
" Tidaaaaaakk . . . !!! "
*syuut
sreekh
BRUUUKH . .
criiiiitt*
Suara decitan rem sangat nyaring memilukan . Tapi perhatian orang-orang di sekitar jatuh pada seseorang yang berguling di jalan dengan posisi memeluk sesuatu hingga punggung nya menghantam mobil di belakang Najwa yang tak lain adalah mobil Alex . merasa ada hantaman Alex langsung turun dari mobil . Najwa melotot melihat aksi gadis itu dan langsung berlari menghampiri nya .
" Sandy , Brian . . kalian gak apa-apa . . ?? " kata Najwa meraih Brian dari pelukan Sandy dan memeriksa keadaan mereka .
" Saya tidak apa-apa , nona . . ! " kata Sandy tenang .
" Brian , sayang . . lihat mamah nak . .! " kata Najwa melepas masker nya dan menangkup wajah Brian yang tampak pias . Tatapan nya tampak kosong .
" hey , kalau punya anak itu di jaga . Jangan sembarangan di suruh menyebrang . . !! " teriak sebuah suara di belakang Najwa . Emosi Najwa yang sedang kacau melihat keadaan Brian yang syok , di tambah dengan bentakan pria pemilik mobil tadi , membuat Najwa harus mengendalikan emosi nya .
" waah , nih perempuan cari masalah lagi sama saya . pih , ini wanita yang mamih bilang , yang suka menindas mamih di sekolah . sekarang dia mencari alasan agar anak nya tertabrak mobil kita , dan dia pasti bakal memaksa minta ganti rugi dengan harga tinggi . Dasar orang susah . . kasih dia pelajaran pih . . !! " kata Veronika yang sudah berdiri di samping pria tadi yang ternyata suami nya .
" Hey , orang miskin , jangan sekali-kali kamu menindas nyonya Bambang , atau kau akan ku jual ke m***kari di gang Kembang dan menjadi wanita j****g . . Kau akan mendapat banyak uang di tempat kotor itu . Apa kau mau coba , haa . !!?? " kata pria itu dengan lantang .
Mendengar ucapan pria yang bernama Bambang itu , Najwa tidak bisa mengendalikan emosi nya lagi . Dia mendorong pelan tubuh Brian pada Sandy . Dia bangkit dan berjalan pada pria berumur sekitar 40 tahun yang tampak berkacak pinggang , dan
PLAAAKK
Suara tamparan yang keras terdengar jelas di tengah-tengah kerumunan . Pria itu menatap Najwa dengan tatapan marah .
" Kau berani menamparku . . . !! "
" Ya , saya sudah menampar wajah tebal anda . Seharusnya anda yang lebih hati-hati . Sudah tahu ini area sekolah , banyak orang di jalan tapi anda mengemudi dengan kencang . Dan anda menyalahkan anak-anak bahkan merendahkan seorang wanita di depan umum ?? laki-laki macam apa anda ini . . . !!! " kata Najwa dengan garang .
" Kurang ajar , kau berani mempermalukan aku , , kau tahu siapa aku , haa . aku kembalikan tamparan mu . . . ?? " teriak pria itu melayangkan tangan nya . Tapi tangan pria itu mengambang di udara karena tertahan oleh sebuah tangan kekar .
" ternyata pak Bambang adalah seorang pengecut . Berani main kasar pada perempuan . . !! " kata Alex yang menghadang pria itu . Dengan kasar dia menghempaskan tangan pria itu dan menatap nya tajam .
" Pak Alex , , kenapa bapak ada disini . . ?? " kata pria itu seketika berubah menjadi sopan .
" Terserah saya mau kemana . Tapi yang jelas melihat tindakan anda ucapan anda yang merendahkan seorang wanita . Saya sangat kecewa dengan sikap anda . . ! " kata Alex tajam .
" Pak Alex . . .
" hee , memang situ siapa ha ?? jangan ikut campur urusan orang . Ini urusan saya sama orang susah itu . Kalau anda ikut campur , kami tidak akan tinggal diam . Kalian tahu suami saya ini adalah manager keuangan di perusahaan AM grup , perusahaan terkenal di Asia , kalau kalian macam-macam , bos suami saya akan menghancurkan masa depan orang yang berani mengusik orang nya . . . Kalian masih berani berurusan sama keluarga kami , haaa . ??? " kata Veronika dengan sombong nya . Dia tidak melihat suami nya yang sudah berkeringat dingin .
" Oh ya . . ?? " kata Alex datar . Tapi di mata Veronika Alex terlihat ketakutan .
