JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 132 Cerita Selin 4


__ADS_3

Selin turun dari taksi , tapi mata nya terbelalak saat melihat sesuatu yang berbeda dari butik nya . Selin menatap lekat papan nama butik nya yang kini telah berubah nama dengan hati yang bergemuruh . Dia menatap kunci pintu butik di tangan nya , lalu dengan langkah besar dia melangkah menuju butik dan membuka pintu kasar . Semua mata menatap nya , Selin tak menghiraukan tatapan para pengunjung . Hati nya semakin panas saat melihat semua koleksi pakaian dan busana milik butik nya di pajang dengan susunan yang berbeda .


" Siapa yang berani membuka butik ku tanpa seizin ku . . !! " teriak Selin dengan sisa tenaga nya .


" ada apa ini ? kenapa kamu teriak-teriak . ?? " kata seorang wanita dengan pakaian nyentrik menghampiri Selin .


" Siapa kau ? " kata Selin sengit .


" aku pemilik baru butik ini . .kamu siapa ? dan ada apa mencari ku ? " kata wanita itu melipat tangan nya ke dada .


" atas dasar apa kau mengklaim butik ku menjadi butik mu , haa . ??! " kata Selin emosi .


" aku membeli butik ini , jadi aku pemilik butik ini . ada yang salah " kata wanita itu arogan .


" Sangat salah , karena aku Selin , sebagai pemilik ROSELIN BOUTIQUE tidak pernah menjual butik ini pada siapa pun . . !! " kata Selin dengan tegas . wanita itu sedikit kaget . Selin bisa menangkap dari sorot mata wanita di depan nya jika dia tidak mempercayai nya . Selin merogoh tas tangan nya dan menunjukkan selembaran kertas pada wanita .


" kau lihat ? ini adalah sertifikat butik dan tanah ini . kalau kau masih tidak percaya , aku bisa membawa mu menemui pemilik tanah ini sebelum nya . . " kata Selin . wanita itu terlihat tegang .


" Tapi aku membeli butik ini pada seorang wanita tua yang mengaku kalau pemilik butik ini adalah anak nya dan ingin menjual nya . ." kata wanita itu


" Itu urusan anda dengan mertua saya . Tapi yang jelas butik ini murni milik saya dan saya mendirikan butik ini di bantu oleh ayah kandung saya . Jadi saya minta kembalikan semua penataan butik dan papan nama seperti semula . . " kata Selin .


" kalau begitu mari kita bicara di dalam . Lastri , tolong tutup butik untuk sementara . " kata wanita itu .


" baik mbak Diana . "

__ADS_1


Wanita bernama Diana itu mengajak Selin masuk ke ruang kerja . Selin keluar menemui sopir taksi dan meminta nya untuk menunggu sebentar seraya memberikan selembaran uang warna merah muda sebagai kompensasi nya . Selin lalu mengikuti Diana menuju ruang kerja , tapi Selin semakin tersulut emosi saat melihat ruang kerja nya juga telah di ubah .


S


k


i


p


Setelah menjalani diskusi yang cukup sengit , akhirnya Diana mengalah dan meminta mama Angga untuk menemui nya di butik . Tak menunggu lama , mama mertua Selin datang . Saat masuk ke ruang kerja senyum cerah mengembang di wajah mama Angga . Tapi saat melihat Selin yang duduk dengan santai di sebelah Diana , seketika senyum itu hilang berganti dengan wajah yang tegang bercampur marah .


" silahkan duduk , Tante . . " kata Diana .


mama Angga duduk di sofa tunggal sebelah Diana , Selin tersenyum sinis saat melihat kegelisahan di mata mertua nya .


" to the point saja , ada apa kamu memanggil Tante kesini ? " kata mama Angga.


" kenapa mama menjual butik ku tanpa seizin aku ? kenapa ? " kata Selin dengan dingin .


" hee , dasar tidak tahu diri . kamu kira aku tidak tahu ? kamu membangun butik ini dari uang anak saya kan ? jadi wajar jika saya menjual nya dan mengambil kembali hak saya sebagai ibu kandung Angga . Dan satu lagi jangan panggil saya mama , kamu bukan menantu ku lagi .. " kata mertua Selin .


