
tok tok tok
Leni yang tengah asyik mewarnai kuku kaki nya , langsung terhenti saat mendengar suara ketukan pintu .
tok tok tok
ketukan itu kembali terdengar . Dengan kesal Leni bangkit dan langsung menuju pintu .
" Tunggu sebentar . . !! " teriak Leni kesal . Dia membuka pintu dengan kasar di sertai wajah yang di tekuk . Namun reaksi Leni seketika berubah menjadi kaget saat melihat dua laki-laki berpakaian polisi berdiri di depan pintu apartemennya .
" Selamat siang , apa benar dengan ibu Lenita Puspa .? " kata salah satu polisi .
" Be . .benar , saya sendiri . Ada apa ya pak . ? " kata Leni berusaha tenang walau jantung nya sudah berdegup dengan kencang .
" Kami membawa surat penangkapan yang di tujukan pada anda atas tuduhan percobaan pembunuhan . . . Bawa dia . !! "
" Siap , , ayo ikut . ."
" Pak anda jangan asal bicara ya . Saya gak pernah melakukan apa yang kalian tuduhkan . .! " teriak Leni semakin panik .
" Nanti ibu bisa memberikan penjelasan di kantor . "
" Pak , lepaskan saya . saya gak pernah melakukan kejahatan apapun . Lepaskan saya . . !! " teriak Leni saat di bawa paksa oleh dua polisi .
S
K
I
P
" Lepas . lepaskan saya . Saya tidak pernah melakukan apa yang telah kalian tuduhkan . ! " teriak Leni . Tapi polisi itu tetap memegangi Leni dengan kuat lalu menggiring nya ke ruang interogasi . Leni terbelalak saat melihat Ratna yang duduk di depan meja interogasi dengan tangan di borgol . Dia pun semakin panik saat melihat ponsel dan lipatan kertas yang sangat dia kenal di atas meja . Seketika wajah Leni pucat pasi saat melihat Alan dan seorang pemuda yang tidak dia kenal juga hadir di ruangan itu . Dengan kasar polisi itu memaksa Leni duduk di sebelah Ratna .
" Dengan saudari Lenita Puspa . ? " kata polisi yang duduk di seberang meja .
" Benar , pak . " kata Leni .
" Anda kenal dengan dia . ? " kata penyidik menunjuk Ratna .
" Tidak . Saya tidak kenal pak .. ! " kata Leni spontan . Leni menjadi parno saat melihat senyum miring dari sudut bibir Ratna .
__ADS_1
" Benar tidak kenal . ? " kata penyidik .
" Benar pak . ! " jawab Leni dengan suara tegas tapi menundukkan wajah nya .
" Saudari Ratna mengaku telah mencoba melenyapkan bayi nyonya Alan dengan mencampurkan obat aborsi atas perintah anda . Apa tanggapan anda . ? " kata penyidik meletakan lipatan kertas .
" Tidak .. Itu tidak benar pak . Saya tidak kenal perempuan ini . Saya di fitnah pak . . !! " teriak Leni menatap Ratna tajam .
" Lalu bagaimana dengan rekaman ini . ? " kata penyidik itu meraih ponsel yang tergeletak di meja dan mengotak Atik nya sebentar .
" halo Ratna . Bagaimana apa kau sudah memberikan obat aborsi itu pada wanita sialan itu . ?
( hening sejenak )
" Maaf nyonya Leni . wanita mana yang nyonya maksud .? "
" CK , Dasar goblok . Siapa lagi kalau bukan si Najwa istri baru Alan itu . Jangan bilang kalau elo belum menjalankan perintah gue . "
" maaf nyonya . . . sebenarnya . . .