" Hahaha . . kenapa , takut . . ?? kata Veronika terlihat puas .
" mamih , stop . . Dia . .
" ya , saya jadi takut , . saya takut jika orang seperti suami anda jika masih di pertahankan di perusahaan AM grup . Sikap sombong kalian akan mencoreng nama baik perusahaan AM grup . . . kalau begitu pak Bambang , sampai berjumpa di kantor besok pagi . . ! " kata Alex dengan wajah datar . Dia lalu kembali menghampiri Najwa . Sedangkan wajah Bambang terlihat pucat . Sedangkan Veronika terlihat bingung .
" Ayo kita bawa mereka ke rumah sakit . . ! " kata Alex langsung menggendong Brian yang kini terlihat lebih tenang .
" Tidak perlu tuan , saya tidak apa-apa . . Dan Brian sekarang juga sudah baikkan . . !! " kata Sandy menunduk .
" Tapi siku kamu terluka Sandy . . ! " kata Najwa .
" Tidak apa-apa nona , hanya luka kecil . Nanti bisa di obati di rumah saja . . ! " kata Sandy .
" Ya sudah kalau begitu kita langsung pulang aja . .!! " kata Najwa . Najwa mengikuti Alex berjalan menuju mobil .
" Eeh , itu bukan nya Wawa fotomodel terkenal itu kan ?? "
" eeh iya benar , . . waah gak nyangka ternyata kita sudah bertemu dan berbincang dengan model terkenal . . ! "
" Iya , gak nyangka ya . . !! "
__ADS_1
Suara ibu-ibu yang sudah mengobrol dan berkenalan dengan Najwa berdecak kagum . Mereka bisa bertemu bahkan sudah mengobrol santai dengan seorang model terkenal yang kerap kali menghiasi beberapa majalah fashion . Mereka baru mengetahui setelah Najwa melepas masker nya tadi .
" Tunggu , pak Alex . . . ! "
Alex dan Najwa berhenti lalu membalik badan mereka . Terlihat pak Bambang tampak ragu .
" maaf , kalau boleh tahu ,apa hubungan bapak dengan wanita ini . . ?? "
" Dia adalah salah satu fotomodel di bawah naungan perusahaan saya . Sekaligus . . . calon istri saya . . ! "
Deg deg deg
Sebelum masuk ke mobil , Najwa mbalik badan nya menoleh pak Bambang dan veronika .
" oh iya , ngomong-ngomong , pak Bambang seperti nya sangat mengenal m***kari gang kembang . . Seperti nya kalian memiliki hubungan yang baik . . ! " kata Najwa dengan senyum miring . wajah pak Bambang semakin pucat sedangkan Veronika yang berdiri di sebelah nya , melotot menatap suami nya setelah menyadari maksud ucapan Najwa .
Alex langsung membukakan pintu untuk Najwa .Setelah Najwa naik Alex menurunkan Brian ke pangkuan Najwa . Sedangkan Sandy membawa motor yang dia bawa mengantar Brian sekolah . Mobil mewah Alex melaju meninggalkan orang yang masih berkerumun . Sedangkan pak Bambang tampak syok setelah kepergian Alex .
Di dalam mobil , suasana terasa canggung . untuk mengurangi kecanggungan , Najwa mengajak Brian mengobrol agar Brian tidak merasa syok lagi . Sesekali Alex melirik Najwa dan Brian yang tampak asyik mengobrol . Tapi Alex bisa melihat kerlingan mata Najwa yang mencuri pandang ke arah nya .
" Seperti nya ada kerlap kerlip lampu hijau untuk ku . . !batin Alex seraya tersenyum tipis .
krrruuuukk
Suara lucu itu terdengar jelas di dalam mobil yang hening itu . Najwa dan Alex bersamaan melirik Brian .
" Itu suara perut Brian. . ?? " kata Alex tersenyum lucu
" Heheh, iya uncle . Brian laper , soal nya tadi bekal Brian , Brian kasih ke Raka . .! "
" kenapa Brian kasih ke Raka . . ?? " kata Alex masih fokus menatap ke depan .
" Raka gak bawa bekal hari ini . Kata Raka , ibu nya sakit . Tapi Brian kasihan mah ,Raka ngelihatin bekal Brian sama Tania sambil nelan ludah . Ya udah Brian kasih ke Raka semua . . . ! " kata Brian .
" Kan Brian bisa bagi dua bekal nya . . .kenapa di kasih semua ?? " kaya Alex penasaran dengan jawaban anak berumur hampir 6 tahun itu .