" ooh , oke . Tapi perlu anda ketahui nyonya . Tanah dan butik ini adalah milik saya . Saya membuka butik ini sejak saya masih gadis dan di dukung oleh ayah saya . Sepeser pun tidak ada uang anak anda masuk ke butik saya . . " kata Selin menekan-nekan telunjuknya ke meja .


" Jangan tidak tahu diri ya . . jelas-jelas kamu membuka butik ini setelah menikah dengan anak saya . .! " kata mama Angga tidak mau kalah .

__ADS_1


" Ini bukti kalau apa yang saya ucapkan adalah benar . . " kata Selin meletakkan sebuah map ke meja . Mama Angga langsung meraih map itu dan meneliti nya . Setelah mengetahui isi map itu yang merupakan sertifikat tanah dan butik milik Selin , wajah mama Angga berubah tegang .


" Di sana menjelaskan jika sertifikat tanah beserta butik ini di buat pada tahun 2008 . Dan saya menikah dengan Angga pada tahun 2013 . Jadi katakan , darimana uang Angga masuk ke butik saya . . ? " kata Selin penuh tekanan .


" Kau jangan tidak tahu malu ya . setelah Angga menikah dengan mu Angga pasti memberikan uang nya pada kamu dan kamu mempergunakan uang itu untuk menambah modal butik kamu kan . jadi otomatis Angga juga berperan penting dalam butik ini . ." kata mama Angga tetap kekeh .


" anda jangan salah paham . Uang nafkah dari Angga tidak pernah saya campurkan dengan uang pribadi saya , saya menyimpan uang Angga dalam satu buku tabungan . dan . . .


" Sudah , sudah jangan berdebat lagi . itu urusan kalian nanti , yang menjadi permasalahan nya sekarang adalah Tante telah menjual aset orang lain secara ilegal . Jadi berhubung pemilik asli sudah hadir , tolong Tante kembalikan uang pembelian butik kemarin pada Selin . . " kata Diana memotong perdebatan Selin dan mama Angga .


" gak bisa gitu donk . Uang Angga adalah uang saya juga . . " kata mama Angga .


" Sudah saya katakan , tidak ada uang Angga yang masuk ke butik saya . Sebaiknya anda serahkan uang pembayaran kemarin atau saya akan melaporkan anda ke pihak yang berwajib dengan tuduhan merebut aset pribadi saya . . ! " kata Selin dengan wajah garang nya . wajah mama Angga seketika memucat . dia terlihat linglung setelah mendengar ancaman Selin .


" tapi uang itu sudah berkurang . ." kata mama Angga kikuk .


" saya tidak mau tahu ya , pokok nya anda harus menyerahkan uang nya secara utuh atau seperti yang saya katakan tadi . . " kata Selin tegas .


Mama Angga akhirnya mengalah , dia pun mentransfer uang penjualan butik Selin . Setelah merasa permasalahan itu beres , mama Angga pun langsung pergi dengan tatapan tajam pada Selin . Selin pun lalu juga pamit karena akan menjadi rumah untuk tempat tinggal nya yang baru .


FLASHBACK OFF


" setelah itu aku menjalani hidup ku dengan hambar . Aku pun kembali membuka butik sederhana seperti yang kamu lihat tadi hanya sekedar untuk mengisi kekosongan . yah , percuma aku mengejar sebuah kesuksesan . Toh hanya aku sendiri yang menikmati hasil kerja keras ku . . ! " kata Selin menyeka pipi nya menghapus sisa airmata nya . Najwa merangkul pundak Selin dan menepuk-nepuk nya pelan .


" Sabar ya . badai pasti berlalu . Jangan merasa kamu sendirian , ada aku . Lihat , disana juga ada Brian dan Rubby . Jika kamu butuh bantuan , jangan sungkan untuk menemui ku . " kata Najwa .

__ADS_1


" makasih , Wa . . " kata Selin memeluk pelan sang sahabat .


BERSAMBUNG


__ADS_2