keadaan nya . Saya tidak berani berjanji ,tapi saya akan berusaha membuktikan kalau saya akan menjaga dan membahagiakan Wawa dan Brian . Tolong Beri saya kesempatan untuk itu . . ! " kata Alex bersimpuh dan menggenggam tangan mang oyong dengan wajah yang rumit saat melihat raut wajah mang oyong yang terlihat sendu . Mang oyong tersenyum puas , dia mengangguk dan menepuk bahu Alex .
" Baiklah , aku akan serahkan putri ku Wawa dalam tanggung jawab mu . Jaga putri dan cucu ku . . ! " kata mang oyong melirik Najwa yang berkaca-kaca . Najwa ikut bersimpuh di sebelah Alex .
" Ayah , , dengan doa restu ayah dan ibu serta abang , perjalanan hidup kami pasti akan baik-baik saja . . ! " kata Najwa serak .
Mang oyong tersenyum dan ikut berkaca-kaca , dia memeluk Najwa di ikuti Bu Rita .
" Semoga kamu bahagia dengan pernikahan kedua mu , nak . . ! " kata mang oyong mengusap punggung Najwa lembut . Bu Rita meneteskan airmata haru nya . Dia mengusap kepala Najwa lembut . Mang oyong melerai pelukkan nya . Najwa menggeser posisi nya dan bersimpuh di depan Bima yang masih diam .
" Abang , Semoga Abang gak keberatan dengan keputusan Najwa . Dan Abang juga bisa merestui kami . . ! " kata Najwa menggenggam tangan Bima .
" Apa kau yakin dengan niat mu ini ,dek . ? " kata Bima .
" Insha Allah , yakin bang . . ! "
" Baiklah , jika ini bisa membuat mu bahagia , Abang merestui kalian . Semoga kamu bahagia . ! "
" Alhamdulillah , Terima kasih bang . . Dan semoga setelah ini , Abang nyusul ya . . . ! "
" Insha Allah , dek . . ! " kata Bima tersenyum mengusap pelan pipi Najwa .
" Terima kasih bang , telah merestui kami . Aku akan mengatur jadwal untuk pertemuan kedua belah pihak untuk mengatur waktu tentang perencanaan pernikahan kami secepatnya . . ! " kata Alex dengan perasaan lega bercampur bahagia .
" Ok . Kau kabari saja kami setelah membuat jadwal pertemuan nya . ! " kata Bima .
Najwa dan Alex saling melirik . Mereka tersenyum lega setelah mendapat restu .
" *Semoga semua nya lancar sampai ke hari puncak nya . ! "
B
E
R
S
A
M
B
U
N
__ADS_1
G*