" Walau Brian gak makan bekal tadi , kan bisa langsung makan siang bareng mamah setelah pulang sekolah , tapi Raka belum tentu langsung bisa makan siang , ibu Raka kan sakit , kalau ibu nya sakit siapa yang masak ?? kalau Raka sudah kenyang makan bekal Brian tadi ,setelah pulang sekolah Raka gak terlalu laper ,jadi dia bisa bantuin ibu nya masak . . ! " kata Brian panjang lebar dengan tampang polos nya . Alex menatap Brian lekat , Dia tidak percaya jika pemikiran anak di samping nya ini sudah sepanjang ini .
" mamah yang ngajarin . .kata mamah Brian harus bersyukur karena Brian bisa makan dengan cukup , dan Brian harus berbagi dengan teman-teman yang kurang beruntung . . uncle tahu ?? mamah selalu mengisi kotak bekal Brian sampai penuh , supaya Brian bisa bagi bekal dengan Raka atau Tania . .! " Alex melirik Najwa yang tersenyum sambil mengusap rambut Brian .
" Aku salut dengan mu ,Wa .Walau kau menjadi single parent untuk Brian , kau berhasil mendidik Brian menjadi anak yang memiliki pribadi yang baik . . !! " puji Alex menatap Najwa penuh kekaguman .
" Itu karena memang Brian anak yang pengertian .Aku hanya mengarahkan nya saja . Dan untung nya Brian mengingat semua nasehat baik yang pernah dia dengar . Tapi mamah bangga sama Brian . . ! " kata Najwa mencium pipi Brian .
" Tetap saja , orang tua berperan penting dalam tumbuh kembang anak . Brian memiliki kepribadian yang baik , itu semua berkat didikan kamu . . ! "
" Mah , Brian lapar nih .Gimana kalau kita makan di saung yang kemarin ??
" Coba tanya uncle Alex dulu . . ! " kata Najwa .
" uncle , kita makan di saung yang kemarin mamah sama Brian cobain aja ya . .makanan nya enak banget loh. . mau ya . . ?? "
" Boleh , uncle juga udah laper . Memang dimana ?? "
" Lurus aja , bentar lagi kelihatan plang nya RUMAH MAKAN LESEHAN BU SRI . . . ! "
Alex mengemudi sambil mengikuti arahan Najwa. Tak berapa lama , dia melihat palang di sebutkan Najwa tadi kalau membelok ke kiri . Setelah mobil terparkir , Alex buru-buru turun dari mobil .
" Tunggu sebentar . . ! " kata Alex . Najwa yang menoleh Alex tetapi ternyata orang nya sudah membukakan pintu di sisi Najwa . Alex menurunkan Brian lalu Najwa menyusul . Di belakang mereka sudah ada Sandy , lalu Sandy permisi ke toilet , saat mereka melihat ke rumah makan , tempat itu tampak sepi , Dengan penasaran Najwa melangkah masuk ke dalam di ikuti Brian dan Alex yang bergandengan tangan . Tapi saat Najwa masuk , Najwa melihat seorang wanita paruh baya yang memakai kacamata tipis tampak di bentak oleh seorang pria memakai jaket hitam . Pria satu nya lagi tampak memegang selembar kertas .
" saya tidak mau tahu , pokok nya ibu harus membayar uang yang ibu pinjam beserta bunga nya sekarang juga . Kalau tidak serahkan sertifikat tanah ini . . ! "
" Mas , tolong. beri saya waktu lagi , saya akan usahakan . . ! " mohon Bu itu .
" Ibu sudah menunggak hampir 3 bulan , belum lagi bunga nya . Kalau ibu masih minta waktu tempo , berapa bunga yang harus ibu bayar . . ?? saran saya daripada ibu harus membayar bunga yang semakin mekar , bagaimana kalau ibu serahkan saja sertifikat tanah ini pada bos kami . Hanya sebuah kertas , hutang ibu selesai . . ! " bujuk pria yang memegang kertas tadi .
" tolong beri saya waktu sampai besok . Saya akan mempertimbangkan saran kalian . . ! " kata ibu itu dengan tatapan putus asa .
" Baik lah , kalau begitu silahkan ibu pikir lagi , kami akan datang lagi besok . . ! "
__ADS_1
Kedua pria tadi beranjak dari tempat nya . saat melewati Najwa yang kebetulan berdiri di dekat pintu . Pria itu menatap Najwa dengan tatapan yang membuat Najwa jijik .
" cantik , mau makan disini . . ?? Abang temani , ya . . ! " kata pria tadi mendekati Najwa .
" Maaf , jangan ganggu pelanggan kami . . ! " kata ibu paruh baya tadi langsung mendekati Najwa . Tapi . . .
