
Sebuah mobil silver berhenti di tepi gang , tepat nya di depan sebuah rumah bedeng . Dan tak lama keluar lah seseorang yang memakai topi hoddie dan masker yang menutupi sebagian wajah nya . Dengan kasar dia menarik masker nya dan melepas topi hoddie nya hingga menampakkan wajah Leni yang tampak memerah menahan kesal .
" Sial , gagal lagi rencana gue . Seharusnya yang celaka itu anak tiri Alan biar tu pelakor sedih dan akhirnya nya gila . CK , dasar baby sitter sialan gara-gara dia rencana gue gagal . . aaarrggh. !! " Leni berteriak kesal . Dia lalu berjalan menuju kontrakan nya .
skip
Setelah membersihkan tubuh nya yang terasa lengket , dia duduk di kasur nya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk . Setelah cukup lama , dia meraih sisir dan merapikan rambut nya . Tapi aktivitas nya tiba-tiba terhenti saat mendengar suara ketukan di depan . Dengan malas dia bangkit dan menuju pintu , dia mengintip dari jendela siapa yang mengetuk pintu nya . Setelah tahu kalau Cindy yang mengetuk dia pun membukakan pintu .
" Lama banget sih buka pintu nya . " gerutu Cindy dengan wajah kesal seraya menaruh kresek yang dia bawa . Tanpa menghiraukan Omelan Cindy , Leni langsung meraih kresek dan mengeluarkan isi nya yang ternyata adalah bungkusan nasi . Dengan sedikit tidak sabar Leni membuka bungkusan itu .
" Elo gak salah ? masa ngasih gue makan yang beginian .? " kata Leni saat melihat nasi bungkus dengan lauk tumis sayur kangkung , tiga potong tempe dan sepotong ayam serta sambal .
" Terus elo mau nya yang gimana . ? nasi Padang ? atau makanan restoran mahal gitu . ? " kata Cindy jutek .
" Itu elo tahu selera gue . Kenapa elo bawain makanan kampungan kayak gini . . ?! " kata Leni .
" Sini duit nya . Gue beliin sesuai pesanan elo . " kata Cindy menadahkan tangan nya seraya tersenyum manis tapi yang sebenarnya itu adalah senyum mengejek . Leni terdiam melihat tadahan tangan Cindy , tanpa menjawab dia langsung memakan nasi bungkus yang di bawa Cindy tadi . Cindy menaikkan sudut bibir nya mencibir Leni .
skip
" Gimana rencana elo tadi ? " kata Cindy
__ADS_1
" Gagal . Gara-gara baby sitter sialan itu anak itu masih selamat . . " kata Leni kembali terlihat kesal .
" Elo sih bikin rencana asal-asalan . Coba elo pikir lagi ,walau elo nyelakaian anak nya Najwa , belum tentu Najwa bakal frustasi dan akhirnya gila . Siapa tahu kan dia masih baik-baik saja dan mereka masih bahagia seperti sekarang . yah , walau mereka masih merasa sedih sih . Elo harus bikin rencana yang lebih jitu . ." kata Cindy menyesap rokok nya .
" Gue udah bikin rencana baru. . " kata Leni tersenyum miring .
" Rencana apa . ? "kata Cindy penasaran . Tapi Leni hanya tersenyum licik hingga membuat Cindy semakin penasaran .
__________
Najwa sedikit tenang setelah Sandy akhirnya siuman setelah koma beberapa minggu . Luka Brian dan Rubby pun juga sudah pulih , bahkan Brian pun sudah kembali sekolah setelah seminggu libur sekolah akibat kecelakaan itu . Tapi Rubby terlihat menjadi sedikit pendiam setelah kejadian itu , membuat Alan dan Najwa sedikit khawatir . Mereka pun mencoba untuk mengembalikan keceriaan putri kecil mereka . Berbagai cara mereka coba , mulai dari memberikan banyak mainan , mengajak nya jalan-jalan sampai mendatangkan seorang psikiater . Setelah beberapa kali bertemu dengan dokter psikiater , berangsur-angsur Rubby pun kini kembali ceria dan aktif .
" Mommy , kira-kira keadaan anty Sandy gimana ya . ? semenjak di bawa sama uncle Bayu , Abang gak pernah ketemu anty lagi . Abang kangen anty . . " kata Brian sendu bersandar di lengan Najwa sambil mengelus perut Najwa yang semakin membesar . Najwa tersenyum dan mengusap rambut Brian .
" terus kapan anty sembuh ? " kata Brian mendongak menatap Najwa .
" Doakan saja semoga anty cepat sembuh . Biar anty bisa berkumpul lagi ke rumah kita . Abang , anty Sandy sudah menyelamatkan Abang dan adek dengan mempertaruhkan nyawa nya . Jadi sampai kapan pun , kalian gak boleh jahat sama anty . Anty sangat menyayangi kalian jadi kalian juga harus menyayangi nya . Sayangi lah anty Sandy seperti kalian menyayangi mommy . Abang ngerti kan .? "
" uum , Abang ngerti mom . . ya Allah , sembuhkan lah anty Sandy , jangan biarkan anty kesakitan . Brian janji , saat Brian besar nanti Brian akan melindungi mommy , anty Sandy , Rubby dan adik kembar . Jadikan lah Brian anak yang kuat agar bisa menjaga keluarga Brian . .
" Amin . . ! "
__ADS_1
Sontak Najwa dan Brian langsung menoleh ke samping bertepatan dengan Alan yang sudah duduk di samping Brian seraya tersenyum .
" Rubby mana . ? " kata Najwa melihat Alan yang datang sendirian .
" Rubby sudah tertidur . . " kata Alan seraya mengacak rambut Brian .
" Sebaiknya Abang juga tidur ya . Biar besok bisa bangun pagi-pagi . . " kata Najwa mengusap rambut Brian .
"Baik , mom . selamat malam . . " kata Brian mencium kedua pipi orang tua nya .
" Selamat malam , sayang . " kata Najwa . Alan menepuk pelan bahu Brian . Mereka menatap kepergian Brian , lalu mereka kembali menikmati pemandangan malam dari atas balkon . Beberapa bintang yang terlihat tampak berkedip seolah sengaja menarik perhatian pasangan itu . Semilir angin membawa wangi bunga-bunga yang tengah mekar di halaman , mengusap lembut kulit mereka seraya menerbangkan helaian rambut Najwa .
" Apa tidak merasa dingin . ? " kata Alan mengusap lengan Najwa yang terasa lembut .
" Apa ada kabar baru tentang Leni. ? " kata Najwa tak menghiraukan pertanyaan Alan .
" Dia berhasil kabur sebelum kami mendatangi kontrakan nya . . Dan seperti nya dia tidak sendirian . . " kata Alan membuat Najwa langsung menoleh .
" maksud kamu ada yang membantu nya . .? " kata Najwa .
" Benar . Saat kami menanyai beberapa tetangga nya , mereka mengatakan sering melihat ada seorang cewek yang datang mengunjungi nya . Dan mereka bilang sering mendengar Leni memanggil nya , Cindy . . " kata Alan .
__ADS_1
DEG
BERSAMBUNG