" Gue gak mau tahu ya , kalau sampai rencana ini gagal elo harus bayar semua hutang-hutang elo sama gue . Atau elo bakal gue jual ke mami Dolly biar elo jadi pel***r . ! "
" Baiklah , segera elo laksanakan rencana ini biar Najwa dan bayi nya segera mati . Dan gue bisa ambil kesempatan buat ngejebak Alan biar dia nikahin gue lagi . Gue udah bosan hidup melarat seperti ini . Elo masih ingat kan sama janji gue , elo bakal gue kasih gaji gede . Sudah sana cepat kerjakan . ."
" Tapi nyonya , saya takut nanti saya ketahuan , bisa mati saya di tangan tuan Alan . .
" CK , penakut banget sih . . ya udah gini aja setelah elo yakin kalau obat itu sudah di mnum oleh Najwa , elo harus segera kabur dari rumah itu nanti gue transfer buat ongkos elo
" Baik , nyonya Leni . Kalau begitu saya akan segera melakukan perintah nyonya . . "
" Hmm , , , ingat hati-hati jangan sampai ketahuan . Kalau sampai elo ketahuan dan elo bawa-bawa gue . Habis elo di tangan gue . !! "
Wajah Leni semakin pucat saat rekaman itu selesai . Dia menatap Ratna yang masih dengan posisi menunduk .
" Apa tanggapan anda tentang rekaman ini ? " kata penyidik .
" Aku , , ,aku , , aku . .
" Saya menuntut pelaku dengan seberat-beratnya , pak . Saya akan menyewa pengacara handal untuk masalah pembunuhan berencana ini . . ! " kata Alan dengan menahan emosi nya .
" Alan , aku mohon maafkan aku . . ! " kata Leni tanpa sadar membuat penyidik menganggukkan kepala mengerti .
__ADS_1
" Jika anda menjawab dengan jujur , hukuman anda mungkin bisa di ringankan . . " kata penyidik .
" y , ,ya. . saya yang memang menyuruh Ratna melakukan nya . Tapi Alan , aku terpaksa melakukan nya karena aku ingin kembali pada mu . Aku masih mencintai mu , Alan . . " kata Leni
" Tapi sayang nya aku sangat membenci mu . . ! " sarkas Alan , dia menoleh pada polisi penyidik lalu mengangguk .
" Bawa dia . . " kata polisi .
" Alan , , aku mohon jangan tuntut aku . Alan aku terpaksa melakukan nya karena aku masih mencintai mu . Alaaaaan . . . !! " Leni menjerit histeris seraya memberontak ingin menemui Alan . Tapi Alan hanya menatap nya datar .
" Bawa saudari Ratna dan pisahkan ruang tahanan nya . "
" Baik pak . Ayo , saudari Ratna . ". Ratna bangkit dan mengikuti sipir dengan tenang .
S
k
i
p
Alan tersenyum menatap Najwa yang tampak duduk dengan santai di balkon kamar nya dengan menikmati biskuit . Diam-diam Alan berjalan pelan dan langsung mencium pipi Najwa membuat Najwa terkejut .
" Alan . . astaga kau membuat ku kaget . . " kata Najwa . Alan tertawa kecil dan langsung duduk di samping Najwa . Alan mengelus lembut perut Najwa yang terlihat bergerak seperti gelombang .
" halo , twins . . Kalian lagi apa sih sampe perut mommy bergelombang kayak ombak di laut . ? " kata Alan membuat Najwa tertawa .
" Ada-ada aja kamu . Gimana urusan tadi . ? " kata Najwa .
" Semua nya berjalan lancar . Leni mengakui perbuatan nya dan mereka sekarang di tahan untuk proses selanjutnya . . " kata Alan menyelipkan rambut Najwa yang menjuntai ke wajah nya .
" Hhhft . Aku gak tahu apa salah ku sampai dia tega ingin mencelakai aku dan si kembar . . " kata Najwa sedih .
" Sayang , kamu . .
kalimat Alan terputus karena ponsel nya berdering . Dia langsung mengangkat telpon itu .
" Halo . . . . APA . . . . .
BERSAMBUNG
__ADS_1