" Sayang . . . !! " Teriak Najwa pada kedua pria berbeda usia di luar . Alex dan Brian lalu berlari mendekati Najwa . Alex menatap tajam pria yang mendekati Najwa tadi . Melihat tatapan Alex , pria itu lalu pergi dengan tatapan tidak suka .
" ada apa ?? siapa mereka ?? " kata Alex dengan hati yang berdebar-debar saat teringat panggilan Najwa tadi .
" Gak tahu . . ! " kata Najwa menatap Alex sekilas lalu menghadap ibu tadi .
" maaf ibu , apa rumah makan nya sudah di buka lagi . . ?? " kata Najwa .
" Iya , sudah di buka lagi . . Silahkan masuk . . ! " kata nya .
"kami mau duduk di saung aja . . Karena kita sudah disini sekalian langsung pesan aja . . ! " kata Najwa .
"mah , Brian pengen makan bebek panggang . . ! " kata Brian semangat .
" Al , kamu mau pesan apa ?? " kata Najwa membuyarkan lamunan nya .
" ah . . aku ikut kamu aja . . ! " kata Alex tak melepaskan pandangan nya pada Najwa .
" kalau kamu Ndy ? "
" Saya ikut aja , . . ! " jawab Sandy .
" Mbak , bebek panggang nya satu , sama paket nasi liwet ayam , terus minum nya es teh 4 . . Dia antar di saung nomor 4 ya mbak . . ! "
" Baik mbak , mohon tunggu sebentar pesanan nya akan kami antar . . ! "
Najwa dan dan yang lain nya menuju saung yang pernah Brian kunjungi . Seperti pertama datang , Brian sangat menikmati pemandangan hijau yang menghampar luas itu . Brian dan Sandy duduk berdampingan ,sedangkan Alex duduk di sebelah Najwa . Najwa sebenar nya sedikit risih , tapi dia tidak enak jika meminta Brian bertukar tempat duduk dengan Alex . Karena Alex belum tentu nyaman duduk bersama bawahan seperti Najwa duduk bersama Trio Bunglon . .
" Suasana disini sangat nyaman kamu sangat pintar memilih tempat , Wa . . ! " kata Alex . baru akan menjawab , pesanan mereka sudah datang .
" Mah , kok bukan Tante yang kemarin yang nganterin makanan . . ?? " kata Brian .
" Mungkin Tante yang kemarin gak masuk hari ini , . ! " kata Najwa .
" Silahkan di nikmati hidangan nya . . !
Mereka berdoa terlebih dahulu . Setelah berdoa mereka memulai makan siang nya . Najwa tersenyum melihat Brian dan Alex makan dengan lahap .
" Gimana Al , enak ?? " kata Najwa .
" Enak banget . . . ! " kata Alex 👌
Mereka makan dengan tenang . Tidak ada dentingan sendok dan piring . Mereka makan dengan langsung menggunakan tangan .
" mah , Brian pengen kerupuk yang ada di sana tadi , boleh gak . . ?? " kata Brian .
" Boleh , sebentar mamah ambilin dulu ya . . ! "
" Nona , biar saya saja . . ! "
" Kamu lanjutin makan aja , aku udah selesai kok. . . ! " kata Najwa bangkit kalau turun dari saung .
Dia melangkahkan kaki nya dengan santai . Tapi saat masuk ke dalam untuk membeli kerupuk yang Brian maksud , dia tertegun melihat beberapa pekerja mengelilingi ibu paru baya tadi .
" Bu Sri , ibu tenang ya . Pasti ada solusi untuk masalah ini . . ! " hibur salah satu pekerja .
" Aku takut . . . , aku takut kalau tanah ini jatuh ke tangan mereka , rumah makan ini pasti bakal mereka robohkan . . ! " kata Bu Sri menyeka air mata nya . Tanpa sengaja dia melihat seseorang berdiri menatap nya .
" Loh , mbak . maaf kami tidak tahu jika mbak disini . Apa mbak butuh sesuatu . ? " kata seorang pekerja .
" Tolong antarkan kerupuk ini saung nomor 4 . katakan saya masih ada urusan dengan Bu Sri . . ! " kata Najwa mengambil 4 bungkus kerupuk udang dan menyerahkan nya pada salah satu pekerja
Najwa melangkahkan kaki nya mendekati Bu Sri . Dia langsung duduk di kursi di seberang Bu Sri . Bu Sri menatap Najwa dengan lekat .
__ADS_1
" Bu Sri . . . .
* * * BERSAMBUNG * * *